Logo KTF KupasTuntasFilm

Ketika Harapan Menjadi Obat Film RUMAH SINGGAH Sebuah Persembahan untuk Semua yang Tak Kenal Menyerah

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 59 views

Rumah Singgah produksi dari SENARA, bekerjasama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, tayang mulai 27 Agustus 2026 di bioskop Indonesia


Setelah mencuri perhatian publik lewat video first look dan teaser trailer, film Rumah Singgah hari ini meluncurkan official poster dan official trailer. Diproduksi oleh SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures, film drama garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo, ide cerita oleh Celvin Jaya Hadi, dan penulisan skenario oleh Raditya ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Official poster Rumah Singgah menampilkan enam karakternya, yaitu Karla (Adhisty Zara), yang memegang sebuah origami besar, ditemani Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), Pika (Messi Gusti), Bu Andin (Dewi Irawan), dan Mang Didu (Aming). Mereka memandang ke atas dengan senyum yang menyiratkan harapan. Visual tersebut menjadi gambaran tentang semangat yang dihadirkan film ini, bahwa bahkan di tengah masa sulit, selalu ada alasan untuk tetap memandang ke depan.

Official trailer merupakan pengembangan dari video teaser yang dipublikasikan pada awal Juli lalu untuk membawa penonton lebih dekat dengan kehidupan para penghuni rumah singgah. Melalui trailer ini penonton mulai diajak mengenal mimpi, ketakutan, sekaligus alasan yang membuat mereka terus bertahan. Origami yang hadir di poster menjadi simbol perjuangan mereka mewujudkan bucket list yang berisi mimpi-mimpi sederhana namun begitu berarti ketika waktu terasa semakin berharga.

Sebelumnya, video teaser Rumah Singgah diiringi lagu "Surat Hati" yang dibawakan oleh Devano, memberikan warna emosional pengantar perjalanan Karla menuju rumah singgah. Dan di official trailer, nuansa emosional tersebut semakin kuat melalui iringan original soundtrack "Ampun Dunia" yang dibawakan oleh Bentara. Official trailer ini akan ditayangkan secara eksklusif di jaringan bioskop nasional selama satu minggu untuk mengoptimalkan pengalaman sinematik penonton dalam menikmati trailernya sebelum kemudian dirilis melalui kanal media sosial resmi film Rumah Singgah.


“Kisah film Rumah Singgah diceritakan melalui empat karakternya yang sedang menghadapi penyakit kanker. Mereka yang sedang berada di titik terendah dan tidak tahu berapa lama waktu yang dimiliki. Namun begitu, di tengah kondisi yang tidak menentu, digambarkan bahwa mereka tersenyum dan memilih tetap hidup sepenuhnya karena menemukan harapan dan cinta dari orang-orang yang selalu ada untuk mereka. Tidak hanya sesama penderita kanker, tapi juga karakter seperti Bu Andin dan Mang Didu, para caretaker yang selalu bersedia membantu dan tidak pernah menyerah. Film ini adalah persembahan untuk mereka,” ujar Hans Andreas, produser film Rumah Singgah dari SENARA.

SINOPSIS

Film Rumah Singgah mengisahkan Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari, harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengidap osteosarkoma, penyakit kanker tulang yang ganas. Ditengah kenyataan yang mengubah hidupnya, Karla tiba di sebuah rumah singgah, tempat bernaung bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Di sana ia disambut oleh Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah serta berkenalan dengan para penghuninya, Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti). Keempatnya perlahan membangun persahabatan di tengah kondisi penuh ketidakpastian yang harus mereka hadapi. Bersama Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang setia menemani hari-hari mereka, Karla beserta penghuni di rumah singgah mengawali perjalanannya yang baru, di mana mimpi yang hampir sirna menemukan secercah harapan.


“Rumah Singgah punya tempat yang istimewa di hatiku. Proses menjadi Karla adalah pengalamanku bertumbuh, bukan hanya sebagai aktor, tapi juga sebagai indvidu. Aku beruntung sekali dikelilingi oleh sutradara, teman-teman aktor, dan seluruh kru yang sangat mendukung selama prosesnya. Semoga kehangatan yang aku rasakan saat persiapan dan saat syuting, sampai juga ke hati penonton nanti,” tutur Adhisty Zara, pemeran Karla.


Rumah Singgah adalah produksi dari SENARA, bekerjasama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, ide cerita oleh Celvin Jaya Hadi, dan penulisan skenario oleh Raditya. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, Dewi Irawan, Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

More Recommendations

Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Di Bioskop!
NEWS

Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Di Bioskop!

Kolaborasi Dapur Film milik Hanung Bramantyo dan debut sutradara Dmaz Brodjonegoro, resmi rilis first-look tentang rahasia, luka, dan pengkhianatan.Jakarta, 26 Agustus 2026 — Di balik senyum hangat sebuah keluarga dan keintiman yang tampak sempurna, selalu ada luka yang disembunyikan rapat-rapat. Rasa sakit itu kini siap disingkap ke layar lebar melalui film drama paling dinanti tahun ini, "Beautiful Pain", yang secara resmi mengumumkan tanggal penayangan serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.Bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis tersebut, film ini meluncurkan potongan gambar dan cuplikan video perdana (first-look) yang langsung menebar atmosfer penuh tanda tanya, pekat akan ketegangan batin, dan sarat misteri tak terucap. Proyek prestisius ini sekaligus menandai babak baru dalam karier Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, berdampingan dengan perannya di depan kamera.Executive Producer sekaligus pemeran Nikita Mirzani membagikan antusiasmenya terhadap debut di belakang layarnya ini. “Melalui film Beautiful Pain, saya akhirnya mengambil langkah baru untuk mendukung sebuah cerita yang penting untuk dibicarakan. Film ini kami buat untuk kita semua yang pernah merasakan disakiti, dan saya berharap film ini dapat menciptakan diskusi yang penting nantinya.”Dalam penggarapannya, proyek ini menggandeng rumah produksi bereputasi tinggi Dapur Film milik sutradara kawakan Hanung Bramantyo, serta menjadi ajang unjuk kebolehan bagi sutradara debutan berbakat, Dmaz Brodjonegoro, dalam meramu konflik rumah tangga dan drama psikologis yang intens. Peluncuran materi first-look foto dan video melalui kanal media sosial resmi serta akun para pemeran utama, seperti Raihaanun, Baim Wong, dan Nikita Mirzani, langsung memantik tanda tanya besar. Pada first-look foto yang dirilis menyajikan teka-teki relasi yang kontras: sosok Raihaanun yang merengkuh kedua anaknya di pesisir pantai dengan tatapan dingin, di foto lainnya terlihat dalam momen intim antara Nikita Mirzani dan Baim Wong di ruang temaram, hingga foto yang menggambarkan kegetiran antara Niki dan Raihaanun, yang mengisyaratkan pengkhianatan besar. Sementara pada video first-look yang dirilis memperlihatkan lapisan trauma problematika rumah tangga yang mendalam, yang dialami oleh karakter Raihaanun. Di satu sisi, ia ingin bangkit meski hidup hanya bersama anak-anak, namun di sisi lain ia harus memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang pilihan tersebut.Ikut serta dalam memproduseri film ini, Hanung Bramantyo angkat bicara mengenai alasan yang dimilikinya. “Saya selalu senang dengan adanya suara-suara baru dalam perfilman. Dari awal saya sudah percaya dengan konsep yang dibawa oleh film ini, bagaimana representasi perjuangan sembuh dari trauma yang banyak dari kita pernah lalui. Saya harap film ini dapat menjadi refleksi bagi kita semua."Apakah kepedihan dan trauma mendalam yang dipikul Raihaanun berakar dari hubungan terlarang yang terjadi antara Baim Wong dan Nikita Mirzani?Mengusung pesan utama fight the trauma, film ini menyuguhkan sinopsis resmi yang menggetarkan. Beautiful Pain mengisahkan perjuangan seorang ibu tunggal yang berusaha bangkit dari jurang keterpurukan dan menemukan secercah harapan melalui karier barunya sebagai aktris. Namun, harapan itu runtuh seketika saat fitnah keji dan kasus pelecehan seksual menghancurkan nama baiknya hingga merenggut hak asuh atas buah hati tercintanya. Dikelilingi dukungan orang-orang terdekat, ia menolak untuk bungkam dan memilih berdiri teguh melawan ketidakadilan sistem yang bias demi merebut kembali kehormatan, keutuhan keluarga, serta suaranya sebagai seorang perempuan. Isu sensitif seputar KDRT, relasi kuasa, dan kekerasan seksual dibungkus dengan narasi dramatis yang berani dan menyentuh nurani.Sutradara Dmaz Brodjonegoro memberikan pernyataan mengenai apa yang ingin dibawakannya melalui film ini. “Beautiful Pain bukan hanya tentang trauma, tetapi tentang keberanian untuk bangkit dan merebut kembali suara. Saya berharap film ini mengajak penonton mempertanyakan siapa yang dipercaya, siapa yang dilindungi, dan seperti apa keadilan bagi mereka yang harus memperjuangkannya sendirian.”Kemegahan cerita Beautiful Pain dihidupkan oleh ansambel pemeran lintas generasi terbaik di industri perfilman Indonesia. Film ini mempertemukan kepiawaian akting Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, hingga Berliana Lovell. Sementara di jajaran kreatif, kursi penyutradaraan dipercayakan kepada Dmaz Brodjonegoro dengan Nikita Mirzani sebagai Executive Producer di bawah naungan bendera produksi Dapur Film.Film Beautiful Pain siap menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam dan menggugah kesadaran masyarakat di seluruh jaringan bioskop Tanah Air mulai 22 Oktober 2026. Pantau terus kabar terbaru, potongan adegan eksklusif, dan jadwal peluncuran trailer resmi melalui Akun media sosial resmi @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
16 Tahun Setelah Berpisah, Film Thanapat Bertemu Bua Nalinthip sebagai Bos Stasiun TV dan Petugas Keamanan !
NEWS

16 Tahun Setelah Berpisah, Film Thanapat Bertemu Bua Nalinthip sebagai Bos Stasiun TV dan Petugas Keamanan !

Enam belas tahun setelah hubungan mereka berakhir, dua mantan kekasih dipertemukan kembali dalam keadaan yang jauh berbeda. Rangsiman telah menjadi pemimpin sebuah stasiun televisi, sedangkan Daran harus bekerja sebagai petugas keamanan demi menghidupi keluarganya.Pertemuan yang canggung itu menjadi awal cerita drama Thailand To Love and Cherish. Dibintangi Film Thanapat Kawila dan Bua Nalinthip Sakulongumpai, drama romantis ini kini dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia.To Love and Cherish, yang memiliki judul asli Rak, mengikuti perjalanan Rangsiman dan Daran. Ketika masih muda, keduanya pernah saling mencintai. Namun, sebuah keputusan besar membuat Daran memilih mengakhiri hubungan tersebut dan meninggalkan luka yang terus dibawa Rangsiman hingga dewasa.Dalam wawancara dengan media Thailand Khaosod, Bua Nalinthip menjelaskan, “To Love and Cherish memperlihatkan berbagai bentuk cinta. Penggerak utama ceritanya adalah dua orang yang pernah menjadi cinta pertama satu sama lain, kemudian berpisah dan sama-sama membawa luka ketika kembali bertemu.”Menurut Bua, Daran merupakan karakter yang terbiasa menyimpan perasaan dan memikul semua persoalan seorang diri. Tantangan dalam memerankan karakter tersebut adalah menyampaikan tekanan batin Daran melalui ekspresi dan tatapan, terutama ketika ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara terbuka.Film Thanapat juga melihat Rangsiman sebagai karakter yang menyimpan banyak hal tanpa mengatakannya. Meskipun kehidupannya telah berubah setelah lebih dari satu dekade, sebagian dari dirinya masih membawa hati dan luka Rangsiman muda. Kebohongan enam belas tahunDikutip dari TrueVisions, kebohongan yang disampaikan Daran 16 tahun lalu melukai Rangsiman, tetapi pada saat yang sama melindungi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan mereka. Ketika keduanya kembali bertemu sebagai orang asing, rahasia yang selama ini disimpan Daran perlahan mulai sulit dipertahankan. Masa lalu tersebut kembali mendekati mereka ketika Daran menerima pekerjaan sebagai petugas keamanan di MJTV, stasiun televisi yang dipimpin Rangsiman. Bagi Daran, pekerjaan itu diperlukan untuk membantu biaya pengobatan ibunya dan menopang keluarganya. Namun, keputusannya bekerja di sana justru membawanya kembali kepada orang yang selama ini berusaha ia hindari.Perbedaan keadaan mereka membuat pertemuan itu semakin rumit. Daran yang dahulu dikenal sebagai pelajar berprestasi dengan masa depan menjanjikan kini harus mengesampingkan impiannya. Sementara itu, Rangsiman telah tumbuh menjadi figur berkuasa, tetapi belum sepenuhnya terbebas dari kemarahan akibat perpisahan mereka.Pertemuan Film dan Bua sekaligus menghadirkan pasangan baru dalam drama Thailand. Kepada Khaosod, Film mengaku belum pernah bekerja atau berbincang dengan Bua sebelum proyek ini. Namun, ketika mulai beradu akting, keduanya merasa mudah menyelaraskan permainan. Bua juga menilai Film sebagai rekan yang mampu berkomunikasi kuat melalui tatapan.Perjalanan Rangsiman dan Daran pada masa muda diperankan Aston Ratiphat Luengvoraphan dan Neeya Makela. Kehadiran dua aktor muda ini membantu penonton melihat perubahan hubungan mereka, dari cinta pertama yang hangat hingga pengalaman pahit yang membentuk kedua karakter ketika dewasa.Selain Film Thanapat, Bua Nalinthip, Aston Ratiphat, dan Neeya Makela, drama ini juga dibintangi Boss Chaikamon Sermsongwittaya, Pond Ponlawit Ketprapakorn, Carissa Springett, Pym Pympan Chalayanacupt, serta Freya Panisara Krittikulpakin.To Love and Cherish memperlihatkan bagaimana keputusan yang dibuat atas nama cinta dapat memengaruhi kehidupan banyak orang. Rangsiman dan Daran mungkin masih memiliki perasaan yang sama, tetapi mereka tidak dapat melanjutkan hubungan tersebut tanpa terlebih dahulu menghadapi kebohongan, kemarahan, dan konsekuensi dari pilihan 16 tahun lalu.Drama Thailand berjumlah 10 episode ini disutradarai Chudapa Chantakett dan diadaptasi dari novel Rak karya Ratree Prayer. To Love and Cherish dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia.

Admin Kupas Tuntas Film 05 Sep 2026
VIDEO
Film Kung Fu Soccer : Stephen Chow Kembali dengan Kekocakan Kung Fu dan Sepak Bola!
MOVIE
3.5

Film Kung Fu Soccer : Stephen Chow Kembali dengan Kekocakan Kung Fu dan Sepak Bola!

Setelah cukup lama tidak menghadirkan film layar lebar sebagai sutradara, Stephen Chow akhirnya kembali dengan Kung Fu Soccer (2026).Film aksi, komedi, dan olahraga ini menjadi salah satu proyek yang paling menarik perhatian karena membawa kembali formula yang pernah membuat Shaolin Soccer (2001) begitu ikonik: sepak bola, seni bela diri, aksi berlebihan, komedi absurd, serta karakter-karakter underdog yang berusaha membuktikan kemampuan mereka. Film ini juga menjadi film layar lebar pertama Chow sebagai sutradara setelah The New King of Comedy (2019).Namun, Kung Fu Soccer bukan sekadar mengulang cerita Shaolin Soccer. Kali ini Stephen Chow mengarahkan cerita kepada sebuah tim sepak bola wanita bernama Emei yang harus menghadapi berbagai tantangan dalam turnamen Supreme Invincible Cup. Tim tersebut dipimpin oleh Shuangshuang yang diperankan Zhang Xiaofei, bersama Yu Long yang diperankan Dilraba Dilmurat dan Xu Feng yang diperankan Yixing Zhang.Kembali Ke Formula Stephen ChowSalah satu alasan utama mengapa Kung Fu Soccer terasa menarik adalah karena film ini benar-benar membawa kembali gaya penyutradaraan Stephen Chow.Stephen Chow masih sangat memahami bagaimana menggabungkan komedi slapstick, ekspresi wajah yang berlebihan, dialog kocak, adegan aksi yang tidak masuk akal, serta momen-momen yang sengaja dibuat absurd. Bahkan ketika pertandingan sepak bola berlangsung serius, selalu ada saja kejadian yang membuat suasananya berubah menjadi komedi. Inilah yang membuat film ini terasa seperti karya Stephen Chow.Ada banyak adegan yang seolah-olah mengatakan kepada penonton bahwa mereka tidak perlu terlalu serius ketika menonton film ini. Logika dan hukum fisika bisa ditinggalkan sementara karena yang ingin diberikan Chow adalah hiburan.Konsep kung fu yang diterapkan ke dalam sepak bola juga menjadi daya tarik tersendiri. Tendangan, gerakan tubuh, dan berbagai teknik bela diri dikemas seperti sebuah pertarungan besar, tetapi tetap dengan sentuhan humor.Buat penggemar Shaolin Soccer, formula seperti ini tentu akan terasa sangat familiar.Bahkan secara konsep, Kung Fu Soccer bisa dianggap sebagai penerus spiritual Shaolin Soccer, bukan sekadar film olahraga biasa. Keduanya sama-sama memadukan seni bela diri dengan sepak bola dan menghadirkan kelompok underdog yang harus berjuang menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih kuat.Akting Para Pemain Yang ApikDari sisi akting, jajaran pemain Kung Fu Soccer tampil cukup baik.Zhang Xiaofei sebagai Shuangshuang mampu menjadi pusat perhatian sebagai karakter utama. Ia bisa membawa sisi serius ketika cerita membutuhkannya, tetapi juga mampu mengikuti ritme komedi yang menjadi identitas film.Dilraba Dilmurat juga memberikan penampilan yang menyenangkan. Kehadirannya memberikan energi tersendiri, terutama ketika film mulai memasuki bagian pertandingan.Sementara Yixing Zhang juga cukup menarik sebagai bagian penting dari perjalanan tim.Selain ketiganya, film ini diperkuat oleh deretan pemeran pendukung seperti Mi Ai, Jin Au-Yeung, Louis Cheung, Sisley Choi, Jacob Gau, Carina Lau, Jiayue Li, Zhao Lina, Takeru Satoh, Larine Tang, Jimmy O. Yang, dan Isabelle Zhang.Menariknya, film ini juga membawa sejumlah nama besar Asia sebagai bagian dari jajaran pemainnya. Takeru Satoh dan Carina Lau menjadi salah satu nama yang cukup mencuri perhatian dari jajaran cast.Ceritanya Sederhana , Namun KuatDari segi cerita, Kung Fu Soccer tidak mencoba membuat alur yang terlalu rumit.Fokus utamanya adalah perjalanan tim sepak bola wanita Emei dalam menghadapi berbagai rintangan sampai mereka bisa membuktikan kemampuan di kompetisi besar.Cerita seperti ini sebenarnya sangat familiar namun, kesederhanaan tersebut justru membuat film mudah diikuti.Alurnya tidak berbelit-belit dan penonton bisa dengan cepat memahami tujuan setiap karakter. Film juga tidak terlalu sibuk memasukkan banyak konflik yang justru bisa mengganggu fokus utama.Meski begitu, Kung Fu Soccer tetap memberikan beberapa momen emosional sehingga film tidak hanya berisi komedi dari awal sampai akhir.Komedi Yang Kocak & AbsurdKalau ada satu hal yang paling terasa dari Kung Fu Soccer, tentu saja adalah komedinya.Stephen Chow masih menggunakan jenis humor yang menjadi ciri khasnya: absurd, slapstick, spontan, dan terkadang sengaja dibuat berlebihan.Ada beberapa part yang benar-benar berhasil membuat tertawa karena timing komedinya cukup tepat. Bahkan dalam beberapa adegan pertandingan, sesuatu yang awalnya terlihat serius bisa berubah menjadi lelucon hanya karena ekspresi karakter atau situasi yang tidak terduga.Yang menarik, humor dalam film ini tidak hanya muncul dari dialog. Banyak juga komedi visual yang memanfaatkan gerakan tubuh, editing, efek visual, hingga reaksi para karakter.Buat penonton yang memang cocok dengan gaya komedi Stephen Chow, bagian ini kemungkinan besar menjadi salah satu alasan utama menikmati filmnya.Ada Momen Sedih Di Balik KekocakanWalaupun identitas utamanya adalah film komedi, Kung Fu Soccer tidak melupakan sisi emosional.Beberapa bagian cerita memberikan ruang bagi karakter untuk memperlihatkan perjuangan, tekanan, kegagalan, dan alasan mereka tetap bertahan.Momen-momen tersebut membuat karakter terasa sedikit lebih manusiawi.Perubahan suasana dari komedi menuju adegan yang lebih emosional juga cukup menarik. Penonton yang awalnya tertawa bisa tiba-tiba diajak melihat sisi lain dari karakter-karakternya.Memang tidak semua momen emosionalnya memiliki kedalaman yang luar biasa, tetapi cukup untuk memberikan keseimbangan agar film tidak terasa seperti kumpulan sketsa komedi semata.Adegan Musikal Yang Menambah WarnaSelain kung fu, sepak bola, komedi, dan drama, Kung Fu Soccer juga mempunyai beberapa bagian musikal.Elemen ini memang bukan bagian terbesar dari film, tetapi cukup memberikan variasi.Bagian musikal membuat film terasa semakin ringan dan semakin dekat dengan gaya hiburan Stephen Chow yang memang sering mencampurkan berbagai elemen dalam satu film.Ketika sebuah film sudah mempunyai pertandingan sepak bola, aksi kung fu, komedi absurd, dan drama, kehadiran beberapa bagian musikal justru membuat pengalaman menontonnya semakin unik.Punya Sinematografi & CGI Yang BagusSecara visual, Kung Fu Soccer juga tampil cukup menarik.Adegan pertandingan sepak bola dibuat lebih spektakuler dengan penggunaan kamera yang dinamis serta koreografi yang menggabungkan gerakan sepak bola dengan seni bela diri.CGI juga digunakan untuk memperbesar skala aksi. Tendangan yang biasanya hanya terlihat sebagai tendangan biasa dapat dibuat menjadi sebuah serangan dengan efek yang jauh lebih fantastis.Memang, CGI dalam film seperti ini tidak harus selalu terlihat realistis karena sejak awal Kung Fu Soccer memang bermain di wilayah fantasi dan komedi.Justru visual yang berlebihan tersebut menjadi bagian dari identitas film.Hal ini juga mengingatkan kembali pada Shaolin Soccer, yang terkenal dengan penggunaan efek visual untuk membuat pertandingan sepak bola terasa seperti pertarungan superhero.Stephen Chow Masih Punya Sentuhan MagisnyaHal paling menarik dari Kung Fu Soccer adalah bagaimana Stephen Chow masih mampu mempertahankan identitasnya sebagai seorang filmmaker.Setelah bertahun-tahun, gaya khasnya masih sangat mudah dikenali.Film ini tidak berusaha menjadi film sepak bola yang realistis. Tidak juga mencoba menjadi film kung fu yang serius.Dan menurut MINPAS , keputusan tersebut adalah pilihan yang tepat.Film ini mungkin tidak akan memberikan sesuatu yang benar-benar baru bagi penonton yang sudah sangat mengenal karya-karya Stephen Chow. Beberapa formula bahkan terasa seperti nostalgia terhadap karya-karya lamanya. Tetapi justru di situlah kesenangannya.Menonton Kung Fu Soccer seperti kembali melihat Stephen Chow bermain dengan dunia yang absurd, karakter underdog, aksi yang tidak masuk akal, dan komedi yang sengaja dibuat kelewat batas.KesimpulanKung Fu Soccer (2026) adalah comeback yang cukup menyenangkan dari Stephen Chow sebagai sutradara.Cerita yang sederhana dan tidak berbelit-belit membuat film mudah dinikmati.Akting para pemainnya juga cukup bagus, sementara komedi absurd khas Stephen Chow menjadi salah satu kekuatan terbesar film.Untuk SOBAT KTF jangan berharap Kung Fu Soccer bisa sepenuhnya mengulang keajaiban Shaolin Soccer ya...Kung Fu Soccer cukup berhasil membawa kembali formula Stephen Chow ke layar lebar dan jelas terasa seperti surat cinta Stephen Chow kepada salah satu formula paling ikonik dalam kariernya.

Rahmadandi Desky Prayuda 14 Aug 2026
VIDEO
Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar
NEWS

Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Setelah melalui dua kali proses revisi akibat drama menggelikan dari trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dengan netizen penggemar GJLS, akhirnya poster GJLS: Berapi-api resmi diizinkan tampil jelas tanpa sensor. Dalam perhelatan konferensi pers yang riuh di Lippo Mall Nusantara, rumah produksi Amadeus Sinemagna resmi meluncurkan paket lengkap promosi: revisi kedua Official Poster, Official Trailer, serta lagu orisinal resmi garapan Barasuara untuk film komedi drama GJLS: Berapi-Api.Seremoni Nyaris Gagal: Hendak Tampil Heroik, Malah Diselamatkan Regu Damkar SungguhanSesuai tradisi komedi GJLS, acara pembukaan tirai hitam raksasa penutup poster dan trailer tidak dibiarkan berjalan normal tanpa bumbu kepanikan. Niat hati ingin bergaya bak pahlawan penyelamat dengan menarik tirai secara serentak, trio abang-abang ini justru tersangkut tali dan gagal mengeksekusi seremoni hingga memicu tawa penonton di area mal.Sadar situasi di panggung mulai melenceng dari naskah, Rigen langsung sigap menelepon panggilan darurat pemadam kebakaran. Suasana berubah drastis saat sirene berbunyi dan regu Algojo Api masuk dengan langkah tegap, mengambil alih panggung, lalu menarik tirai hitam tersebut secara sempurna diiringi tepuk tangan riuh para tamu undangan.Official Trailer: Realitas Tugas Damkar dari Ambil Rapor Sampai Kepala Nyangkut PagarMateri official trailer yang baru diputar memperlihatkan pahit-manis perjuangan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran yang gagah. Namun, setelah melewati gemblengan tanpa ampun bersama regu Algojo Api, trio GJLS justru dihadapkan pada tugas-tugas lapangan yang tak terduga: mulai dari operasi darurat mengambil rapor anak SD hingga penyelamatan krusial mengeluarkan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar.Misi mulia berbalut kekacauan tersebut ditegaskan oleh para pemeran utama. "Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua," papar Rigen Rakelna.Membawa momen haru ketika ditanya mengenai tema persahabatan yang dibawa dalam film terbaru dari trio komedian ini, Ananta Rispo ternyata meneteskan air mata di tengah panggung press conference. Sulit berkata-kata karena emosinya yang tak terduga pecah di atas panggung, Rispo menekankan pentingnya momen ini dalam hidupnya. “Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” ujar Hifdzi mengenai film terbaru mereka.“Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia.”Sutradara Monty Tiwa menambahkan, “GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga.”Kemegahan Soundtrack Barasuara dan Jajaran Pemeran LengkapEnergi film ini kian meledak berkat iringan official original soundtrack bertenaga dari band rock Barasuara yang berjudul “Api dan Mimpi” membuktikan bahwa perseteruan perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi tempo hari resmi tuntas secara musikal.Di bawah komando sutradara Monty Tiwa, film ini turut diperkuat oleh deretan bintang dan komika lintas generasi: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.Catat Tanggal Tayangnya!GJLS: Berapi-Api siap memadamkan stres dan mengocok perut penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.Saksikan Official Trailer resmi di kanal YouTube Amadeus Sinemagna dan pantau terus kabar terbarunya melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !
NEWS

Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !

Tonton film Hasut mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Jakarta, 25 September 2026 — Tuta Films mempersembahkan film horor-misteri Hasut, karya debut sutradara Ilya Sigma yang mengeksplorasi perasaan takut, curiga, dan terteror dari suara-suara misterius yang muncul dari HT, dan menyesatkan pikiran keempat sahabat di sebuah hutan. Siapa yang berada di balik suara tersebut? Dan mana yang harus dipercaya? Dua pertanyaan ini menjadi tema utama Hasut, sekaligus membawa penonton masuk ke dalam misteri yang dialami keempat sahabat tersebut.Film Hasut menghadirkan horor tanpa penampakan, dengan ketegangan yang dibangun melalui suara-suara misterius yang semakin manipulatif dan memicu paranoia. Justru suara-suara inilah yang membuat teror terasa nyata dan membuat penonton terus bertanya seberapa jauh mereka akan saling mencelakai.Dibintangi empat pemeran utama yang menampilkan akting mereka dengan solid, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling curiga satu sama lain, saat suara misterius itu ‘membajak’ HT mereka.Keempatnya yang datang dengan luka dan trauma masa lalu, menjadi semakin tak terkontrol, ketika suara-suara itu juga menghasut mereka untuk saling tak mempercayai hingga akhirnya melukai satu sama lain. Hingga akhir film, kita bertanya, siapa yang menghasut, dan siapa yang bisa dipercaya, saat semua yang terlihat tak sama dengan yang terdengar?“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.Film Hasut disutradarai oleh Ilya Sigma, ditulis Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria. Film ini diproduseri oleh Putrama Tuta, Siera Tamihardja, dan ko-produser Nick Musa, serta ko-produser Randi Wibawa.“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?” Ujar produser Siera Tamihardja.Bagi Rachel Amanda, film Hasut menjadi tantangan baru baginya. Hasut sendiri menjadi film horor ketiga yang dibintanginya. Salah satu yang menantang bagi Amanda adalah lokasi syuting yang sepenuhnya berada di hutan, dengan pemeran yang terdiri dari empat aktor. Kekuatan aktor di film ini juga sangat diuji untuk menghidupkan suasana teror psikologis yang muncul dari suara-suara misterius.“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita.Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” Ujar Rachel Amanda“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” ujar Karina Salim. Pada akhirnya, Hasut meninggalkan satu pertanyaan menohok: ketika semua orang terlihat bisa dipercaya, tetapi suara yang kita dengar mengatakan sebaliknya, siapa yang akan kita pilih untuk dipercaya?Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

Admin Kupas Tuntas Film 25 Sep 2026
VIDEO
Raihaanun Wakili Perempuan dengan Trauma yang Memilih Bangkit dari Pengkhianatan dan Fitnah Di Film Beautiful Pain
NEWS

Raihaanun Wakili Perempuan dengan Trauma yang Memilih Bangkit dari Pengkhianatan dan Fitnah Di Film Beautiful Pain

Jakarta, 18 September 2026 — Menjelang penayangan perdananya di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 22 Oktober 2026, rumah produksi Dapur Film bersama jajaran produser Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo, secara resmi merilis Official Poster dan Official Trailer film drama emosional "Beautiful Pain. Peluncuran ini sekaligus mengungkap tabir yang lebih jelas lagi tentang kisah di filmnya yang mengangkat realitas sosial tentang kekerasan domestik, kepedihan perselingkuhan, hingga perjuangan seorang perempuan yang merebut kembali kehormatannya dan perjuangan seorangbaik ibu demi kehidupan masa depan anak-anak dan dirinya yang lebih baik.Official Poster yang diluncurkan mempertegas narasi besar film ini: keteguhan sosok Niken (Raihaanun) di tengah puing-puing perkawinan yang hancur. Visual tersebut menonjolkan kekuatan seorang ibu yang mendekap kedua anaknya di hadapan realitas hidup yang tak lagi utuh.Melengkapi visual tersebut, Official Trailer berdurasi penuh menyajikan gambaran konflik yang lebih mendalam dan intens. Penonton dibawa menyaksikan bagaimana rumah tangga Niken dan Dirga (Baim Wong) runtuh akibat kehadiran wanita lain (Nikita Mirzani). Lebih dari sekadar patah hati, Niken dihadapkan pada ancaman fitnah dan pelecehan yang menjadi titik balik baginya, memaksanya untuk bersuara lantang demi menjadi dirinya yang baru mempertahankan hak asuh kedua buah hatinya. Sutradara Dmaz Brodjonegoro menjelaskan bahwa perilisan official poster dan trailer ini bertujuan untuk mempertemukan empati penonton dengan realitas cerita di layar lebar."Official trailer ini merangkum esensi dari pesan 'Fight the Trauma'. Kami tidak ingin mengeksploitasi penderitaan, melainkan memperlihatkan proses manusiawi seorang penyintas.Ketika Niken dikhianati dan dihantam fitnah, bisakah ia memilih untuk tidak menjadi korban selamanya? Lewat film ini, kami ingin audiens merasa terhubung dan melihat bahwa luka paling perih pun bisa membentuk karakter manusia yang jauh lebih tangguh," ungkap Dmaz Brodjonegoro.Meski berhalangan hadir secara langsung dalam beberapa rangkaian promosi, Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, sekaligus sosok kuat di balik layar yang menegaskan komitmennya terhadap pesan film ini. "Bagi saya pribadi, Beautiful Pain adalah pembuktian. Ini bukan proyek numpang nama. Cerita film ini sangat dekat dengan banyak realitas perempuan di luar sana, mereka yang dihantam fitnah, diselingkuhi, tidak mendapat dukungan dari orang tua, tapi menolak menyerah demi anak-anaknya. Saya selalu percaya: she turns pain into power, her struggles into success. Melalui trailer ini, kami ingin mengajak semua perempuan untuk berani bersuara dan bangkit dari titik nol," tegas Nikita Mirzani.Sementara itu Hanung Bramantyo selaku produser juga menyampaikan harapannya serta doa yang tulus untuk kesuksesan film ini. “Harapan saya nanti filmnya itu mendapatkan tempat di hadapan penonton dan menjadi sebuah tempat buat Nikita Mirzani menceritakan siapa sebenarnya dirinya. Buat perempuan yang sangat kuat, yang sangat saya kagumi atas kegigihannya, sahabat saya yang penuh drama, Nikita Mirzani: terima kasih, sudah kasih saya dan Dmaz Brodjonegoro kesempatan untuk speak up soal ‘siapa diri kita sebenarnya’. Semoga Allah menyertai kamu dan begitu juga kita, amin,“ ungkap Hanung Bramantyo.Aktor Baim Wong yang memerankan Dirga menambahkan bahwa dinamika cerita dalam film ini menjadi refleksi nyata relasi modern. "Karakter Dirga dan konflik rumah tangga yang terjadi di film ini sangat berlapis dan relevan dengan fenomena sosial hari ini. Official trailer ini baru memperlihatkan permukaannya saja. Ada pergulatan moral, ego, dan penyesalan yang akan memicu perbincangan mendalam saat filmnya tayang penuh di bioskop nanti," ujar Baim Wong.Melanjutkan komentar Baim, Raihaanun yang memerankan Niken juga mengungkapkan bahwa film ini membawanya pada sebuah proses memahami luka yang mendalam. “Memerankan Niken adalah proses menyelami luka batin yang sangat sunyi dan perih. Di posisi Niken, rasa sakitnya berlipat ganda: dikhianati suami, lalu saat berikhtiar menata hidup dari nol justru kembali dihantam pelecehan dan fitnah. Namun, kekuatan terbesar Niken lahir saat ia menatap kedua anaknya. Karakter ini mewakili suara banyak ibu di luar sana yang memilih bangkit dan menolak diintimidasi oleh rasa takut," ungkap Raihaanun.Diangkat dari inspirasi kisah nyata dan diperkuat jajaran pemain ternama; Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Sha Ine Febriyanti, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, dan Evano Zyan, Beautiful Pain dirancang bukan hanya sebagai tontonan drama, melainkan wadah dialog sosial bagi masyarakat luas.Saksikan Official Trailer resmi film Beautiful Pain di kanal YouTube resmi Dapur Film serta akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm. Film drama keluarga ini siap tayang serentak di bioskop XXI mulai 22 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 18 Sep 2026
Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan!
NEWS

Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan!

Teaser Trailer BAPAK PALING JUJUR Perlihatkan Kekacauan Jonas Prakoso di Tengah Kampanye. Jakarta, 3 September 2026 — Apa jadinya kalau seorang calon gubernur tiba-tiba tidak bisaberbohong? Pertanyaan sederhana itu menjadi awal kekacauan dalam BAPAK PALING JUJUR, film komedi karya sutradara Fajar Nugros yang hari ini merilis teaser trailer resminya. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Oktober 2026.Di film ini, Jonas Prakoso (Andovi da Lopez) adalah calon gubernur yang tahu betul bagaimana memenangkan hati rakyat. Ia punya program, janji kampanye, strategi, dan tentu saja citra yang harus dijaga. Semuanya disiapkan agar terlihat meyakinkan di depan publik.Sampai sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas tidak bisa lagi berbohong. Tidak bisa mengelak. Tidak bisa memberi jawaban aman. Tidak bisa mengatakan apa yang seharusnya dikatakan hanya demi menjaga citra. Apa yang ada di kepala, keluar begitu saja.Dan masalahnya, kejujuran tidak selalu enak didengar.Dalam teaser trailer, kutukan tersebut mulai membuat hidup Jonas berantakan. Di tengah kampanye, apa yang seharusnya menjadi janji dan pencitraan justru berubah menjadi pengakuan yang tidak pernah direncanakan. Bahkan di rumah, kejujuran Jonas mulai menimbulkan masalah dengan istrinya, Vanny (Claresta Taufan).Jonas yang selama ini tahu bagaimana mengontrol citranya, kini tidak lagi bisa mengontrol mulutnya sendiri. Dan di situlah kekacauan Jonas benar-benar dimulai. Karena ternyata, berkata jujur terus-terusan juga bukan perkara mudah.“Teaser ini baru awalnya. Yang menarik justru apa yang terjadi setelah Jonas nggak bisa bohong lagi. Kalau seorang calon pemimpin benar-benar harus ngomong jujur setiap saat, kira-kira hidupnya bakal lebih baik atau malah makin kacau?” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR.“Situasi Jonas memang absurd, tapi justru itu yang membuatnya menarik. Kami nggak ingin menggurui atau menghakimi siapa pun. Kami ingin penonton melihat situasi yang konyol, tertawa, lalu mungkin sadar bahwa apa yang mereka tertawakan sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka sendiri.” ujar Fajar Nugros, Sutradara BAPAK PALING JUJUR.Disutradarai oleh Fajar Nugros, BAPAK PALING JUJUR diadaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate. Film ini dibintangi oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla Purnama, David Nurbianto, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki N. Firmansyah, Jeremy Teti, Elwina Ceritain, Mieke Shahir dan deretan pemain lainnya.BAPAK PALING JUJUR merupakan film ketiga Cahaya Pictures setelah Satu Imam Dua Makmum dan Pesugihan Sate Gagak. Informasi terbaru mengenai film BAPAK PALING JUJUR dapat diikuti melalui akun Instagram @cahayapictures_id dan TikTok @cahayapicturesidBAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026