Logo KTF KupasTuntasFilm

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang!

Jakarta, 3 September 2026 — Film horor Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited Production tayang mulai hari ini, 3 September 2026 di seluruh bioskopIndonesia! Sebelumnya, Munafik: Melawan Iblis sudah mendapat respons positif dengan terjual habis seluruh tiket special screening di berbagai kota.

Film yang dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza ini membawa kisah yang menyentuh tentang keikhlasan dari takdir yang diberikan, dengan kemasan horor yang juga memberikan hiburan.

Salah satu yang menarik di film ini adalah saat Arya Saloka berproses menjadi karakter utama, Ustaz Adam. Banyak penonton memuji perannya sebagai Ustaz Adam karena tampil meyakinkan dan mampu melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih.

Namun, sebenarnya, untuk mencapai titik itu, Arya sempat harus belajar ulang bahkan dari level Iqro’. Arya juga selalu deg-degan saat membaca ayat Al-Qur’an di film Munafik: Melawan Iblis.

“Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan Dimas Aditya. Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang membimbing dalam hafalan Al-Qur’an,” ujar Arya Saloka.

“Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya,” tambah Arya.

“Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan pelafalan kami yang ada di set syuting.”

Sementara itu, Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar di film ini, yang menjadi rekan rukiah Ustaz Adam, mengungkapkan bahwa Arya Saloka juga sebenarnya sudah lebih dulu melakukan pendalaman secara spiritual sebelum film Munafik: Melawan Iblis. Sehingga menurut Dimas, Arya sangat cocok menjadi Ustaz Adam dan ia takjub dengan hafalan Al-Qur’annya yang sangat cepat dalam waktu singkat.

Saat memerankan Ustaz Adam yang mampu merukiah, Arya pun memiliki perspektif baru tentang proses rukiah. Sebelumnya, Arya melihat rukiah hanya sebagai proses pengusiran setan atau iblis di dalam tubuh manusia.

“Saat saya masih kecil, pernah lihat langsung rukiah, di masjid dekat rumah saya saat ada rukiah massal. Dan memang yang terjadi ya orang-orang meraung, saat itu yang ada di kepala saya, yang saya lihat, mungkin hampir sama seperti tontonan yang ada di televisi. Namun ternyata setelah mempelajari secara khusus di film Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis. Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi,” terang Arya.

Bagi Arya, film Munafik: Melawan Iblis memiliki kedekatan cerita dengan banyak orang. Film ini tak hanya mengandalkan horor jumpscare yang menakut-nakuti, tapi juga memiliki kedalaman cerita.

“Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare, tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima dan ikhlas,” tutup Arya.

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang! Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik

More Recommendations

VIDEO
LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA
MOVIE
3.5

LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA

Horor Bernuansa Legenda yang Menghadirkan Dendam, Luka, dan Teror dari Masa LaluSinopsis : Ketika Masa Lalu Menolak untuk DilupakanLastri: Arwah Kembang Desa membawa penonton ke sebuah desa yang tampak tenang, tetapi menyimpan sejarah kelam yang tak pernah benar-benar terkubur. Berawal dari serangkaian kejadian ganjil yang mengusik kehidupan warga, perlahan terungkap sebuah tragedi puluhan tahun silam yang melibatkan seorang perempuan bernama Lastri.Lastri dikenal sebagai perempuan baik hati dan cantik yang menjadi kebanggaan desanya. Namun, kehidupan yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk ketika fitnah, kecemburuan, dan kepentingan orang-orang di sekitarnya menghancurkan masa depannya. Sejak saat itu, nama Lastri berubah menjadi legenda yang terus menghantui desa dan menjadi simbol dendam yang belum menemukan akhir.Alur Cerita: Misteri yang Dibangun PerlahanFilm ini tidak terburu-buru memperlihatkan seluruh misterinya. Penonton diajak mengikuti potongan demi potongan peristiwa yang perlahan menyusun gambaran utuh tentang tragedi Lastri.Pendekatan seperti ini membuat rasa penasaran terus terjaga. Setiap babak menghadirkan informasi baru yang mengubah sudut pandang penonton terhadap karakter maupun konflik. Ketika fakta-fakta mulai terungkap, film memperlihatkan bahwa akar teror bukan sekadar kehadiran makhluk gaib, melainkan kesalahan manusia yang terus menghantui generasi berikutnya.Tempo yang perlahan memang membutuhkan kesabaran, tetapi justru memberi ruang bagi penonton untuk memahami hubungan emosional antar karakter sebelum memasuki puncak konflik.Naskah: Horor yang Dibangun Lewat Drama ManusiaSalah satu kekuatan utama film ini ada pada naskahnya. Cerita tidak hanya berbicara mengenai arwah penasaran, tetapi juga mengenai bagaimana fitnah dapat menghancurkan hidup seseorang.Konflik yang muncul terasa relevan karena berasal dari sifat-sifat manusia seperti iri hati, ambisi, dendam, dan ketamakan. Film ini memperlihatkan bahwa keputusan-keputusan kecil yang didorong oleh ego mampu melahirkan tragedi besar yang dampaknya bertahan selama puluhan tahun.Pendekatan tersebut membuat unsur horor terasa lebih bermakna. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga diajak merenungkan akibat dari kebencian dan ketidakadilan.Pendalaman Karakter: Setiap Tokoh Memiliki PerannyaLastri menjadi pusat dari seluruh cerita. Karakternya berkembang dari sosok perempuan yang penuh harapan menjadi simbol penderitaan dan dendam. Perjalanan emosionalnya menjadi inti yang menggerakkan seluruh konflik dalam film.Karakter-karakter pendukung juga memiliki fungsi yang jelas. Mereka bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi menjadi penyebab sekaligus korban dari keputusan-keputusan yang mereka ambil sendiri. Hubungan antar tokoh terasa saling berkaitan sehingga konflik berkembang secara alami.Inilah yang membuat cerita memiliki dimensi emosional yang cukup kuat dibandingkan film horor yang hanya berfokus pada teror.Akting: Emosi Menjadi Senjata TerbesarPara pemain berhasil membangun emosi yang dibutuhkan cerita. Adegan-adegan dramatis terasa lebih menonjol karena dimainkan dengan intensitas yang tepat.Sosok Lastri tampil sebagai karakter yang mampu mengundang simpati sekaligus menghadirkan rasa takut ketika terornya mulai muncul. Sementara para karakter lain berhasil memperlihatkan konflik batin, rasa bersalah, hingga kepanikan yang semakin memperkuat atmosfer cerita.Chemistry antarpemain juga menjadi salah satu nilai tambah karena hubungan mereka terasa meyakinkan sejak awal hingga akhir film.Atmosfer Horor: Teror yang Tidak Bergantung pada JumpscareFilm ini lebih memilih membangun rasa tidak nyaman daripada mengejutkan penonton setiap beberapa menit.Suasana desa yang sunyi, rumah-rumah tua, area pemakaman, hingga lokasi tambang menjadi elemen visual yang memperkuat nuansa mistis. Tata suara juga berperan besar dalam menciptakan ketegangan. Bahkan ketika tidak ada penampakan, penonton tetap dibuat merasa waswas karena atmosfer yang berhasil dibangun.Pendekatan seperti ini membuat horor terasa lebih matang dan tidak cepat terlupakan.Visual dan Sinematografi: Keindahan yang Menyimpan KengerianDari sisi visual, film ini menampilkan sinematografi yang mampu memanfaatkan lanskap pedesaan sebagai bagian dari cerita.Komposisi gambar, pencahayaan yang redup, serta penggunaan kabut dan ruang kosong berhasil menghadirkan kesan mencekam tanpa harus berlebihan. Tata artistik juga cukup meyakinkan dalam menggambarkan latar waktu sehingga dunia yang dibangun terasa hidup.Visual tidak hanya menjadi pemanis, tetapi benar-benar membantu memperkuat narasi.Pesan Moral: Luka yang Berasal dari ManusiaDi balik seluruh terornya, Lastri: Arwah Kembang Desa menyampaikan pesan bahwa kebencian, fitnah, dan ketidakadilan sering kali menjadi awal dari sebuah tragedi.Film ini menunjukkan bahwa tindakan manusia dapat meninggalkan luka yang begitu dalam hingga seolah terus hidup dari generasi ke generasi. Horor di sini bukan hanya tentang arwah, melainkan tentang rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar selesai.Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa lebih emosional dibandingkan kebanyakan film horor lokal.Kelebihan FilmFilm berhasil membangun atmosfer yang konsisten sejak awal hingga akhir. Ceritanya memiliki fondasi drama yang kuat sehingga konflik terasa lebih bermakna. Penampilan para pemain mendukung perkembangan karakter, sementara sinematografi dan tata suara mampu memperkuat nuansa horor tanpa bergantung pada efek kejut semata.Kekurangan FilmBeberapa bagian memiliki ritme yang cenderung lambat, terutama pada babak awal ketika film masih memperkenalkan karakter dan konflik. Selain itu, sebagian alur masih mengikuti formula horor yang cukup familiar sehingga beberapa kejutan dapat diprediksi oleh penonton yang sudah sering menikmati film horor Indonesia.KesimpulanLastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar film tentang arwah penasaran, tetapi juga kisah tragis mengenai fitnah, pengkhianatan, dan konsekuensi dari dosa masa lalu. Dengan perpaduan drama yang kuat, atmosfer mencekam, visual yang menarik, serta karakter yang memiliki kedalaman emosi, film ini menawarkan pengalaman horor yang lebih dari sekadar menakutkan.Bagi pencinta horor dengan cerita yang memiliki makna dan konflik emosional, Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi salah satu tontonan yang layak masuk dalam daftar film horor Indonesia tahun 2026 ini.

Admin 11 Jul 2026
Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !
NEWS

Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !

Tonton film Hasut mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Jakarta, 25 September 2026 — Tuta Films mempersembahkan film horor-misteri Hasut, karya debut sutradara Ilya Sigma yang mengeksplorasi perasaan takut, curiga, dan terteror dari suara-suara misterius yang muncul dari HT, dan menyesatkan pikiran keempat sahabat di sebuah hutan. Siapa yang berada di balik suara tersebut? Dan mana yang harus dipercaya? Dua pertanyaan ini menjadi tema utama Hasut, sekaligus membawa penonton masuk ke dalam misteri yang dialami keempat sahabat tersebut.Film Hasut menghadirkan horor tanpa penampakan, dengan ketegangan yang dibangun melalui suara-suara misterius yang semakin manipulatif dan memicu paranoia. Justru suara-suara inilah yang membuat teror terasa nyata dan membuat penonton terus bertanya seberapa jauh mereka akan saling mencelakai.Dibintangi empat pemeran utama yang menampilkan akting mereka dengan solid, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling curiga satu sama lain, saat suara misterius itu ‘membajak’ HT mereka.Keempatnya yang datang dengan luka dan trauma masa lalu, menjadi semakin tak terkontrol, ketika suara-suara itu juga menghasut mereka untuk saling tak mempercayai hingga akhirnya melukai satu sama lain. Hingga akhir film, kita bertanya, siapa yang menghasut, dan siapa yang bisa dipercaya, saat semua yang terlihat tak sama dengan yang terdengar?“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.Film Hasut disutradarai oleh Ilya Sigma, ditulis Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria. Film ini diproduseri oleh Putrama Tuta, Siera Tamihardja, dan ko-produser Nick Musa, serta ko-produser Randi Wibawa.“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?” Ujar produser Siera Tamihardja.Bagi Rachel Amanda, film Hasut menjadi tantangan baru baginya. Hasut sendiri menjadi film horor ketiga yang dibintanginya. Salah satu yang menantang bagi Amanda adalah lokasi syuting yang sepenuhnya berada di hutan, dengan pemeran yang terdiri dari empat aktor. Kekuatan aktor di film ini juga sangat diuji untuk menghidupkan suasana teror psikologis yang muncul dari suara-suara misterius.“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita.Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” Ujar Rachel Amanda“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” ujar Karina Salim. Pada akhirnya, Hasut meninggalkan satu pertanyaan menohok: ketika semua orang terlihat bisa dipercaya, tetapi suara yang kita dengar mengatakan sebaliknya, siapa yang akan kita pilih untuk dipercaya?Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

Admin Kupas Tuntas Film 25 Sep 2026
VIDEO
Night Shift For Cuties
SERIES
4.0

Night Shift For Cuties

Ketika Kehidupan Malam Menjadi Panggung Cerita. Di tengah banyaknya serial yang berlomba menghadirkan konflik besar dan cerita penuh kejutan

Kupas Tuntas Film 05 Jul 2026
VIDEO
Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!
NEWS

Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!

Dari percakapan yang tertunda di rumah hingga panggung internasional, filmterbaru Palari Films membawa kisah empat perempuan dari tiga generasi ke Tokyo sebelum tayang di bioskop Indonesia 10 Desember 2026.Jakarta, Jumat , 2 Oktober 2026 - Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, 26 Oktober hingga 4 November 2026. Film panjang pertama sutradara Ariani Darmawan ini akan hadir dalam program kompetisi Asian Future, sebelum tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026. Film Desember Jani akan diputar di Tokyo International Film Festival pada 27 Oktober 2206 pukul 17.10 dan pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30 waktu setempat.Film ini bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), 13 tahun, yang menunggu kakaknya, Julia (Hyori Mika), pulang setelah Julia pergi dari rumah tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil menyimpan rasa bersalah. Tempat Jani merasa paling nyaman adalah Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia. Namun Jani menyimpan rahasia: ia tahu Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengannya. Dalam empat hari di bulan Desember, pilihan Jani untuk tetap diam atau berterus terang mengantarkan empat perempuan dalam keluarga tersebut pada percakapan yang selama ini mereka hindari."Buat saya, yang menarik dari keluarga justru hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Ada rasa sayang, marah, kecewa, gengsi, tetapi kadang kita tidak tahu bagaimana cara mengatakan atau bahkan menghadapinya. Saya berharap penonton, di Tokyo maupun di Indonesia, bisa mengenali dan merasakan sebagian dari keluarga mereka sendiri di dalam keluarga Jani," ujar Ariani Darmawan.Ariani mengembangkan cerita ini selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi, setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha, Manifesto Flora. Film ini menjadi skenario film panjang pertama Cyntha."Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tetapi tetap tidak saling memahami. Kami ingin mereka tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah," kata Cyntha Hariadi."Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu," ungkap Sigi Wimala.Sebelum Tokyo, proyek ini mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026."Sejak awal kami membuat Desember Jani untuk berbicara kepada penonton di sini, kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan. Perjalanan ke Tokyo justru menunjukkan bahwa cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat yang berbeda," ujar produser Meiske Taurisia.Setelah Tokyo, perjalanan Desember Jani kembali ke rumah: bioskop Indonesia, mulai 10 Desember 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Babak Baru Karier Gandhi Fernando sebagai Sutradara di Thailand
NEWS

Babak Baru Karier Gandhi Fernando sebagai Sutradara di Thailand

BANGKOK — Aktor, penulis, sutradara, sekaligus produser asal Indonesia, Gandhi Fernando, memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah bertahun-tahun berkarya di industri film Indonesia, Gandhi kini memperluas langkahnya ke Thailand dan mulai membangun karier sebagai sutradara di industri hiburan Negeri Gajah Putih.Keputusan tersebut bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Gandhi telah mempelajari bahasa Thai selama lebih dari tiga tahun sebagai bagian dari ketertarikannya terhadap industri hiburan Thailand yang terus berkembang dan semakin dikenal secara internasional.Kini, setelah memutuskan untuk menetap di Thailand, proses panjang tersebut mulai membuahkan hasil. Buat aku, pindah ke Thailand bukan sekadar pindah tempat tinggal. Aku memang ingin keluar dari zona nyaman dan mencoba membangun karir dari awal lagi di industri yang berbeda,” ujar Gandhi.Menjalani produksi di Thailand juga memberikan tantangan baru baginya. Gandhi harus beradaptasi dengan sistem kerja, budaya produksi, hingga berkomunikasi dan mengarahkan aktor serta kru menggunakan bahasa Thai.Yang paling challenging tentu bahasa. Meskipun sudah 4 tahun terakhir aku belajar bahasanya, tapi Bahasa Thai bukan bahasa pertama aku, jadi awalnya ada kekhawatiran apakah aku bisa menyampaikan arahan dengan tepat kepada aktor dan kru. Tapi justru pengalaman itu yang membuat aku merasa berkembang lagi sebagai sutradara,” lanjutnya.Menulis dan Menyutradarai Series ThailandLangkah baru Gandhi di Thailand kini diwujudkan melalui proyek series berbahasa Thai yang ia tulis dan sutradarai.Salah satu proyek pertamanya adalah “Badminton Boys: กัปตันครับ ผมจะจีบพี่”, yang mengambil latar dunia badminton dan mengikuti hubungan rival dua mahasiswa yang dipertemukan melalui olahraga tersebut.Series ini dibintangi oleh aktor Thailand dan diproduksi bersama tim lokal Thailand. Selain duduk di kursi sutradara, Gandhi juga terlibat sebagai penulis. Bagi Gandhi, proyek tersebut menjadi pengalaman penting karena untuk pertama kalinya ia menangani produksi berbahasa Thai secara langsung. Walaupun aku sudah cukup lama bekerja di industri film Indonesia, ketika masuk ke industri Thailand rasanya aku kembali menjadi seorang pemula. Banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasikan lagi. Tapi justru itu yang aku cari ketika memutuskan datang ke sini,” ungkap Gandhi.Bukan Meninggalkan IndonesiaMeski kini menetap dan mulai berkarya di Thailand, Gandhi menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan industri perfilman Indonesia.Sebaliknya, ia melihat Thailand sebagai perluasan dari perjalanan kariernya sebagai filmmaker.Aku tetap orang Indonesia dan tetap akan berkarya di Indonesia. Tapi sekarang aku juga ingin membuka kemungkinan baru. Aku ingin bisa membuat karya di Indonesia, Thailand, dan kalau ada kesempatan, negara-negara lain juga,” jelasnya. Menurut Gandhi, bekerja di luar Indonesia juga memberinya perspektif baru mengenai bagaimana sebuah cerita dapat dibuat untuk penonton yang semakin global.Ia berharap pengalaman tersebut nantinya dapat membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi antara talenta dan industri kreatif Indonesia dengan negara-negara lain di Asia.Memulai Babak BaruPerjalanan Gandhi di Thailand sekaligus menjadi momentum baru setelah bertahun-tahun menjalani berbagai peran di industri hiburan—mulai dari aktor, penulis, produser, pelaku pageant hingga content creator reviewer film. Kini ia ingin memberikan porsi yang lebih besar terhadap kariernya sebagai sutradara dan kreator.Aku sudah cukup lama berada di industri ini. Sekarang aku ingin menantang diri sendiri lagi. Rasanya menyenangkan ketika berada di sebuah tempat baru dan masih banyak hal yang harus aku pelajari,” tutup Gandhi.Proyek Thailand terbaru Gandhi Fernando, “Badminton Boys”, dijadwalkan mulai tayang di iQIYI pada 10 Oktober 2026 dan tersedia di 190 negara. Kehadiran proyek tersebut menjadi langkah awal dari babak baru perjalanan Gandhi Fernando sebagai filmmaker Indonesia yang mulai memperluas kiprahnya ke industri hiburan Thailand.

Admin Kupas Tuntas Film 25 Sep 2026
VIDIO SPORTS FESTIVAL KEMBALI SEBAGAI AJANG OLAHRAGA TERBESAR DI INDONESIA, SATUKAN BERAGAM IP SKALA GLOBAL DAN NASIONAL!
NEWS

VIDIO SPORTS FESTIVAL KEMBALI SEBAGAI AJANG OLAHRAGA TERBESAR DI INDONESIA, SATUKAN BERAGAM IP SKALA GLOBAL DAN NASIONAL!

Datangkan Atlet Legendaris Bola Dunia Christian Vieri dan Hadirkan Tiga Piala BergengsiDunia (Premier League, Serie A, Ligue 1) dan Indonesia (BRI Super League) dalam Satu Festival ! Jakarta, 10 September 2026 – Setelah sukses menghadirkan festival olahraga pada tahun lalu, Vidio Sports Festival 2026 kembali pada 26–27 September 2026 di Plaza Parkir Timur Senayan, Jakarta, gratis tanpa dikenakan biaya masuk. Mengusung konsep sportainment, festival ini mempertemukan 10 IP olahraga global dan lokal, atlet legendaris dan atlet, komunitas, selebriti, serta para fans dalam satu ruang yang dirancang untuk menambah cara penggemar menikmati olahraga, lebih dari sekedar menonton, tetapi bisa bermain, berinteraksi, dan merasakan langsung atmosfer olahraga yang selama ini hadir melalui layar.Sebagai Home of Sports, Vidio menghadirkan beragam dunia olahraga dalam satu festival, mulai dari sepak bola, motorsport, badminton, voli, hingga padel. Deretan IP dan mitra olahraga seperti Premier League, Serie A, Paris Saint-Germain (PSG), Formula 1 (beIN Sports, MotoGP, BRI Super League, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Badminton World Federation (BWF), Triumph Fight, dan LaLiga (beIN Sports) akan membawa pengalaman khas masing-masing lebih dekat kepada fans. Mulai dari berfoto bersama trofi kompetisi sepak bola bergengsi Eropa, bertemu atlet legendaris dunia Christian Vieri, menjajal simulator Formula 1, hingga berpartisipasi langsung dalam pertandingan bersama para atlet legendaris Indonesia Bambang Pamungkas dan Greysia Polii, serta atlet sepakbola Mauro Zijlstra; Atlet voli Wilda, Doni Haryono, Maya Indri; dan deretan selebriti.Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan Trophy Showcase, yang menghadirkan trofi dari berbagai kompetisi bergengsi. Pengunjung dapat melihat dari dekat dan mengabadikan momen bersama Trofi Premier League, Serie A, Ligue 1, dan Super League, membawa ikon yang selama ini hanya terlihat melalui layar ke ruang interaksi langsung dengan fans.Dikemas dalam dua hari penuh dengan experience menarik, Vidio Sports Festival 2026 membagi area festival ke dalam 8 zona aktivitas utama:1. Trophy Showcase & Fanmeet AreaAreaSesi jumpa fans bersama atlet internasional Christian Vieri, atlet nasional, serta selebriti seperti Maria Theodore dan Brandon Salim. 2. Sports ProgramRangkaian program kesehatan dan kompetisi cabang olahraga interaktif. 3. Game CornerZona permainan untuk umum, termasuk simulator F1. 4. Liga AkamsiTurnamen sepak bola usia dini untuk mendukung pembinaan bakat-bakat muda Indonesia5. F1 Watch PartyArea nonton bareng (nobar) Formula 1 dengan atmosfer balap yang meriah. 6. Sports BazaarArea belanja serba ada yang menghadirkan apparel olahraga, makanan/minuman, serta merchandise olahraga. 7. Zumba SessionSesi senam Zumba masal di pagi hari yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung secara gratis. 8. Music Performance StagePanggung utama musik yang menghadirkan hiburan lintas genre.Format kompetisi program utama di Vidio Sports Festival 2026 dirancang untuk menyoroti nilaikebersamaan, semangat olahraga, serta inklusivitas. Adapun 4 pilar pertandingan utama mencakup:1. 5v5 Fun Football (1 Atlet + 1 Selebriti + 6 Warga dalam 1 tim) :Pertandingan sepak bola mini yang mempertemukan kombinasi atlet legendaris tanah air Bambang Pamungkas, talenta muda Mauro Zijlstra, content creator Wancoy, serta aktor Antonio Blanco, akan bermain bersama bersama 6 warga terpilih di setiap timnya.2. 2v2 Padel (1 Selebriti + 2 Warga dalam 1 tim) : Mewadahi tren olahraga padel yang tengah digandrungi, Vidio Sports Festival 2026 menggelar turnamen ganda padel. Figur publik seperti Daffa Ariq dan Pasming Based siap berpasangan langsung dengan warga untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan padel. 3. 6v6 Volleyball (1 Atlet + 1 Selebriti + 8 Warga dalam 1 tim) :Cabor voli yang menarik perhatian besar masyarakat Indonesia akan menampilkan deretan atlet voli nasional seperti Wilda Nurfadhilah, Doni Haryono, dan Maya Indri bermain bersama 8 warga terpilih dalam format laga voli lapangan yang sengit dan seru.4. 2v2 Badminton (1 Atlet + 2 Warga dalam 1 tim) :Arena bulu tangkis Vidio Sports Festival 2026 akan menghadirkan peraih medali emas Olimpiade Greysia Polii, pemain bertalenta Agrippina, serta selebriti ternama Brandon Salim dan Maria Theodore. Dua Warga terpilih akan merasakan pengalaman berpasangan langsung dengan para juara di atas lapangan.Untuk menandai pembukaan rangkaian acara ini, Vidio menyelenggarakan acara Press Conference Vidio Sports Festival 2026 pada Rabu, 9 September 2026 bersama dengan perwakilan Vidio, I.League sebagai salah satu mitra IP olahraga Indonesia, dan atlet legendaris Bambang Pamungkas dan Greysia Polii.Teguh Wicaksono, Chief Marketing Officer Vidio, mengatakan dengan pilihan IP olahraga global dan lokal yang luas, Vidio konsisten membawa olahraga lebih dekat kepada masyarakat Indonesia, “Melalui Vidio Sports Festival (VSF) 2026, kami ingin mewujudkan misi tersebut tidak hanya melalui streaming, tetapi juga dengan memberikan kesempatan bagi fans dan masyarakat luas untuk berpartisipasi, lebih dekat dengan olahraga yang mereka cintai.Melanjutkan kesuksesan tahun lalu dengan lebih banyak mitra IP global dan lokal, kami membawa trofi ikonik, atlet legendaris, dan berbagai hiburan kepada fans yang menjadikan Vidio Sports Festival sebagai bagian dari budaya olahraga.Bambang Pamungkas, atlet legendaris sepakbola Indonesia, mengatakan bahwa Vidio Sports Festival merupakan wadah nyata untuk mempererat komunitas olahraga Indonesia.“Olahraga adalah bahasa universal yang punya kekuatan untuk menyatukan kita. Vidio Sports Festival menghadirkan ruang bagi fans, atlet, dan legenda untuk bertemu dan bermain bersama, sekaligus merayakan semangat olahraga sebagai sebuah komunitas.”Magdalene Ng, Executive Vice President, Marketing, Growth & Consumer, APAC beIN Sports, antusias menyambut kembalinya beIN SPORTS ke Vidio Sports Festival serta kesempatan untuk menghubungkan olahraga global dengan basis penggemar Indonesia yang beragam dan penuh antusiasme. “Indonesia memiliki salah satu komunitas penggemar olahraga yang paling antusias dan aktif di kawasan Asia Tenggara, dengan semakin banyak penggemar yang ingin merasakan pengalaman olahraga lebih dari sekadar menyaksikannya di layar. Melalui Vidio Sports Festival, beIN SPORTS dan Vidio membawa penggemar lebih dekat dengan olahraga yang mereka cintai, menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, imersif, dan relevan dengan cara mereka menikmati serta terlibat dalam olahraga saat ini.”Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League, mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa semangat sepak bola lokal lebih dekat kepada komunitas penggemarnya,“Sepak bola adalah soal rasa memiliki. Melalui Vidio Sports Festival, I.League dapat membawa semangat sepak bola nasional lebih dekat kepada fans dan menciptakan ruang bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem sepak bola yang mereka dukung"Selama dua hari, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang hadiah dengan total nilai Rp50 juta melalui pengumpulan stamp di berbagai zona festival. Keseruan semakin lengkap dengan penampilan JKT48, Five Minutes, The Changcuters, Reality Club, Bernadya, dan Morfem yang akan mengisi panggung hiburan Vidio Sports Festival 2026.Saatnya membawa passion terhadap olahraga keluar dari layar. Hadir, bermain, bertemu para idola, dan rasakan langsung bagaimana olahraga, entertainment, dan komunitas bertemu di Vidio Sports Festival 2026 pada 26–27 September di Plaza Parkir Timur Senayan.

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026
Ketika Warisan Gaib Berubah Menjadi Ancaman bagi Keluarga!
MOVIE
3.2

Ketika Warisan Gaib Berubah Menjadi Ancaman bagi Keluarga!

Khadam merupakan film horor Malaysia garapan Shamyl Othman dengan skenario yang ditulis oleh Fariza Azlina. Dibintangi Aghniny Haque, Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan June Lojong, film ini menjadi salah satu kolaborasi perfilman Malaysia dan Indonesia yang membawa cerita tentang kepercayaan terhadap makhluk gaib serta warisan turun-temurun ke dalam sebuah horor bernuansa drama keluarga. Berlatar pada era 1950-an, Khadam mengikuti kisah Melor (Aghniny Haque), seorang ibu yang harus menghadapi warisan mistis keluarganya setelah sang ibu meninggal dunia. Khadam yang diwariskan tersebut bukan sekadar makhluk gaib yang dapat memberikan perlindungan atau membantu kehidupan pemiliknya, tetapi memiliki konsekuensi yang perlahan mulai mengancam kehidupan Melor dan keluarganya.Warisan Gaib yang Tidak Pernah Benar-Benar GratisSalah satu hal menarik dari Khadam adalah bagaimana film ini membangun gagasan mengenai makhluk gaib yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada awalnya, keberadaan Khadam dapat dipandang sebagai sesuatu yang menguntungkan. Makhluk tersebut dipercaya dapat membantu pemiliknya, memberikan perlindungan, menyembuhkan luka, membantu pekerjaan hingga memberikan kemudahan dalam kehidupan. Namun, semua kemudahan tersebut ternyata memiliki harga yang harus dibayar. Dari sinilah film mulai membangun konflik utamanya. Apa yang semula terlihat seperti sebuah warisan justru berubah menjadi beban yang harus ditanggung oleh generasi berikutnya.Konsep tersebut membuat Khadam tidak hanya berbicara mengenai teror makhluk gaib, tetapi juga mengenai konsekuensi dari keputusan generasi sebelumnya. Sesuatu yang mungkin pernah dianggap sebagai jalan keluar pada masa lalu justru menjadi sumber masalah bagi keluarga di kemudian hari.Horor yang Tidak Sekadar Mengandalkan JumpscareKhadam juga cukup berhasil menghadirkan horor yang tidak semata-mata bergantung pada jumpscare.Memang terdapat beberapa momen yang dirancang untuk memberikan kejutan, tetapi film lebih banyak membangun rasa tidak nyaman melalui suasana, misteri, dan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Melor dan keluarganya.Pendekatan tersebut membuat ketegangan terasa lebih bertahap. Penonton tidak langsung diberikan seluruh jawaban, melainkan diajak mengikuti berbagai petunjuk sebelum memahami hubungan antara Melor, keluarganya, dan Khadam.Ada pula beberapa perkembangan cerita yang cukup tidak terduga. Konsekuensi dari keberadaan Khadam ternyata jauh lebih besar daripada yang terlihat pada awal film.Dengan demikian, Khadam tidak berhenti pada formula sederhana makhluk gaib muncul → karakter ketakutan → jumpscare → selesai, tetapi berusaha membangun konsekuensi yang lebih panjang terhadap kehidupan para karakternya.Cerita yang Perlahan Membuka MisterinyaPada bagian awal, Khadam memang membutuhkan waktu untuk membangun dunianya. Penonton mungkin masih bertanya-tanya mengenai arah cerita dan bagaimana sebenarnya hubungan setiap karakter dengan Khadam. Namun, seiring berjalannya cerita, berbagai potongan informasi mulai terhubung.Beberapa hal sengaja disimpan oleh film dan baru diperlihatkan secara perlahan. Strategi tersebut membuat rasa penasaran tetap terjaga karena penonton memiliki alasan untuk terus mengikuti perjalanan Melor hingga akhir.Hal yang menarik adalah bagaimana konflik supernatural tersebut kemudian tidak hanya menjadi ancaman terhadap keselamatan fisik, tetapi juga mulai mengganggu identitas, keluarga, dan posisi Melor sebagai seorang ibu serta istri. Premis resmi film bahkan menggambarkan bagaimana Khadam perlahan mengambil alih peran Melor sebagai istri dan ibu, sehingga konflik yang dihadapi bukan sekadar bagaimana mengalahkan makhluk gaib, tetapi bagaimana mempertahankan kehidupannya sendiri.Aghniny Haque Menjadi Kekuatan UtamaSalah satu kekuatan terbesar Khadam berada pada penampilan Aghniny Haque sebagai Melor.Karakter Melor merupakan peran yang cukup menantang karena sebagian besar emosinya harus disampaikan tanpa mengandalkan dialog. Aghniny diketahui menjalani pelatihan intensif untuk mempelajari bahasa isyarat yang dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan film. Hasilnya cukup terasa dalam film.Aghniny mampu membawa Melor sebagai karakter yang tidak hanya berada di tengah-tengah cerita horor, tetapi juga memiliki pergulatan emosional yang kuat sebagai seorang ibu yang berusaha melindungi keluarganya. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta perubahan emosinya menjadi bagian penting dalam menyampaikan kondisi Melor. Hal tersebut membuat karakternya terasa lebih hidup dan membantu menjaga intensitas film, terutama ketika cerita mulai memasuki bagian yang lebih gelap. Penampilan Aghniny juga menjadi semakin menarik karena Khadam merupakan debutnya dalam perfilman Malaysia. Chemistry Para PemainSelain Aghniny Haque, jajaran pemain lainnya juga memberikan kontribusi yang cukup kuat.Remy Ishak sebagai Awang mampu memberikan keseimbangan terhadap karakter Melor. Hubungan keduanya menjadi salah satu elemen emosional yang membantu membuat konflik keluarga dalam film terasa lebih personal. Sementara itu, Siti Khadijah Halim sebagai Manis juga memberikan warna tersendiri. Interaksinya dengan karakter-karakter lain membuat konflik keluarga dalam Khadam terasa semakin kompleks.Zarra Zaff sebagai Puteh, Karl El sebagai Hitam, serta June Lojong sebagai Nek Mak juga memberikan performa yang mendukung atmosfer film. Keenam pemeran utama tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antarkarakter yang nantinya berpengaruh terhadap perkembangan konflik.Chemistry antara Aghniny dan Remy juga mendapat perhatian dalam pemberitaan seputar film. Remy sendiri menyebut bahwa mereka dapat membangun keserasian dalam waktu relatif singkat selama proses produksi. Kolaborasi Malaysia dan Indonesia yang MenarikSebagai film hasil kolaborasi lintas negara, Khadam juga menarik untuk diperhatikan dari sisi perpaduan elemen Indonesia dan Malaysia. Film ini diproduksi oleh rumah produksi Malaysia Red Communications dan Komet Productions, dengan keterlibatan pihak Indonesia dalam produksi dan distribusinya. Perpaduan tersebut terasa cukup natural karena cerita Khadam sendiri berangkat dari unsur budaya dan folklor Melayu/Nusantara yang memiliki kedekatan dengan masyarakat di kedua negara.Latar era 1950-an juga membantu membangun identitas visual film. Suasana pedesaan, kehidupan keluarga, serta kepercayaan terhadap hal-hal mistis membuat Khadam memiliki atmosfer yang cukup khas.Sutradara Shamyl Othman juga menjelaskan bahwa cerita film ini berangkat dari keinginan penulis untuk mengeksplorasi kepercayaan dan folklor Melayu mengenai saka. Proses pengembangan ceritanya turut melibatkan riset dengan masyarakat desa dan tokoh agama.KesimpulanSecara keseluruhan, Khadam merupakan film horor yang cukup berhasil menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar rangkaian jumpscare.Film ini memiliki premis yang menarik mengenai warisan makhluk gaib dan konsekuensi yang harus ditanggung oleh generasi berikutnya. Ceritanya memang membutuhkan waktu untuk membuka seluruh misterinya, tetapi pendekatan tersebut justru membuat penonton memiliki alasan untuk terus mengikuti perjalanan Melor. Kolaborasi Malaysia–Indonesia yang dihadirkan pun terasa cukup apik. Khadam mampu memanfaatkan kedekatan budaya dan folklor kedua negara tanpa kehilangan identitasnya sebagai film horor Malaysia.Pada akhirnya, Khadam bukan film yang sekadar mengandalkan formula “makhluk gaib muncul, penonton dikagetkan, kemudian cerita selesai.” Ada cerita mengenai keluarga, warisan, pengorbanan seorang ibu, serta konsekuensi dari sesuatu yang sejak awal terlihat memberikan keuntungan.Dan setelah melihat apa yang terjadi kepada Melor, satu hal yang mungkin terlintas setelah menonton film ini adalah: beberapa warisan memang sebaiknya tidak pernah diterima.Film ini cocok dan recomended untuk SOBAT KTF yang suka horor dengan unsur mistis , drama , dan penuh rahasia.

Abdul Haris 20 Sep 2026