Logo KTF KupasTuntasFilm

Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Umum

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Tonton film Agensi Rumah Tangga mulai 10 September 2026 di bioskop!!

Jakarta, 3 September 2026 — Setelah sukses dengan drama komedi dan drama keluarga, sutradara pencetak blockbuster Naya Anindita kini menggarap film komedi perdananya, Agensi Rumah Tangga, persembahan Starvision, bekerjasama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, dari produser Chand Parwez Servia.

Film Agensi Rumah Tangga diadaptasi dari novel best seller Almira Bastari, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri. Film ini membawa kisah yang hangat dari Katia (Enzy Storia), yang kena PHK dan akhirnya membangun bisnis agensi penyaluran pekerja rumah tangga.

Film Agensi Rumah Tangga menjadi eksplorasi terbaru Naya dengan genre komedi, yang menampilkan jajaran komika perempuan sebagai para ART yang ikonik. Mereka berhasil menyampaikan komedi-komedi baik secara dialog hingga adegan dengan penuh kekacauan yang membuat penonton terhibur dan ngakak.

“Ini pertama kalinya ada 7 komika perempuan bermain dalam satu judul film. Agensi Rumah Tangga akan membuat penonton menikmatinya dengan cerita yang seru, komedi yang kocak, dan drama yang menyentuh,” ujar produser Chand Parwez Servia.

Tak hanya menampilkan komedi, film Agensi Rumah Tangga juga membawa isu yang penting dan dekat. Lewat jajaran para pekerja rumah tangga serta para karakter pekerja perempuan, film ini juga berbicara mengenai pentingnya memberikan kelayakan hak untuk para pekerja domestik.

“Aku melihat ART itu terkadang dianggap seperti sebuah fasilitas dalam rumah tangga. Padahal mereka ini juga pekerja, staf, sama seperti kita yang juga pekerja.

Untuk itu, film ini juga ingin memantik diskusi bahwa sudah seharusnya kita memperlakukan para ART juga sama seperti kita. Film ini membawa kisah yang penting, meski dikemas dengan ringan dan komedi,” ujar sutradara Naya Anindita.

Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita. Film ini juga punya komedi yang sangat lucu dengan komedi-komedi yang diberikan para komika perempuannya. Semoga hangat dan tawanya sampai ke hati penonton,” ujar Enzy Storia.

“Film Agensi Rumah Tangga menjadi penanda yang spesial bagi saya karena bertepatan dengan 18 tahun saya merayakan perjalanan bermusik. Di tahun ini, Naya memberikan kesempatan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru lewat peran Kafka di film ini, bergabung bersama para pemeran yang luar biasa, dan ceritanya yang hangat, komedinya juga sangat menghibur,” ujar Afgansyah Reza.

Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

More Recommendations

Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Di Bioskop!
NEWS

Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Di Bioskop!

Kolaborasi Dapur Film milik Hanung Bramantyo dan debut sutradara Dmaz Brodjonegoro, resmi rilis first-look tentang rahasia, luka, dan pengkhianatan.Jakarta, 26 Agustus 2026 — Di balik senyum hangat sebuah keluarga dan keintiman yang tampak sempurna, selalu ada luka yang disembunyikan rapat-rapat. Rasa sakit itu kini siap disingkap ke layar lebar melalui film drama paling dinanti tahun ini, "Beautiful Pain", yang secara resmi mengumumkan tanggal penayangan serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.Bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis tersebut, film ini meluncurkan potongan gambar dan cuplikan video perdana (first-look) yang langsung menebar atmosfer penuh tanda tanya, pekat akan ketegangan batin, dan sarat misteri tak terucap. Proyek prestisius ini sekaligus menandai babak baru dalam karier Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, berdampingan dengan perannya di depan kamera.Executive Producer sekaligus pemeran Nikita Mirzani membagikan antusiasmenya terhadap debut di belakang layarnya ini. “Melalui film Beautiful Pain, saya akhirnya mengambil langkah baru untuk mendukung sebuah cerita yang penting untuk dibicarakan. Film ini kami buat untuk kita semua yang pernah merasakan disakiti, dan saya berharap film ini dapat menciptakan diskusi yang penting nantinya.”Dalam penggarapannya, proyek ini menggandeng rumah produksi bereputasi tinggi Dapur Film milik sutradara kawakan Hanung Bramantyo, serta menjadi ajang unjuk kebolehan bagi sutradara debutan berbakat, Dmaz Brodjonegoro, dalam meramu konflik rumah tangga dan drama psikologis yang intens. Peluncuran materi first-look foto dan video melalui kanal media sosial resmi serta akun para pemeran utama, seperti Raihaanun, Baim Wong, dan Nikita Mirzani, langsung memantik tanda tanya besar. Pada first-look foto yang dirilis menyajikan teka-teki relasi yang kontras: sosok Raihaanun yang merengkuh kedua anaknya di pesisir pantai dengan tatapan dingin, di foto lainnya terlihat dalam momen intim antara Nikita Mirzani dan Baim Wong di ruang temaram, hingga foto yang menggambarkan kegetiran antara Niki dan Raihaanun, yang mengisyaratkan pengkhianatan besar. Sementara pada video first-look yang dirilis memperlihatkan lapisan trauma problematika rumah tangga yang mendalam, yang dialami oleh karakter Raihaanun. Di satu sisi, ia ingin bangkit meski hidup hanya bersama anak-anak, namun di sisi lain ia harus memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang pilihan tersebut.Ikut serta dalam memproduseri film ini, Hanung Bramantyo angkat bicara mengenai alasan yang dimilikinya. “Saya selalu senang dengan adanya suara-suara baru dalam perfilman. Dari awal saya sudah percaya dengan konsep yang dibawa oleh film ini, bagaimana representasi perjuangan sembuh dari trauma yang banyak dari kita pernah lalui. Saya harap film ini dapat menjadi refleksi bagi kita semua."Apakah kepedihan dan trauma mendalam yang dipikul Raihaanun berakar dari hubungan terlarang yang terjadi antara Baim Wong dan Nikita Mirzani?Mengusung pesan utama fight the trauma, film ini menyuguhkan sinopsis resmi yang menggetarkan. Beautiful Pain mengisahkan perjuangan seorang ibu tunggal yang berusaha bangkit dari jurang keterpurukan dan menemukan secercah harapan melalui karier barunya sebagai aktris. Namun, harapan itu runtuh seketika saat fitnah keji dan kasus pelecehan seksual menghancurkan nama baiknya hingga merenggut hak asuh atas buah hati tercintanya. Dikelilingi dukungan orang-orang terdekat, ia menolak untuk bungkam dan memilih berdiri teguh melawan ketidakadilan sistem yang bias demi merebut kembali kehormatan, keutuhan keluarga, serta suaranya sebagai seorang perempuan. Isu sensitif seputar KDRT, relasi kuasa, dan kekerasan seksual dibungkus dengan narasi dramatis yang berani dan menyentuh nurani.Sutradara Dmaz Brodjonegoro memberikan pernyataan mengenai apa yang ingin dibawakannya melalui film ini. “Beautiful Pain bukan hanya tentang trauma, tetapi tentang keberanian untuk bangkit dan merebut kembali suara. Saya berharap film ini mengajak penonton mempertanyakan siapa yang dipercaya, siapa yang dilindungi, dan seperti apa keadilan bagi mereka yang harus memperjuangkannya sendirian.”Kemegahan cerita Beautiful Pain dihidupkan oleh ansambel pemeran lintas generasi terbaik di industri perfilman Indonesia. Film ini mempertemukan kepiawaian akting Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, hingga Berliana Lovell. Sementara di jajaran kreatif, kursi penyutradaraan dipercayakan kepada Dmaz Brodjonegoro dengan Nikita Mirzani sebagai Executive Producer di bawah naungan bendera produksi Dapur Film.Film Beautiful Pain siap menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam dan menggugah kesadaran masyarakat di seluruh jaringan bioskop Tanah Air mulai 22 Oktober 2026. Pantau terus kabar terbaru, potongan adegan eksklusif, dan jadwal peluncuran trailer resmi melalui Akun media sosial resmi @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
Remake Julia’s Eyes (2010) dengan Sentuhan Korea yang Mencekam !
MOVIE
4.0

Remake Julia’s Eyes (2010) dengan Sentuhan Korea yang Mencekam !

Industri perfilman Korea Selatan kembali menghadirkan adaptasi yang menarik lewat The Eyes (2026), film thriller psikologis garapan sekaligus ditulis oleh Yeom Ji-ho. Film ini merupakan remake dari film Spanyol Julia’s Eyes (2010) yang sempat menuai pujian berkat kisah misterinya yang menegangkan dan atmosfer psikologis yang kuat. Meski mengikuti garis besar cerita versi aslinya, The Eyes berhasil menghadirkan identitas tersendiri melalui pendekatan visual yang lebih modern, nuansa emosional yang lebih dalam, serta penampilan para pemain yang sangat meyakinkan.Sejak awal, film ini tidak berusaha menyembunyikan akar ceritanya sebagai remake. Justru, Yeom Ji-ho memanfaatkan fondasi cerita Julia’s Eyes untuk menghadirkan pengalaman yang terasa segar bagi penonton baru, sekaligus memberikan interpretasi baru bagi mereka yang sudah mengenal versi Spanyolnya.Shin Min-a Tampil Luar Biasa dalam Peran GandaDaya tarik terbesar film ini tentu berada di tangan Shin Min-a, yang memerankan saudara kembar identik Seo Jin dan Seo In. Memainkan dua karakter yang memiliki wajah sama tetapi kepribadian, emosi, dan perjalanan hidup berbeda bukanlah pekerjaan mudah, namun Shin Min-a mampu melakukannya dengan sangat meyakinkan.Perbedaan karakter keduanya terasa alami tanpa dibuat berlebihan. Melalui ekspresi, intonasi suara, hingga bahasa tubuh, Shin Min-a berhasil membuat penonton langsung mengenali siapa yang sedang muncul di layar meskipun keduanya memiliki wajah yang identik. Penampilannya menjadi pusat emosional film sekaligus alasan mengapa misteri yang dibangun terasa begitu kuat.Chemistry antar pemain juga berjalan sangat solid.Kim Nam-hee sebagai Detektif Do Hyeok tampil tenang namun penuh rasa penasaran, menjadi sosok yang perlahan membantu mengurai misteri. Sementara Kim Young-ah sebagai Detektif Mi Gyeong memberikan dinamika berbeda dalam proses investigasiKehadiran Lee Seung-woo sebagai Hyeon Min pun menjadi salah satu elemen yang membuat ketegangan terus meningkat. Karakternya dibangun secara perlahan hingga meninggalkan kesan yang mengganggu tanpa perlu tampil berlebihan.Misteri yang Terus Membuat Penonton MenebakSalah satu kekuatan terbesar The Eyes adalah cara film ini membangun misteri. Ceritanya tidak memberikan jawaban secara instan, melainkan mengajak penonton menyusun potongan demi potongan teka-teki bersama karakter utama.Setiap petunjuk yang muncul sering kali memunculkan pertanyaan baru, membuat alur cerita sulit ditebak hingga menjelang akhir film. Penonton akan terus dibuat mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya, apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana seluruh kepingan misteri saling terhubung.Ritme seperti ini membuat film terasa sangat efektif sebagai thriller investigasi. Ketegangan lahir bukan dari adegan kejar-kejaran atau aksi berlebihan, melainkan dari rasa penasaran yang terus dipelihara sepanjang durasi.Konsep “Melihat dan Tidak Melihat” yang Menjadi Kekuatan CeritaYang membuat The Eyes berbeda dari thriller kebanyakan adalah penggunaan konsep “melihat dan tidak melihat."Film ini memanfaatkan keterbatasan penglihatan karakter utama sebagai bagian penting dari penceritaan. Penonton diajak merasakan bagaimana sulitnya membedakan kenyataan, firasat, hingga ancaman yang mungkin berada sangat dekat.Konsep tersebut tidak hanya menjadi gimmick visual, tetapi juga menjadi metafora mengenai bagaimana manusia sering kali gagal melihat kebenaran meskipun bukti sebenarnya berada tepat di depan mata. Pendekatan ini membuat pengalaman menonton terasa lebih imersif sekaligus meningkatkan rasa cemas sepanjang film.Sinematografinya pun mendukung konsep tersebut dengan sangat baik. Permainan fokus kamera, pencahayaan redup, sudut pengambilan gambar, hingga penggunaan ruang kosong berhasil menciptakan suasana yang membuat penonton merasa tidak pernah benar-benar aman.Thriller Psikologis yang Mengandalkan Atmosfer, Bukan JumpscareBagi penonton yang mengharapkan film horor penuh kejutan, The Eyes mungkin akan terasa berbeda. Film ini lebih memilih jalur thriller psikologis dibandingkan horor konvensional.Ketegangannya dibangun melalui suasana sunyi, rasa diawasi, tekanan mental, dan kecemasan yang perlahan meningkat dari satu adegan ke adegan berikutnya. Jumpscare memang ada, tetapi digunakan seperlunya sehingga tidak menjadi senjata utama film.Pendekatan ini justru membuat ketakutan yang muncul terasa lebih bertahan lama karena berasal dari kondisi psikologis karakter, bukan sekadar efek kejut sesaat.Remake yang Tetap Menghormati Versi AslinyaSebagai remake, The Eyes cukup setia terhadap inti cerita Julia’s Eyes (2010). Premis, struktur misteri, dan tema utamanya masih dipertahankan, tetapi Yeom Ji-ho memberikan sentuhan baru melalui pendekatan visual khas Korea, ritme yang lebih modern, serta pengembangan emosi karakter yang lebih kuat.Untuk SOBAT KTF yang belum pernah menyaksikan versi Spanyolnya, film ini akan menjadi thriller misteri yang sangat memikat. Sementara bagi penggemar Julia’s Eyes, adaptasi ini menawarkan pengalaman baru tanpa menghilangkan esensi yang membuat cerita aslinya begitu dikenang.KesimpulanThe Eyes (2026) merupakan contoh remake yang berhasil menghormati materi sumber sekaligus menghadirkan identitas baru. Didukung penyutradaraan yang matang dari Yeom Ji-ho, penampilan luar biasa Shin Min-a dalam peran ganda, akting solid dari seluruh pemain, serta cerita penuh teka-teki yang terus membuat penonton berpikir, film ini berhasil menjadi thriller psikologis yang efektif dan memikat.Alih-alih mengandalkan horor konvensional, film ini mengajak penonton larut dalam rasa cemas melalui konsep “melihat dan tidak melihat”, membangun misteri secara perlahan hingga mencapai klimaks yang memuaskan.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bertema thriller psikologis atau film misteri yang penuh intrik dengan atmosfer mencekam, The Eyes (2026) adalah salah satu remake yang layak untuk ditonton!!

Rahmadandi Desky Prayuda 24 Jul 2026
PENGABDI	SETAN	3:	ORIGIN	Memasuki	Tahap	Produksi, Siap	Tayang	di	Bioskop	2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar
NEWS

PENGABDI SETAN 3: ORIGIN Memasuki Tahap Produksi, Siap Tayang di Bioskop 2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar

Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales AgentJakarta, 1 September 2026 – Rapi Films dan Come and See Pictures, bekerja sama dengan Sky Media dan Legacy Pictures, mengumumkan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin, film terbaru dari semesta Pengabdi Setan yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, resmi memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027. Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales agent untuk film ini.Pengabdi Setan 3: Origin akan membawa penonton kembali memasuki semesta yang dimulai melalui Pengabdi Setan (2017) dan berlanjut dalam Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Setelah berbagai misteri, petunjuk, dan pertanyaan yang tersisa dari dua film sebelumnya, babak baru ini akan membawa penonton semakin dekat dengan asal dari semua yang telah terjadi. Semua jawaban bermula di sini.“Sejak Pengabdi Setan pertama, cerita ini memang tidak pernah dirancang untuk selesai dalam satu film. Ada banyak hal yang sengaja belum diceritakan dan banyak pertanyaan yang ditinggalkan untuk penonton. Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula,” ujar Joko Anwar, penulis dan sutradara Pengabdi Setan 3: Origin.Pengabdi Setan meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia pada 2017. Lima tahun kemudian, Pengabdi Setan 2: Communion memperluas dunia dan misteri yang diperkenalkan dalam film pertama, sekaligus meninggalkan lebih banyak pertanyaan mengenai sekte serta sosok-sosok yang selama ini berada di balik berbagai peristiwa dalam semesta Pengabdi Setan terutama Darminah dan Batara. Kini, Pengabdi Setan 3: Origin akan membuka bagian dari dunia tersebut yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Film ketiga ini akan membawa semesta Pengabdi Setan ke ruang, waktu, dan skala cerita yang lebih luas, sekaligus membawa penonton semakin dekat pada asal-usul misteri yang menghubungkan ketiga film.“Pengabdi Setan telah tumbuh jauh melampaui apa yang kami bayangkan. Penonton tidak hanya mengikuti ceritanya, tetapi juga terus membicarakan, mencari petunjuk, dan membangun berbagai teori tentang dunia di dalamnya. Pengabdi Setan 3: Origin menjadi babak yang sangat penting dari perjalanan tersebut,” ujar Sunil Samtani, produser Rapi Films.Melanjutkan perjalanan Pengabdi Setan di panggung internasional, Barunson E&A akan menangani international sales untuk Pengabdi Setan 3: Origin. Kemitraan ini melanjutkan kerja sama Barunson E&A dengan Come and See Pictures dalam membawa karya-karya mereka ke pasar dan penonton global.Informasi mengenai cerita, jajaran pemain, serta proses produksi Pengabdi Setan 3: Origin akan diumumkan secara bertahap.Ikuti perkembangan Pengabdi Setan 3: Origin melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 01 Sep 2026
VIDEO
Evolusi Baru Waralaba Evil Dead yang Lebih Kelam & Brutal
MOVIE
4.5

Evolusi Baru Waralaba Evil Dead yang Lebih Kelam & Brutal

Selama lebih dari empat dekade, waralaba Evil Dead selalu identik dengan Necronomicon, Deadites yang sadis, darah berlimpah, serta perpaduan horor dan gore yang tak kenal ampun. Namun melalui Evil Dead Burn (2026), sutradara Sébastien Vanicek bersama penulis Florent Bernard menghadirkan sesuatu yang terasa berbeda tanpa menghilangkan identitas utama franchise ini.Alih-alih sekadar menghadirkan pertarungan manusia melawan iblis, film ini justru menjadikan hubungan keluarga yang retak sebagai sumber teror utama. Hasilnya adalah sebuah film Evil Dead yang jauh lebih emosional, psikologis, sekaligus tetap mempertahankan kebrutalan yang menjadi ciri khas waralaba.Cerita yang Lebih Personal dan Penuh Luka LamaHal paling menonjol dari Evil Dead Burn adalah pendekatan ceritanya yang lebih intim. Film ini tidak hanya mengisahkan tentang teror iblis yang memburu korbannya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana luka masa lalu, rasa bersalah, dendam, dan kebencian antar anggota keluarga menjadi “bahan bakar” bagi kekuatan jahat.Saat satu per satu karakter mulai dirasuki Deadites, ancaman yang muncul bukan hanya berupa kekerasan fisik. Iblis memanfaatkan rahasia tergelap setiap anggota keluarga sebagai senjata psikologis. Trauma masa kecil, konflik keluarga yang belum selesai, hingga isu sensitif seperti kekerasan dalam rumah tangga diungkap secara kejam untuk menghancurkan mental para korban sebelum menghancurkan tubuh mereka.Pendekatan ini membuat horor dalam film terasa jauh lebih mengganggu dibanding sekadar jumpscare atau adegan gore. Penonton dibuat ikut merasakan tekanan emosional yang dialami setiap karakter, sehingga setiap pertikaian memiliki bobot dramatis yang kuat.Senjata Kuno Melawan Ilmu HitamPerubahan menarik lainnya adalah bagaimana film ini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mitologi Necronomicon sebagai pusat konflik.Kali ini cerita berfokus pada penelitian sang kakek mengenai keberadaan Kandarian Dagger, sebuah belati kuno yang dipercaya mampu memusnahkan iblis untuk selamanya. Premis ini memberikan nuansa petualangan sekaligus misteri yang menyegarkan bagi franchise.Konsep pertarungan antara senjata kuno melawan ilmu hitam membuat konflik terasa lebih luas dan menghadirkan lapisan mitologi baru dalam semesta Evil Dead. Penonton tidak hanya disuguhi upaya bertahan hidup, tetapi juga pencarian artefak yang menjadi harapan terakhir untuk menghentikan teror Deadites.Perubahan arah cerita ini berhasil memperluas dunia Evil Dead tanpa menghilangkan akar horornya.Akting Totalitas dan Sangat Meyakinkan Dari Para PemainDeretan pemain tampil luar biasa dalam membangun intensitas cerita. Souheila Yacoub sebagai Alice menjadi pusat emosional film. Ia mampu menampilkan karakter yang rapuh namun perlahan berubah menjadi sosok yang berani menghadapi mimpi buruk keluarganya. Perjalanan emosinya terasa alami dan berhasil mengikat perhatian penonton sejak awal.Hunter Doohan sebagai Joseph, Luciane Buchanan sebagai Thya, Tandi Wright sebagai Susan, Erroll Shand sebagai Edgar, Maude Davey sebagai Polly, hingga George Pullar sebagai Will sama-sama memberikan penampilan yang sangat total. Ketika karakter mereka mulai dirasuki iblis, perubahan ekspresi, bahasa tubuh, hingga cara berbicara benar-benar terasa mengerikan tanpa kehilangan sisi manusia yang membuat konflik semakin menyakitkan.Interaksi antar pemain menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini. Karena fondasi hubungan keluarga dibangun dengan baik, setiap pengkhianatan, pertengkaran, hingga kematian memiliki dampak emosional yang jauh lebih besar dibanding film-film Evil Dead sebelumnya.Horor Psikologis Berpadu Gore Khas Evil DeadMeski membawa pendekatan yang lebih dramatis, Evil Dead Burn sama sekali tidak melupakan identitas franchiseAdegan gore tetap brutal, penuh darah, dan sangat kreatif. Namun kali ini kekerasan fisik dipadukan dengan penyiksaan psikologis yang membuat setiap adegan terasa lebih menyiksa untuk ditonton.Ketegangan dibangun perlahan melalui percakapan yang dipenuhi kecurigaan sebelum akhirnya meledak menjadi kekacauan berdarah yang sangat intens. Perpaduan horor psikologis dan gore ekstrem inilah yang membuat film terasa segar sekaligus tetap memuaskan bagi penggemar lama.Visual Kelam yang Sangat AtmosferikSébastien Vanicek menunjukkan kepiawaiannya dalam membangun atmosfer lewat pendekatan visual yang suram.Dominasi warna abu-abu, hitam, dan rona kekuningan menciptakan kesan dunia yang perlahan membusuk. Hampir setiap lokasi terasa lembap, dingin, dan tidak memberikan rasa aman bagi para karakternya.Sinematografi dipenuhi framing sempit yang membuat penonton merasa ikut terjebak bersama para korban, sementara penggunaan bayangan dan pencahayaan redup membuat ancaman terasa selalu mengintai dari setiap sudut.Editing dengan teknik smash cut digunakan secara agresif namun efektif untuk mempertahankan ritme ketegangan. Transisi yang mendadak membuat penonton sulit merasa nyaman, sehingga rasa cemas terus terjaga bahkan sebelum adegan horor benar-benar dimulai.Seluruh elemen visual tersebut berpadu dengan desain suara yang menghantui, menghasilkan pengalaman menonton yang intens sejak menit pertama hingga penutup.Dua After-Credit yang Wajib DitungguSOBAT KTF jangan terburu-buru meninggalkan kursi setelah kredit utama mulai bergulir yaa, Evil Dead Burn menghadirkan dua adegan after-credit yang sama-sama layak ditunggu.Keduanya bukan sekadar pemanis, melainkan memberikan petunjuk penting yang memperluas mitologi film sekaligus membuka kemungkinan arah baru bagi waralaba Evil Dead.KesimpulanEvil Dead Burn (2026) berhasil membuktikan bahwa sebuah waralaba Keduanya bukan sekadar pemanis, melainkan memberikan petunjuk penting yang memperluas mitologi film sekaligus membuka kemungkinan arah baru bagi waralaba Evil Dead. legendaris masih bisa berevolusi tanpa kehilangan identitasnya.Dengan menjadikan trauma keluarga sebagai inti cerita, memperkenalkan mitologi baru melalui Kandarian Dagger, serta menghadirkan konflik yang lebih emosional dan psikologis, film ini terasa berbeda dari pendahulunya namun tetap mempertahankan ciri khas Evil Dead berupa gore brutal, Deadites yang mengerikan, dan teror tanpa ampun!

Rahmadandi Desky Prayuda 24 Jul 2026
VIDEO
Film The Tao Exorcist (2026) Horor Pengusiran Roh dengan Misteri Masa Lalu yang Menarik!
MOVIE
3.3

Film The Tao Exorcist (2026) Horor Pengusiran Roh dengan Misteri Masa Lalu yang Menarik!

Film horor Asia kembali menghadirkan kisah pengusiran roh lewat The Tao Exorcist (2026) yang di garap oleh sutradara Hau-Jou Chiou. Dibintangi oleh Virginia Chien, Kaiser Chuang, Kuang-Yao Fan, Tien-Hsin, Yu-Ning Tsao, dan Chloe Xiang, film ini mencoba memadukan unsur horor supranatural, misteri keluarga, serta ritual pengusiran setan khas budaya Taoisme.Meski mengusung premis yang cukup familiar, The Tao Exorcist tetap menawarkan pengalaman menonton yang seru berkat atmosfer mencekam dan misteri yang perlahan terungkap sepanjang cerita.Cerita yang Sederhana, tetapi Tetap Menarik DiikutiDari segi cerita, The Tao Exorcist sebenarnya tidak menghadirkan alur yang terlalu rumit. Premis tentang pengusiran roh jahat dan balas dendam dari masa lalu memang sudah cukup sering digunakan dalam genre horor Asia.Namun, film ini berhasil mengemas konfliknya dengan cukup baik. Misteri demi misteri dibuka secara bertahap, sehingga penonton tetap memiliki alasan untuk terus mengikuti perjalanan para karakternya hingga akhir film.Meskipun beberapa twist terasa mudah ditebak, penyajian ceritanya masih cukup efektif dalam menjaga rasa penasaran. Tempo yang tidak terlalu cepat juga membantu penonton memahami hubungan antara para karakter dan latar belakang konflik yang menjadi inti cerita.Akting Para Pemain Yang Cukup BagusPenampilan Virginia Chien, Kaiser Chuang, Kuang-Yao Fan, Tien-Hsin, Yu-Ning Tsao, dan Chloe Xiang berhasil membawa karakter masing-masing dengan cukup meyakinkan. Interaksi antar karakter terasa natural, terutama ketika mereka harus menghadapi situasi penuh teror dan ketegangan.Walaupun tidak menghadirkan penampilan yang benar-benar luar biasa, para pemain mampu menjalankan perannya dengan baik dan mendukung jalannya cerita.Jumpscare & Adegan Gore yang Cukup EfektifSebagai film horor, The Tao Exorcist cukup berhasil menghadirkan suasana mencekam. Beberapa adegan jumpscare mampu memberikan efek kejut tanpa terasa berlebihan atau dipaksakan.Selain itu, film ini juga menyisipkan sejumlah adegan gore yang meskipun tidak terlalu eksplisit, tetap mampu menghadirkan rasa tidak nyaman dan shock bagi penonton. Adegan-adegan tersebut berhasil memperkuat nuansa menyeramkan yang dibangun sepanjang film.Perpaduan antara ritual pengusiran roh, kemunculan sosok menyeramkan, serta unsur gore membuat film ini tetap terasa intens, terutama bagi penggemar horor supranatural Asia.Visual dan Sinematografi yang Cukup Menunjang AtmosferDari sisi visual, Hau-Jou Chiou menghadirkan sinematografi yang cukup baik dalam membangun atmosfer horor. Penggunaan pencahayaan gelap, komposisi gambar yang sempit, serta desain lokasi yang suram mampu menciptakan rasa tegang di beberapa adegan penting.Sayangnya, secara keseluruhan visual film ini masih terasa kurang maksimal untuk meninggalkan kesan mendalam. Ada beberapa momen yang sebenarnya memiliki potensi untuk tampil lebih ikonik, tetapi kurang dieksplorasi secara maksimal.Meski begitu, kualitas visual yang ditawarkan tetap mampu mendukung cerita dan menjaga nuansa horor sepanjang film.KesimpulanThe Tao Exorcist (2026) memang bukan film horor terbaik tahun ini, tetapi juga jauh dari kata mengecewakan. Ceritanya sederhana, namun tetap menarik untuk diikuti hingga akhir. Unsur pengusiran roh yang diangkat berhasil memberikan nuansa khas, sementara jumpscare dan adegan gore menghadirkan beberapa momen yang cukup mengejutkan.Untuk SOBAT KTF penggemar film horor Asia yang menyukai cerita tentang kutukan, ritual pengusiran roh, dan misteri masa lalu yang perlahan terungkap, The Tao Exorcist cocok banget menjadi pilihan yang menghibur bagi kalian yang sedang mencari tontonan horor ringan dengan sentuhan misteri dan supranatural.

Abdul Haris 08 Aug 2026
Sentilan Budi Doremi Lewat “Cinta Diri Sendiri”
NEWS

Sentilan Budi Doremi Lewat “Cinta Diri Sendiri”

Ini Statement, Aku Yang Paling SelfLove.Jakarta, Agustus 2026 – Budi Doremi kembali. Masih ngomongin cinta, tapi plot twist: kali ini bukan tentang dia. Kali ini tentang lo, tentang kapan lo harus berhenti mengejar dan mulai memilih diri sendiri.Lewat single terbarunya, “Cinta Diri Sendiri”, Budi kayak lagi menyentil pelan tapi nusuk: mungkin selama ini lo terlalu sibuk jadi “orang baik”, sibuk ngerti orang lain, sibuk memperjuangkan sesuatu yang nggak pernah benar-benar memilih lo atau menjadikan lo prioritas, sampai lupa satu hal kecil yang ternyata penting juga: lo juga harus baik ke diri sendiri.Kalau biasanya Budi identik sama lagu yang bikin dada sesek, kali ini auranya beda. Lebih ringan, lebih hangat, lebih “hidup”. Ada ukulele, ada biola, ada vibe santai yang bikin lo tanpa sadar ikut ngangguk, lalu beberapa detik kemudian mikir, “Iya juga ya… gue ngapain segininya banget sih?!”.Karena kadang hidup bukan soal seberapa lama lo bisa bertahan atau seberapa keras lo berusaha sampai sesuatu akhirnya berpihak sama lo. Ada hal-hal yang cukup lo sayangin, lo perjuangin semampunya, lalu memang harus lo lepas. Tahu kapan harus terus jalan dan kapan harus berhenti mungkin justru salah satu bentuk cinta ke diri sendiri yang paling sederhana.Di video musiknya, Budi ngajak Ardit Erwandha, Zoul Pandjoul, dan Shanika Ancita—tiga energi beda yang kalau digabung malah jadi chaos yang seru. Shooting-nya hidup, hasilnya juga dapet: visual yang ringan, fresh, tapi diam-diam nyentil.Lagu ini juga bukan berdiri sendiri. “Cinta Diri Sendiri” adalah lanjutan dari “Ada Untukmu”, dan jadi bagian dari mini album/ EP yang akan datang. Di sini, lagu ini terasa seperti tombol reset. Momen ketika lo berhenti ngejar validasi, terus mulai mikir, “Eh, gue bukan figuran, ya!” Dari situ semuanya mulai geser—cara lo ngelihat cinta, cara lo ngelihat diri sendiri, sampai akhirnya lo ngerti bahwa diri lo sendiri itu penting.“Cinta Diri Sendiri” sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Video musiknya juga bisa disaksikan di YouTube: Budi Doremi. Siapa tahu, abis dengerin dan nonton, lo nggak cuma merasa relate, tapi juga akhirnya sadar satu hal: nggak semua hal perlu dikejar.Official Music Video :https://openyoutu.be/M-Kap_WNKbM?si=8YJG7HInunxFuj5RStreaming On All Platforms :Spotify :https://open.spotify.com/track/69G3PsqyDpxfs0RwCRPu1JYoutube Music :https://music.youtube.com/watch?v=3XYbSjirko4&si=5LjU2d6f2N3TUMJRiTunes :https://music.apple.com/id/song/cinta-diri-sendiri/6795851580Meta :https://www.instagram.com/reels/audio/4722470927986672TikTok :https://www.tiktok.com/music/Cinta-Diri-Sendiri-7663100250153338896

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDIO SPORTS FESTIVAL KEMBALI SEBAGAI AJANG OLAHRAGA TERBESAR DI INDONESIA, SATUKAN BERAGAM IP SKALA GLOBAL DAN NASIONAL!
NEWS

VIDIO SPORTS FESTIVAL KEMBALI SEBAGAI AJANG OLAHRAGA TERBESAR DI INDONESIA, SATUKAN BERAGAM IP SKALA GLOBAL DAN NASIONAL!

Datangkan Atlet Legendaris Bola Dunia Christian Vieri dan Hadirkan Tiga Piala BergengsiDunia (Premier League, Serie A, Ligue 1) dan Indonesia (BRI Super League) dalam Satu Festival ! Jakarta, 10 September 2026 – Setelah sukses menghadirkan festival olahraga pada tahun lalu, Vidio Sports Festival 2026 kembali pada 26–27 September 2026 di Plaza Parkir Timur Senayan, Jakarta, gratis tanpa dikenakan biaya masuk. Mengusung konsep sportainment, festival ini mempertemukan 10 IP olahraga global dan lokal, atlet legendaris dan atlet, komunitas, selebriti, serta para fans dalam satu ruang yang dirancang untuk menambah cara penggemar menikmati olahraga, lebih dari sekedar menonton, tetapi bisa bermain, berinteraksi, dan merasakan langsung atmosfer olahraga yang selama ini hadir melalui layar.Sebagai Home of Sports, Vidio menghadirkan beragam dunia olahraga dalam satu festival, mulai dari sepak bola, motorsport, badminton, voli, hingga padel. Deretan IP dan mitra olahraga seperti Premier League, Serie A, Paris Saint-Germain (PSG), Formula 1 (beIN Sports, MotoGP, BRI Super League, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Badminton World Federation (BWF), Triumph Fight, dan LaLiga (beIN Sports) akan membawa pengalaman khas masing-masing lebih dekat kepada fans. Mulai dari berfoto bersama trofi kompetisi sepak bola bergengsi Eropa, bertemu atlet legendaris dunia Christian Vieri, menjajal simulator Formula 1, hingga berpartisipasi langsung dalam pertandingan bersama para atlet legendaris Indonesia Bambang Pamungkas dan Greysia Polii, serta atlet sepakbola Mauro Zijlstra; Atlet voli Wilda, Doni Haryono, Maya Indri; dan deretan selebriti.Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan Trophy Showcase, yang menghadirkan trofi dari berbagai kompetisi bergengsi. Pengunjung dapat melihat dari dekat dan mengabadikan momen bersama Trofi Premier League, Serie A, Ligue 1, dan Super League, membawa ikon yang selama ini hanya terlihat melalui layar ke ruang interaksi langsung dengan fans.Dikemas dalam dua hari penuh dengan experience menarik, Vidio Sports Festival 2026 membagi area festival ke dalam 8 zona aktivitas utama:1. Trophy Showcase & Fanmeet AreaAreaSesi jumpa fans bersama atlet internasional Christian Vieri, atlet nasional, serta selebriti seperti Maria Theodore dan Brandon Salim. 2. Sports ProgramRangkaian program kesehatan dan kompetisi cabang olahraga interaktif. 3. Game CornerZona permainan untuk umum, termasuk simulator F1. 4. Liga AkamsiTurnamen sepak bola usia dini untuk mendukung pembinaan bakat-bakat muda Indonesia5. F1 Watch PartyArea nonton bareng (nobar) Formula 1 dengan atmosfer balap yang meriah. 6. Sports BazaarArea belanja serba ada yang menghadirkan apparel olahraga, makanan/minuman, serta merchandise olahraga. 7. Zumba SessionSesi senam Zumba masal di pagi hari yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung secara gratis. 8. Music Performance StagePanggung utama musik yang menghadirkan hiburan lintas genre.Format kompetisi program utama di Vidio Sports Festival 2026 dirancang untuk menyoroti nilaikebersamaan, semangat olahraga, serta inklusivitas. Adapun 4 pilar pertandingan utama mencakup:1. 5v5 Fun Football (1 Atlet + 1 Selebriti + 6 Warga dalam 1 tim) :Pertandingan sepak bola mini yang mempertemukan kombinasi atlet legendaris tanah air Bambang Pamungkas, talenta muda Mauro Zijlstra, content creator Wancoy, serta aktor Antonio Blanco, akan bermain bersama bersama 6 warga terpilih di setiap timnya.2. 2v2 Padel (1 Selebriti + 2 Warga dalam 1 tim) : Mewadahi tren olahraga padel yang tengah digandrungi, Vidio Sports Festival 2026 menggelar turnamen ganda padel. Figur publik seperti Daffa Ariq dan Pasming Based siap berpasangan langsung dengan warga untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan padel. 3. 6v6 Volleyball (1 Atlet + 1 Selebriti + 8 Warga dalam 1 tim) :Cabor voli yang menarik perhatian besar masyarakat Indonesia akan menampilkan deretan atlet voli nasional seperti Wilda Nurfadhilah, Doni Haryono, dan Maya Indri bermain bersama 8 warga terpilih dalam format laga voli lapangan yang sengit dan seru.4. 2v2 Badminton (1 Atlet + 2 Warga dalam 1 tim) :Arena bulu tangkis Vidio Sports Festival 2026 akan menghadirkan peraih medali emas Olimpiade Greysia Polii, pemain bertalenta Agrippina, serta selebriti ternama Brandon Salim dan Maria Theodore. Dua Warga terpilih akan merasakan pengalaman berpasangan langsung dengan para juara di atas lapangan.Untuk menandai pembukaan rangkaian acara ini, Vidio menyelenggarakan acara Press Conference Vidio Sports Festival 2026 pada Rabu, 9 September 2026 bersama dengan perwakilan Vidio, I.League sebagai salah satu mitra IP olahraga Indonesia, dan atlet legendaris Bambang Pamungkas dan Greysia Polii.Teguh Wicaksono, Chief Marketing Officer Vidio, mengatakan dengan pilihan IP olahraga global dan lokal yang luas, Vidio konsisten membawa olahraga lebih dekat kepada masyarakat Indonesia, “Melalui Vidio Sports Festival (VSF) 2026, kami ingin mewujudkan misi tersebut tidak hanya melalui streaming, tetapi juga dengan memberikan kesempatan bagi fans dan masyarakat luas untuk berpartisipasi, lebih dekat dengan olahraga yang mereka cintai.Melanjutkan kesuksesan tahun lalu dengan lebih banyak mitra IP global dan lokal, kami membawa trofi ikonik, atlet legendaris, dan berbagai hiburan kepada fans yang menjadikan Vidio Sports Festival sebagai bagian dari budaya olahraga.Bambang Pamungkas, atlet legendaris sepakbola Indonesia, mengatakan bahwa Vidio Sports Festival merupakan wadah nyata untuk mempererat komunitas olahraga Indonesia.“Olahraga adalah bahasa universal yang punya kekuatan untuk menyatukan kita. Vidio Sports Festival menghadirkan ruang bagi fans, atlet, dan legenda untuk bertemu dan bermain bersama, sekaligus merayakan semangat olahraga sebagai sebuah komunitas.”Magdalene Ng, Executive Vice President, Marketing, Growth & Consumer, APAC beIN Sports, antusias menyambut kembalinya beIN SPORTS ke Vidio Sports Festival serta kesempatan untuk menghubungkan olahraga global dengan basis penggemar Indonesia yang beragam dan penuh antusiasme. “Indonesia memiliki salah satu komunitas penggemar olahraga yang paling antusias dan aktif di kawasan Asia Tenggara, dengan semakin banyak penggemar yang ingin merasakan pengalaman olahraga lebih dari sekadar menyaksikannya di layar. Melalui Vidio Sports Festival, beIN SPORTS dan Vidio membawa penggemar lebih dekat dengan olahraga yang mereka cintai, menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, imersif, dan relevan dengan cara mereka menikmati serta terlibat dalam olahraga saat ini.”Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League, mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa semangat sepak bola lokal lebih dekat kepada komunitas penggemarnya,“Sepak bola adalah soal rasa memiliki. Melalui Vidio Sports Festival, I.League dapat membawa semangat sepak bola nasional lebih dekat kepada fans dan menciptakan ruang bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem sepak bola yang mereka dukung"Selama dua hari, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang hadiah dengan total nilai Rp50 juta melalui pengumpulan stamp di berbagai zona festival. Keseruan semakin lengkap dengan penampilan JKT48, Five Minutes, The Changcuters, Reality Club, Bernadya, dan Morfem yang akan mengisi panggung hiburan Vidio Sports Festival 2026.Saatnya membawa passion terhadap olahraga keluar dari layar. Hadir, bermain, bertemu para idola, dan rasakan langsung bagaimana olahraga, entertainment, dan komunitas bertemu di Vidio Sports Festival 2026 pada 26–27 September di Plaza Parkir Timur Senayan.

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026