IT’S MY TIME hadir sebagai film drama-komedi keluarga yang membawa kisah sederhana, tetapi dikembangkan menjadi sebuah cerita yang hangat, inspiratif, sekaligus cukup emosional. Film ini digarap oleh Xue Bai, yang juga menjadi salah satu penulis naskah bersama Yan Sun dan Yizhou Xu.
Mengangkat dunia kompetisi Rubik’s Cube, film ini tidak hanya berbicara tentang kejuaraan dan kemampuan memecahkan kubus warna-warni tersebut. Di balik kompetisinya, IT’S MY TIME justru menawarkan cerita tentang keluarga, persahabatan, kesempatan kedua, serta keberanian untuk membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.
Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Inspiratif

Salah satu daya tarik utama IT’S MY TIME adalah bagaimana film ini terinspirasi dari kisah nyata Zhao Wenying, seorang guru pensiunan asal Zhejiang, Tiongkok, yang berhasil menjadi orang tercepat menyelesaikan Magic Cube/Rubik’s Cube dengan mata tertutup pada usia 70 tahun.
Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita fiksi yang lebih dramatis melalui karakter Zhao Yanhong. Film tidak sekadar menjadikan kemampuan bermain Rubik sebagai gimmick, tetapi menggunakannya sebagai simbol bahwa seseorang masih bisa mengejar sesuatu yang baru, bahkan ketika banyak orang menganggap usia seharusnya menjadi batas.
Hal tersebut membuat perjalanan Zhao Yanhong terasa lebih bermakna. Ia bukan sekadar ingin memenangkan sebuah kompetisi, tetapi juga ingin membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahwa kesempatan untuk berkembang tidak pernah benar-benar berhenti.
Cerita Sederhana dengan Konflik yang Cukup Kompleks

Pada dasarnya, cerita IT’S MY TIME cukup mudah untuk diikuti. Penonton diajak melihat perjalanan Zhao Yanhong, seorang perempuan yang kemudian menemukan tantangan baru melalui dunia Rubik’s Cube.
Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Film memasukkan berbagai konflik personal dan keluarga yang membuat ceritanya menjadi lebih kompleks.
Di satu sisi terdapat ambisi Zhao Yanhong untuk membuktikan kemampuannya. Di sisi lain, ia harus berhadapan dengan berbagai persoalan yang muncul dari hubungan keluarga, persahabatan, masa lalu, hingga orang-orang yang berada di sekitarnya.
Menariknya, film mampu menjaga keseimbangan antara konflik tersebut dengan unsur komedi. Ketika dramanya mulai terasa berat, humor dari karakter-karakternya mampu memberikan ruang bernapas sehingga film tidak terasa terlalu melodramatis.
Hasilnya adalah sebuah cerita yang terasa hangat, lucu, tetapi tetap memiliki konflik yang cukup kuat.
Michelle Yeoh Tampil Memikat sebagai Zhao Yanhong

Michelle Yeoh menjadi salah satu kekuatan utama film melalui perannya sebagai Zhao Yanhong.
Penampilannya mampu membawa karakter yang terlihat sederhana menjadi sosok yang memiliki motivasi dan perjalanan emosional yang kuat. Zhao Yanhong bukan karakter yang dibuat sempurna. Ia memiliki keraguan, masalah, serta berbagai tantangan yang membuat perjalanan karakternya terasa lebih manusiawi.
Michelle Yeoh juga berhasil menghadirkan sisi komedi dan emosional dari karakternya secara seimbang. Chemistry yang dibangunnya dengan para pemain lain menjadi salah satu aspek yang membuat hubungan antarkarakter terasa natural.
Chemistry Para Pemain Menjadi Kekuatan Film

Selain Michelle Yeoh, Li Haoran juga memberikan penampilan yang menarik sebagai Wu Youwei, mantan juara Rubik terkenal yang kini terlilit hutang.
Karakter Wu Youwei menjadi pasangan yang menarik bagi perjalanan Zhao Yanhong. Ia membawa pengalaman dari dunia kompetisi, tetapi kehidupannya sendiri sedang berada dalam kondisi yang tidak ideal. Perbedaan karakter dan latar belakang keduanya membuat interaksi mereka terasa menarik untuk diikuti.
Sementara itu, SaRina tampil sebagai Shuzhen, sahabat Zhao Yanhong sejak kecil. Shuzhen merupakan karakter yang gemar membuat keributan dan menghadirkan banyak momen komedi, tetapi di balik sifat tersebut ia merupakan sosok yang sangat setia kepada sahabatnya.
Kehadiran Shuzhen memberikan warna tersendiri terhadap film. Hubungannya dengan Zhao Yanhong juga memperlihatkan bahwa persahabatan yang telah dibangun sejak lama bisa menjadi salah satu sumber dukungan terbesar ketika seseorang menghadapi masa sulit.
Kemudian ada Tongshen Han sebagai Lao Wan, anak Zhao Yanhong, dan Xi Qi sebagai Manting, istri Lao Wan.
Kehadiran keduanya memperkuat sisi drama keluarga dalam film. Hubungan antara Zhao Yanhong dengan anaknya menjadi salah satu elemen yang membuat cerita tidak hanya berfokus pada kompetisi Rubik, tetapi juga tentang bagaimana keputusan seseorang dapat memengaruhi keluarganya.
Secara keseluruhan, chemistry antarpemain terasa sangat baik. Interaksi mereka tidak terasa kaku dan justru menjadi salah satu alasan mengapa sisi komedi maupun drama keluarga dalam film dapat bekerja dengan efektif.
Perpaduan Komedi, Drama Keluarga, dan Kisah Inspiratif

Salah satu hal yang membuat IT’S MY TIME menarik adalah keberhasilannya menggabungkan beberapa genre sekaligus.
Film ini memiliki komedi yang cukup menghibur, terutama melalui karakter-karakter pendukung dan interaksi antartokohnya.
Kemudian terdapat drama keluarga yang memberikan bobot emosional. Konflik yang terjadi bukan hanya mengenai kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga mengenai hubungan antara orang tua dan anak, persahabatan, serta bagaimana seseorang menghadapi perubahan dalam hidupnya.
Di atas semuanya, terdapat unsur inspiratif yang menjadi jantung cerita.
Film ingin menunjukkan bahwa seseorang tidak harus berhenti mengejar impian hanya karena usia terus bertambah. Justru ketika seseorang memiliki kemauan, keberanian, dan ketekunan, selalu ada kemungkinan untuk memulai sesuatu yang baru.
Transisi dan Sinematografi yang Menunjang Cerita

Dari sisi teknis, IT’S MY TIME juga memiliki kualitas visual yang cukup menarik.
Transisi antarscenenya terasa rapi dan membantu menjaga ritme cerita. Film tidak hanya berpindah dari satu konflik ke konflik lain secara konvensional, tetapi menggunakan visual dan editing untuk membuat perjalanan karakter terasa lebih dinamis.
Sinematografinya juga menjadi salah satu aspek yang patut diapresiasi.
Hal tersebut paling terasa ketika film memasuki adegan-adegan kejuaraan Rubik. Momen kompetisi dibuat dengan cukup intens sehingga aktivitas memutar Rubik yang secara sederhana mungkin terlihat biasa dapat berubah menjadi adegan yang menegangkan.
Close-up pada Rubik, ekspresi para peserta, pergerakan tangan, serta tempo editing membuat penonton ikut merasakan tekanan ketika waktu terus berjalan.
Walaupun penonton mungkin tidak terlalu memahami teknik menyelesaikan Rubik, penyajian visual tersebut tetap mampu membuat kompetisinya terasa menegangkan..
Punya Pesan Mendalam Bahwa Usia Bukanlah Batasan

Pada akhirnya, pesan terbesar yang ingin disampaikan IT’S MY TIME adalah bahwa usia tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan.
Film ini memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang tidak otomatis hilang hanya karena usia bertambah.
Selama masih memiliki kemauan untuk belajar, berusaha, dan mencoba, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk mencapai sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Pesan tersebut terasa semakin kuat karena cerita film berangkat dari inspirasi kisah nyata. Keberhasilan seseorang di usia lanjut dalam menguasai sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi menjadi pengingat bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai.
IT’S MY TIME juga secara tidak langsung mengajak penonton untuk tidak terlalu cepat menilai kemampuan seseorang berdasarkan umur.
Karena terkadang, yang membedakan seseorang yang berhasil dengan mereka yang menyerah bukanlah usia, melainkan kemauan untuk terus mencoba.
Kesimpulan

Secara keseluruhan, IT’S MY TIME merupakan film drama-komedi keluarga yang berhasil menghadirkan kisah kompetisi Rubik dengan pendekatan yang hangat dan inspiratif.
Cerita yang terinspirasi dari kisah nyata Zhao Wenying menjadi fondasi yang menarik untuk mengembangkan perjalanan Zhao Yanhong. Konfliknya memang cukup kompleks karena tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menyentuh persoalan keluarga, persahabatan, kehidupan, dan kesempatan kedua.
Penampilan Michelle Yeoh ,Li Haoran, SaRina, Tongshen Han, dan Xi Qi dengan chemistry para pemain terasa kuat sehingga unsur komedi maupun drama keluarga dapat berjalan dengan baik..
IT’S MY TIME pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang memenangkan kompetisi Rubik, tetapi tentang bagaimana seseorang berani membuktikan bahwa dirinya masih mampu bermimpi, mencoba, dan mencapai sesuatu yang luar biasa.
Film ini cukup bagus dan recommended untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bertema kejuaraan, film keluarga yang hangat, serta drama-komedi yang dibalut dengan kisah inspiratif.