Logo KTF KupasTuntasFilm

FINAL TRAILER Film Operasi Pesta Copet Upaya Iqbaal Ramadhan Selamatkan Sahabatnya di Tengah Misi Pencopetan Terbesar di Festival Musik

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 34 views

Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia

Jakarta, 15 Agustus 2026 — Imajinari merilis final trailer film komedi persahabatan, Operasi Pesta Copet. Di final trailer, kita diajak untuk melihat saat empat sahabat, Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba) tengah menjalankan misi mereka: menggondol 300 handphone di festival musik Pestapora!

Tapi, yang membuat ketegangan dari yang ditampilkan di trailer terbaru adalah misi mereka terancam gagal. Sementara, tujuan mencopet 300 HP di Pestapora juga membuat persahabatan mereka buyar. Meski masing-masing memiliki tujuan hidup setelah mendapat 300 HP tersebut, nyatanya film ini juga menunjukkan bahwa premisnya saja tentang copet, tapi hatinya tentang persahabatan.

Cuplikan yang ditampilkan di final trailer Operasi Pesta Copet juga sangat menggambarkan tentang situasi yang saat ini dihadapi banyak orang, betapa sulitnya menghadapi kehidupan di tengah ketiadaan pilihan. Susahnya cari kerja dan cari uang di tengah biaya hidup yang semakin tinggi. Sementara di tengah kondisi itu, hanya sahabat yang kita miliki.

Diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, dan James Erlangga, Operasi Pesta Copet menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, yang sebelumnya juga telah banyak berpengalaman di industri musik. Film ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta menjadi debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis.

"Menyutradarai film panjang pertama itu keputusan yang cukup nekat, apalagi setting-nya di tengah festival musik yang sangat besar. Tapi, justru di situ letak jiwanya. Kami ingin penonton merasakan bahwa dibalik hiruk-pikuk festival dan aksi copet yang menegangkan, ada emosi jujur tentang orang-orang terpinggirkan yang saling memilih untuk jadi keluarga. Itu yang ingin saya potret: bagaimana di dunia yang keras, solidaritas justru adalah hal yang paling berharga,” ujar sutradara Edy Khemod. “Dengan kemasan yang jahil dan jenaka, pesan serius dan yang menjadi kritik di film ini, serta kisah drama yang ada, bisa tersampaikan dengan renyah oleh Khemod,” ujar produser Ernest Prakasa.

Bagi Iqbaal Ramadhan sendiri, tampil untuk pertama kalinya bersama Kristo, Zulfa, dan Kawai secara bersamaan, memberikannya perspektif baru tentang keluarga dan persahabatan. Sebagai sesama anak muda yang tak punya pilihan di film ini, mereka memilih mencopet sebagai satu-satunya opsi di tengah keterdesakan ekonomi.

“Proses paling menyenangkan bagiku, aku secara harfiah menemukan keluarga baru di Operasi Pesta Copet. Bertemu dengan sahabat baru dan mentor yang selalu tidak pelit ilmu dan memberikan kesempatan menggandeng kami yang muda-muda ini terus berjalan. Ini proses paling rewarding,” ujar Iqbaal Ramadhan.

Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!

More Recommendations

Ketika Waktu Bersama Ibu Tidak Pernah Benar-Benar Panjang
MOVIE
3.2

Ketika Waktu Bersama Ibu Tidak Pernah Benar-Benar Panjang

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? menjadi salah satu drama keluarga Indonesia yang mencoba kembali mengangkat tema sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan banyak orang: hubungan antara ibu dan anak serta rasa takut kehilangan orang yang paling kita cintai.Film yang disutradarai Herwin Novianto dan ditulis oleh Alim Sudio ini merupakan remake dari film Korea Selatan Wedding Dress (2010), dengan skenario asli yang ditulis oleh Kwon Hyeong-jin dan Yoo Yeong-ah. Versi Indonesia ini mempertahankan fondasi utama cerita tentang seorang ibu dan anak yang harus menghadapi kenyataan bahwa kebersamaan mereka memiliki batas waktu.Namun, tantangan terbesar sebuah film remake bukan hanya bagaimana mengulang cerita yang sudah dikenal, melainkan bagaimana membawa cerita tersebut agar terasa relevan dan dekat dengan penonton di negara tempat cerita itu dibuat ulang. Di sinilah Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? mencoba memberikan sentuhan Indonesianya. Premis Emosional yang Tetap DipertahankanSebagai sebuah remake, film ini memang masih mempertahankan premis emosional dan struktur hubungan ibu-anak yang menjadi kekuatan utama film aslinya. Stella (Marsha Timothy) merupakan seorang ibu tunggal sekaligus perancang gaun pengantin yang hidup bersama putrinya, Rere (Ariqa Fakhirah Shakila).Kehidupan mereka berubah ketika Stella mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit serius dan waktu yang dimilikinya tidak lagi panjang. Alih-alih hanya memikirkan kesedihan atas kepergiannya, Stella justru mulai memikirkan bagaimana Rere akan menjalani kehidupan setelah dirinya tidak ada.Ia kemudian berusaha menggunakan sisa waktu yang dimilikinya untuk memberikan berbagai bekal kepada sang anak, menciptakan kenangan, sekaligus mempersiapkan Rere agar mampu menjalani kehidupannya sendiri. Salah satu bentuk kasih sayang tersebut diwujudkan melalui pembuatan “gaun masa depan” untuk Rere.Keputusan Herwin Novianto dan Alim Sudio untuk tidak mengubah fondasi hubungan Stella dan Rere secara berlebihan terasa masuk akal mengingat statusnya sebagai remake. Justru, kekuatan film ini berada pada bagaimana cerita yang sudah memiliki struktur emosional kuat tersebut diterjemahkan ke dalam konteks Indonesia.Penonton yang sudah mengetahui Wedding Dress tentu akan menemukan sejumlah persamaan dalam perjalanan emosional ibu dan anaknya. Namun, film ini tetap berusaha memberikan identitas sendiri melalui karakter, lingkungan, dialog, kebiasaan, serta dinamika keluarga yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.Marsha Timothy dan Ariqa Fakhirah Menjadi Jantung CeritaSalah satu kekuatan terbesar Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? berada pada akting dan chemistry antara Marsha Timothy sebagai Stella dan Ariqa Fakhirah Shakila sebagai Rere.Marsha mampu menghadirkan Stella sebagai sosok ibu yang tidak hanya terlihat kuat, tetapi juga menyimpan banyak kekhawatiran di balik sikapnya. Karakter Stella memiliki beban emosional yang cukup besar karena ia mengetahui sesuatu yang belum sepenuhnya bisa diterima oleh Rere.Menariknya, emosi Stella tidak selalu disampaikan melalui adegan yang besar. Banyak momen justru terasa lebih kuat ketika film memperlihatkan interaksi sederhana antara ibu dan anak. Tatapan, percakapan sehari-hari, perhatian kecil, hingga usaha Stella mengajarkan berbagai hal kepada Rere menjadi bagian yang membuat hubungan mereka terasa lebih manusiawi.Di sisi lain, Ariqa Fakhirah Shakila memberikan penampilan yang cukup kuat sebagai Rere. Ia mampu memperlihatkan perubahan emosi seorang anak yang awalnya menjalani kehidupan seperti biasa, kemudian perlahan harus memahami kenyataan bahwa sosok yang selama ini selalu ada untuknya suatu hari tidak akan lagi berada di sisinya. Chemistry keduanya menjadi salah satu alasan mengapa sisi emosional film dapat bekerja dengan cukup baik. Hubungan Stella dan Rere tidak hanya terasa seperti hubungan karakter dalam sebuah skenario, tetapi mampu memberikan kesan sebagai hubungan ibu dan anak yang memiliki kedekatan emosional.Pemain Pendukung Memperkuat Sisi EmosionalSelain dua pemeran utamanya, kehadiran Sara Wijayanto, Kiki Narendra, dan Kinaryosih juga memberikan warna tersendiri.Ketiga pemain tersebut membantu memperluas dunia Stella dan Rere sehingga cerita tidak terasa hanya berputar pada hubungan ibu dan anak. Kehadiran mereka juga memberikan ruang bagi film untuk mengeksplorasi bagaimana orang-orang di sekitar Stella dan Rere turut menjadi bagian dari perjalanan emosional mereka.Karakter-karakter pendukung tersebut memang tidak mengambil alih pusat cerita, tetapi kehadirannya membantu memperkuat atmosfer keluarga dan hubungan antarkarakter. Unsur Komedi Yang Menambah Warna CeritaDi tengah cerita yang cukup emosional, Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? juga tidak sepenuhnya membiarkan penonton berada dalam suasana sedih.Kehadiran Ivan Gunawan, Praz Teguh, dan Papham memberikan unsur komedi yang cukup hidup. Humor yang mereka hadirkan menjadi penyeimbang agar film tidak terasa terlalu berat dari awal hingga akhir.Hal ini menjadi keputusan yang cukup efektif karena cerita mengenai penyakit, kehilangan, dan hubungan orang tua-anak berpotensi membuat film terasa sangat melodramatis apabila hanya mengandalkan adegan emosional.Unsur komedi tersebut membuat perjalanan Stella dan Rere terasa lebih berwarna. Penonton diberikan kesempatan untuk tertawa di antara berbagai momen haru yang perlahan dibangun film.Dengan demikian, komedi tidak hanya berfungsi sebagai selingan, tetapi juga membantu menciptakan keseimbangan tone dalam keseluruhan film.Membawa Wedding Dress ke Dalam Konteks IndonesiaSebagai remake, salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? membawa cerita dari Korea Selatan ke lingkungan Indonesia.Film ini tidak sekadar mengganti bahasa atau pemerannya. Karakter, setting, kultur, dinamika keluarga, hingga cara cerita dikemas berusaha dibuat lebih dekat dengan penonton Indonesia.Penyesuaian tersebut penting karena hubungan antara orang tua dan anak dalam sebuah cerita keluarga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya. Versi Indonesia mencoba membuat konflik dan interaksi antarkarakternya terasa lebih familiar bagi penonton lokal.Hasilnya memang bukan sebuah film yang sepenuhnya berbeda dari film aslinya. Fondasi ceritanya masih sangat terasa sebagai Wedding Dress. Namun, identitas Indonesia yang diberikan membuat kisah tersebut memiliki konteks baru.Hal ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi penonton yang belum pernah menyaksikan film aslinya. Mereka dapat menikmati ceritanya sebagai drama keluarga Indonesia tanpa harus mengetahui terlebih dahulu sumber materi aslinya.Sementara bagi penonton yang sudah menyaksikan Wedding Dress, film ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana cerita yang sama diterjemahkan melalui perspektif budaya Indonesia.Punya Pesan Yang Cukup DalamPada akhirnya, kekuatan utama Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? bukan hanya terletak pada cerita tentang kehilangan, tetapi pada bagaimana film ini mengajak penonton memikirkan kembali hubungan mereka dengan orang tua.Film ini mengingatkan bahwa waktu bersama orang tua tidak pernah benar-benar bisa kita pastikan panjangnya.Sering kali kita merasa masih memiliki banyak waktu untuk mengucapkan terima kasih, meminta maaf, memberikan perhatian, atau sekadar mengatakan bahwa kita menyayangi mereka. Padahal, tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu berapa lama kesempatan tersebut akan berlangsung.Karena itu, pesan yang terasa kuat dari film ini adalah pentingnya menyampaikan kasih sayang selagi masih ada kesempatan.Tidak perlu menunggu momen besar untuk menunjukkan perhatian. Bahkan kalimat sederhana seperti “Ibu, aku sayang” bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti ketika disampaikan kepada orang yang kita cintai.Pesan tersebut juga terasa relevan dengan bagaimana film memperlihatkan Stella yang tidak hanya memikirkan kepergiannya, tetapi berusaha meninggalkan bekal, kenangan, dan kasih sayang agar Rere tetap dapat melanjutkan hidup.KesimpulanIbu, Bagaimana Aku Tanpamu? merupakan remake yang tetap mempertahankan premis emosional serta struktur hubungan ibu-anak dari Wedding Dress, tetapi berusaha membawa kisah tersebut ke dalam konteks kehidupan dan budaya Indonesia. Herwin Novianto dan Alim Sudio tidak mencoba menghilangkan identitas cerita aslinya. Sebaliknya, mereka menjadikan hubungan Stella dan Rere sebagai pusat cerita, kemudian memberikan penyesuaian melalui karakter, setting, kultur, humor, serta cara penyampaian yang lebih dekat dengan penonton Indonesia.Akting dari para pemainnya juga bagus dan unsur komedi yang ada disajikan membuat film terasa lebih berwarna dan tidak terus-menerus berada dalam suasana muram.Bagi penonton yang sudah maupun belum menyaksikan Wedding Dress, Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? tetap memiliki ruang untuk dinikmati sebagai sebuah drama keluarga Indonesia mengenai kasih sayang, pengorbanan, kehilangan, dan pentingnya memanfaatkan waktu bersama orang-orang yang kita cintai.Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? cocok dan recommended untuk SOBAT KTF yang sudah maupun belum menonton film aslinya, terutama bagi kalian yang menyukai film keluarga yang hangat, emosional, memiliki unsur komedi, sekaligus membawa pesan tentang arti sebuah keluarga.

Rahmadandi Desky Prayuda 23 Sep 2026
Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!
NEWS

Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!

Tonton film Agensi Rumah Tangga mulai 10 September 2026 di bioskop!! Jakarta, 3 September 2026 — Setelah sukses dengan drama komedi dan drama keluarga, sutradara pencetak blockbuster Naya Anindita kini menggarap film komedi perdananya, Agensi Rumah Tangga, persembahan Starvision, bekerjasama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, dari produser Chand Parwez Servia. Film Agensi Rumah Tangga diadaptasi dari novel best seller Almira Bastari, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri. Film ini membawa kisah yang hangat dari Katia (Enzy Storia), yang kena PHK dan akhirnya membangun bisnis agensi penyaluran pekerja rumah tangga. Film Agensi Rumah Tangga menjadi eksplorasi terbaru Naya dengan genre komedi, yang menampilkan jajaran komika perempuan sebagai para ART yang ikonik. Mereka berhasil menyampaikan komedi-komedi baik secara dialog hingga adegan dengan penuh kekacauan yang membuat penonton terhibur dan ngakak.“Ini pertama kalinya ada 7 komika perempuan bermain dalam satu judul film. Agensi Rumah Tangga akan membuat penonton menikmatinya dengan cerita yang seru, komedi yang kocak, dan drama yang menyentuh,” ujar produser Chand Parwez Servia.Tak hanya menampilkan komedi, film Agensi Rumah Tangga juga membawa isu yang penting dan dekat. Lewat jajaran para pekerja rumah tangga serta para karakter pekerja perempuan, film ini juga berbicara mengenai pentingnya memberikan kelayakan hak untuk para pekerja domestik.“Aku melihat ART itu terkadang dianggap seperti sebuah fasilitas dalam rumah tangga. Padahal mereka ini juga pekerja, staf, sama seperti kita yang juga pekerja. Untuk itu, film ini juga ingin memantik diskusi bahwa sudah seharusnya kita memperlakukan para ART juga sama seperti kita. Film ini membawa kisah yang penting, meski dikemas dengan ringan dan komedi,” ujar sutradara Naya Anindita.Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita. Film ini juga punya komedi yang sangat lucu dengan komedi-komedi yang diberikan para komika perempuannya. Semoga hangat dan tawanya sampai ke hati penonton,” ujar Enzy Storia.“Film Agensi Rumah Tangga menjadi penanda yang spesial bagi saya karena bertepatan dengan 18 tahun saya merayakan perjalanan bermusik. Di tahun ini, Naya memberikan kesempatan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru lewat peran Kafka di film ini, bergabung bersama para pemeran yang luar biasa, dan ceritanya yang hangat, komedinya juga sangat menghibur,” ujar Afgansyah Reza.Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?
NEWS

Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?

Dalam beberapa tahun terakhir Netflix telah dikenal sebagai rumah bagi kisah-kisah autentik dan unik asal Indonesia, mulai dari film box office, drama, sinetron, hingga judul-judul Netflix Originals yang tersedia di platform. Di sepanjang tahun 2026, Netflix berkomitmen untuk menyediakan lebih dari 100 konten lokal yang penuh keragaman, meliputi berbagai film drama dan sinetron yang amat digemari di Indonesia. Berbagai cerita ini begitu menarik untuk diikuti, dari drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari hingga serial panjang dengan jalan cerita yang menggelitik untuk terus diikuti. Tonton semuanya di Netflix!Tunggu Aku Sukses NantiPemeran: Ardit Erwandha, Lulu Tobing, Ariyo WahabCredit : NetflixTunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu film box office dengan menarik lebih dari tiga juta penonton setelah tayang perdana di bioskop Indonesia pada April tahun ini. Film ini mengikuti kisah Arga yang senantiasa menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya setiap Lebaran setelah ia menganggur selama tiga tahun dan tak kunjung mendapat pekerjaan. Situasi ekonomi yang semakin menekan dan berbagai masalah keluarga menuntut Arga bergegas mencari pekerjaan, demi keluar dari persoalan dan membanggakan keluarga saat acara kumpul Lebaran berikutnya.Istri Satu Satunya Pemeran: Clara Bernadeth, Bryan Mckenzie, Harris VrizaCredit :NetflixSoraya yang lama hidup sederhana bersama ibunya, Nina, tiba-tiba berhadapan dengan mantan suami Nina, Pierre, yang muncul dan membantu biaya pengobatan sang ibu. Merasa penasaran akan identitas pria tersebut, Soraya menyamar sebagai pekerja rumah tangga di rumah Pierre untuk mencari tahu cerita yang sebenarnya. Namun sebuah kejadian misterius kemudian membuat Soraya terseret dalam konflik keluarga, rebutan warisan, hingga misteri pembunuhan. Istri Satu-satunya bisa jadi pilihan sinetron terbaru untuk diikuti!Na Willa Pemeran: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy SyauqiCredit : NetflixDiangkat dari buku tenar berjudul sama karangan Reda Gaudiamo, film ini mengikuti kisah Na Willa yang ceria dan hidup nyaman di rumahnya di Surabaya di era 1960-an. Dunia kecilnya terasa penuh keajaiban berkat permainan, kehadiran teman-teman, hingga berbagai petualangan yang dijalaninya. Namun hidup ternyata menghadirkan tantangan tak terduga saat ia mulai bersekolah dan ia harus berhadapan dengan teman-teman baru dan para guru yang tegas.Agak Laen : Menyala Pantiku!Pemeran: Indra Jegel, Boris Bokir Manullang, Oki RenggaCredit : NetflixTayang perdana di bioskop sejak akhir November 2025, Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton. Film yang digarap oleh sutradara Muhadkly Acho dan produser Ernest Prakasa ini merupakan sekuel dari film sukses Agak Laen (2024), yang berlatar di sebuah pasar malam. Kini barisan detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang berulang kali gagal menjalankan misi mendapatkan kesempatan terakhir, yaitu menyusup ke dalam sebuah panti jompo dan menyamar. Misi terbaru mereka adalah mencari buronan dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Namun penyelidikan menjadi kekacauan sekaligus penuh kejadian humoris berkat kemampuan detektif mereka yang ala kadarnya. Sanggupkah mereka menangkap sang buron pada akhirnya?Ayah,Ini Arahnya Kemana Ya? Pemeran: Mawar de Jongh, Rey Bong, Dwi SasonoCredit : NetflixDira tumbuh dalam keluarga dengan sosok ayah yang tak benar-benar hadir di antara mereka. Situasi bertambah rumit ketika ibu yang menyokong ekonomi keluarga terluka parah dalam sebuah insiden. Jeratan utang yang kemudian terbongkar dan hubungan renggang dengan sang ayah memaksa Dira dalam sekejap bertindak sebagai orang dewasa, memikul beban melampaui usianya dan berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.Pelangi Di MarsPemeran: Messi Gusti,Lutesha, Meysha LinCredit : NetflixDengan latar masa depan saat Bumi mengalami krisis air, Pratiwi yang dikirim ke Mars untuk mencari mineral langka nan vital melahirkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di planet tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Pelangi yang hidup di Mars bersama teman-teman robotnya bergegas mencari mineral tersebut untuk kelangsungan hidup Bumi.Terikat JanjiPemeran: Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy ChowSinetron populer ini menghadirkan kisah emosional dengan alur penuh konflik, dilema, dan pilihan sulit. Saat menghadapi konflik keluarga, rahasia masa lalu, serta sebuah ikatan janji, sepasang kekasih menghadapi tekanan ketika kepercayaan mulai terasa retak dan berbagai masalah muncul. Mereka dipaksa memilih antara mempertahankan cinta atau melepaskan satu sama lain. Konflik semakin memanas ketika berbagai masalah mulai menguji hubungan mereka.Ipar Adalah Maut : The SeriesPemeran: Deva Mahenra, Tatjana Saphira, Nicole ParhamCredit : NetflixDiangkat dari film populer berjudul sama, serial ini menggali lebih dalam latar belakang dan sisi emosional para karakter, yaitu pasangan suami istri Aris-Nisa serta sang adik ipar, Rani. Rumah tangga Aris dan Nisa yang terlihat harmonis bersama putri mereka mulai berubah kala Rani tinggal bersama mereka untuk menjalani kuliah. Kedekatan Rani dan Aris perlahan melewati batas, hingga rahasia mereka terancam menghancurkan pernikahan serta hubungan antara kakak dan adik..Pernikahan Dini Gen ZPemeran: Aliando Syarief, Richelle Georgette Skornicki, Samudra TaylorCredit : NetflixSeorang murid teladan bernama Dini menjalin hubungan rahasia dengan Rangga, sang kakak kelas populer yang juga berpotensi menjadi calon atlet basket nasional. Hubungan mereka yang kemudian menimbulkan masalah membuat mereka harus berhadapan dengan tekanan keluarga, masa depan yang gamang, serta kehadiran sosok lain yang menaruh hati pada Dini.Istri Paruh WaktuPemeran: Arifin Putra, Audi Marissa, Kiara McKennaCredit : NetflixKehidupan sempurna Riska si CEO mulai retak setelah lama menikah. Saat ia merasa selama ini menjadi “istri paruh waktu” akibat kesibukannya, Riska memutuskan mundur dari pekerjaan. Namun yang ia dapati justru kejanggalan dalam sikap suaminya, Adimas, yang selama ini ternyata menyimpan rahasia. Riska pun harus memutuskan apakah ia dapat menghadapi rahasia tersebut dan mengatur ulang masa depan keluarganya..Selain rekomendasi tayangan di atas, masih banyak lagi film drama dan sinetron Indonesia yang layak menjadi tontonan Anda selanjutnya, seperti Semua Akan Baik-baik Saja, Keluarga Super Irit, Home Sweet Loan, 1 Kakak 7 Ponakan, Surat untuk Masa Mudaku, Keluarga yang Tak Dirindukan, Jodoh Wasiat Bapak Reborn, A Little White Lie, Surga yang Tak Dirindukan, serta Imperfect: The Series.Tunggu informasi menarik lainnya tentang konten lokal yang bisa masuk ke daftar tontonan Anda melalui kampanye Netflix Apa Hari Ini? di akun media sosial NetflixID.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
Babak Baru Karier Gandhi Fernando sebagai Sutradara di Thailand
NEWS

Babak Baru Karier Gandhi Fernando sebagai Sutradara di Thailand

BANGKOK — Aktor, penulis, sutradara, sekaligus produser asal Indonesia, Gandhi Fernando, memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah bertahun-tahun berkarya di industri film Indonesia, Gandhi kini memperluas langkahnya ke Thailand dan mulai membangun karier sebagai sutradara di industri hiburan Negeri Gajah Putih.Keputusan tersebut bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Gandhi telah mempelajari bahasa Thai selama lebih dari tiga tahun sebagai bagian dari ketertarikannya terhadap industri hiburan Thailand yang terus berkembang dan semakin dikenal secara internasional.Kini, setelah memutuskan untuk menetap di Thailand, proses panjang tersebut mulai membuahkan hasil. Buat aku, pindah ke Thailand bukan sekadar pindah tempat tinggal. Aku memang ingin keluar dari zona nyaman dan mencoba membangun karir dari awal lagi di industri yang berbeda,” ujar Gandhi.Menjalani produksi di Thailand juga memberikan tantangan baru baginya. Gandhi harus beradaptasi dengan sistem kerja, budaya produksi, hingga berkomunikasi dan mengarahkan aktor serta kru menggunakan bahasa Thai.Yang paling challenging tentu bahasa. Meskipun sudah 4 tahun terakhir aku belajar bahasanya, tapi Bahasa Thai bukan bahasa pertama aku, jadi awalnya ada kekhawatiran apakah aku bisa menyampaikan arahan dengan tepat kepada aktor dan kru. Tapi justru pengalaman itu yang membuat aku merasa berkembang lagi sebagai sutradara,” lanjutnya.Menulis dan Menyutradarai Series ThailandLangkah baru Gandhi di Thailand kini diwujudkan melalui proyek series berbahasa Thai yang ia tulis dan sutradarai.Salah satu proyek pertamanya adalah “Badminton Boys: กัปตันครับ ผมจะจีบพี่”, yang mengambil latar dunia badminton dan mengikuti hubungan rival dua mahasiswa yang dipertemukan melalui olahraga tersebut.Series ini dibintangi oleh aktor Thailand dan diproduksi bersama tim lokal Thailand. Selain duduk di kursi sutradara, Gandhi juga terlibat sebagai penulis. Bagi Gandhi, proyek tersebut menjadi pengalaman penting karena untuk pertama kalinya ia menangani produksi berbahasa Thai secara langsung. Walaupun aku sudah cukup lama bekerja di industri film Indonesia, ketika masuk ke industri Thailand rasanya aku kembali menjadi seorang pemula. Banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasikan lagi. Tapi justru itu yang aku cari ketika memutuskan datang ke sini,” ungkap Gandhi.Bukan Meninggalkan IndonesiaMeski kini menetap dan mulai berkarya di Thailand, Gandhi menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan industri perfilman Indonesia.Sebaliknya, ia melihat Thailand sebagai perluasan dari perjalanan kariernya sebagai filmmaker.Aku tetap orang Indonesia dan tetap akan berkarya di Indonesia. Tapi sekarang aku juga ingin membuka kemungkinan baru. Aku ingin bisa membuat karya di Indonesia, Thailand, dan kalau ada kesempatan, negara-negara lain juga,” jelasnya. Menurut Gandhi, bekerja di luar Indonesia juga memberinya perspektif baru mengenai bagaimana sebuah cerita dapat dibuat untuk penonton yang semakin global.Ia berharap pengalaman tersebut nantinya dapat membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi antara talenta dan industri kreatif Indonesia dengan negara-negara lain di Asia.Memulai Babak BaruPerjalanan Gandhi di Thailand sekaligus menjadi momentum baru setelah bertahun-tahun menjalani berbagai peran di industri hiburan—mulai dari aktor, penulis, produser, pelaku pageant hingga content creator reviewer film. Kini ia ingin memberikan porsi yang lebih besar terhadap kariernya sebagai sutradara dan kreator.Aku sudah cukup lama berada di industri ini. Sekarang aku ingin menantang diri sendiri lagi. Rasanya menyenangkan ketika berada di sebuah tempat baru dan masih banyak hal yang harus aku pelajari,” tutup Gandhi.Proyek Thailand terbaru Gandhi Fernando, “Badminton Boys”, dijadwalkan mulai tayang di iQIYI pada 10 Oktober 2026 dan tersedia di 190 negara. Kehadiran proyek tersebut menjadi langkah awal dari babak baru perjalanan Gandhi Fernando sebagai filmmaker Indonesia yang mulai memperluas kiprahnya ke industri hiburan Thailand.

Admin Kupas Tuntas Film 25 Sep 2026
VIDEO
IP MAN : KUNG FU LEGEND Versi Ip Man Yang Berbeda Tapi Tetap Seru Di Nikmati
MOVIE
4.0

IP MAN : KUNG FU LEGEND Versi Ip Man Yang Berbeda Tapi Tetap Seru Di Nikmati

Nama Ip Man tentu sudah sangat melekat dengan sosok Donnie Yen melalui empat film yang sukses memperkenalkan seni bela diri Wing Chun kepada penonton

Abdul Haris 20 Jul 2026
PENGABDI	SETAN	3:	ORIGIN	Memasuki	Tahap	Produksi, Siap	Tayang	di	Bioskop	2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar
NEWS

PENGABDI SETAN 3: ORIGIN Memasuki Tahap Produksi, Siap Tayang di Bioskop 2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar

Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales AgentJakarta, 1 September 2026 – Rapi Films dan Come and See Pictures, bekerja sama dengan Sky Media dan Legacy Pictures, mengumumkan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin, film terbaru dari semesta Pengabdi Setan yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, resmi memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027. Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales agent untuk film ini.Pengabdi Setan 3: Origin akan membawa penonton kembali memasuki semesta yang dimulai melalui Pengabdi Setan (2017) dan berlanjut dalam Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Setelah berbagai misteri, petunjuk, dan pertanyaan yang tersisa dari dua film sebelumnya, babak baru ini akan membawa penonton semakin dekat dengan asal dari semua yang telah terjadi. Semua jawaban bermula di sini.“Sejak Pengabdi Setan pertama, cerita ini memang tidak pernah dirancang untuk selesai dalam satu film. Ada banyak hal yang sengaja belum diceritakan dan banyak pertanyaan yang ditinggalkan untuk penonton. Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula,” ujar Joko Anwar, penulis dan sutradara Pengabdi Setan 3: Origin.Pengabdi Setan meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia pada 2017. Lima tahun kemudian, Pengabdi Setan 2: Communion memperluas dunia dan misteri yang diperkenalkan dalam film pertama, sekaligus meninggalkan lebih banyak pertanyaan mengenai sekte serta sosok-sosok yang selama ini berada di balik berbagai peristiwa dalam semesta Pengabdi Setan terutama Darminah dan Batara. Kini, Pengabdi Setan 3: Origin akan membuka bagian dari dunia tersebut yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Film ketiga ini akan membawa semesta Pengabdi Setan ke ruang, waktu, dan skala cerita yang lebih luas, sekaligus membawa penonton semakin dekat pada asal-usul misteri yang menghubungkan ketiga film.“Pengabdi Setan telah tumbuh jauh melampaui apa yang kami bayangkan. Penonton tidak hanya mengikuti ceritanya, tetapi juga terus membicarakan, mencari petunjuk, dan membangun berbagai teori tentang dunia di dalamnya. Pengabdi Setan 3: Origin menjadi babak yang sangat penting dari perjalanan tersebut,” ujar Sunil Samtani, produser Rapi Films.Melanjutkan perjalanan Pengabdi Setan di panggung internasional, Barunson E&A akan menangani international sales untuk Pengabdi Setan 3: Origin. Kemitraan ini melanjutkan kerja sama Barunson E&A dengan Come and See Pictures dalam membawa karya-karya mereka ke pasar dan penonton global.Informasi mengenai cerita, jajaran pemain, serta proses produksi Pengabdi Setan 3: Origin akan diumumkan secara bertahap.Ikuti perkembangan Pengabdi Setan 3: Origin melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 01 Sep 2026
Agensi Rumah Tangga Film Komedi Ringan dengan Cerita Keluarga yang Relate
MOVIE
3.5

Agensi Rumah Tangga Film Komedi Ringan dengan Cerita Keluarga yang Relate

Agensi Rumah Tangga merupakan film garapan Naya Anindita dengan skenario yang ditulis oleh Ayu Anggraini, Upi Avianto, dan Almira Bastari. Mengusung perpaduan komedi, drama keluarga, persahabatan, dan romansa, film ini mencoba menghadirkan cerita yang ringan sekaligus dekat dengan berbagai persoalan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang membuat Agensi Rumah Tangga cukup menyenangkan untuk diikuti adalah bagaimana film ini mampu menempatkan unsur komedi di tengah cerita yang sebenarnya memiliki persoalan cukup emosional. Humor yang diberikan terasa cukup natural dan tidak selalu bergantung pada lelucon yang berlebihan. Beberapa situasi maupun interaksi antarkarakter mampu menghasilkan momen lucu yang membuat film terasa ringan, terutama ketika ceritanya mulai memasuki konflik yang lebih serius.Cerita yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hariDi balik kemasannya sebagai komedi, Agensi Rumah Tangga memiliki cerita yang cukup relate karena mengangkat perjuangan orang tua dalam menjalani kehidupan dan memenuhi kebutuhan anak. Film ini memberikan perhatian khusus terhadap sosok seorang ibu tunggal yang harus berjuang untuk anaknya.Tema tersebut memang bukan sesuatu yang benar-benar baru dalam film Indonesia, tetapi film ini cukup berhasil menyampaikannya dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Perjuangan sang ibu tidak hanya berbicara mengenai persoalan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana seorang orang tua harus mengambil berbagai keputusan demi masa depan anaknya.Hal ini menjadi salah satu sisi emosional film yang cukup terasa. Setelah penonton dibuat tertawa melalui berbagai situasi komedi, film kemudian mengajak penonton melihat sisi lain dari karakter-karakternya dan memahami alasan di balik tindakan mereka.Akting dan Chemistry PemainKekuatan lainnya datang dari akting serta chemistry para pemain. Interaksi antarkarakter terasa cukup meyakinkan sehingga hubungan yang dibangun dalam cerita tidak terasa terlalu dipaksakan. Chemistry tersebut juga membantu membuat bagian komedi bekerja dengan lebih baik. Banyak momen lucu justru terasa muncul dari dinamika karakter dan situasi yang mereka hadapi, bukan sekadar dialog yang sengaja dibuat lucu.Hal serupa juga terlihat ketika film mulai membawa karakter-karakternya ke sisi yang lebih emosional. Perubahan suasana tersebut terasa cukup natural karena penonton sudah terlebih dahulu mengenal dinamika mereka dalam situasi yang lebih ringan.Persahabatan yang Menjadi Warna TersendiriUnsur persahabatan juga menjadi salah satu bagian yang menarik. Hubungan antarkarakter tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap cerita, tetapi turut memberikan ruang bagi film untuk membicarakan arti dukungan, kepercayaan, dan bagaimana seseorang bisa menjadi tempat bersandar ketika menghadapi masalah.Bagian ini membuat film terasa lebih hangat. Persahabatan yang ditampilkan tidak selalu sempurna, tetapi justru dari berbagai perbedaan dan konflik kecil tersebut hubungan antarkarakter terasa lebih manusiawi. Romansa yang Tidak Mengambil Alih Cerita. Sementara itu, unsur romansa juga menjadi bagian yang cukup menyenangkan. Film tidak menjadikan hubungan romantis sebagai satu-satunya fokus utama, sehingga kisah cintanya masih bisa berjalan berdampingan dengan cerita keluarga dan persahabatan.Romansa yang diberikan juga membantu memperkaya karakter dan memberikan dinamika tambahan dalam cerita. Chemistry antarkarakter membuat bagian ini terasa cukup manis tanpa harus menghilangkan fokus utama film mengenai keluarga dan perjuangan hidup.KesimpulanSecara keseluruhan, Agensi Rumah Tangga merupakan film yang berhasil memadukan komedi, drama keluarga, persahabatan, dan romansa dalam sebuah cerita yang cukup ringan dan mudah dinikmati.Kekuatan utamanya terletak pada komedi yang menghibur, chemistry pemain yang terasa natural, serta cerita mengenai perjuangan orang tua yang cukup relate. Unsur persahabatan dan romansanya juga mampu memberikan warna sehingga film tidak hanya berfokus pada konflik keluarga.Meskipun beberapa tema yang diangkat terasa familiar dan tidak semuanya menawarkan sesuatu yang benar-benar baru, penyampaiannya yang hangat membuat film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri.Agensi Rumah Tangga cocok bagi SOBAT KTF yang mencari tontonan ringan, lucu, tetapi tetap memiliki sisi emosional dan pesan mengenai keluarga.

Rahmadandi Desky Prayuda 23 Sep 2026