Logo KTF KupasTuntasFilm

Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!

MOVIE REVIEW TOP RATED
4.0
Tiongkok Drama

By Abdul Haris | | 111 views

Ada film yang sejak awal memang ingin membuat penontonnya menangis. Namun, ada juga film yang tidak perlu melakukan itu karena ceritanya sendiri sudah cukup kuat untuk membuat kita tersentuh. Dear You (2026) termasuk salah satunya.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Hongchun Lan, Leng Yang, Xuanxuan Zheng, dan Liyun Zhu, film ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa hangat dan manusiawi.

Dibintangi oleh Sitong Li sebagai Xie Nanzhi, Yantong Wang sebagai Zheng Musheng, Shaoqing Wu sebagai Old Ye Shurou, Runqi Zheng sebagai Xiaowei, Xiaohui Wang sebagai Young Ye Shurou, Shuguang Zhao sebagai Xie Zehua, Deru Li sebagai Auntie Ru, Shuhao Li sebagai Father of Chuyuan, serta Usha Seamkhum sebagai Old Xie Nanzhi, film ini perlahan mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup para karakternya.

Film ini tidak menawarkan cerita yang spektakuler atau penuh kejutan, tetapi karena film ini berhasil memberikan banyak rasa dalam satu cerita.

Filmnya Terasa Hangat

Hal pertama yang paling terasa dari Dear You adalah kehangatannya.

Film ini punya kemampuan untuk membuat penonton tersenyum, tertawa, terharu, bahkan merasa sedikit sesak di beberapa momen. Menariknya, semua emosi tersebut muncul dengan cukup natural.

Film ini tidak terasa seperti sedang memaksa kita untuk menangis. Tidak ada adegan yang terasa sengaja dibuat terlalu melodramatis hanya demi mendapatkan air mata penonton. Sebaliknya, emosi dibangun perlahan melalui hubungan antarkarakter, pengalaman hidup, pilihan yang mereka ambil, serta berbagai hal sederhana yang mereka lalui.

Justru karena tidak terlalu memaksa, ketika sebuah adegan emosional datang, dampaknya terasa lebih kuat.

Ada sesuatu yang sederhana tetapi relatable dari perjalanan para karakternya. Kita bisa melihat bagaimana waktu, keadaan, hubungan, dan berbagai keputusan dalam hidup perlahan membentuk seseorang.

Dan ketika melihat perjalanan tersebut sampai ke titik tertentu, kita sebagai penonton seolah ikut merasakan perjalanan hidup mereka.

Jalan Ceritanya Mudah Untuk Diikuti

Salah satu kekuatan Dear You adalah cara film ini bercerita.

Alurnya memang cenderung pelan. Jadi, buat penonton yang terbiasa dengan film dengan tempo cepat atau cerita yang dipenuhi konflik besar, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.

Namun, menurut minpas justru tempo yang pelan ini menjadi salah satu kekuatan film.

Dear You tidak terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Film memberikan cukup banyak ruang bagi para karakter untuk berkembang dan bagi penonton untuk mengenal mereka.

Ceritanya juga tidak dipenuhi twist yang aneh-aneh atau kejutan yang sengaja dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut.

Sebaliknya, film memilih untuk membangun cerita dari hal-hal sederhana.

Setiap adegan terasa memiliki fungsi. Perlahan-lahan kita mulai memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.

Karena itulah ketika cerita akhirnya sampai pada bagian-bagian emosionalnya, kita sudah cukup peduli terhadap karakter-karakternya.

Jadi, meskipun secara premis cerita Dear You mungkin terdengar sederhana, eksekusinya membuat perjalanan tersebut tetap menarik untuk diikuti.

Akting Para Pemain yang Meyakinkan

Dari sisi akting, para pemain Dear You juga memberikan performa yang cukup solid.

Sitong Li sebagai Xie Nanzhi mampu membawa karakter tersebut dengan cukup natural. Begitu juga dengan Yantong Wang sebagai Zheng Musheng yang mampu memberikan dinamika menarik dalam hubungan antarkarakter.

Namun, salah satu hal yang menurut MINPAS patut diapresiasi adalah pemilihan pemeran untuk karakter dalam versi muda dan tua.

Kemiripan fisik antara pemeran karakter ketika masih muda dengan versi mereka ketika sudah tua terasa cukup meyakinkan. Hal ini memang terlihat seperti detail kecil, tetapi sangat membantu menjaga kontinuitas cerita.

Ketika sebuah karakter diperlihatkan dalam dua fase kehidupan yang berbeda, kita tidak merasa sedang melihat dua orang yang benar-benar berbeda. Ada kemiripan dari wajah maupun aura yang membuat perjalanan waktu dalam cerita terasa lebih masuk akal.

Selain itu, performa para pemain juga terasa pas dengan karakter masing-masing. Tidak ada yang terasa terlalu berlebihan atau berusaha mencuri perhatian.

Semuanya bermain dalam porsinya masing-masing dan saling melengkapi.

Punya Visual yang Cantik

Selain ceritanya yang hangat, Dear You juga menawarkan visual yang cantik.

Film ini membawa penonton kembali ke atmosfer China pada era 1950-an hingga 1970-an, dan detail periodenya terasa cukup hidup.

Mulai dari kostum, lingkungan, suasana kota, interior tempat tinggal, hingga berbagai detail kecil yang ada di dalam frame, semuanya membantu membangun atmosfer zamannya.

Film tidak hanya sekadar mengganti pakaian karakter dengan kostum klasik, tetapi juga berusaha membuat dunianya terasa seperti sebuah tempat yang benar-benar ditinggali oleh para karakter.

Sinematografinya pun terasa nyaman untuk dinikmati, penggunaan warna dan pencahayaan mendukung nuansa hangat yang menjadi salah satu identitas film ini. Ada banyak shot yang terasa sederhana, tetapi tetap indah karena mampu menangkap atmosfer dan emosi dari sebuah adegan.

Visualnya tidak terasa terlalu berlebihan atau dibuat hanya untuk terlihat cantik. Justru kesederhanaannya yang membuat Dear You terasa semakin dekat dengan cerita yang ingin disampaikan.

Film Yang Punya Banyak Rasa

Hal menarik lainnya adalah bagaimana Dear You mampu mencampurkan berbagai macam emosi tanpa membuatnya terasa berantakan.

Ada komedi yang bisa membuat kita tersenyum, ada juga momen-momen romantis yang terasa manis.

Ada pula drama keluarga dan kehidupan yang perlahan membawa cerita ke arah yang lebih emosional.

Perpindahan dari satu emosi ke emosi lainnya juga terasa cukup natural. Film tidak terus-terusan berada dalam suasana sedih, sehingga ketika sebuah momen emosional datang, efeknya justru terasa lebih kuat.

Inilah salah satu alasan mengapa Dear You bisa terasa begitu hangat.

Film ini seperti mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah hanya berisi satu jenis emosi.

Ada bahagia, ada sedih, ada kehilangan, ada tawa, ada penyesalan, dan ada kenangan yang tetap tinggal meskipun waktu terus berjalan

Ending yang Pas

Bagian ending juga menjadi salah satu hal yang membuat film ini berhasil.

Dear You tidak memilih untuk menutup ceritanya dengan cara yang terlalu berlebihan, film ini memberikan sebuah penyelesaian yang terasa sesuai dengan perjalanan yang sudah dibangun sejak awal, tidak perlu terlalu banyak drama tambahan atau memaksakan twist besar, tapi setelah film selesai, ada perasaan seperti masih ingin memikirkan perjalanan mereka.

Kesimpulan

Dear You adalah salah satu film Asia yang paling berkesan tahun ini. Film ini memang sederhana, alurnya juga cenderung pelan dan tidak menawarkan banyak kejutan besar , justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatannya.

Dear You adalah film yang hangat, lucu, sedih, romantis, dan menyentuh tanpa terasa menggurui.

Film ini tidak memaksa kita untuk mencintai karakternya tapi film ini hanya memberikan waktu kepada kita untuk mengenal mereka, mengikuti perjalanan mereka, dan akhirnya membiarkan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.

Untuk SOBAT KTF yang suka dengan genre film keluarga yang hangat, Dear You layak banget masuk daftar tontonan kalian.


More Recommendations

VIDEO
Night Shift For Cuties
SERIES
4.0

Night Shift For Cuties

Ketika Kehidupan Malam Menjadi Panggung Cerita. Di tengah banyaknya serial yang berlomba menghadirkan konflik besar dan cerita penuh kejutan

Kupas Tuntas Film 05 Jul 2026
Pesan Menusuk Hati Fanny Kondoh untuk Mendiang Suami Usai Nonton, Bikin Gala Premiere ‘Baby Udon’ di Jakarta Banjir Air Mata!
NEWS

Pesan Menusuk Hati Fanny Kondoh untuk Mendiang Suami Usai Nonton, Bikin Gala Premiere ‘Baby Udon’ di Jakarta Banjir Air Mata!

Suasana megah di CGV Grand Indonesia mendadak pecah oleh isak tangis histeris pada penyelenggaraan Gala Premiere film layar lebar paling dinantikan tahun ini, dari Sumargo Film dan LYTO Pictures, Baby Udon.Ruang bioskop yang disulap berhiaskan instalasi pohon sakura mekar, sebagai tribut mengenang mendiang Hajime Kondoh, berubah menjadi lautan air mata sesaat setelah film selesai diputar.Puncaknya terjadi pada sesi press conference usai penayangan. Sambil mendekap erat sang buah hati, Kazuki atau yang akrab disapa KazKaz, content creator Fanny Kondoh melontarkan pengakuan mengharukan yang seketika membuat ratusan pasang mata yang hadir di studio meneteskan air mata."Teruntuk suami tercintaku, aku berharap kamu bisa melihat sebanyak apa orang di sini yang merayakan kisah cinta dan perjuangan kita untuk KazKaz. Film ini ada untuk mengenangmu, dan agar KazKaz bisa tahu kalau ayahnya adalah sosok yang luar biasa," ucap Fanny dengan suara bergetar dan berurai air mata, membuat seluruh awak media dan tamu undangan ikut menangis tersedu-sedu. Momen haru tersebut sekaligus menjadi saksi pertaruhan besar karier Denny Sumargo. Bersama sang istri, Olivia Sumargo, Denny resmi menandai debut perdana mereka sebagai produser di industri film Indonesia.Bukan hanya modal nama, Densu bahkan rela memangkas habis rambutnya hingga botak licin dan menonton rekaman sakratul maut asli mendiang Hajime demi menyajikan akting yang menghipnotis penonton."Sebagai produser pertama kali, saya nggak nyangka efeknya bakal sehancur ini di hati penonton. Dari tur di berbagai kota kemarin, saya lihat sendiri orang-orang keluar studio sambil nangis sesenggukan. Alasan terbesar saya bikin film ini cuma satu: nggak mau mengecewakan amanah Fanny dan Hajime. Kisah ini bukan sekadar tontonan, tapi pelukan hangat buat siapa pun yang pernah kehilangan," tegas Denny Sumargo, Produser dari Sumargo Film, di hadapan awak media."Kami amat bangga bisa membawa film Baby Udon ke penonton Indonesia. Semoga cerita yang mengharukan dan indah dari Bu Fanny Kondoh dan Almarhum Bapak Hajime Kondoh bisa memberikan kesan yang baik dan menginspirasi banyak orang," kata Andi Suryanto, selaku Produser dari LYTO Pictures.Gala Premiere spektakuler ini turut dihadiri sederet bintang ternama tanah air, mulai dari jajaran produser Denny Sumargo, Olivia Sumargo, Andi Suryanto, dan Marcella Daryanani, hingga deretan pemeran utama seperti Caitlin Halderman, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Miyu Okazaki, Hiroaki Kato, Royhan Hidayat, Hafni Thalib, dan Alexandra Valerie.Selain di Jakarta, film ‘Baby Udon’ telah menggelar Gala Premiere di 7 (Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Banjarmasin, Palembang, Medan) kota sampai saat ini. Tidak berhenti di sini, tur Gala Premiere dan Meet & Greet masih akan berlanjut ke Makassar (Nipah XXI) dan akan ditutup di Bali (Level 21 XXI).Film Baby Udon dipastikan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Penonton juga bisa menikmati promo terbatas Buy One Get One Free (BOGOF) khusus untuk hari pertama penayangan di aplikasi tiket MTIX.Intip cuplikan viral, trailer resmi, dan informasi tiket di akun Instagram @filmbabyudon, @sumargofilm, dan @lytopictures.

Admin Kupas Tuntas Film 30 Aug 2026
16 Tahun Setelah Berpisah, Film Thanapat Bertemu Bua Nalinthip sebagai Bos Stasiun TV dan Petugas Keamanan !
NEWS

16 Tahun Setelah Berpisah, Film Thanapat Bertemu Bua Nalinthip sebagai Bos Stasiun TV dan Petugas Keamanan !

Enam belas tahun setelah hubungan mereka berakhir, dua mantan kekasih dipertemukan kembali dalam keadaan yang jauh berbeda. Rangsiman telah menjadi pemimpin sebuah stasiun televisi, sedangkan Daran harus bekerja sebagai petugas keamanan demi menghidupi keluarganya.Pertemuan yang canggung itu menjadi awal cerita drama Thailand To Love and Cherish. Dibintangi Film Thanapat Kawila dan Bua Nalinthip Sakulongumpai, drama romantis ini kini dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia.To Love and Cherish, yang memiliki judul asli Rak, mengikuti perjalanan Rangsiman dan Daran. Ketika masih muda, keduanya pernah saling mencintai. Namun, sebuah keputusan besar membuat Daran memilih mengakhiri hubungan tersebut dan meninggalkan luka yang terus dibawa Rangsiman hingga dewasa.Dalam wawancara dengan media Thailand Khaosod, Bua Nalinthip menjelaskan, “To Love and Cherish memperlihatkan berbagai bentuk cinta. Penggerak utama ceritanya adalah dua orang yang pernah menjadi cinta pertama satu sama lain, kemudian berpisah dan sama-sama membawa luka ketika kembali bertemu.”Menurut Bua, Daran merupakan karakter yang terbiasa menyimpan perasaan dan memikul semua persoalan seorang diri. Tantangan dalam memerankan karakter tersebut adalah menyampaikan tekanan batin Daran melalui ekspresi dan tatapan, terutama ketika ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara terbuka.Film Thanapat juga melihat Rangsiman sebagai karakter yang menyimpan banyak hal tanpa mengatakannya. Meskipun kehidupannya telah berubah setelah lebih dari satu dekade, sebagian dari dirinya masih membawa hati dan luka Rangsiman muda. Kebohongan enam belas tahunDikutip dari TrueVisions, kebohongan yang disampaikan Daran 16 tahun lalu melukai Rangsiman, tetapi pada saat yang sama melindungi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan mereka. Ketika keduanya kembali bertemu sebagai orang asing, rahasia yang selama ini disimpan Daran perlahan mulai sulit dipertahankan. Masa lalu tersebut kembali mendekati mereka ketika Daran menerima pekerjaan sebagai petugas keamanan di MJTV, stasiun televisi yang dipimpin Rangsiman. Bagi Daran, pekerjaan itu diperlukan untuk membantu biaya pengobatan ibunya dan menopang keluarganya. Namun, keputusannya bekerja di sana justru membawanya kembali kepada orang yang selama ini berusaha ia hindari.Perbedaan keadaan mereka membuat pertemuan itu semakin rumit. Daran yang dahulu dikenal sebagai pelajar berprestasi dengan masa depan menjanjikan kini harus mengesampingkan impiannya. Sementara itu, Rangsiman telah tumbuh menjadi figur berkuasa, tetapi belum sepenuhnya terbebas dari kemarahan akibat perpisahan mereka.Pertemuan Film dan Bua sekaligus menghadirkan pasangan baru dalam drama Thailand. Kepada Khaosod, Film mengaku belum pernah bekerja atau berbincang dengan Bua sebelum proyek ini. Namun, ketika mulai beradu akting, keduanya merasa mudah menyelaraskan permainan. Bua juga menilai Film sebagai rekan yang mampu berkomunikasi kuat melalui tatapan.Perjalanan Rangsiman dan Daran pada masa muda diperankan Aston Ratiphat Luengvoraphan dan Neeya Makela. Kehadiran dua aktor muda ini membantu penonton melihat perubahan hubungan mereka, dari cinta pertama yang hangat hingga pengalaman pahit yang membentuk kedua karakter ketika dewasa.Selain Film Thanapat, Bua Nalinthip, Aston Ratiphat, dan Neeya Makela, drama ini juga dibintangi Boss Chaikamon Sermsongwittaya, Pond Ponlawit Ketprapakorn, Carissa Springett, Pym Pympan Chalayanacupt, serta Freya Panisara Krittikulpakin.To Love and Cherish memperlihatkan bagaimana keputusan yang dibuat atas nama cinta dapat memengaruhi kehidupan banyak orang. Rangsiman dan Daran mungkin masih memiliki perasaan yang sama, tetapi mereka tidak dapat melanjutkan hubungan tersebut tanpa terlebih dahulu menghadapi kebohongan, kemarahan, dan konsekuensi dari pilihan 16 tahun lalu.Drama Thailand berjumlah 10 episode ini disutradarai Chudapa Chantakett dan diadaptasi dari novel Rak karya Ratree Prayer. To Love and Cherish dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia.

Admin Kupas Tuntas Film 05 Sep 2026
VIDEO
LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA
MOVIE
3.5

LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA

Horor Bernuansa Legenda yang Menghadirkan Dendam, Luka, dan Teror dari Masa LaluSinopsis : Ketika Masa Lalu Menolak untuk DilupakanLastri: Arwah Kembang Desa membawa penonton ke sebuah desa yang tampak tenang, tetapi menyimpan sejarah kelam yang tak pernah benar-benar terkubur. Berawal dari serangkaian kejadian ganjil yang mengusik kehidupan warga, perlahan terungkap sebuah tragedi puluhan tahun silam yang melibatkan seorang perempuan bernama Lastri.Lastri dikenal sebagai perempuan baik hati dan cantik yang menjadi kebanggaan desanya. Namun, kehidupan yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk ketika fitnah, kecemburuan, dan kepentingan orang-orang di sekitarnya menghancurkan masa depannya. Sejak saat itu, nama Lastri berubah menjadi legenda yang terus menghantui desa dan menjadi simbol dendam yang belum menemukan akhir.Alur Cerita: Misteri yang Dibangun PerlahanFilm ini tidak terburu-buru memperlihatkan seluruh misterinya. Penonton diajak mengikuti potongan demi potongan peristiwa yang perlahan menyusun gambaran utuh tentang tragedi Lastri.Pendekatan seperti ini membuat rasa penasaran terus terjaga. Setiap babak menghadirkan informasi baru yang mengubah sudut pandang penonton terhadap karakter maupun konflik. Ketika fakta-fakta mulai terungkap, film memperlihatkan bahwa akar teror bukan sekadar kehadiran makhluk gaib, melainkan kesalahan manusia yang terus menghantui generasi berikutnya.Tempo yang perlahan memang membutuhkan kesabaran, tetapi justru memberi ruang bagi penonton untuk memahami hubungan emosional antar karakter sebelum memasuki puncak konflik.Naskah: Horor yang Dibangun Lewat Drama ManusiaSalah satu kekuatan utama film ini ada pada naskahnya. Cerita tidak hanya berbicara mengenai arwah penasaran, tetapi juga mengenai bagaimana fitnah dapat menghancurkan hidup seseorang.Konflik yang muncul terasa relevan karena berasal dari sifat-sifat manusia seperti iri hati, ambisi, dendam, dan ketamakan. Film ini memperlihatkan bahwa keputusan-keputusan kecil yang didorong oleh ego mampu melahirkan tragedi besar yang dampaknya bertahan selama puluhan tahun.Pendekatan tersebut membuat unsur horor terasa lebih bermakna. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga diajak merenungkan akibat dari kebencian dan ketidakadilan.Pendalaman Karakter: Setiap Tokoh Memiliki PerannyaLastri menjadi pusat dari seluruh cerita. Karakternya berkembang dari sosok perempuan yang penuh harapan menjadi simbol penderitaan dan dendam. Perjalanan emosionalnya menjadi inti yang menggerakkan seluruh konflik dalam film.Karakter-karakter pendukung juga memiliki fungsi yang jelas. Mereka bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi menjadi penyebab sekaligus korban dari keputusan-keputusan yang mereka ambil sendiri. Hubungan antar tokoh terasa saling berkaitan sehingga konflik berkembang secara alami.Inilah yang membuat cerita memiliki dimensi emosional yang cukup kuat dibandingkan film horor yang hanya berfokus pada teror.Akting: Emosi Menjadi Senjata TerbesarPara pemain berhasil membangun emosi yang dibutuhkan cerita. Adegan-adegan dramatis terasa lebih menonjol karena dimainkan dengan intensitas yang tepat.Sosok Lastri tampil sebagai karakter yang mampu mengundang simpati sekaligus menghadirkan rasa takut ketika terornya mulai muncul. Sementara para karakter lain berhasil memperlihatkan konflik batin, rasa bersalah, hingga kepanikan yang semakin memperkuat atmosfer cerita.Chemistry antarpemain juga menjadi salah satu nilai tambah karena hubungan mereka terasa meyakinkan sejak awal hingga akhir film.Atmosfer Horor: Teror yang Tidak Bergantung pada JumpscareFilm ini lebih memilih membangun rasa tidak nyaman daripada mengejutkan penonton setiap beberapa menit.Suasana desa yang sunyi, rumah-rumah tua, area pemakaman, hingga lokasi tambang menjadi elemen visual yang memperkuat nuansa mistis. Tata suara juga berperan besar dalam menciptakan ketegangan. Bahkan ketika tidak ada penampakan, penonton tetap dibuat merasa waswas karena atmosfer yang berhasil dibangun.Pendekatan seperti ini membuat horor terasa lebih matang dan tidak cepat terlupakan.Visual dan Sinematografi: Keindahan yang Menyimpan KengerianDari sisi visual, film ini menampilkan sinematografi yang mampu memanfaatkan lanskap pedesaan sebagai bagian dari cerita.Komposisi gambar, pencahayaan yang redup, serta penggunaan kabut dan ruang kosong berhasil menghadirkan kesan mencekam tanpa harus berlebihan. Tata artistik juga cukup meyakinkan dalam menggambarkan latar waktu sehingga dunia yang dibangun terasa hidup.Visual tidak hanya menjadi pemanis, tetapi benar-benar membantu memperkuat narasi.Pesan Moral: Luka yang Berasal dari ManusiaDi balik seluruh terornya, Lastri: Arwah Kembang Desa menyampaikan pesan bahwa kebencian, fitnah, dan ketidakadilan sering kali menjadi awal dari sebuah tragedi.Film ini menunjukkan bahwa tindakan manusia dapat meninggalkan luka yang begitu dalam hingga seolah terus hidup dari generasi ke generasi. Horor di sini bukan hanya tentang arwah, melainkan tentang rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar selesai.Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa lebih emosional dibandingkan kebanyakan film horor lokal.Kelebihan FilmFilm berhasil membangun atmosfer yang konsisten sejak awal hingga akhir. Ceritanya memiliki fondasi drama yang kuat sehingga konflik terasa lebih bermakna. Penampilan para pemain mendukung perkembangan karakter, sementara sinematografi dan tata suara mampu memperkuat nuansa horor tanpa bergantung pada efek kejut semata.Kekurangan FilmBeberapa bagian memiliki ritme yang cenderung lambat, terutama pada babak awal ketika film masih memperkenalkan karakter dan konflik. Selain itu, sebagian alur masih mengikuti formula horor yang cukup familiar sehingga beberapa kejutan dapat diprediksi oleh penonton yang sudah sering menikmati film horor Indonesia.KesimpulanLastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar film tentang arwah penasaran, tetapi juga kisah tragis mengenai fitnah, pengkhianatan, dan konsekuensi dari dosa masa lalu. Dengan perpaduan drama yang kuat, atmosfer mencekam, visual yang menarik, serta karakter yang memiliki kedalaman emosi, film ini menawarkan pengalaman horor yang lebih dari sekadar menakutkan.Bagi pencinta horor dengan cerita yang memiliki makna dan konflik emosional, Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi salah satu tontonan yang layak masuk dalam daftar film horor Indonesia tahun 2026 ini.

Admin 11 Jul 2026
IT’S MY TIME : Usia Bukan Batas untuk Meraih Mimpi
MOVIE
3.0

IT’S MY TIME : Usia Bukan Batas untuk Meraih Mimpi

IT’S MY TIME hadir sebagai film drama-komedi keluarga yang membawa kisah sederhana, tetapi dikembangkan menjadi sebuah cerita yang hangat, inspiratif, sekaligus cukup emosional. Film ini digarap oleh Xue Bai, yang juga menjadi salah satu penulis naskah bersama Yan Sun dan Yizhou Xu.Mengangkat dunia kompetisi Rubik’s Cube, film ini tidak hanya berbicara tentang kejuaraan dan kemampuan memecahkan kubus warna-warni tersebut. Di balik kompetisinya, IT’S MY TIME justru menawarkan cerita tentang keluarga, persahabatan, kesempatan kedua, serta keberanian untuk membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.Terinspirasi dari Kisah Nyata yang InspiratifSalah satu daya tarik utama IT’S MY TIME adalah bagaimana film ini terinspirasi dari kisah nyata Zhao Wenying, seorang guru pensiunan asal Zhejiang, Tiongkok, yang berhasil menjadi orang tercepat menyelesaikan Magic Cube/Rubik’s Cube dengan mata tertutup pada usia 70 tahun.Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita fiksi yang lebih dramatis melalui karakter Zhao Yanhong. Film tidak sekadar menjadikan kemampuan bermain Rubik sebagai gimmick, tetapi menggunakannya sebagai simbol bahwa seseorang masih bisa mengejar sesuatu yang baru, bahkan ketika banyak orang menganggap usia seharusnya menjadi batas.Hal tersebut membuat perjalanan Zhao Yanhong terasa lebih bermakna. Ia bukan sekadar ingin memenangkan sebuah kompetisi, tetapi juga ingin membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahwa kesempatan untuk berkembang tidak pernah benar-benar berhenti.Cerita Sederhana dengan Konflik yang Cukup KompleksPada dasarnya, cerita IT’S MY TIME cukup mudah untuk diikuti. Penonton diajak melihat perjalanan Zhao Yanhong, seorang perempuan yang kemudian menemukan tantangan baru melalui dunia Rubik’s Cube.Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Film memasukkan berbagai konflik personal dan keluarga yang membuat ceritanya menjadi lebih kompleks.Di satu sisi terdapat ambisi Zhao Yanhong untuk membuktikan kemampuannya. Di sisi lain, ia harus berhadapan dengan berbagai persoalan yang muncul dari hubungan keluarga, persahabatan, masa lalu, hingga orang-orang yang berada di sekitarnya.Menariknya, film mampu menjaga keseimbangan antara konflik tersebut dengan unsur komedi. Ketika dramanya mulai terasa berat, humor dari karakter-karakternya mampu memberikan ruang bernapas sehingga film tidak terasa terlalu melodramatis.Hasilnya adalah sebuah cerita yang terasa hangat, lucu, tetapi tetap memiliki konflik yang cukup kuat.Michelle Yeoh Tampil Memikat sebagai Zhao YanhongMichelle Yeoh menjadi salah satu kekuatan utama film melalui perannya sebagai Zhao Yanhong.Penampilannya mampu membawa karakter yang terlihat sederhana menjadi sosok yang memiliki motivasi dan perjalanan emosional yang kuat. Zhao Yanhong bukan karakter yang dibuat sempurna. Ia memiliki keraguan, masalah, serta berbagai tantangan yang membuat perjalanan karakternya terasa lebih manusiawi.Michelle Yeoh juga berhasil menghadirkan sisi komedi dan emosional dari karakternya secara seimbang. Chemistry yang dibangunnya dengan para pemain lain menjadi salah satu aspek yang membuat hubungan antarkarakter terasa natural.Chemistry Para Pemain Menjadi Kekuatan FilmSelain Michelle Yeoh, Li Haoran juga memberikan penampilan yang menarik sebagai Wu Youwei, mantan juara Rubik terkenal yang kini terlilit hutang.Karakter Wu Youwei menjadi pasangan yang menarik bagi perjalanan Zhao Yanhong. Ia membawa pengalaman dari dunia kompetisi, tetapi kehidupannya sendiri sedang berada dalam kondisi yang tidak ideal. Perbedaan karakter dan latar belakang keduanya membuat interaksi mereka terasa menarik untuk diikuti.Sementara itu, SaRina tampil sebagai Shuzhen, sahabat Zhao Yanhong sejak kecil. Shuzhen merupakan karakter yang gemar membuat keributan dan menghadirkan banyak momen komedi, tetapi di balik sifat tersebut ia merupakan sosok yang sangat setia kepada sahabatnya.Kehadiran Shuzhen memberikan warna tersendiri terhadap film. Hubungannya dengan Zhao Yanhong juga memperlihatkan bahwa persahabatan yang telah dibangun sejak lama bisa menjadi salah satu sumber dukungan terbesar ketika seseorang menghadapi masa sulit.Kemudian ada Tongshen Han sebagai Lao Wan, anak Zhao Yanhong, dan Xi Qi sebagai Manting, istri Lao Wan.Kehadiran keduanya memperkuat sisi drama keluarga dalam film. Hubungan antara Zhao Yanhong dengan anaknya menjadi salah satu elemen yang membuat cerita tidak hanya berfokus pada kompetisi Rubik, tetapi juga tentang bagaimana keputusan seseorang dapat memengaruhi keluarganya.Secara keseluruhan, chemistry antarpemain terasa sangat baik. Interaksi mereka tidak terasa kaku dan justru menjadi salah satu alasan mengapa sisi komedi maupun drama keluarga dalam film dapat bekerja dengan efektif.Perpaduan Komedi, Drama Keluarga, dan Kisah InspiratifSalah satu hal yang membuat IT’S MY TIME menarik adalah keberhasilannya menggabungkan beberapa genre sekaligus.Film ini memiliki komedi yang cukup menghibur, terutama melalui karakter-karakter pendukung dan interaksi antartokohnya.Kemudian terdapat drama keluarga yang memberikan bobot emosional. Konflik yang terjadi bukan hanya mengenai kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga mengenai hubungan antara orang tua dan anak, persahabatan, serta bagaimana seseorang menghadapi perubahan dalam hidupnya.Di atas semuanya, terdapat unsur inspiratif yang menjadi jantung cerita.Film ingin menunjukkan bahwa seseorang tidak harus berhenti mengejar impian hanya karena usia terus bertambah. Justru ketika seseorang memiliki kemauan, keberanian, dan ketekunan, selalu ada kemungkinan untuk memulai sesuatu yang baru.Transisi dan Sinematografi yang Menunjang CeritaDari sisi teknis, IT’S MY TIME juga memiliki kualitas visual yang cukup menarik.Transisi antarscenenya terasa rapi dan membantu menjaga ritme cerita. Film tidak hanya berpindah dari satu konflik ke konflik lain secara konvensional, tetapi menggunakan visual dan editing untuk membuat perjalanan karakter terasa lebih dinamis.Sinematografinya juga menjadi salah satu aspek yang patut diapresiasi.Hal tersebut paling terasa ketika film memasuki adegan-adegan kejuaraan Rubik. Momen kompetisi dibuat dengan cukup intens sehingga aktivitas memutar Rubik yang secara sederhana mungkin terlihat biasa dapat berubah menjadi adegan yang menegangkan.Close-up pada Rubik, ekspresi para peserta, pergerakan tangan, serta tempo editing membuat penonton ikut merasakan tekanan ketika waktu terus berjalan.Walaupun penonton mungkin tidak terlalu memahami teknik menyelesaikan Rubik, penyajian visual tersebut tetap mampu membuat kompetisinya terasa menegangkan..Punya Pesan Mendalam Bahwa Usia Bukanlah BatasanPada akhirnya, pesan terbesar yang ingin disampaikan IT’S MY TIME adalah bahwa usia tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan.Film ini memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang tidak otomatis hilang hanya karena usia bertambah.Selama masih memiliki kemauan untuk belajar, berusaha, dan mencoba, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk mencapai sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan.Pesan tersebut terasa semakin kuat karena cerita film berangkat dari inspirasi kisah nyata. Keberhasilan seseorang di usia lanjut dalam menguasai sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi menjadi pengingat bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai.IT’S MY TIME juga secara tidak langsung mengajak penonton untuk tidak terlalu cepat menilai kemampuan seseorang berdasarkan umur.Karena terkadang, yang membedakan seseorang yang berhasil dengan mereka yang menyerah bukanlah usia, melainkan kemauan untuk terus mencoba.KesimpulanSecara keseluruhan, IT’S MY TIME merupakan film drama-komedi keluarga yang berhasil menghadirkan kisah kompetisi Rubik dengan pendekatan yang hangat dan inspiratif.Cerita yang terinspirasi dari kisah nyata Zhao Wenying menjadi fondasi yang menarik untuk mengembangkan perjalanan Zhao Yanhong. Konfliknya memang cukup kompleks karena tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menyentuh persoalan keluarga, persahabatan, kehidupan, dan kesempatan kedua.Penampilan Michelle Yeoh ,Li Haoran, SaRina, Tongshen Han, dan Xi Qi dengan chemistry para pemain terasa kuat sehingga unsur komedi maupun drama keluarga dapat berjalan dengan baik..IT’S MY TIME pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang memenangkan kompetisi Rubik, tetapi tentang bagaimana seseorang berani membuktikan bahwa dirinya masih mampu bermimpi, mencoba, dan mencapai sesuatu yang luar biasa.Film ini cukup bagus dan recommended untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bertema kejuaraan, film keluarga yang hangat, serta drama-komedi yang dibalut dengan kisah inspiratif.

Rahmadandi Desky Prayuda 13 Sep 2026
Petualangan Magis yang Hangat dengan Balutan Mitologi Filipina
MOVIE
4.2

Petualangan Magis yang Hangat dengan Balutan Mitologi Filipina

DreamWorks Animation kembali menghadirkan film animasi original melalui Forgotten Island sebuah film petualangan fantasi yang terasa berbeda karena membawa penonton masuk ke dunia mitologi dan cerita rakyat Filipina.Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo yang sebelumnya bekerja sama dalam Puss in Boots: The Last Wish. Kali ini, keduanya membawa sebuah kisah tentang persahabatan, keluarga, perpisahan, dan kenangan dengan latar dunia mistis bernama Nakali..Yang membuat Forgotten Island terasa fresh adalah keberaniannya menjadikan budaya dan mitologi Filipina sebagai bagian penting dari dunia cerita. Bukan sekadar tempelan visual atau nama karakter, berbagai makhluk dari folklore Filipina menjadi bagian dari petualangan Jo dan Raissa.Mengangkat Mitologi Filipina dengan Cara yang FreshCerita Forgotten Island berpusat pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang sudah berteman sejak kecil. Keduanya sedang berada di titik perubahan dalam hidup karena setelah lulus sekolah mereka akan menjalani jalan masing-masing.Ketika sedang merayakan malam terakhir mereka bersama, sebuah portal misterius membawa keduanya menuju Nakali, sebuah pulau fantastis yang dipenuhi berbagai makhluk mitologi dan legenda yang selama ini mereka dengar dari keluarga mereka.Di sinilah Forgotten Island mulai menunjukkan identitasnya. Film ini menghadirkan berbagai elemen dari folklore Filipina, termasuk Manananggal, makhluk yang dalam legenda dikenal mampu memisahkan bagian atas tubuhnya dan terbang. Dalam film, sosok tersebut diwujudkan melalui karakter Manang, yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi Jo dan Raissa.Selain Manananggal, dunia Nakali juga diisi dengan berbagai makhluk fantastis lainnya, termasuk Bungi yang merupakan Tiyanak, Raww yang merupakan weredog, serta Batiba yang memiliki hubungan dengan kenangan. Penggunaan mitologi seperti ini membuat Forgotten Island terasa berbeda dari formula film animasi fantasi pada umumnya. DreamWorks tidak hanya menggunakan dunia fantasi sebagai tempat petualangan, tetapi menjadikannya sebagai cara untuk memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Filipina kepada penonton yang lebih luas.Film ini juga terasa personal karena Crawford dan Mercado mengambil inspirasi dari hubungan mereka dengan orang-orang terdekat, termasuk keluarga dan persahabatan yang mereka miliki. Mercado bahkan mengambil inspirasi dari saudara perempuannya, sementara Crawford menyebut istrinya dan hubungan anak-anak mereka dengan sahabat sebagai bagian dari inspirasi cerita.Jo dan Raissa: Persahabatan yang Menjadi Jantung CeritaWalaupun Forgotten Island memiliki banyak monster, dunia magis dan petualangan besar, inti sebenarnya dari film ini adalah hubungan Jo dan Raissa.Jo merupakan sosok yang imajinatif, suka bercerita, penuh energi, tetapi juga cukup impulsif. Sementara Raissa lebih pintar, berhati-hati dan penuh perhitungan.Perbedaan karakter tersebut justru membuat hubungan mereka terasa hidup.Keduanya seperti dua pribadi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Hubungan tersebut menjadi semakin menarik karena mereka sedang menghadapi kenyataan bahwa setelah lulus sekolah, hidup mereka mungkin akan membawa mereka ke arah yang berbeda.Hal ini membuat konflik dalam film terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang mungkin pernah mengalami situasi ketika sahabat yang sudah bersama sejak kecil harus berpisah karena sekolah, pekerjaan, keluarga, atau pilihan hidup.DreamWorks kemudian membawa persoalan sederhana tersebut ke dalam sebuah konsep fantasi yang jauh lebih besar: bagaimana jika untuk pulang kita harus mengorbankan semua kenangan bersama orang yang paling kita sayangi?Di titik inilah konsep Forgotten Island menjadi cukup emosional.Voice Acting yang Menghidupkan KarakterSalah satu kekuatan Forgotten Island adalah jajaran voice actor yang mampu memberikan karakter dan kepribadian yang berbeda pada setiap tokohnya.H.E.R. sebagai Jo terasa cocok dengan karakter Jo yang penuh imajinasi, spontan, dan terkadang impulsif. Energi vokalnya membuat Jo terasa seperti remaja yang benar-benar memiliki rasa ingin tahu besar terhadap dunia di sekitarnya.Sementara Liza Soberano sebagai Raissa memberikan karakter yang lebih tenang dan terukur. Raissa bukan hanya menjadi teman Jo, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menyeimbangkan sifat Jo yang terkadang bertindak tanpa berpikir panjang.Chemistry H.E.R. dan Liza menjadi salah satu elemen penting karena hubungan Jo dan Raissa adalah pusat emosional film.Kemudian ada Dave Franco sebagai Raww, karakter weredog yang menjadi salah satu sumber komedi. Raww memiliki kepribadian yang lucu, agak ceroboh, dan mudah terpancing emosi. Konsep weredog ini juga memberikan jenis humor fisik yang berbeda dibanding karakter monster pada umumnya. Jenny Slate sebagai Batiba juga memberikan warna tersendiri. Batiba merupakan makhluk yang memiliki hubungan dengan kenangan dan menjadi karakter yang secara konsep cukup menarik karena berkaitan langsung dengan tema utama film: kehilangan dan rasa takut ditinggalkan.Sementara Manny Jacinto sebagai Bungi menjadi salah satu karakter yang paling mudah mencuri perhatian. Bungi merupakan Tiyanak berukuran besar dengan sifat seperti bayi yang lucu, menggemaskan, sekaligus bisa membawa kekacauan ke dalam kelompok.. Namun, salah satu penampilan yang paling menonjol adalah Lea Salonga sebagai Manang.Manang merupakan sosok Manananggal yang kuat, misterius, dan menakutkan. Menariknya, peran Lea tidak hanya mengandalkan dialog. Suara,napas, dan elemen vokalnya ikut digunakan untuk membangun identitas Manang dalam film. Komposer Nathan Matthew David bahkan menjelaskan bahwa vokal Lea digunakan untuk menciptakan dunia suara khusus bagi karakter tersebut.Hasilnya adalah Manang terasa seperti karakter yang kehadirannya bisa dirasakan bahkan ketika ia tidak banyak berbicara.Visual Animasi yang Magis dan Memanjakan MataSecara visual, Forgotten Island juga menjadi salah satu daya tarik terbesarnya.DreamWorks mampu menciptakan Nakali sebagai sebuah dunia yang terasa sangat berbeda dari dunia manusia. Pulau tersebut dipenuhi warna, bentuk, karakter, makhluk fantastis, hingga lingkungan yang membuat setiap bagian terasa seperti dunia dongeng yang hidup.Menariknya, film ini juga mampu menggabungkan berbagai pendekatan visual dalam satu film. Desain karakter manusia dibuat ekspresif dan mudah dikenali, sementara makhluk-makhluk mitologi mendapatkan bentuk yang jauh lebih bebas dan imajinatif.Hal tersebut membuat setiap kemunculan karakter baru terasa seperti menemukan sesuatu yang berbeda.Gaya visualnya juga memiliki sentuhan yang mengingatkan pada pendekatan Puss in Boots: The Last Wish, terutama dalam keberanian bermain dengan bentuk, gerakan, ekspresi, serta bahasa visual yang tidak selalu mengikuti realisme animasi 3D tradisional.Hasil akhirnya adalah sebuah film yang terasa magis, colorful, dinamis, sekaligus kaya detail.Bagi penonton yang menyukai film animasi dengan world-building kuat, Nakali menjadi salah satu bagian paling menyenangkan untuk dieksplorasi.Drama Keluarga, Persahabatan, Komedi dan PetualanganWalaupun dikemas sebagai film keluarga, Forgotten Island tidak hanya mengandalkan humor dan petualangan.Ada drama mengenai keluarga, perubahan hidup, persahabatan, serta ketakutan menghadapi masa depan.Jo dan Raissa sedang berada di fase ketika masa sekolah mereka berakhir. Apa yang sebelumnya terasa permanen seperti persahabatan mereka mulai menghadapi kemungkinan perubahan.Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konflik fantasi yang cukup sederhana tetapi efektif.Di Nakali, kenangan bukan sekadar sesuatu yang tersimpan di kepala. Kenangan menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan bisa hilang.Karena itu, petualangan Jo dan Raissa bukan hanya tentang menemukan jalan pulang. Mereka juga harus berusaha mempertahankan sesuatu yang jauh lebih penting: hubungan mereka sebagai sahabat.Di sisi lain, kehadiran Raww, Batiba, Bungi dan karakter lainnya memberikan keseimbangan agar film tidak menjadi terlalu serius.Humornya membantu menjaga Forgotten Island tetap terasa sebagai film keluarga, sementara sisi emosionalnya membuat cerita memiliki bobot lebih.Pesan tentang Perpisahan dan KenanganPesan terbesar yang terasa dari Forgotten Island adalah tentang perpisahan.Dalam kehidupan, tidak semua hubungan bisa berlangsung dalam bentuk yang sama selamanya.Ada sahabat yang akhirnya harus pergi. Ada keluarga yang berpindah tempat. Ada orang yang kita sayangi yang akhirnya memiliki jalan hidup sendiri.Dan terkadang, kita tidak bisa menghentikan perubahan tersebut.Forgotten Island kemudian mengajak penonton untuk melihat perpisahan bukan semata-mata sebagai kehilangan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup.Yang membuat sebuah hubungan berarti bukan hanya berapa lama kita bisa bersama seseorang, tetapi kenangan dan pengalaman yang kita ciptakan ketika masih bersama.Itulah yang membuat konflik Jo dan Raissa terasa cukup relate.Mereka bukan hanya takut kehilangan jalan pulang. Mereka takut suatu hari nanti tidak lagi mengingat mengapa persahabatan mereka begitu berarti.KesimpulanForgotten Island menjadi salah satu film animasi DreamWorks yang terasa fresh karena berani membawa mitologi dan folklore Filipina ke dalam sebuah petualangan fantasi keluarga. Joel Crawford dan Januel P. Mercado berhasil menggabungkan cerita tentang persahabatan dan perpisahan dengan dunia Nakali yang penuh makhluk mitologi, humor, petualangan, serta visual yang memanjakan mata. Kekuatan lainnya datang dari jajaran voice actor yang mampu memerankan karakter mereka dengan bagus dan total.Pada akhirnya, Forgotten Island bukan hanya berbicara tentang monster, pulau mistis, atau bagaimana cara kembali ke rumah.Film ini berbicara tentang persahabatan, keluarga, kenangan dan keberanian menerima bahwa dalam hidup pasti akan ada perpisahan, bahkan dengan sahabat atau seseorang yang sangat kita sayangi.Dan mungkin, justru karena perpisahan itulah setiap momen bersama menjadi begitu berharga. Film keluarga ini cocok dan recommended untuk SOBAT KTF yang suka dengan film animasi dengan cerita yang baru, unsur persahabatan yang hangat, serta petualangan yang seru.

Rahmadandi Desky Prayuda 28 Sep 2026
VIDEO
Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan
NEWS

Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan

Film Pasukan 1000 Janda tayang mulai 12 November 2026 di bioskop! Jakarta, 2 Oktober 2026 — Sutradara Archie Hekagery bersama rumah produksi Manara Films mempersembahkan film yang akan menyegarkan perfilman Indonesia lewat film berjudul Pasukan 1000 Janda, yang dikemas dengan genre historical fantasy action. Film ini akan mengikuti kisah Laksamana Malahayati dari Aceh, bersama pasukan Inong Balee, yang dengan berani melawan para penjajah.Dalam trailer terbaru yang dirilis, Pasukan 1000 Janda menampilkan pertempuran epik para perempuan bersenjatakan rencong dan ilmu beladiri, menghadapi armada kapal perang Belanda dengan meriam.Kita diajak untuk melihat dunia Aceh di masa lampau, yang diterjemahkan dari kisah perang di atas kapal, di tengah ombak laut, dan pertarungan pedang penuh ketegangan. Film Pasukan 1000 Janda menjanjikan pengalaman visual kolosal nan epik yang akan membawa penonton masuk ke dunia sejarah lewat pengalaman sinematik yang imersif dan menghibur. Poster film Pasukan 1000 Janda turut melengkapi nuansa pertempuran epik dari Tanah Aceh yang mengikuti Laksamana perempuan pertama di dunia, Malahayati, bersama pasukan perempuan Inong Balee, yang kehilangan suami mereka.“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar sutradara Archie Hekagery.Disutradarai Archie Hekagery, film ini diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia.Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.Bagi Atiqah Hasiholan, Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee mencerminkan bahwa sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini. Semangat Laksamana Malahayati dan Inong Balee tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.Nilai tentang perempuan yang berani memimpin, mengambil keputusan dan menentukan hidupnya sendiri tetap relevan dengan perempuan Indonesia hari ini.“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar, dan perannya sebagai perempuan yang serba bisa melakukan apapun serta berjuang meski harus mengalami rasa kehilangan itulah yang juga tetap relevan dengan para perempuan sekarang,” ujar Atiqah Hasiholan.Sementara itu, Tasha Siahaan, yang memerankan Dahlia, salah satu pasukan Inong Balee, menambahkan, Pasukan 1000 Janda juga memberinya banyak hal baru.Termasuk belajar aksen dialek Aceh, belajar koreografi action, hingga mempelajari sejarah perjuangan perempuan.“Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam.Semangat juang para perempuan ini yang akan menghidupkan dan memberikan nilai lebih dari kisah historical fantasy action di layar lebar,” ujar Tasha Siahaan.Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film Pasukan 1000 Janda akan menghadirkan kisah epik pertempuran para perempuan yang kehilangan melawan penjajah.Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @pasukan1000janda & @manara.studios.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026