Logo KTF KupasTuntasFilm

Gala Premiere Film ‘Dan Bandung’ Bikin Baper Jakarta! Kota Berikutnya, Bandung Siap Dibuat Pecah di ‘Dan Bandung Day’

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 43 views

Hawa romantis Kota Bandung secara resmi menyelimuti Ibu Kota.

Verona Films sukses menggelar acara Gala Premiere untuk film drama romansa yang paling dinanti tahun ini, ‘Dan Bandung’, bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta.

Malam puncak peluncuran ini dihadiri langsung oleh pimpinan produksi Titin Suryani (Produser), Bedy Kunady (Produser Eksekutif), sutradara Rudi Soedjarwo, serta jajaran ensemble cast lengkap: Shanna Shannon, Samo Rafael, Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Rangga, hingga Ade Habibie

Kolaborasi Pidi Baiq & Rudi Soedjarwo Kuras Emosi Penonton

Diangkat dari karya novelis legendaris Pidi Baiq dan diarahkan oleh sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?), ‘Dan Bandung’ sukses membawa para penonton Gala Premiere terhanyut dalam lika-liku kisah cinta Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon).

Film ini memotret perjalanan dua anak muda dari latar belakang ekonomi dan budaya yang kontras, yang harus berjuang keras demi perasaan mereka di tengah romantisnya Kota Bandung.

Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa film ini memberikan kedalaman makna yang lebih dari sekadar romansa remaja biasa. "Di film ini, saya gak cuma mau membawakan romansa gemas-gemas yang sudah biasa kita temukan di film Indonesia. Saya ingin Dan Bandung menjadi refleksi perjuangan kita sebagai seorang pasangan, sebagai keluarga, dan sebagai teman," ungkap Rudi Soedjarwo.

Produser Verona Films, Titin Suryani, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap hasil akhir film ini. “Sejak awal saya yakin Mas Rudi adalah orang yang tepat untuk membawa Dan Bandung ke layar lebar. Setelah melihat hasil akhirnya, rasanya lega sekaligus bangga melihat film ini akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Verona Films.” ujar Titin Suryani.

Samo Rafael, sang pemeran Basil, berharap karakter yang ia mainkan bersama Shanna Shannon mampu mewakili perasaan banyak orang. "Aku ingin Basil dan Elma bisa menjadi representasi kita semua, yang selalu berusaha walaupun dunia berkata lain, semua demi cinta mereka," tutur Samo.

Menuju Kemeriahan ‘Dan Bandung Day’ pada 15 Agustus 2026

Tak berhenti di Gala Premiere Jakarta, perayaan film ini akan mencapai puncaknya melalui gelaran ‘Dan Bandung Day’ pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam momentum spesial tersebut, seluruh Kota Bandung akan merayakan film terbaru kolaborasi Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo ini.

Sebanyak 11 bioskop di Kota Bandung akan secara serentak menggelar penayangan spesial, yang kemudian ditutup dengan acara Gala Premiere Bandung di Ciwalk XXI.

Penawaran Spesial Promo Buy One Get One Free (BOGOF)

Film ‘Dan Bandung’ dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Sambut penayangannya dengan memanfaatkan Promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang sudah dapat dibeli mulai 7 hingga 19 Agustus 2026 khusus untuk penayangan perdana tanggal 20 Agustus 2026 melalui aplikasi TIX.ID, MTIX, CGV, dan CINEPOLIS.

Untuk informasi terbaru dan keseruan di balik layar, kunjungi akun media sosial resmi di @filmdanbandung

More Recommendations

VIDEO
Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City
MOVIE
3.5

Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City

Motor City bukan film aksi yang meminta penonton untuk duduk nyaman, mendengarkan dialog panjang, lalu menunggu karakter menjelaskan siapa dirinya dan apa yang sedang terjadi. Film garapan Potsy Ponciroli ini justru melakukan hal sebaliknya. Ia memaksa penonton membaca wajah, gerakan tubuh, suara mesin, dentuman musik, tatapan, darah, dan kekerasan sebagai bagian dari bahasa cerita.Berlatar Detroit tahun 1977, film ini mengikuti John Miller, seorang mantan narapidana dan veteran Vietnam yang berusaha memulai kembali kehidupannya setelah keluar dari penjara. Ia ingin hidup sederhana bersama Sophia, perempuan yang dicintainya. Namun harapan tersebut runtuh ketika John kembali berhadapan dengan dunia kriminal yang pernah menjebaknya.Dari titik itulah Motor City berubah menjadi perjalanan balas dendam yang sangat personal.Alan Ritchson menjadi pusat dari semuanya. Setelah dikenal luas sebagai sosok aksi lewat Reacher, Ritchson kembali memanfaatkan fisiknya yang besar, tetapi kali ini dengan pendekatan yang berbeda. John bukan karakter yang banyak bicara. Bahkan, salah satu eksperimen terbesar film ini adalah hampir menghilangkan dialog dari keseluruhan narasi. Beberapa sumber menyebut film ini hanya memiliki sedikit sekali percakapan verbal.Dan keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi besar.John Miller: Pria yang Kehilangan Kesempatan untuk Menjadi Orang BiasaMenariknya, John sebenarnya bukan sekadar mesin pembunuh.Pada awal cerita, ia diperlihatkan sebagai seseorang yang ingin keluar dari kehidupan lamanya.Ia sudah menjalani hukuman. Ia mencoba kembali bekerja. Ia memiliki hubungan romantis. Bahkan ada gambaran bahwa John ingin membangun kehidupan normal bersama Sophia.Inilah bagian yang membuat karakter John menjadi lebih menarik dibanding sekadar tokoh protagonis dalam film balas dendam.John sebenarnya sudah memiliki kesempatan untuk menjadi orang biasa.Tetapi masa lalu tidak membiarkannya.Ketika kehidupan yang baru dibangun tersebut dihancurkan. Bukan Film Tanpa Suara, Melainkan Film yang Mengganti Dialog dengan Bahasa VisualKesalahan terbesar jika masuk ke Motor City dengan ekspektasi sebagai film bisu adalah menganggap film ini hanya menghilangkan dialog.Tidak.Film ini tetap sangat “berisik”.Suara pukulan, deru kendaraan, suara senjata, langkah kaki, napas karakter, suara kota dan terutama musik menjadi pengganti percakapan. Musik bahkan memiliki fungsi seperti narator yang tidak terlihat.Ini membuat Motor City terasa lebih dekat dengan sebuah pertunjukan audiovisual daripada film kriminal konvensional.Ben Foster dan Ancaman yang Tidak Selalu Membutuhkan Banyak PenjelasanBen Foster memainkan Reynolds, sosok kriminal yang menjadi pusat konflik John.Foster sebenarnya memiliki kualitas akting yang sangat cocok untuk karakter seperti ini: ekspresif, tidak stabil, dan mampu membuat karakter terasa berbahaya bahkan ketika tidak melakukan apa-apa.Namun film juga memperlihatkan salah satu masalah dari konsep minim dialog.Karakter antagonis membutuhkan ruang untuk menjelaskan motivasi, hubungan kekuasaan, dan psikologinya.Di Motor City, informasi tersebut sebagian besar harus disampaikan melalui tindakan.Hasilnya memang membuat film bergerak cepat, tetapi kedalaman karakter tertentu menjadi terbatas.Ini menjadi salah satu paradoks film: semakin sedikit karakter berbicara, semakin banyak penonton harus menafsirkan.Shailene Woodley dan Karakter SophiaSophia seharusnya menjadi salah satu elemen emosional terpenting dalam perjalanan John.Ia bukan sekadar pasangan protagonisIa adalah representasi dari kehidupan normal yang sebenarnya diinginkan John.Karena itu, hubungan John dan Sophia memiliki fungsi penting dalam struktur cerita: Sophia memperlihatkan bahwa John sebenarnya masih memiliki sisi manusia yang ingin diselamatkan. Namun karakter ini juga menjadi salah satu bagian yang terasa kurang berkembang.Minimnya dialog membuat hubungan mereka lebih banyak dibangun melalui visual daripada percakapan.Secara konsep memang menarik.Tetapi secara emosional, film terkadang membuat penonton harus menerima begitu saja bahwa hubungan mereka sangat dalam tanpa memberikan cukup ruang untuk benar-benar merasakan proses kedekatan tersebut.Detroit 1977 Bukan Sekadar LatarSalah satu kekuatan Motor City adalah bagaimana Detroit tahun 1977 digunakan sebagai atmosfer.Film tidak mencoba membuat Detroit hanya sebagai lokasi tempat karakter bergerak.Kota tersebut terasa seperti bagian dari identitas film.Lingkungan yang kasar, warna visual yang terasa kusam, kendaraan klasik, pakaian, interior, serta musik periode 1970-an menciptakan atmosfer retro yang kuat.Penonton harus “membaca” dunia yang ditampilkan.Detroit dalam film terasa seperti kota yang sedang mengalami luka, dan John seolah menjadi representasi dari luka tersebut.Itulah sebabnya judul Motor City terasa lebih tepat daripada sekadar nama lokasi.Motor, jalan raya, bengkel, mobil, dan kekerasan semuanya menjadi bagian dari identitas visual film.Kekerasan yang Tidak Sekadar Dipakai untuk GayaMotor City tidak malu memperlihatkan kekerasan ,Pukulan terasa berat, Benturan terasa menyakitkan, Darah bukan sekadar aksesoris.Beberapa adegan aksinya bahkan terasa seperti sengaja dirancang untuk membuat penonton meringis.Namun yang menarik adalah kekerasan tersebut sering kali digunakan sebagai bentuk komunikasi.Karena John tidak bisa mengatakan “aku marah”, film membuatnya memukul.Karena ia tidak bisa menjelaskan bahwa dirinya telah kehilangan kendali, tubuhnya menunjukkan hal tersebut, Karena ia tidak memiliki banyak ruang untuk bernegosiasi, konflik diselesaikan melalui fisik.Dengan demikian, aksi bukan hanya bagian hiburan. Aksi menjadi bahasa John.Kesimpulan Motor City (2026) menawarkan film aksi balas dendam dengan gaya yang berbeda, mengandalkan visual, musik, dan ekspresi karakter dibanding dialog. Meski ceritanya sederhana dan beberapa karakter kurang tergali, Alan Ritchson mampu membawa intensitas film dengan kuat. Bukan film yang sempurna, tetapi punya identitas dan atmosfer yang membuatnya tetap menarik untuk disaksikan.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!
NEWS

Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!

Dari percakapan yang tertunda di rumah hingga panggung internasional, filmterbaru Palari Films membawa kisah empat perempuan dari tiga generasi ke Tokyo sebelum tayang di bioskop Indonesia 10 Desember 2026.Jakarta, Jumat , 2 Oktober 2026 - Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, 26 Oktober hingga 4 November 2026. Film panjang pertama sutradara Ariani Darmawan ini akan hadir dalam program kompetisi Asian Future, sebelum tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026. Film Desember Jani akan diputar di Tokyo International Film Festival pada 27 Oktober 2206 pukul 17.10 dan pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30 waktu setempat.Film ini bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), 13 tahun, yang menunggu kakaknya, Julia (Hyori Mika), pulang setelah Julia pergi dari rumah tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil menyimpan rasa bersalah. Tempat Jani merasa paling nyaman adalah Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia. Namun Jani menyimpan rahasia: ia tahu Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengannya. Dalam empat hari di bulan Desember, pilihan Jani untuk tetap diam atau berterus terang mengantarkan empat perempuan dalam keluarga tersebut pada percakapan yang selama ini mereka hindari."Buat saya, yang menarik dari keluarga justru hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Ada rasa sayang, marah, kecewa, gengsi, tetapi kadang kita tidak tahu bagaimana cara mengatakan atau bahkan menghadapinya. Saya berharap penonton, di Tokyo maupun di Indonesia, bisa mengenali dan merasakan sebagian dari keluarga mereka sendiri di dalam keluarga Jani," ujar Ariani Darmawan.Ariani mengembangkan cerita ini selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi, setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha, Manifesto Flora. Film ini menjadi skenario film panjang pertama Cyntha."Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tetapi tetap tidak saling memahami. Kami ingin mereka tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah," kata Cyntha Hariadi."Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu," ungkap Sigi Wimala.Sebelum Tokyo, proyek ini mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026."Sejak awal kami membuat Desember Jani untuk berbicara kepada penonton di sini, kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan. Perjalanan ke Tokyo justru menunjukkan bahwa cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat yang berbeda," ujar produser Meiske Taurisia.Setelah Tokyo, perjalanan Desember Jani kembali ke rumah: bioskop Indonesia, mulai 10 Desember 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !
NEWS

Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !

Tonton film Hasut mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Jakarta, 25 September 2026 — Tuta Films mempersembahkan film horor-misteri Hasut, karya debut sutradara Ilya Sigma yang mengeksplorasi perasaan takut, curiga, dan terteror dari suara-suara misterius yang muncul dari HT, dan menyesatkan pikiran keempat sahabat di sebuah hutan. Siapa yang berada di balik suara tersebut? Dan mana yang harus dipercaya? Dua pertanyaan ini menjadi tema utama Hasut, sekaligus membawa penonton masuk ke dalam misteri yang dialami keempat sahabat tersebut.Film Hasut menghadirkan horor tanpa penampakan, dengan ketegangan yang dibangun melalui suara-suara misterius yang semakin manipulatif dan memicu paranoia. Justru suara-suara inilah yang membuat teror terasa nyata dan membuat penonton terus bertanya seberapa jauh mereka akan saling mencelakai.Dibintangi empat pemeran utama yang menampilkan akting mereka dengan solid, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling curiga satu sama lain, saat suara misterius itu ‘membajak’ HT mereka.Keempatnya yang datang dengan luka dan trauma masa lalu, menjadi semakin tak terkontrol, ketika suara-suara itu juga menghasut mereka untuk saling tak mempercayai hingga akhirnya melukai satu sama lain. Hingga akhir film, kita bertanya, siapa yang menghasut, dan siapa yang bisa dipercaya, saat semua yang terlihat tak sama dengan yang terdengar?“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.Film Hasut disutradarai oleh Ilya Sigma, ditulis Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria. Film ini diproduseri oleh Putrama Tuta, Siera Tamihardja, dan ko-produser Nick Musa, serta ko-produser Randi Wibawa.“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?” Ujar produser Siera Tamihardja.Bagi Rachel Amanda, film Hasut menjadi tantangan baru baginya. Hasut sendiri menjadi film horor ketiga yang dibintanginya. Salah satu yang menantang bagi Amanda adalah lokasi syuting yang sepenuhnya berada di hutan, dengan pemeran yang terdiri dari empat aktor. Kekuatan aktor di film ini juga sangat diuji untuk menghidupkan suasana teror psikologis yang muncul dari suara-suara misterius.“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita.Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” Ujar Rachel Amanda“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” ujar Karina Salim. Pada akhirnya, Hasut meninggalkan satu pertanyaan menohok: ketika semua orang terlihat bisa dipercaya, tetapi suara yang kita dengar mengatakan sebaliknya, siapa yang akan kita pilih untuk dipercaya?Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

Admin Kupas Tuntas Film 25 Sep 2026
Film Memburu Pemangsa Libatkan 3.000+ Siswa dalam Kampanye Perlindungan Diri, Ajak Warga Blok M Untuk Gerakkan #JagaAnakAnak, serta Hadirkan Kolaborasi 1 Juta Cup untuk Perkuat Awareness Perlindungan Anak!
NEWS

Film Memburu Pemangsa Libatkan 3.000+ Siswa dalam Kampanye Perlindungan Diri, Ajak Warga Blok M Untuk Gerakkan #JagaAnakAnak, serta Hadirkan Kolaborasi 1 Juta Cup untuk Perkuat Awareness Perlindungan Anak!

Film Memburu Pemangsa tayang mulai 24 September 2026 di bioskop! Jakarta, 10 September 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop pada 24 September 2026, film Memburu Pemangsa persembahan Sinemaku Pictures menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan yang bertujuan membangun awareness tentang ruang aman bagi anak-anak. Mulai dari berdiskusi dengan anak-anak sekolah, hingga kolaborasi strategis demi menjangkau publik luas.Kampanye #JagaAnakAnak Goes to SchoolSinemaku Pictures bersama film Memburu Pemangsa membawa kampanye #JagaAnakAnak ke lingkungan pendidikan. Dalam dua hari, kampanye ini menjangkau sekitar total 3.000 siswa di SMK Pustek Serpong dan SMAN 2 Kota Serang melalui rangkaian edukasi mengenai perlindungan anak yang dikemas lewat talkshow dan game interaktif.Kampanye #JagaAnakAnak ini masih akan berlanjut ke sekolah-sekolah di berbagai kota lainnya. Kampanye ini turut dihadiri sutradara Memburu Pemangsa Umay Shahab, pemeran Taskya Namya, dan Sadam Permana, tokoh muda inspiratif yang dikenal lewat konten-kontennya di media sosial yang banyak mengedukasi generasi muda.Momentum ini menjadi upaya untuk mengajak para siswa saling menjaga diri dan lingkungan dari predator yang memburu anak-anak. Kampanye ini menjadi penting karena hingga saat ini kasus penculikan dan kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tergolong tinggi. “Kementerian PPPA mencatat 35.920 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2025. Kasus-kasus ini banyak terjadi di ruang terdekat anak,” ujar sutradara film Memburu Pemangsa Umay Shahab mengenai pentingnya membawa kampanye Jaga Anak-Anak di lingkungan sekolah.“Ketika saya kecil pun, banyak melihat anak-anak seumuran saya yang menjadi korban dari kekerasan para penjahat. Itu yang membuat kenapa saya merasa penting, saat memiliki kesempatan, membuat film yang menjadi keresahan saya dan banyak orang. Dan cerita serta isu sepenting ini belum ada yang mengangkatnya,” tambah Umay Shahab. Umay berharap kampanye #JagaAnakAnak ini juga menyadarkan banyak orang termasuk para siswa dan guru di lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan aman dan mencegah terjadinya kejahatan.Bersama Warga Blok M Berkomitmen Ciptakan Ruang Publik AmanFilm Memburu Pemangsa sempat melakukan Talkshow yang dipandu oleh ‘Gubernur Blok M’ Arvino dan salah satu personel trio NPD, Niky Putra. Dalam momen itu juga turut dirilis trailer dan poster film Memburu Pemangsa, serta sesi diskusi bersama jajaran pemeran Laura Basuki, Taskya Namya, Yasamin Jasem dan Rifnu Wikana.“Dari film ini saya merasa bahwa manusia itu bisa lebih keji daripada setan sebenarnya. Jadi kejahatan itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Rasanya kasihan dan miris, ketika anak-anak yang harus terus aware menjaga diri mereka.Jangan terus menerus menyalahkan ‘Oh mungkin karena dia jalan sendiri', 'Oh karena dia pakai baju terlalu terbuka’, ya yang dibenerin harusnya kita sebagai orang dewasa, dan orang dewasa harus ikut menjaga keamanan anak-anak,” ujar Laura Basuki.Tak hanya dukungan untuk menciptakan wilayah yang berkomitmen melawan pemangsa anak, di Blok M jajaran pemeran bersama warga Blok M juga turut terlibat dalam kegiatan permainan interaktif. Permainan interaktif ini hadir lewat kolaborasi Sinemaku Pictures bersama XSpace Indonesia, salah satu hiburan escape room yang menggabungkan role-play, teka-teki, dan elemen horor interaktif.Banyak dari warga di Blok M pun sangat antusias menyambut Memburu Pemangsa.Tak hanya ikut dalam sesi talkshow, namun mereka juga ikut bermain permainan interaktif yang dibuat oleh Xspace Indonesia.Kolaborasi XSpace Indonesia dan Kopi NakoBersama XSpace Indonesia, film Memburu Pemangsa membawa pengalaman berburu dari layar ke dunia nyata melalui immersive experience yang akan membawa penonton ke sebuah misi investigasi dan perburuan. Nuansa horror-crime-action di film juga akan dihidupkan, dengan permainan dan misi yang akan dirasakan langsung oleh pengunjung di wahana XSpace di Pasaraya Blok M.Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman imersif film Memburu Pemangsa pada 14 September–11 Oktober 2026 di XSpace Pasaraya Blok M.Dengan kolaborasi bersama XSpace Indonesia, penonton film Memburu Pemangsa nantinya juga bisa merasakan pengalaman berburu seperti karakter 4 jurnalis di film. Kolaborasi ini memperluas pengalaman Memburu Pemangsa dari layar bioskop ke ruang imersif, dengan mengajak peserta terlibat langsung dalam permainan yang terinspirasi dari dunia dan cerita film.Di luar bioskop, Memburu Pemangsa juga memperluas kampanye #JagaAnakAnak melalui kolaborasi bersama Kopi Nako. Mulai 7 September 2026, sebanyak 1 juta cup Kopi Nako x Memburu Pemangsa resmi hadir di 57 gerai Kopi Nako di berbagai wilayah Indonesia.“Ketika diajak bekerja sama dengan Sinemaku Pictures, kami sangat tertarik karena mempunyai pesan yang sangat positif. Bagaimana menyuarakan isu tentang #JagaAnakAnak untuk bisa cepat sampai langsung ke masyarakat, yaitu dalam bentuk visual, yang disampaikan dalam sebuah cup. Biarkan cup Kopi Nako berbicara kepada customer kami. Terkadang, sebuah pesan yang baik bisa dimulai dari hal kecil yang kita temui sehari-hari.” ujar Chief Creative & Marketing Kanma Group, Robert Wanasida.Melalui kolaborasi tersebut, pesan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, bahkan di luar ruang bioskop.Film Memburu Pemangsa juga riset sejak tahap pengembangan cerita. Dalam prosesnya, tim menggandeng Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi untuk menyentuh isu yang nyata.Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026
VIDEO
Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!
MOVIE
4.0

Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!

Ada film yang sejak awal memang ingin membuat penontonnya menangis. Namun, ada juga film yang tidak perlu melakukan itu karena ceritanya sendiri sudah cukup kuat untuk membuat kita tersentuh. Dear You (2026) termasuk salah satunya.Disutradarai sekaligus ditulis oleh Hongchun Lan, Leng Yang, Xuanxuan Zheng, dan Liyun Zhu, film ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa hangat dan manusiawi.Dibintangi oleh Sitong Li sebagai Xie Nanzhi, Yantong Wang sebagai Zheng Musheng, Shaoqing Wu sebagai Old Ye Shurou, Runqi Zheng sebagai Xiaowei, Xiaohui Wang sebagai Young Ye Shurou, Shuguang Zhao sebagai Xie Zehua, Deru Li sebagai Auntie Ru, Shuhao Li sebagai Father of Chuyuan, serta Usha Seamkhum sebagai Old Xie Nanzhi, film ini perlahan mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup para karakternya.Film ini tidak menawarkan cerita yang spektakuler atau penuh kejutan, tetapi karena film ini berhasil memberikan banyak rasa dalam satu cerita.Filmnya Terasa Hangat Hal pertama yang paling terasa dari Dear You adalah kehangatannya.Film ini punya kemampuan untuk membuat penonton tersenyum, tertawa, terharu, bahkan merasa sedikit sesak di beberapa momen. Menariknya, semua emosi tersebut muncul dengan cukup natural.Film ini tidak terasa seperti sedang memaksa kita untuk menangis. Tidak ada adegan yang terasa sengaja dibuat terlalu melodramatis hanya demi mendapatkan air mata penonton. Sebaliknya, emosi dibangun perlahan melalui hubungan antarkarakter, pengalaman hidup, pilihan yang mereka ambil, serta berbagai hal sederhana yang mereka lalui.Justru karena tidak terlalu memaksa, ketika sebuah adegan emosional datang, dampaknya terasa lebih kuat.Ada sesuatu yang sederhana tetapi relatable dari perjalanan para karakternya. Kita bisa melihat bagaimana waktu, keadaan, hubungan, dan berbagai keputusan dalam hidup perlahan membentuk seseorang.Dan ketika melihat perjalanan tersebut sampai ke titik tertentu, kita sebagai penonton seolah ikut merasakan perjalanan hidup mereka.Jalan Ceritanya Mudah Untuk DiikutiSalah satu kekuatan Dear You adalah cara film ini bercerita.Alurnya memang cenderung pelan. Jadi, buat penonton yang terbiasa dengan film dengan tempo cepat atau cerita yang dipenuhi konflik besar, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.Namun, menurut minpas justru tempo yang pelan ini menjadi salah satu kekuatan film.Dear You tidak terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Film memberikan cukup banyak ruang bagi para karakter untuk berkembang dan bagi penonton untuk mengenal mereka.Ceritanya juga tidak dipenuhi twist yang aneh-aneh atau kejutan yang sengaja dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut.Sebaliknya, film memilih untuk membangun cerita dari hal-hal sederhana.Setiap adegan terasa memiliki fungsi. Perlahan-lahan kita mulai memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.Karena itulah ketika cerita akhirnya sampai pada bagian-bagian emosionalnya, kita sudah cukup peduli terhadap karakter-karakternya.Jadi, meskipun secara premis cerita Dear You mungkin terdengar sederhana, eksekusinya membuat perjalanan tersebut tetap menarik untuk diikuti.Akting Para Pemain yang MeyakinkanDari sisi akting, para pemain Dear You juga memberikan performa yang cukup solid.Sitong Li sebagai Xie Nanzhi mampu membawa karakter tersebut dengan cukup natural. Begitu juga dengan Yantong Wang sebagai Zheng Musheng yang mampu memberikan dinamika menarik dalam hubungan antarkarakter.Namun, salah satu hal yang menurut MINPAS patut diapresiasi adalah pemilihan pemeran untuk karakter dalam versi muda dan tua.Kemiripan fisik antara pemeran karakter ketika masih muda dengan versi mereka ketika sudah tua terasa cukup meyakinkan. Hal ini memang terlihat seperti detail kecil, tetapi sangat membantu menjaga kontinuitas cerita.Ketika sebuah karakter diperlihatkan dalam dua fase kehidupan yang berbeda, kita tidak merasa sedang melihat dua orang yang benar-benar berbeda. Ada kemiripan dari wajah maupun aura yang membuat perjalanan waktu dalam cerita terasa lebih masuk akal.Selain itu, performa para pemain juga terasa pas dengan karakter masing-masing. Tidak ada yang terasa terlalu berlebihan atau berusaha mencuri perhatian.Semuanya bermain dalam porsinya masing-masing dan saling melengkapi.Punya Visual yang CantikSelain ceritanya yang hangat, Dear You juga menawarkan visual yang cantik.Film ini membawa penonton kembali ke atmosfer China pada era 1950-an hingga 1970-an, dan detail periodenya terasa cukup hidup.Mulai dari kostum, lingkungan, suasana kota, interior tempat tinggal, hingga berbagai detail kecil yang ada di dalam frame, semuanya membantu membangun atmosfer zamannya.Film tidak hanya sekadar mengganti pakaian karakter dengan kostum klasik, tetapi juga berusaha membuat dunianya terasa seperti sebuah tempat yang benar-benar ditinggali oleh para karakter.Sinematografinya pun terasa nyaman untuk dinikmati, penggunaan warna dan pencahayaan mendukung nuansa hangat yang menjadi salah satu identitas film ini. Ada banyak shot yang terasa sederhana, tetapi tetap indah karena mampu menangkap atmosfer dan emosi dari sebuah adegan.Visualnya tidak terasa terlalu berlebihan atau dibuat hanya untuk terlihat cantik. Justru kesederhanaannya yang membuat Dear You terasa semakin dekat dengan cerita yang ingin disampaikan.Film Yang Punya Banyak RasaHal menarik lainnya adalah bagaimana Dear You mampu mencampurkan berbagai macam emosi tanpa membuatnya terasa berantakan.Ada komedi yang bisa membuat kita tersenyum, ada juga momen-momen romantis yang terasa manis.Ada pula drama keluarga dan kehidupan yang perlahan membawa cerita ke arah yang lebih emosional.Perpindahan dari satu emosi ke emosi lainnya juga terasa cukup natural. Film tidak terus-terusan berada dalam suasana sedih, sehingga ketika sebuah momen emosional datang, efeknya justru terasa lebih kuat.Inilah salah satu alasan mengapa Dear You bisa terasa begitu hangat.Film ini seperti mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah hanya berisi satu jenis emosi.Ada bahagia, ada sedih, ada kehilangan, ada tawa, ada penyesalan, dan ada kenangan yang tetap tinggal meskipun waktu terus berjalanEnding yang PasBagian ending juga menjadi salah satu hal yang membuat film ini berhasil.Dear You tidak memilih untuk menutup ceritanya dengan cara yang terlalu berlebihan, film ini memberikan sebuah penyelesaian yang terasa sesuai dengan perjalanan yang sudah dibangun sejak awal, tidak perlu terlalu banyak drama tambahan atau memaksakan twist besar, tapi setelah film selesai, ada perasaan seperti masih ingin memikirkan perjalanan mereka.KesimpulanDear You adalah salah satu film Asia yang paling berkesan tahun ini. Film ini memang sederhana, alurnya juga cenderung pelan dan tidak menawarkan banyak kejutan besar , justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatannya.Dear You adalah film yang hangat, lucu, sedih, romantis, dan menyentuh tanpa terasa menggurui.Film ini tidak memaksa kita untuk mencintai karakternya tapi film ini hanya memberikan waktu kepada kita untuk mengenal mereka, mengikuti perjalanan mereka, dan akhirnya membiarkan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan genre film keluarga yang hangat, Dear You layak banget masuk daftar tontonan kalian.

Abdul Haris 08 Aug 2026
Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan!
NEWS

Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan!

Teaser Trailer BAPAK PALING JUJUR Perlihatkan Kekacauan Jonas Prakoso di Tengah Kampanye. Jakarta, 3 September 2026 — Apa jadinya kalau seorang calon gubernur tiba-tiba tidak bisaberbohong? Pertanyaan sederhana itu menjadi awal kekacauan dalam BAPAK PALING JUJUR, film komedi karya sutradara Fajar Nugros yang hari ini merilis teaser trailer resminya. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Oktober 2026.Di film ini, Jonas Prakoso (Andovi da Lopez) adalah calon gubernur yang tahu betul bagaimana memenangkan hati rakyat. Ia punya program, janji kampanye, strategi, dan tentu saja citra yang harus dijaga. Semuanya disiapkan agar terlihat meyakinkan di depan publik.Sampai sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas tidak bisa lagi berbohong. Tidak bisa mengelak. Tidak bisa memberi jawaban aman. Tidak bisa mengatakan apa yang seharusnya dikatakan hanya demi menjaga citra. Apa yang ada di kepala, keluar begitu saja.Dan masalahnya, kejujuran tidak selalu enak didengar.Dalam teaser trailer, kutukan tersebut mulai membuat hidup Jonas berantakan. Di tengah kampanye, apa yang seharusnya menjadi janji dan pencitraan justru berubah menjadi pengakuan yang tidak pernah direncanakan. Bahkan di rumah, kejujuran Jonas mulai menimbulkan masalah dengan istrinya, Vanny (Claresta Taufan).Jonas yang selama ini tahu bagaimana mengontrol citranya, kini tidak lagi bisa mengontrol mulutnya sendiri. Dan di situlah kekacauan Jonas benar-benar dimulai. Karena ternyata, berkata jujur terus-terusan juga bukan perkara mudah.“Teaser ini baru awalnya. Yang menarik justru apa yang terjadi setelah Jonas nggak bisa bohong lagi. Kalau seorang calon pemimpin benar-benar harus ngomong jujur setiap saat, kira-kira hidupnya bakal lebih baik atau malah makin kacau?” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR.“Situasi Jonas memang absurd, tapi justru itu yang membuatnya menarik. Kami nggak ingin menggurui atau menghakimi siapa pun. Kami ingin penonton melihat situasi yang konyol, tertawa, lalu mungkin sadar bahwa apa yang mereka tertawakan sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka sendiri.” ujar Fajar Nugros, Sutradara BAPAK PALING JUJUR.Disutradarai oleh Fajar Nugros, BAPAK PALING JUJUR diadaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate. Film ini dibintangi oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla Purnama, David Nurbianto, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki N. Firmansyah, Jeremy Teti, Elwina Ceritain, Mieke Shahir dan deretan pemain lainnya.BAPAK PALING JUJUR merupakan film ketiga Cahaya Pictures setelah Satu Imam Dua Makmum dan Pesugihan Sate Gagak. Informasi terbaru mengenai film BAPAK PALING JUJUR dapat diikuti melalui akun Instagram @cahayapictures_id dan TikTok @cahayapicturesidBAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
VIDEO
Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober Mendatang!
NEWS

Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober Mendatang!

Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, "Lobang Buaya", resmi merilis official trailer dan final poster.Diproduksi oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia tahun 1964. Karya ini menjadi wadah eksplorasi kreatif Hanung Bramantyo dalam menangkap perasaan “horror” kolektif yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan September, serta kritik pedas untuk kondisi masyarakat yang relevan sampai saat ini.Visual pada final poster langsung menampilkan kengerian yang menjadi benang merah cerita : sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang wanita. Poster penuh teka-teki ini merefleksikan teror sentral yang akan dihadapi para penonton di dalam film.Sementara itu, official trailer mengajak penonton mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang ditugaskan membongkar motif di balik pembunuhan berantai setiap tanggal 30 di Desa Lobang Buaya.Baskara Mahendra, pemeran karakter Soegeng, menuturkan bahwa penonton akan diajak menyusun potongan petunjuk bersama karakternya“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ dibalik misteri pembunuhan berantai ini. Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang ga cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara MahendraHanung Bramantyo menegaskan bahwa pendekatan horor dipilih secara sadar untuk membedah rasa takut yang dirasakan publik terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada masa tersebut, yang masih berlanjut sampai saat ini.“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ‘65? Jawabannya adalah horor. Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas.” tutur Hanung.Film Ini Menceritakan :Setahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai terhadap para tokoh desa. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.Saat rumor mengenai "Hantu Bolong" merebak dan tensi sosial kian memanas, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus mencari tahu dalang pembantaian tersebut.Namun, teror tidak berhenti di situ. Istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan. Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng membuka tabir bahwa kekacauan di desa maupun di rumahnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.Jadwal Tayang Film Lobang BuayaFilm "Lobang Buaya" dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor kawakan Mathias Muchus.Film "Lobang Buaya" dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai penjualan tiket dan materi promosi dapat diakses via media sosial resmi @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026