Logo KTF KupasTuntasFilm

Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami Film Baby Udon Jadi Film Paling Di Nanti

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 55 views

Rumah produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures secara resmi merilis official trailer dan official poster untuk film drama layar lebar terbaru mereka, Baby Udon. Peluncuran trailer dan poster film perdana dari Sumargo Films ini digelar dalam acara Press Conference di Senayan City XXI, Jakarta.

Bukan sekadar drama fiksi, Baby Udon diangkat langsung dari fenomena kisah nyata yang pernah menyentuh hati jutaan warganet di media sosial. Film ini menghidupkan kembali perjalanan emosional content creator Fanny Kondoh dan mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh.

Publik mengenal mereka lewat perjuangan panjang yang tak kenal lelah demi memiliki buah hati melalui proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Namun, di tengah asa dan penantian tersebut, ujian besar datang menghampiri: Hajime didiagnosis mengidap kanker hingga akhirnya tutup usia. Keteguhan cinta Fanny yang membesarkan buah hati mereka, yang dijuluki Baby Udon, menjadi simbol harapan bagi banyak pasangan di Indonesia.

Kisah cinta lintas negara yang menyayat hati ini diabadikan secara indah ke layar lebar oleh sutradara Fajar Bustomi. Karakter Fanny Kondoh diperankan dengan sangat emosional oleh Caitlin Halderman, sementara sosok Hajime Kondoh dihidupkan oleh Denny Sumargo.


Lewat official trailer yang diputar perdana, penonton disuguhkan ketimpangan perasaan yang intens: dari kehangatan perjuangan berdua mendapatkan momongan, hingga runtuhnya dunia Fanny saat sang suami harus melawan penyakit kritis. Chemistry apik dan akting mendalam dari Caitlin Halderman serta Denny Sumargo terbukti sukses membuat seisi bioskop terharu.

Acara peluncuran ini berlangsung megah dengan kehadiran jajaran pembuat film (filmmakers) dan pemeran utama. Hadir di antaranya Produser Eksekutif Andi Suryanto; jajaran Produser Marcella Daryanani, Olivia Sumargo, dan Denny Sumargo; Sutradara Fajar Bustomi; Penulis Skenario Oka Aurora; serta para pemain seperti Vonny Anggraini (Retno), Naufal Samudra (Tony), Ayya Renita (Susi), Putri Ayudya (dr. Shinta), Royhan Hidayat (Teddy), Miyu Okazaki (Yumiko), dan Hiroaki Kato (Hiro)

Momen paling mengharukan terjadi saat sosok nyata di balik cerita ini, Fanny Kondoh, hadir secara langsung di atas panggung bersama sang buah hati, KazKaz, untuk menyapa awak media.

Di depan poster yang terinspirasi dari foto asli Fanny bersama dengan foto almarhum Hajime saat kelahiran Kazkaz, Fanny mengaku sangat tersentuh saat menyaksikan langsung penggalan hidupnya diproyeksikan ke layar lebar.

Awalnya aku kira aku bisa kuat ketika datang ke lokasi syuting, tapi setelah melihat Caitlin dan Densu memerankan ceritaku dan suamiku, aku tidak bisa tahan tangis. Aku melihat sosok suamiku di Densu," tutur Fanny Kondoh dengan suara bergetar.

Denny Sumargo, yang juga memproduseri film ini di bawah naungan Sumargo Films, merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menyampaikan pesan cerita ini ke masyarakat luas. "Dari awal saya mendengar kisah Fanny, saya tahu kisah ini penting untuk diketahui banyak orang. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan sosok Hajime yang saya kagumi," tegas Denny Sumargo.

Siapkan tisu dan sambut kisah perjuangan cinta, harapan, serta keteguhan hati yang menginspirasi dalam film Baby Udon, yang siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Untuk informasi lebih lanjut, pembaruan terkini, dan materi eksklusif di balik layar, silakan kunjungi akun media sosial resmi kami di Instagram: @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.

More Recommendations

VIDEO
Pemenang Palme D’Or Fjord Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026 dan Inherit karya Banjong Pisanthanakun Jadi Penutup!
NEWS

Pemenang Palme D’Or Fjord Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026 dan Inherit karya Banjong Pisanthanakun Jadi Penutup!

JAKARTA, INDONESIA (1 Oktober 2026) — Menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi utama bagi sinema dunia di Asia Tenggara, Jakarta World Cinema (JWC) hari ini mengumumkan program film edisi 2026 dalam acara konferensi pers di CGV Fx Sudirman, Jakarta. Tahun ini, JWC akan menghadirkan 207 film dari 69 negara, dengan lineup impresif yang mencakup 120 film peraih penghargaan dari berbagai festival film paling bergengsi di dunia.Kurasi JWC 2026 tahun ini semakin memperkuat komitmennya terhadap keberagaman dan film-film yang menjadi sorotan di kancah penghargaan internasional.Lineup tersebut mencakup 96 film Asia, 41 film yang disutradarai perempuan, serta 20 film yang menjadi perwakilan resmi negara masing-masing untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99.JWC 2026 akan dibuka secara resmi dengan pemutaran film Fjord karya Cristian Mungiu, yang baru saja meraih Palme d’Or Cannes 2026. Sementara itu, festival akan ditutup dengan pemutaran perdana di Indonesia film horor terbaru garapan sineas Thailand Banjong Pisanthanakun (The Medium, Shutter), Inherit, yang kembali menghadirkan kisah horor dengan ciri khasnya.Deretan film internasional yang hadir di festival tahun ini mencerminkan panorama sinema dunia paling menonjol sepanjang tahun. Audiens akan berkesempatan menyaksikan Minotaur karya Andrey Zvyagintsev, peraih Grand Prix Festival de Cannes 2026; All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi, yang mengantarkan aktris utamanya meraih Best Actress Cannes 2026; serta film terbaru Jesse Eisenberg, The Debut.Lineup tersebut juga mencakup Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor, peraih Special Jury Prize Venice 2026, serta Woman Unknown karya May el-Toukhy, yang baru saja memenangkan Golden Lion Venice 2026. Melengkapi pencapaian bersejarah tersebut, Yellow Letters karya Ilker Çatak, pemenang Golden Bear untuk Film Terbaik di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026, juga masuk dalam program pemutaran daring JWC. Kehadiran ketiga pemenang penghargaan tertinggi dari Cannes, Venesia, dan Berlin dalam satu edisi menjadikan JWC 2026 sebuah perhelatan festival film internasional yang istimewa.Menambah bobot program festival tahun ini, sinematografer ternama Tudor Vladimir Panduru, penata sinematografi di balik visual memukau film pembuka Fjord, akan hadir secara langsung di Jakarta. Panduru akan memberikan sesi masterclass eksklusif, berbagi wawasan mendalam mengenai proses kreatif dan pendekatan sinematografinya kepada para sineas, pelaku industri, serta pecinta film Indonesia.“Visi kami untuk Jakarta World Cinema sejak awal adalah menjembatani sinema kelas dunia dengan audiens di Indonesia, sekaligus menempatkan Jakarta sebagai salah satu pusat cinema culture penting di kawasan Asia Tenggara,” ujar Frederica, Executive Director JWC. “Misi kami adalah menciptakan ruang yang inklusif, tempat keunggulan sinematik dapat melampaui batas-batas negara. Dengan menghadirkan film-film penting ini ke layar Indonesia, kami berharap dapat memantik percakapan, menginspirasi para pembuat film lokal, dan merayakan kekuatan sinema.”Festival Director JWC, Shandy Gasella, menekankan arti penting kurasi tahun ini bagi penonton Indonesia.“Menghadirkan 120 film peraih penghargaan saja sudah merupakan pencapaian besar. Namun, dapat menghadirkan sekaligus para pemenang Golden Bear, Palme d’Or, dan Golden Lion dalam satu edisi merupakan pencapaian tersendiri yang sangat berarti bagi kami,” ujar Shandy. “Bagi para penikmat film di Indonesia, JWC menjadi kesempatan langka untuk merasakan denyut utama sinema dunia kontemporer secara langsung. Film-film ini bukan sekadar karya sinema, tetapi suara-suara yang berani, dan relevan. Akses terhadap sinema dengan kualitas seperti ini di dalam negeri dapat membawa perubahan besar bagi perkembangan kultur sinema di Indonesia.”Program pemutaran daring tersedia melalui KlikFilm sepanjang 31 Oktober–21 November 2026. Dengan demikian, audiens dari berbagai penjuru Nusantara dapat turut menikmati rangkaian sinema dunia yang dihadirkan JWC 2026 tanpa harus datang ke Jakarta.Informasi tiket, jadwal lengkap festival, serta informasi lebih lanjut mengenai masterclass Tudor Vladimir Panduru akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang melalui situs web dan media sosial resmi Jakarta World Cinema.

Admin Kupas Tuntas Film 01 Oct 2026
Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?
NEWS

Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?

Dalam beberapa tahun terakhir Netflix telah dikenal sebagai rumah bagi kisah-kisah autentik dan unik asal Indonesia, mulai dari film box office, drama, sinetron, hingga judul-judul Netflix Originals yang tersedia di platform. Di sepanjang tahun 2026, Netflix berkomitmen untuk menyediakan lebih dari 100 konten lokal yang penuh keragaman, meliputi berbagai film drama dan sinetron yang amat digemari di Indonesia. Berbagai cerita ini begitu menarik untuk diikuti, dari drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari hingga serial panjang dengan jalan cerita yang menggelitik untuk terus diikuti. Tonton semuanya di Netflix!Tunggu Aku Sukses NantiPemeran: Ardit Erwandha, Lulu Tobing, Ariyo WahabCredit : NetflixTunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu film box office dengan menarik lebih dari tiga juta penonton setelah tayang perdana di bioskop Indonesia pada April tahun ini. Film ini mengikuti kisah Arga yang senantiasa menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya setiap Lebaran setelah ia menganggur selama tiga tahun dan tak kunjung mendapat pekerjaan. Situasi ekonomi yang semakin menekan dan berbagai masalah keluarga menuntut Arga bergegas mencari pekerjaan, demi keluar dari persoalan dan membanggakan keluarga saat acara kumpul Lebaran berikutnya.Istri Satu Satunya Pemeran: Clara Bernadeth, Bryan Mckenzie, Harris VrizaCredit :NetflixSoraya yang lama hidup sederhana bersama ibunya, Nina, tiba-tiba berhadapan dengan mantan suami Nina, Pierre, yang muncul dan membantu biaya pengobatan sang ibu. Merasa penasaran akan identitas pria tersebut, Soraya menyamar sebagai pekerja rumah tangga di rumah Pierre untuk mencari tahu cerita yang sebenarnya. Namun sebuah kejadian misterius kemudian membuat Soraya terseret dalam konflik keluarga, rebutan warisan, hingga misteri pembunuhan. Istri Satu-satunya bisa jadi pilihan sinetron terbaru untuk diikuti!Na Willa Pemeran: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy SyauqiCredit : NetflixDiangkat dari buku tenar berjudul sama karangan Reda Gaudiamo, film ini mengikuti kisah Na Willa yang ceria dan hidup nyaman di rumahnya di Surabaya di era 1960-an. Dunia kecilnya terasa penuh keajaiban berkat permainan, kehadiran teman-teman, hingga berbagai petualangan yang dijalaninya. Namun hidup ternyata menghadirkan tantangan tak terduga saat ia mulai bersekolah dan ia harus berhadapan dengan teman-teman baru dan para guru yang tegas.Agak Laen : Menyala Pantiku!Pemeran: Indra Jegel, Boris Bokir Manullang, Oki RenggaCredit : NetflixTayang perdana di bioskop sejak akhir November 2025, Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton. Film yang digarap oleh sutradara Muhadkly Acho dan produser Ernest Prakasa ini merupakan sekuel dari film sukses Agak Laen (2024), yang berlatar di sebuah pasar malam. Kini barisan detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang berulang kali gagal menjalankan misi mendapatkan kesempatan terakhir, yaitu menyusup ke dalam sebuah panti jompo dan menyamar. Misi terbaru mereka adalah mencari buronan dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Namun penyelidikan menjadi kekacauan sekaligus penuh kejadian humoris berkat kemampuan detektif mereka yang ala kadarnya. Sanggupkah mereka menangkap sang buron pada akhirnya?Ayah,Ini Arahnya Kemana Ya? Pemeran: Mawar de Jongh, Rey Bong, Dwi SasonoCredit : NetflixDira tumbuh dalam keluarga dengan sosok ayah yang tak benar-benar hadir di antara mereka. Situasi bertambah rumit ketika ibu yang menyokong ekonomi keluarga terluka parah dalam sebuah insiden. Jeratan utang yang kemudian terbongkar dan hubungan renggang dengan sang ayah memaksa Dira dalam sekejap bertindak sebagai orang dewasa, memikul beban melampaui usianya dan berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.Pelangi Di MarsPemeran: Messi Gusti,Lutesha, Meysha LinCredit : NetflixDengan latar masa depan saat Bumi mengalami krisis air, Pratiwi yang dikirim ke Mars untuk mencari mineral langka nan vital melahirkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di planet tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Pelangi yang hidup di Mars bersama teman-teman robotnya bergegas mencari mineral tersebut untuk kelangsungan hidup Bumi.Terikat JanjiPemeran: Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy ChowSinetron populer ini menghadirkan kisah emosional dengan alur penuh konflik, dilema, dan pilihan sulit. Saat menghadapi konflik keluarga, rahasia masa lalu, serta sebuah ikatan janji, sepasang kekasih menghadapi tekanan ketika kepercayaan mulai terasa retak dan berbagai masalah muncul. Mereka dipaksa memilih antara mempertahankan cinta atau melepaskan satu sama lain. Konflik semakin memanas ketika berbagai masalah mulai menguji hubungan mereka.Ipar Adalah Maut : The SeriesPemeran: Deva Mahenra, Tatjana Saphira, Nicole ParhamCredit : NetflixDiangkat dari film populer berjudul sama, serial ini menggali lebih dalam latar belakang dan sisi emosional para karakter, yaitu pasangan suami istri Aris-Nisa serta sang adik ipar, Rani. Rumah tangga Aris dan Nisa yang terlihat harmonis bersama putri mereka mulai berubah kala Rani tinggal bersama mereka untuk menjalani kuliah. Kedekatan Rani dan Aris perlahan melewati batas, hingga rahasia mereka terancam menghancurkan pernikahan serta hubungan antara kakak dan adik..Pernikahan Dini Gen ZPemeran: Aliando Syarief, Richelle Georgette Skornicki, Samudra TaylorCredit : NetflixSeorang murid teladan bernama Dini menjalin hubungan rahasia dengan Rangga, sang kakak kelas populer yang juga berpotensi menjadi calon atlet basket nasional. Hubungan mereka yang kemudian menimbulkan masalah membuat mereka harus berhadapan dengan tekanan keluarga, masa depan yang gamang, serta kehadiran sosok lain yang menaruh hati pada Dini.Istri Paruh WaktuPemeran: Arifin Putra, Audi Marissa, Kiara McKennaCredit : NetflixKehidupan sempurna Riska si CEO mulai retak setelah lama menikah. Saat ia merasa selama ini menjadi “istri paruh waktu” akibat kesibukannya, Riska memutuskan mundur dari pekerjaan. Namun yang ia dapati justru kejanggalan dalam sikap suaminya, Adimas, yang selama ini ternyata menyimpan rahasia. Riska pun harus memutuskan apakah ia dapat menghadapi rahasia tersebut dan mengatur ulang masa depan keluarganya..Selain rekomendasi tayangan di atas, masih banyak lagi film drama dan sinetron Indonesia yang layak menjadi tontonan Anda selanjutnya, seperti Semua Akan Baik-baik Saja, Keluarga Super Irit, Home Sweet Loan, 1 Kakak 7 Ponakan, Surat untuk Masa Mudaku, Keluarga yang Tak Dirindukan, Jodoh Wasiat Bapak Reborn, A Little White Lie, Surga yang Tak Dirindukan, serta Imperfect: The Series.Tunggu informasi menarik lainnya tentang konten lokal yang bisa masuk ke daftar tontonan Anda melalui kampanye Netflix Apa Hari Ini? di akun media sosial NetflixID.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
Film Memburu Pemangsa Libatkan 3.000+ Siswa dalam Kampanye Perlindungan Diri, Ajak Warga Blok M Untuk Gerakkan #JagaAnakAnak, serta Hadirkan Kolaborasi 1 Juta Cup untuk Perkuat Awareness Perlindungan Anak!
NEWS

Film Memburu Pemangsa Libatkan 3.000+ Siswa dalam Kampanye Perlindungan Diri, Ajak Warga Blok M Untuk Gerakkan #JagaAnakAnak, serta Hadirkan Kolaborasi 1 Juta Cup untuk Perkuat Awareness Perlindungan Anak!

Film Memburu Pemangsa tayang mulai 24 September 2026 di bioskop! Jakarta, 10 September 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop pada 24 September 2026, film Memburu Pemangsa persembahan Sinemaku Pictures menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan yang bertujuan membangun awareness tentang ruang aman bagi anak-anak. Mulai dari berdiskusi dengan anak-anak sekolah, hingga kolaborasi strategis demi menjangkau publik luas.Kampanye #JagaAnakAnak Goes to SchoolSinemaku Pictures bersama film Memburu Pemangsa membawa kampanye #JagaAnakAnak ke lingkungan pendidikan. Dalam dua hari, kampanye ini menjangkau sekitar total 3.000 siswa di SMK Pustek Serpong dan SMAN 2 Kota Serang melalui rangkaian edukasi mengenai perlindungan anak yang dikemas lewat talkshow dan game interaktif.Kampanye #JagaAnakAnak ini masih akan berlanjut ke sekolah-sekolah di berbagai kota lainnya. Kampanye ini turut dihadiri sutradara Memburu Pemangsa Umay Shahab, pemeran Taskya Namya, dan Sadam Permana, tokoh muda inspiratif yang dikenal lewat konten-kontennya di media sosial yang banyak mengedukasi generasi muda.Momentum ini menjadi upaya untuk mengajak para siswa saling menjaga diri dan lingkungan dari predator yang memburu anak-anak. Kampanye ini menjadi penting karena hingga saat ini kasus penculikan dan kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tergolong tinggi. “Kementerian PPPA mencatat 35.920 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2025. Kasus-kasus ini banyak terjadi di ruang terdekat anak,” ujar sutradara film Memburu Pemangsa Umay Shahab mengenai pentingnya membawa kampanye Jaga Anak-Anak di lingkungan sekolah.“Ketika saya kecil pun, banyak melihat anak-anak seumuran saya yang menjadi korban dari kekerasan para penjahat. Itu yang membuat kenapa saya merasa penting, saat memiliki kesempatan, membuat film yang menjadi keresahan saya dan banyak orang. Dan cerita serta isu sepenting ini belum ada yang mengangkatnya,” tambah Umay Shahab. Umay berharap kampanye #JagaAnakAnak ini juga menyadarkan banyak orang termasuk para siswa dan guru di lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan aman dan mencegah terjadinya kejahatan.Bersama Warga Blok M Berkomitmen Ciptakan Ruang Publik AmanFilm Memburu Pemangsa sempat melakukan Talkshow yang dipandu oleh ‘Gubernur Blok M’ Arvino dan salah satu personel trio NPD, Niky Putra. Dalam momen itu juga turut dirilis trailer dan poster film Memburu Pemangsa, serta sesi diskusi bersama jajaran pemeran Laura Basuki, Taskya Namya, Yasamin Jasem dan Rifnu Wikana.“Dari film ini saya merasa bahwa manusia itu bisa lebih keji daripada setan sebenarnya. Jadi kejahatan itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Rasanya kasihan dan miris, ketika anak-anak yang harus terus aware menjaga diri mereka.Jangan terus menerus menyalahkan ‘Oh mungkin karena dia jalan sendiri', 'Oh karena dia pakai baju terlalu terbuka’, ya yang dibenerin harusnya kita sebagai orang dewasa, dan orang dewasa harus ikut menjaga keamanan anak-anak,” ujar Laura Basuki.Tak hanya dukungan untuk menciptakan wilayah yang berkomitmen melawan pemangsa anak, di Blok M jajaran pemeran bersama warga Blok M juga turut terlibat dalam kegiatan permainan interaktif. Permainan interaktif ini hadir lewat kolaborasi Sinemaku Pictures bersama XSpace Indonesia, salah satu hiburan escape room yang menggabungkan role-play, teka-teki, dan elemen horor interaktif.Banyak dari warga di Blok M pun sangat antusias menyambut Memburu Pemangsa.Tak hanya ikut dalam sesi talkshow, namun mereka juga ikut bermain permainan interaktif yang dibuat oleh Xspace Indonesia.Kolaborasi XSpace Indonesia dan Kopi NakoBersama XSpace Indonesia, film Memburu Pemangsa membawa pengalaman berburu dari layar ke dunia nyata melalui immersive experience yang akan membawa penonton ke sebuah misi investigasi dan perburuan. Nuansa horror-crime-action di film juga akan dihidupkan, dengan permainan dan misi yang akan dirasakan langsung oleh pengunjung di wahana XSpace di Pasaraya Blok M.Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman imersif film Memburu Pemangsa pada 14 September–11 Oktober 2026 di XSpace Pasaraya Blok M.Dengan kolaborasi bersama XSpace Indonesia, penonton film Memburu Pemangsa nantinya juga bisa merasakan pengalaman berburu seperti karakter 4 jurnalis di film. Kolaborasi ini memperluas pengalaman Memburu Pemangsa dari layar bioskop ke ruang imersif, dengan mengajak peserta terlibat langsung dalam permainan yang terinspirasi dari dunia dan cerita film.Di luar bioskop, Memburu Pemangsa juga memperluas kampanye #JagaAnakAnak melalui kolaborasi bersama Kopi Nako. Mulai 7 September 2026, sebanyak 1 juta cup Kopi Nako x Memburu Pemangsa resmi hadir di 57 gerai Kopi Nako di berbagai wilayah Indonesia.“Ketika diajak bekerja sama dengan Sinemaku Pictures, kami sangat tertarik karena mempunyai pesan yang sangat positif. Bagaimana menyuarakan isu tentang #JagaAnakAnak untuk bisa cepat sampai langsung ke masyarakat, yaitu dalam bentuk visual, yang disampaikan dalam sebuah cup. Biarkan cup Kopi Nako berbicara kepada customer kami. Terkadang, sebuah pesan yang baik bisa dimulai dari hal kecil yang kita temui sehari-hari.” ujar Chief Creative & Marketing Kanma Group, Robert Wanasida.Melalui kolaborasi tersebut, pesan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, bahkan di luar ruang bioskop.Film Memburu Pemangsa juga riset sejak tahap pengembangan cerita. Dalam prosesnya, tim menggandeng Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi untuk menyentuh isu yang nyata.Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026
HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026 !
NEWS

HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026 !

Jakarta, 3 September 206 - Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia (ESI) menghadirkan Film Bapakmu Kiper yang tidak sekadar menghadirkan pertandingan sepak bola sebagai latar cerita. Lewat dunia sepak bola antar kampung alias tarkam, film arahan sutradara Ody Harahap itu, mengangkat sisi yang selama ini jarang tersentuh layar lebar, sisi yang penuh warna, gengsi, dan drama tersendiri di luar hasil akhir pertandingan yang siap tayang di bioskop pada 3 September 2026. Tarkam dikenal luas sebagai denyut nadi sepak bola akar rumput Indonesia. Di balik kesederhanaan lapangan sederhana, ada rivalitas antar kampung yang kerap membawa gengsi dan kebanggaan lokal, hingga tradisi saweran, di mana penonton menyawer pemain yang tampil apik langsung di lapangan sebagai bentuk apresiasi. Tak jarang pula, pertandingan tarkam turut diramaikan pemain dari liga profesional yang sengaja turun kelas demi honor tambahan sekaligus menjaga performa di luar musim kompetisi resminya.Segala bumbu dan intrik khas tarkam inilah yang menurut sutradara Ody Harahap menjadi daya tarik utama untuk diangkat ke layar lebar"Di balik pertandingan, ada persaingan, ada hiburan, bahkan fenomena unik seperti saweran," ujar Ody.Ia menambahkan bahwa hal-hal semacam itulah yang membuat setiap laga tarkam terasa lebih hidup dibanding sekadar hasil skor akhir, lengkap dengan tekanan, harapan, dan relasi sosial yang tumbuh di lingkungan kampung.Kekayaan cerita di balik dunia tarkam ini pula yang menjadi salah satu alasan ESI mantap menjadikannya proyek produksi mandiri pertama mereka. Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama ESI sekaligus produser Bapakmu Kiper, melihat sisi otentik tarkam sebagai kekuatan cerita yang jarang dimiliki film bertema olahraga lainnya."Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan. Ada gengsi kampung, ada drama di pinggir lapangan, bahkan ada saweran yang bikin suasana makin seru. Semua bumbu itu yangGarnet justru bikin kami yakin ceritanya akan dekat di hati penonton Indonesia," ujar Garnet.Perpaduan antara drama keluarga dan warna-warni dunia tarkam inilah yang diharapkan menjadikan Bapakmu Kiper sebagai tontonan yang menghibur sekaligus merepresentasikan sisi lain sepak bola Indonesia yang selama ini jarang terekspos ke publik luas.Semua bumbu dan intrik itu terangkum dalam perjalanan Dino (Ali Fikry), remaja 18 tahun yang menyimpan kemarahan mendalam pada ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan jago tarkam yang juga dikenal sebagai penjudi. Dino menganggap ayahnya sebagai penyebab kematian sang ibu, luka yang membuatnya menjaga jarak selama bertahun-tahun. Titik balik muncul ketika Dino mendapat kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup, ajang yang bisa membuka jalannya menuju sepak bola profesional sekaligus mengubah hidupnya. Namun jelang babak final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan mereka. Bapakmu Kiper juga ingin menghadirkan bentuk apresiasi yang terasa nyata. Sosok seperti Warto merepresentasikan banyak kepala keluarga di kehidupan sehari-hari, mereka yang tidak selalu tampil menonjol seperti mencetak gol, namun perannya bertahan menjaga keluarga di tengah kerasnya hidup justru menjadi fondasi yang paling krusial.“Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak kelihatan tapi sebenarnya paling krusial. Nggak harus selalu mencetak gol, yang penting selalu ada buat bertahan dan melindungi keluarganya,” ujar Fedi.Sudut pandang berbeda datang dari Ali Fikry yang memerankan Dino. Baginya, proses syuting justru menjadi pengingat bahwa kemarahan yang Dino simpan bertahun-tahun bukan satu-satunya jalan, dan setiap orang, termasuk karakter yang ia perankan, selalu punya kesempatan kedua untuk berdamai dengan masa lalunya."Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan," kata Ali.Perjalanan menuju Tarkam Super Cup ini pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjelma perjalanan menghadapi masa lalu, memperjuangkan masa depan, dan memperbaiki hubungan yang lama retak antara seorang ayah dan anak.Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Selain Fedi Nuril, dan Ali fikry, Bapakmu Kiper menghadirkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
GJLS: Berapi-Api Rilis Teaser Trailer, Tiba-tiba Hadirkan Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho!
NEWS

GJLS: Berapi-Api Rilis Teaser Trailer, Tiba-tiba Hadirkan Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho!

Jakarta, 3 September 2026 — Rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment resmi merilis Teaser Trailer film layar lebar kedua mereka, GJLS: Berapi-Api, yang dijadwalkan meluncur serentak di bioskop mulai 5 November 2026.Kini siap melawan si jago merah sebagai pemadam kebakaran (damkar), trio GJLS; Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, tampil gagah berseragam khas petugas damkar dalam film komedi terbaru mereka ini. Plot Twist Skala Nasional: Kejutan Munculnya Nama 3 Aktor Papan AtasNamun, ilusi kekerenan tersebut runtuh tanpa ampun saat teaser trailer mulai diputar.Bukannya aksi penyelamatan yang dramatis, penonton langsung disuguhi kemunculan mendadak nama-nama para bintang besar perfilman tanah air; Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho. Ingat ya, hanya kemunculan namanya saja. Di bawah arahan sutradara Monty Tiwa, film ini membuktikan ambisinya meramu formula multi-genre: dinamika persahabatan, intrik misteri misi penyelamatan, ketegangan kobaran api, hingga letupan romansa yang dibalut humor spontan tanpa rem.Untuk film kami kali ini, saya dan teman-teman GJLS harus melewati persiapan yang lebih serius, bahkan sampai harus menjalani pelatihan sebagai pemadam kebakaran. Melalui film ini, kami tidak hanya ingin membawakan komedi khas GJLS saja, tapi juga cerita tentang persahabatan yang bisa dekat dengan semua orang," seloroh Rigen Rakelna, pemeran utama sekaligus salah satu pendiri GJLS Entertainment.Monty Tiwa: Mengharmoniskan Drama, Aksi, dan Kekalapan AlamiSineas kawakan Monty Tiwa kembali dipercaya menjinakkan liarnya dinamika trio ini dari bangku sutradara."Di film kedua ini, menjadikan trio GJLS sebagai petugas damkar itu ibarat menyalakan korek api di samping tabung gas bocor: langsung meledak secara organik. 'GJLS: Berapi-Api' bukan cuma soal komedi slapstick, tapi ada benang merah pertaruhan persahabatan, misteri, serta aksi yang menghibur yang kami kemas rapi," tutur Monty Tiwa. Peringatan Bahaya: Segera Amankan KursimuGJLS: Berapi-Api resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.Teaser trailer resmi GJLS: Berapi-Api kini sudah mengudara di kanal YouTube Amadeus Sinemagna. Ikuti perkembangan informasi terkini tanpa perlu panik melalui akun Instagram @sinemagna, @gjlsberapiapi, @gjlsentertainment..

Admin Kupas Tuntas Film 04 Sep 2026
Ketika Sebuah Rumah Menjadi Tempat Untuk Menemukan Harapan
MOVIE
3.0

Ketika Sebuah Rumah Menjadi Tempat Untuk Menemukan Harapan

Rumah Singgah hadir sebagai film drama yang tidak hanya mengandalkan konflik emosional, tetapi juga berusaha memberikan ruang bagi hampir setiap tokohnya untuk memiliki cerita masing-masing. Digara​​p oleh Dyan Sunu Prastowo dan ditulis oleh Celvin Jaya Hadi, Raditya Kurnia, dan Aryo Wibianto, film ini menawarkan kisah tentang manusia, hubungan, serta arti sebuah tempat yang perlahan bisa berubah menjadi rumah bagi orang-orang yang sedang membutuhkan tempat untuk pulang.Sejak awal, film ini mampu membangun cerita dengan unsur drama yang cukup kuat. Menariknya, Rumah Singgah tidak hanya berfokus pada satu karakter utama, tetapi memberikan kesempatan kepada sejumlah tokohnya untuk diperkenalkan lebih jauh. Masing-masing memiliki latar belakang, persoalan, dan perjalanan emosional yang membuat keberadaan mereka terasa penting terhadap keseluruhan cerita.Pendekatan tersebut membuat film terasa lebih manusiawi. Penonton tidak hanya diajak mengikuti satu konflik, tetapi juga melihat bagaimana berbagai karakter dengan permasalahan masing-masing bisa saling bertemu, berinteraksi, dan memberikan pengaruh satu sama lain.Bukan Sekadar Tempat PersinggahanSalah satu kekuatan terbesar Rumah Singgah justru terdapat pada judulnya. “Rumah Singgah” memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tempat untuk tinggal sementara.Rumah dalam film ini menjadi ruang tempat para pasien menemukan sesuatu yang mungkin selama ini mereka butuhkan: keluarga, persahabatan, cinta, harapan, dan alasan untuk tetap tersenyum.Mereka mungkin datang sebagai orang-orang yang sedang berada dalam kondisi sulit, tetapi rumah tersebut perlahan mempertemukan mereka dengan orang-orang yang membuat perjalanan hidup terasa sedikit lebih ringan. Dari sinilah film menunjukkan bahwa rumah tidak selalu berbicara tentang bangunan atau tempat tinggal.Rumah bisa berarti orang-orang yang membuat kita merasa diterima.Makna tersebut menjadi salah satu pesan emosional yang membuat Rumah Singgah terasa dekat dengan kehidupan. Ada kalanya seseorang tidak membutuhkan solusi besar untuk menghadapi masalahnya. Terkadang, kehadiran orang lain, sebuah percakapan sederhana, persahabatan, atau bahkan tawa kecil sudah cukup untuk memberikan alasan agar seseorang terus bertahan.Akting & Chemistry Dari Para Pemain Yang BagusFilm ini dibintangi oleh Adhisty Zara sebagai Karla, Devano Danendra sebagai Luki, Ciccio Manassero sebagai Toni, dan Messi Gusti sebagai Pika.Keempatnya mampu memberikan warna berbeda terhadap cerita. Adhisty Zara tampil dengan pembawaan emosional yang mampu membawa penonton lebih dekat dengan karakter Karla. Sementara Devano Danendra memberikan keseimbangan melalui karakter Luki yang memiliki dinamika tersendiri dalam cerita.Chemistry antara para pemain juga menjadi salah satu aspek yang membuat film terasa hidup. Hubungan antarkarakter tidak terasa sekadar dibuat untuk kebutuhan cerita, tetapi berkembang melalui interaksi dan berbagai momen yang mereka lalui bersama.Yang menarik, kekuatan akting film ini tidak hanya berasal dari pemeran utamanya. Para pemain pendukung seperti Aming, Dewi Irawan, Alex Abbad, dan Marthino Lio turut memberikan kontribusi besar terhadap atmosfer emosional film.Kehadiran mereka membuat cerita memiliki lapisan emosi yang lebih luas. Beberapa karakter pendukung bahkan mampu mencuri perhatian melalui ekspresi, dialog, maupun interaksi mereka dengan karakter lainnya.Unsur Drama & Komedi yang Berjalan SeimbangMeski membawa tema yang cukup emosional, Rumah Singgah tidak menjadikan dirinya sebagai film drama yang terus-menerus serius.Unsur komedi disisipkan di beberapa bagian dengan cukup baik sehingga film tidak terasa berat ataupun membosankan. Momen-momen ringan tersebut memberikan jeda dari konflik emosional yang sedang berlangsung.Perpaduan antara drama dan komedi ini menjadi salah satu alasan mengapa film tetap terasa nyaman untuk diikuti. Ketika cerita mulai membawa penonton ke situasi yang emosional, humor hadir untuk memberikan sedikit ruang bernapas sebelum cerita kembali membawa penonton kepada konflik utamanya.Keseimbangan tersebut juga terasa penting karena tema yang diangkat sebenarnya cukup sensitif dan emosional. Dengan adanya komedi, film tidak terasa terlalu melodramatis.Punya Sinematografi Yang Cukup BagusDari sisi visual, Rumah Singgah memiliki sinematografi yang cukup baik dalam mendukung suasana cerita. Pengambilan gambar tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi turut membantu membangun atmosfer emosional di beberapa adegan.Salah satu bagian yang cukup menarik adalah scene origami. Adegan tersebut memiliki nilai visual sekaligus emosional yang kuat. Origami yang secara sederhana merupakan aktivitas melipat kertas dapat terasa memiliki makna lebih besar ketika ditempatkan dalam konteks cerita.Visual pada bagian tersebut menjadi salah satu momen yang menunjukkan bahwa Rumah Singgah tidak hanya ingin bercerita melalui dialog. Ada beberapa hal yang disampaikan melalui gambar, gestur, serta objek yang digunakan oleh karakter.Keluarga Bukan Hanya Tentang Ikatan DarahRumah Singgah bukan hanya film mengenai para pasien dan tempat mereka tinggal sementara. Film ini berbicara tentang bagaimana manusia bisa menemukan keluarga di tempat yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.Keluarga dalam film ini tidak selalu hadir melalui hubungan darah. Ia dapat terbentuk melalui persahabatan, kepedulian, kasih sayang, dan keberanian untuk hadir bagi seseorang ketika mereka sedang berada di titik terendah.Film ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat dari luar. Di balik seseorang yang terlihat kuat, bisa saja terdapat perjuangan yang sangat berat. Karena itu, sedikit perhatian dan kepedulian dari orang lain terkadang bisa memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.KesimpulanSecara keseluruhan, Rumah Singgah merupakan film drama yang berhasil menggabungkan cerita emosional, persahabatan, keluarga, cinta, serta komedi dengan cukup baik. Keputusan untuk memberikan cerita kepada hampir setiap karakter membuat dunia film terasa lebih luas dan membuat penonton memiliki kesempatan untuk memahami perjalanan masing-masing tokoh.Akting dan chemistry para pemain juga menjadi kekuatan utama, ditambah dengan sinematografi yang cukup menarik, mRumah Singgah mampu memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentuh.Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa rumah tidak selalu berarti tempat untuk kembali. Terkadang, rumah adalah tempat di mana kita menemukan orang-orang yang membuat kita kembali memiliki alasan untuk berharap.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bergenre drama, persahabatan, dan keluarga , film ini bisa jadi tonton wajib buat kalian.

Rahmadandi Desky Prayuda 31 Aug 2026
VIDEO
Trailer & Poster Ungkap Visual yang Menawan Film Empat Musim Pertiwi Membawa Cinematic Experience yang Belum Pernah Tersaji di Layar Sinema Indonesia dari Sutradara Gadis Kretek Kamila Andini!
NEWS

Trailer & Poster Ungkap Visual yang Menawan Film Empat Musim Pertiwi Membawa Cinematic Experience yang Belum Pernah Tersaji di Layar Sinema Indonesia dari Sutradara Gadis Kretek Kamila Andini!

Empat Musim Pertiwi tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia! Jakarta, 10 September 2026 — Forka Films merilis trailer dan poster film Empat Musim Pertiwi, yang menjadi karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini. Melalui trailernya, Empat Musim Pertiwi menunjukkan skala produksi terbesar Forka Films, dengan penjelajahan artistik yang eksploratif, yang akan menawarkan cinematic experience yang hanya dapat dinikmati di layar bioskop.Mengikuti perjalanan Pertiwi (Putri Marino), yang pulang ke tanah kelahirannya, setelah puluhan tahun pergi. Pertiwi bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya, baik yang memberinya musim baik hingga mereka yang menjadi musim terburuk dalam hidupnya.Sementara itu, poster Empat Musim Pertiwi menampilkan sosok Pertiwi sebagai perempuan yang tampak telah melalui berbagai fase kehidupannya dan siap menghadapi berbagai peristiwa. Empat Musim Pertiwi, yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java akan tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September ini. TIFF juga menandai kembalinya Kamila ke festival tersebut, setelah bersama film Yuni (2021) yang memenangkan Platform Prize.Dalam waktu yang bersamaan dengan rilisnya di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Di BIFF, Empat Musim Pertiwi akan tayang dalam program A Window On Asian Cinema, sebuah program yang mempresentasikan karya-karya yang akan menjadi zeitgeist dari para sineas Asia yang telah menepakkan jejaknya di peta sinema internasional serta para sineas Asia pendatang baru. “Senang rasanya film Empat Musim Pertiwi dapat tayang di bioskop Indonesia dalam waktu yang berdekatan ketika filmnya World Premiere di Toronto dan dalam waktu yang bersamaan dengan tayangnya di Busan. Kami berharap penonton dapat merasakan bersama perjalanan pulang Pertiwi dalam menemui musim-musim dalam hidupnya, lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila Andini, yang juga didukung oleh jajaran kru yang telah bekerja sama sejak Gadis Kretek,” ujar produser Ifa Isfansyah.“Syutingnya dilakukan pada tahun 2025, dan ini menjadi skala produksi terbesar Forka Films. Kami syuting hampir sepenuhnya di Bromo, dengan berbagai titik yang kami gunakan mulai dari area permukiman, area persawahan, dan tentunya titik berpasir. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tentu membutuhkan logistik yang besar. Belum lagi, secara post-production, kami juga memasukkan banyak detail yang membuat desain produksinya besar,” tambah Ifa.Bagi Kamila, membuat film selalu menjadi ruang pembelajaran baru baginya untuk memahami dunia sekitar bekerja. Di film Empat Musim Pertiwi, ia juga berupaya untuk menyuarakan apa yang tengah menjadi keresahannya, melalui balutan cross-genre yang menjadi alat untuk menyampaikan pesan. Di film ini, salah satu yang baru baginya adalah sci-fi.“Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikan apa yang menjadi perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya,” ujar sutradara Kamila Andini.Ide pembuatan Empat Musim Pertiwi sudah ada sejak 2017, jauh sebelum Gadis Kretek dan Before, Now & Then. Putri Marino, sejak awal juga sudah diplot untuk menjadi Pertiwi. Saat itu, pendekatan awal terjadi pada saat Ifa mengerjakan film Losmen Bu Broto. Film ini sekaligus menandai reuninya tim Gadis Kretek antara Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, serta Arya Saloka.Selain Putri dan Arya, film ini dibintangi oleh Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti. Dwika merupakan aktor dengan vitiligo, dan Hanna merupakan aktor tuli. Keterlibatan keduanya juga menjadi representasi keberagaman di film ini. Bagi Putri, untuk memerankan karakter Pertiwi cukup berat dan menguras energi.Putri pun kemudian mendapat bantuan dari Kamila untuk mendiskusikan tentang desain karakternya, salah satunya saat ia diberikan novel karya perempuan penulis Mesir, Nawal el-Saadawi.Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin. Salah satu yang juga sebenarnya membantuku untuk mengembangkan karakter Pertiwi adalah saat aku diberi bahan bacaan buku Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi, dan aku akhirnya bisa memahami apa yang dilalui Pertiwi,” ujar Putri Marino.Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Flm ini juga turut disponsori oleh Oriflame.Empat Musim Pertiwi juga resmi mendapatkan representasi internasional dari Goodfellas, salah satu international sales agent asal Prancis yang dikenal melalui katalog film-film auteur dengan perjalanan kuat di festival film dunia.Keputusan Goodfellas untuk menangani Empat Musim Pertiwi menjadi bagian penting dari perjalanan film ini. Bagi Forka Films, partnership tersebut bukan sekadar langkah distribusi internasional, tetapi juga sebuah bentuk kepercayaan terhadap kualitas artistik, skala produksi, dan potensi internasional film Indonesia.Goodfellas selama ini dikenal bekerja bersama filmmaker dengan visi artistik yang kuat dan menangani film-film yang memiliki perjalanan penting di festival internasional, termasuk karya-karya yang mendapat pengakuan di Cannes Film Festival dan Academy Awards.Empat Musim Pertiwi kini berada dalam katalog internasional yang sama dengan berbagai film auteur dari berbagai belahan dunia. Beberapa film yang sebelumnya ditangani oleh Goodfellas di antaranya adalah Pemenang Piala Oscar Pan’s Labyrinth (2006) karya Guillermo del Toro dan The Artist (2011) karya Michel Hazanavicius, dan film peraih Palme d’Or di Cannes Film Festival seperti Shoplifter (2018) karya Koreeda Hirokazu, Titane karya Julia Ducournau (2021) dan Fjord karya Cristian Mungiu (2026).Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026