Logo KTF KupasTuntasFilm

Official Poster Operasi Pesta Copet Rilis: Rencana Nyopet di Konser Dimulai! Iqbaal Ramadhan dan Geng Copet Amatir Tampil Dekil di Markas yang Bikin Was-Was!

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Umum

By Admin | | 67 views

Operasi Pesta Copet tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.


Setelah merilis official teaser poster dan poster karakter yang

menyita perhatian warganet, Imajinari merilis official poster film drama komedi terbaru

Operasi Pesta Copet yang menampilkan geng copet amatir tampil dekil: Iqbaal Ramadhan

(Ijal), Kristo Immanuel (Adut), Zulfa Maharani (Tia), dan Kawai Labiba (Melodi). Keempatnya

adalah copet amatir yang menanggung banyak beban dan kesulitan hidup di ibukota.

Mereka nekat bikin rencana nyopet di festival musik paling besar di Indonesia, Pestapora.


Dalam official poster Operasi Pesta Copet, keempatnya ditampilkan tampak dalam sebuah

markas kumuh di sebuah bus yang terbengkalai. Di belakangnya, ada papan tulis bertulis

rencana pencopetan di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora, dengan target

pencopetan fantastis Rp600 juta! Mampukah para copet amatir ini mencapai targetnya?

“Copet bukan kejahatan spontan. Mereka punya cara kerja yang sistematis. Operasi Pesta

Copet membongkar cara mereka beroperasi, dan ketika tahu bagaimana mereka bekerja,

kita jauh lebih mudah menghindarinya. Film ini hiburan sekaligus bekal,” ujar produser

Ernest Prakasa.


Diproduksi oleh Imajinari yang bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator, Operasi

Pesta Copet menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa,

Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.


Film Operasi Pesta Copet akan mengajak penonton mengintip lika-liku rencana nekat geng

copet amatir yang penuh drama, aksi, dan tawa. Dengan latar festival musik terbesar di

tengah puluhan ribu penonton.


“Saat pertama kali saya datang dengan ide ini, sebenarnya yang menarik adalah saya bisa

membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional, namun

kacamata sosiologisnya. Lewat film Operasi Pesta Copet, kita bukan hanya membahas

musik Indonesia masa kini, tapi memotret juga permasalahan sosial di Indonesia,” ungkap

sutradara Edy Khemod.


Untuk tampil dekil seperti belum mandi yang baru terlihat sekilas di official poster, Iqbaal

melakukan perubahan paling nekat! Untuk pertama kalinya ia harus menurunkan berat

badan dan mengubah perawakan dengan berjemur selama 2 bulan!


“Selama 2 bulan, saya harus berjemur setiap hari selama 2 jam. Itu untuk mengejar

transformasi fisik karakter Ijal yang di filmnya tinggal area pinggir rel kereta api. Bukan cuma

itu, saya juga harus manjangin kumis saya, yang jadinya seperti kumis lele,” kelakar Iqbaal

Ramadhan.


Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id.

Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!


More Recommendations

The Dangers in My Heart The Movie : Romansa Sederhana yang Lucu, Hangat, dan Bikin Senyum-Senyum Sendiri!
MOVIE
3.0

The Dangers in My Heart The Movie : Romansa Sederhana yang Lucu, Hangat, dan Bikin Senyum-Senyum Sendiri!

The Dangers in My Heart The Movie hadir sebagai versi layar lebar dari salah satu anime romance-comedy yang cukup berhasil mencuri perhatian penonton melalui hubungan unik antara Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada. Film ini digarap oleh Hiroaki Akagi dengan membawa kembali nuansa khas serialnya sekaligus memberikan pengalaman yang lebih padat, fokus, dan sinematik.Bagi penonton yang sudah mengikuti ceritanya hingga Season 2, film ini terasa seperti sebuah perjalanan nostalgia yang kembali mempertemukan kita dengan karakter-karakter yang sudah familiar. Namun bagi yang mengharapkan sebuah cerita yang benar-benar berbeda dari serialnya, film ini mungkin terasa lebih seperti rangkuman yang dikemas ulang dengan beberapa materi baru.Cerita Sederhana, tetapi Dikembangkan dengan Sangat BaikSecara garis besar, cerita The Dangers in My Heart The Movie sebenarnya tidak terlalu rumit. Film ini masih berpusat pada dinamika hubungan Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada, dua karakter dengan kepribadian yang sangat berbeda tetapi perlahan semakin dekat satu sama lain.Tidak ada konflik besar yang harus membuat penonton berpikir keras. Film lebih memilih mengembangkan momen-momen kecil dalam kehidupan mereka menjadi sesuatu yang menarik.Inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar film.Cerita yang sederhana tersebut mampu dikembangkan dengan baik melalui interaksi karakter, situasi canggung, kesalahpahaman, hingga berbagai kejadian kecil yang terasa relatable. Hubungan Kyotaro dan Anna juga tidak langsung dibuat menjadi romansa yang berlebihan. Perkembangannya terasa bertahap, sehingga penonton bisa menikmati proses keduanya semakin mengenal dan memahami satu sama lain.Yang menarik, kesederhanaan tersebut justru memberikan ruang yang cukup besar bagi film untuk bermain dengan komedi.Komedinya Berhasil Sampai ke PenontonSebagai film bergenre romance comedy, tentu salah satu pertanyaan terpenting adalah apakah jokes yang diberikan mampu membuat penonton tertawa.Jawabannya: cukup berhasil.Berbagai jokes yang muncul terasa menyatu dengan karakter dan situasi yang sedang terjadi. Humor tidak hanya muncul melalui dialog, tetapi juga dari ekspresi wajah, gerakan karakter, timing adegan, serta situasi absurd yang dialami Kyotaro dan teman-temannya.Beberapa momen bahkan terasa semakin lucu karena film mampu membangun situasinya terlebih dahulu sebelum memberikan punchline.Hal tersebut membuat humor yang ada tidak terasa terlalu dipaksakan. Penonton yang sudah mengenal karakter-karakternya sejak serial pun akan mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan karena sudah memahami sifat dan kebiasaan mereka.Bahkan beberapa adegan sederhana bisa berubah menjadi momen yang membuat penonton ikut tertawa di dalam bioskop.Dan yang paling penting, komedi tersebut tidak menghilangkan sisi romantisnya. Film tetap mampu menjaga keseimbangan antara jokes, momen manis, kecanggungan, dan perkembangan hubungan.Penampilan Para Seiyu Menjadi Salah Satu Kekuatan FilmKekuatan lain datang dari penampilan para pengisi suara yang mampu menghidupkan karakter masing-masing.Ayaka Asai sebagai Chihiro Kobayashi mampu memberikan warna tersendiri terhadap karakternya. Sementara itu, Hina Yomiya sebagai Anna Yamada berhasil menghadirkan sisi Anna yang ceria, polos, sekaligus menggemaskan.Kemudian ada Shun Horie sebagai Kyotaro Ichikawa, yang memberikan karakterisasi suara yang cocok dengan sosok Kyotaro.Kyotaro memang membutuhkan pengisi suara yang mampu menunjukkan dua sisi dirinya: sisi luar yang terlihat pendiam dan canggung, serta sisi dalam dirinya yang sering kali dipenuhi pemikiran absurd dan berlebihan.Karakterisasi tersebut menjadi penting karena sebagian besar daya tarik Kyotaro berasal dari apa yang ada di kepalanya dibandingkan dengan apa yang ia tunjukkan kepada orang lain.Megumi Han sebagai Moeko Sekine juga memberikan performa yang cocok dengan karakter yang diperankannya. Kehadiran para seiyu membuat interaksi antarkarakter terasa hidup dan membantu jokes yang diberikan menjadi lebih efektif.Pada akhirnya, chemistry suara antar karakter menjadi salah satu alasan mengapa berbagai momen sederhana dalam film tetap terasa menyenangkan untuk diikuti.Visual Animasi yang Cukup Memanjakan MataDari sisi visual, The Dangers in My Heart The Movie memang bukan film anime yang menjadikan kualitas animasi spektakuler sebagai daya tarik utamanya.Namun, secara keseluruhan kualitas visualnya lumayan bagus, terutama ketika film memperlihatkan beberapa scene pemandangan dan adegan yang berlangsung di luar ruangan.Penggunaan background, lingkungan sekolah, jalanan, serta beberapa lokasi outdoor mampu memberikan kesan dunia yang lebih hidup. Beberapa adegan juga terasa lebih sinematik dibandingkan ketika menontonnya dalam format serial televisi.Visual tersebut semakin membantu membangun suasana romantis yang menjadi bagian penting dari film.Ketika film membutuhkan suasana hangat dan tenang, visualnya mampu mendukung. Ketika memasuki adegan komedi, ekspresi karakter juga menjadi elemen penting yang membuat humor terasa lebih kuat.Versi Padat yang Lebih Fokus dan SinematikSalah satu hal yang perlu dipahami sebelum menonton film ini adalah bahwa The Dangers in My Heart The Movie bukanlah sebuah cerita yang sepenuhnya berdiri sebagai kelanjutan baru dari serialnya.Film ini lebih terasa sebagai versi padat dari perjalanan cerita yang sudah kita kenal, dengan fokus yang lebih diarahkan pada hubungan dan perkembangan karakter utama.Karena durasinya lebih terbatas dibandingkan dua season serial, beberapa bagian tentunya harus dirangkum atau dipadatkan. Namun, keputusan tersebut justru membuat film terasa lebih fokus.Film dapat memilih momen-momen penting yang ingin ditonjolkan tanpa harus terlalu lama berada pada subplot tertentu.Yang membuatnya semakin menarik adalah adanya beberapa adegan baru setelah Season 2. Materi tambahan tersebut memberikan alasan tersendiri bagi penggemar lama untuk kembali melihat perjalanan Kyotaro dan Anna dalam format layar lebar.Dengan penyajian yang lebih sinematik, beberapa momen yang sebelumnya dinikmati dalam episode serial mendapatkan kesempatan untuk terasa lebih spesial ketika ditempatkan dalam format film.KesimpulanThe Dangers in My Heart The Movie mungkin tidak menawarkan cerita yang kompleks ataupun konflik besar. Namun, film ini membuktikan bahwa sebuah cerita sederhana tetap bisa menjadi tontonan yang menarik apabila dikembangkan dengan karakter yang kuat, chemistry yang bagus, serta komedi yang tepat.Cerita yang sederhana berhasil dikembangkan menjadi kisah romance-comedy yang lucu, hangat, dan menyenangkan. Jokes-jokes yang diberikan juga mampu sampai kepada penonton dan menghasilkan beberapa momen yang benar-benar mengundang tawa.Penampilan para seiyu menjadi nilai tambah karena mampu memerankan karakter mereka dengan cocok dan menjaga chemistry antarkarakter tetap terasa.Bagi penggemar serialnya, film ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali menikmati hubungan Kyotaro dan Anna dalam format layar lebar. Sedangkan bagi SOBAT KTF yang menyukai anime romance-comedy dengan humor ringan dan karakter yang menggemaskan, film ini tetap menawarkan pengalaman yang menyenangkan.

Rahmadandi Desky Prayuda 05 Sep 2026
VIDEO
Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!
NEWS

Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!

Nama Amy Search lekat dengan perjalanan musik rock Malaysia yang pernah memiliki banyak penggemar di Indonesia. Lagu “Isabella” yang dibawakannya bersama grup Search menjadi salah satu lagu Malaysia yang populer di Indonesia pada awal 1990-an. Kini, perhatian datang melalui putri sulungnya, Nabila Huda, yang membintangi drama Cela.Drama thriller psikologis yang juga sudah tayang di Viu Indonesia tersebut menempati posisi pertama di Viu Malaysia dalam waktu kurang dari satu minggu setelah mulai tayang pada 20 Agustus 2026. Cela sekaligus berada di atas sejumlah tayangan Korea di platform tersebut.Dikutip dari Malay Mail, Cela mengungguli Running Man 2026, Dream to You, dan The Affair Was Just the Beginning. Perhatian terhadap Cela tidak berhenti pada platform streaming. Konten mengenai drama tersebut mencatatkan hampir 50 juta tayangan di media sosial dalam waktu kurang dari satu minggu. Angka itu merupakan akumulasi tayangan konten terkait Cela, seperti trailer, cuplikan adegan, dan materi promosi, bukan jumlah penayangan episode lengkapnya.Keberhasilan Cela juga membuat produksi lokal menempati dua posisi teratas di Viu Malaysia. Posisi kedua diduduki Cinta Dalam Sekam, drama Malaysia lain yang diproduksi Global Film Station. Pencapaian ini memperlihatkan kemampuan cerita lokal bersaing dengan tayangan Korea di pasar streaming Malaysia.Nabila Huda membawa karakter yang berbedaBagi penonton Indonesia, Nabila Huda mungkin belum sepopuler ayahnya. Namun, ia telah membangun karier aktingnya sendiri selama lebih dari dua dekade. Nabila merupakan putri sulung Amy Search. Dalam Cela, Nabila memerankan Dato’ Anees, perempuan kaya, berpengaruh, dan sulit ditebak. Penampilannya jauh dari figur pelindung yang terlihat pada awal cerita. Di balik perhatian yang diberikannya kepada Kaer, Anees menyimpan kepentingan dan rahasia yang berkaitan dengan tragedi keluarga pemuda tersebut.Lawan mainnya adalah Hun Haqeem, yang memerankan Kaer, siswa sekolah menengah yang hidupnya berubah setelah kematian sang ayah. Kaer dan ibunya yang sedang mengalami depresi kemudian ditampung oleh pasangan kaya Dato’ Arshad dan Dato’ Anees.Dalam masa duka, Kaer melihat Anees sebagai seseorang yang memahami dan memberinya tempat untuk bersandar. Perhatian tersebut perlahan berkembang menjadi keterikatan emosional yang sulit ia pahami. Kaer tidak segera menyadari bahwa hubungan mereka dibentuk oleh ketimpangan kekuasaan dan permainan psikologis. Situasinya berubah ketika Kaer menemukan bahwa Anees memiliki hubungan dengan tragedi yang menghancurkan keluarganya. Pemuda itu kemudian terjebak di antara perasaannya, pengkhianatan yang baru diketahui, dan keinginan mengungkap kebenaran.Bukan sekadar romansa beda usiaPerbedaan usia antara kedua pemeran dan sejumlah adegan dalam trailernya memang menarik perhatian. Namun, Cela tidak hanya menawarkan romansa terlarang antara perempuan dewasa dan laki-laki muda. Hubungan Anees dan Kaer menjadi pintu masuk untuk memperlihatkan bagaimana seseorang yang sedang berduka dapat menjadi rentan terhadap perhatian dari orang yang lebih berkuasa. Anees tidak hanya memiliki usia dan pengalaman lebih banyak. Ia juga mempunyai uang, status, serta kendali atas tempat tinggal Kaer dan ibunya. Perpaduan duka keluarga, manipulasi, obsesi, cinta terlarang, dan pembalasan membuat Cela bergerak lebih gelap daripada drama romantis biasa. Penonton bukan hanya diajak mempertanyakan perasaan Kaer terhadap Anees, tetapi juga mencari tahu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian ayahnya.Selain Nabila Huda dan Hun Haqeem, Cela dibintangi Zarif Ghazzi, Datuk Seri Eizlan Yusof, Lisdawati, Zain Saidin, dan Ellyza Azizi. Serial sepanjang 12 episode ini disutradarai Feroz Kader dan ditulis Liza Nur. Cela dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia. Episode baru hadir setiap Kamis dan Jumat.

Admin Kupas Tuntas Film 05 Sep 2026
Dimas Anggara Debut Sutradarai Film Horor Berjudul Aplikasi Iblis, Dibintangi Junior Roberts, Saat Aplikasi Bisa Menghubungkan dengan Arwah Orang yang Sudah Meninggal
NEWS

Dimas Anggara Debut Sutradarai Film Horor Berjudul Aplikasi Iblis, Dibintangi Junior Roberts, Saat Aplikasi Bisa Menghubungkan dengan Arwah Orang yang Sudah Meninggal

Film Aplikasi Iblis tayang mulai 15 Oktober 2026 di bioskopJakarta, 31 Agustus 2026 — Dimas Anggara menandai penyutradaraan debut horornya lewat film terbaru persembahan NIH Pictures berjudul Aplikasi Iblis. Film ini dibintangi oleh Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta penampilan spesial Della Dartyan.Film Aplikasi Iblis membawa genre urban supernatural horror yang akan mengisahkan tentang seorang pria yang mencoba kembali terhubung dengan kekasihnya yang telah meninggal melalui sebuah aplikasi misterius. Namun, justru membuka pintu bagi sesuatu yang ingin memanfaatkannya.Dalam teaser trailer yang dirilis, Arya (diperankan Junior Roberts) ingin melamar kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Namun, keduanya justru harus terpisah dan berbeda dunia untuk selamanya. Arya masih ditemani arwah Laras, tapi, apakah itu benar-benar Laras?Sementara itu, di teaser poster yang dirilis juga secara jelas menampilkan sosok menyeramkan di layar ponsel. Menandakan sebuah teror yang akan datang, saat kita mencoba menggunakan aplikasi yang disebut bisa menghubungkan dengan arwah orang mati tersebut.“Film Aplikasi Iblis akan mengikuti kisah Arya. Dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan masih sangat rindu dan percaya orang yang telah pergi bisa kembali. Di film ini, saya menggabungkan unsur drama romance tapi juga teror horor yang mungkin sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Ketika kita semua pakai sebuah aplikasi untuk bisa terkoneksi dengan orang yang kita sayangi, apapun jenis aplikasinya. Tapi bedanya, aplikasi di film ini bisa menghubungkan dengan arwah orang yang sudah meninggal,” ujar sutradara Dimas Anggara.“Buat aku cerita Arya dan Laras itu seperti sepasang kekasih yang sudah merencanakan sesuatu yang indah tapi malah berakhir menjadi tragedi,” ujar pemeran Arya, Junior Roberts. Sebelumnya, Dimas Anggara telah menyutradarai film #OOTD yang diproduksi oleh NIH Pictures. Kali ini, Dimas kembali mengeksplorasi gagasan kreatifnya sebagai sutradara horor lewat Aplikasi Iblis. Sebuah horor dengan cerita tentang teknologi, kehilangan, dan teror supernatural.Ikuti terus perkembangan film Aplikasi Iblis melalui media sosial Instagram @aplikasiiblisfilm dan @nihpictues. Film Aplikasi Iblis tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !
NEWS

Fresh, Eksentrik, dan Mengganggu! Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan! Suara HT Bikin Kita Merinding dan Terteror !

Tonton film Hasut mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Jakarta, 25 September 2026 — Tuta Films mempersembahkan film horor-misteri Hasut, karya debut sutradara Ilya Sigma yang mengeksplorasi perasaan takut, curiga, dan terteror dari suara-suara misterius yang muncul dari HT, dan menyesatkan pikiran keempat sahabat di sebuah hutan. Siapa yang berada di balik suara tersebut? Dan mana yang harus dipercaya? Dua pertanyaan ini menjadi tema utama Hasut, sekaligus membawa penonton masuk ke dalam misteri yang dialami keempat sahabat tersebut.Film Hasut menghadirkan horor tanpa penampakan, dengan ketegangan yang dibangun melalui suara-suara misterius yang semakin manipulatif dan memicu paranoia. Justru suara-suara inilah yang membuat teror terasa nyata dan membuat penonton terus bertanya seberapa jauh mereka akan saling mencelakai.Dibintangi empat pemeran utama yang menampilkan akting mereka dengan solid, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling curiga satu sama lain, saat suara misterius itu ‘membajak’ HT mereka.Keempatnya yang datang dengan luka dan trauma masa lalu, menjadi semakin tak terkontrol, ketika suara-suara itu juga menghasut mereka untuk saling tak mempercayai hingga akhirnya melukai satu sama lain. Hingga akhir film, kita bertanya, siapa yang menghasut, dan siapa yang bisa dipercaya, saat semua yang terlihat tak sama dengan yang terdengar?“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.Film Hasut disutradarai oleh Ilya Sigma, ditulis Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria. Film ini diproduseri oleh Putrama Tuta, Siera Tamihardja, dan ko-produser Nick Musa, serta ko-produser Randi Wibawa.“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?” Ujar produser Siera Tamihardja.Bagi Rachel Amanda, film Hasut menjadi tantangan baru baginya. Hasut sendiri menjadi film horor ketiga yang dibintanginya. Salah satu yang menantang bagi Amanda adalah lokasi syuting yang sepenuhnya berada di hutan, dengan pemeran yang terdiri dari empat aktor. Kekuatan aktor di film ini juga sangat diuji untuk menghidupkan suasana teror psikologis yang muncul dari suara-suara misterius.“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita.Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” Ujar Rachel Amanda“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” ujar Karina Salim. Pada akhirnya, Hasut meninggalkan satu pertanyaan menohok: ketika semua orang terlihat bisa dipercaya, tetapi suara yang kita dengar mengatakan sebaliknya, siapa yang akan kita pilih untuk dipercaya?Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

Admin Kupas Tuntas Film 25 Sep 2026
Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?
NEWS

Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?

Dalam beberapa tahun terakhir Netflix telah dikenal sebagai rumah bagi kisah-kisah autentik dan unik asal Indonesia, mulai dari film box office, drama, sinetron, hingga judul-judul Netflix Originals yang tersedia di platform. Di sepanjang tahun 2026, Netflix berkomitmen untuk menyediakan lebih dari 100 konten lokal yang penuh keragaman, meliputi berbagai film drama dan sinetron yang amat digemari di Indonesia. Berbagai cerita ini begitu menarik untuk diikuti, dari drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari hingga serial panjang dengan jalan cerita yang menggelitik untuk terus diikuti. Tonton semuanya di Netflix!Tunggu Aku Sukses NantiPemeran: Ardit Erwandha, Lulu Tobing, Ariyo WahabCredit : NetflixTunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu film box office dengan menarik lebih dari tiga juta penonton setelah tayang perdana di bioskop Indonesia pada April tahun ini. Film ini mengikuti kisah Arga yang senantiasa menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya setiap Lebaran setelah ia menganggur selama tiga tahun dan tak kunjung mendapat pekerjaan. Situasi ekonomi yang semakin menekan dan berbagai masalah keluarga menuntut Arga bergegas mencari pekerjaan, demi keluar dari persoalan dan membanggakan keluarga saat acara kumpul Lebaran berikutnya.Istri Satu Satunya Pemeran: Clara Bernadeth, Bryan Mckenzie, Harris VrizaCredit :NetflixSoraya yang lama hidup sederhana bersama ibunya, Nina, tiba-tiba berhadapan dengan mantan suami Nina, Pierre, yang muncul dan membantu biaya pengobatan sang ibu. Merasa penasaran akan identitas pria tersebut, Soraya menyamar sebagai pekerja rumah tangga di rumah Pierre untuk mencari tahu cerita yang sebenarnya. Namun sebuah kejadian misterius kemudian membuat Soraya terseret dalam konflik keluarga, rebutan warisan, hingga misteri pembunuhan. Istri Satu-satunya bisa jadi pilihan sinetron terbaru untuk diikuti!Na Willa Pemeran: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy SyauqiCredit : NetflixDiangkat dari buku tenar berjudul sama karangan Reda Gaudiamo, film ini mengikuti kisah Na Willa yang ceria dan hidup nyaman di rumahnya di Surabaya di era 1960-an. Dunia kecilnya terasa penuh keajaiban berkat permainan, kehadiran teman-teman, hingga berbagai petualangan yang dijalaninya. Namun hidup ternyata menghadirkan tantangan tak terduga saat ia mulai bersekolah dan ia harus berhadapan dengan teman-teman baru dan para guru yang tegas.Agak Laen : Menyala Pantiku!Pemeran: Indra Jegel, Boris Bokir Manullang, Oki RenggaCredit : NetflixTayang perdana di bioskop sejak akhir November 2025, Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton. Film yang digarap oleh sutradara Muhadkly Acho dan produser Ernest Prakasa ini merupakan sekuel dari film sukses Agak Laen (2024), yang berlatar di sebuah pasar malam. Kini barisan detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang berulang kali gagal menjalankan misi mendapatkan kesempatan terakhir, yaitu menyusup ke dalam sebuah panti jompo dan menyamar. Misi terbaru mereka adalah mencari buronan dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Namun penyelidikan menjadi kekacauan sekaligus penuh kejadian humoris berkat kemampuan detektif mereka yang ala kadarnya. Sanggupkah mereka menangkap sang buron pada akhirnya?Ayah,Ini Arahnya Kemana Ya? Pemeran: Mawar de Jongh, Rey Bong, Dwi SasonoCredit : NetflixDira tumbuh dalam keluarga dengan sosok ayah yang tak benar-benar hadir di antara mereka. Situasi bertambah rumit ketika ibu yang menyokong ekonomi keluarga terluka parah dalam sebuah insiden. Jeratan utang yang kemudian terbongkar dan hubungan renggang dengan sang ayah memaksa Dira dalam sekejap bertindak sebagai orang dewasa, memikul beban melampaui usianya dan berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.Pelangi Di MarsPemeran: Messi Gusti,Lutesha, Meysha LinCredit : NetflixDengan latar masa depan saat Bumi mengalami krisis air, Pratiwi yang dikirim ke Mars untuk mencari mineral langka nan vital melahirkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di planet tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Pelangi yang hidup di Mars bersama teman-teman robotnya bergegas mencari mineral tersebut untuk kelangsungan hidup Bumi.Terikat JanjiPemeran: Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy ChowSinetron populer ini menghadirkan kisah emosional dengan alur penuh konflik, dilema, dan pilihan sulit. Saat menghadapi konflik keluarga, rahasia masa lalu, serta sebuah ikatan janji, sepasang kekasih menghadapi tekanan ketika kepercayaan mulai terasa retak dan berbagai masalah muncul. Mereka dipaksa memilih antara mempertahankan cinta atau melepaskan satu sama lain. Konflik semakin memanas ketika berbagai masalah mulai menguji hubungan mereka.Ipar Adalah Maut : The SeriesPemeran: Deva Mahenra, Tatjana Saphira, Nicole ParhamCredit : NetflixDiangkat dari film populer berjudul sama, serial ini menggali lebih dalam latar belakang dan sisi emosional para karakter, yaitu pasangan suami istri Aris-Nisa serta sang adik ipar, Rani. Rumah tangga Aris dan Nisa yang terlihat harmonis bersama putri mereka mulai berubah kala Rani tinggal bersama mereka untuk menjalani kuliah. Kedekatan Rani dan Aris perlahan melewati batas, hingga rahasia mereka terancam menghancurkan pernikahan serta hubungan antara kakak dan adik..Pernikahan Dini Gen ZPemeran: Aliando Syarief, Richelle Georgette Skornicki, Samudra TaylorCredit : NetflixSeorang murid teladan bernama Dini menjalin hubungan rahasia dengan Rangga, sang kakak kelas populer yang juga berpotensi menjadi calon atlet basket nasional. Hubungan mereka yang kemudian menimbulkan masalah membuat mereka harus berhadapan dengan tekanan keluarga, masa depan yang gamang, serta kehadiran sosok lain yang menaruh hati pada Dini.Istri Paruh WaktuPemeran: Arifin Putra, Audi Marissa, Kiara McKennaCredit : NetflixKehidupan sempurna Riska si CEO mulai retak setelah lama menikah. Saat ia merasa selama ini menjadi “istri paruh waktu” akibat kesibukannya, Riska memutuskan mundur dari pekerjaan. Namun yang ia dapati justru kejanggalan dalam sikap suaminya, Adimas, yang selama ini ternyata menyimpan rahasia. Riska pun harus memutuskan apakah ia dapat menghadapi rahasia tersebut dan mengatur ulang masa depan keluarganya..Selain rekomendasi tayangan di atas, masih banyak lagi film drama dan sinetron Indonesia yang layak menjadi tontonan Anda selanjutnya, seperti Semua Akan Baik-baik Saja, Keluarga Super Irit, Home Sweet Loan, 1 Kakak 7 Ponakan, Surat untuk Masa Mudaku, Keluarga yang Tak Dirindukan, Jodoh Wasiat Bapak Reborn, A Little White Lie, Surga yang Tak Dirindukan, serta Imperfect: The Series.Tunggu informasi menarik lainnya tentang konten lokal yang bisa masuk ke daftar tontonan Anda melalui kampanye Netflix Apa Hari Ini? di akun media sosial NetflixID.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
VIDEO
Trailer & Poster Ungkap Visual yang Menawan Film Empat Musim Pertiwi Membawa Cinematic Experience yang Belum Pernah Tersaji di Layar Sinema Indonesia dari Sutradara Gadis Kretek Kamila Andini!
NEWS

Trailer & Poster Ungkap Visual yang Menawan Film Empat Musim Pertiwi Membawa Cinematic Experience yang Belum Pernah Tersaji di Layar Sinema Indonesia dari Sutradara Gadis Kretek Kamila Andini!

Empat Musim Pertiwi tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia! Jakarta, 10 September 2026 — Forka Films merilis trailer dan poster film Empat Musim Pertiwi, yang menjadi karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini. Melalui trailernya, Empat Musim Pertiwi menunjukkan skala produksi terbesar Forka Films, dengan penjelajahan artistik yang eksploratif, yang akan menawarkan cinematic experience yang hanya dapat dinikmati di layar bioskop.Mengikuti perjalanan Pertiwi (Putri Marino), yang pulang ke tanah kelahirannya, setelah puluhan tahun pergi. Pertiwi bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya, baik yang memberinya musim baik hingga mereka yang menjadi musim terburuk dalam hidupnya.Sementara itu, poster Empat Musim Pertiwi menampilkan sosok Pertiwi sebagai perempuan yang tampak telah melalui berbagai fase kehidupannya dan siap menghadapi berbagai peristiwa. Empat Musim Pertiwi, yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java akan tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September ini. TIFF juga menandai kembalinya Kamila ke festival tersebut, setelah bersama film Yuni (2021) yang memenangkan Platform Prize.Dalam waktu yang bersamaan dengan rilisnya di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Di BIFF, Empat Musim Pertiwi akan tayang dalam program A Window On Asian Cinema, sebuah program yang mempresentasikan karya-karya yang akan menjadi zeitgeist dari para sineas Asia yang telah menepakkan jejaknya di peta sinema internasional serta para sineas Asia pendatang baru. “Senang rasanya film Empat Musim Pertiwi dapat tayang di bioskop Indonesia dalam waktu yang berdekatan ketika filmnya World Premiere di Toronto dan dalam waktu yang bersamaan dengan tayangnya di Busan. Kami berharap penonton dapat merasakan bersama perjalanan pulang Pertiwi dalam menemui musim-musim dalam hidupnya, lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila Andini, yang juga didukung oleh jajaran kru yang telah bekerja sama sejak Gadis Kretek,” ujar produser Ifa Isfansyah.“Syutingnya dilakukan pada tahun 2025, dan ini menjadi skala produksi terbesar Forka Films. Kami syuting hampir sepenuhnya di Bromo, dengan berbagai titik yang kami gunakan mulai dari area permukiman, area persawahan, dan tentunya titik berpasir. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tentu membutuhkan logistik yang besar. Belum lagi, secara post-production, kami juga memasukkan banyak detail yang membuat desain produksinya besar,” tambah Ifa.Bagi Kamila, membuat film selalu menjadi ruang pembelajaran baru baginya untuk memahami dunia sekitar bekerja. Di film Empat Musim Pertiwi, ia juga berupaya untuk menyuarakan apa yang tengah menjadi keresahannya, melalui balutan cross-genre yang menjadi alat untuk menyampaikan pesan. Di film ini, salah satu yang baru baginya adalah sci-fi.“Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikan apa yang menjadi perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya,” ujar sutradara Kamila Andini.Ide pembuatan Empat Musim Pertiwi sudah ada sejak 2017, jauh sebelum Gadis Kretek dan Before, Now & Then. Putri Marino, sejak awal juga sudah diplot untuk menjadi Pertiwi. Saat itu, pendekatan awal terjadi pada saat Ifa mengerjakan film Losmen Bu Broto. Film ini sekaligus menandai reuninya tim Gadis Kretek antara Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, serta Arya Saloka.Selain Putri dan Arya, film ini dibintangi oleh Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti. Dwika merupakan aktor dengan vitiligo, dan Hanna merupakan aktor tuli. Keterlibatan keduanya juga menjadi representasi keberagaman di film ini. Bagi Putri, untuk memerankan karakter Pertiwi cukup berat dan menguras energi.Putri pun kemudian mendapat bantuan dari Kamila untuk mendiskusikan tentang desain karakternya, salah satunya saat ia diberikan novel karya perempuan penulis Mesir, Nawal el-Saadawi.Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin. Salah satu yang juga sebenarnya membantuku untuk mengembangkan karakter Pertiwi adalah saat aku diberi bahan bacaan buku Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi, dan aku akhirnya bisa memahami apa yang dilalui Pertiwi,” ujar Putri Marino.Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Flm ini juga turut disponsori oleh Oriflame.Empat Musim Pertiwi juga resmi mendapatkan representasi internasional dari Goodfellas, salah satu international sales agent asal Prancis yang dikenal melalui katalog film-film auteur dengan perjalanan kuat di festival film dunia.Keputusan Goodfellas untuk menangani Empat Musim Pertiwi menjadi bagian penting dari perjalanan film ini. Bagi Forka Films, partnership tersebut bukan sekadar langkah distribusi internasional, tetapi juga sebuah bentuk kepercayaan terhadap kualitas artistik, skala produksi, dan potensi internasional film Indonesia.Goodfellas selama ini dikenal bekerja bersama filmmaker dengan visi artistik yang kuat dan menangani film-film yang memiliki perjalanan penting di festival internasional, termasuk karya-karya yang mendapat pengakuan di Cannes Film Festival dan Academy Awards.Empat Musim Pertiwi kini berada dalam katalog internasional yang sama dengan berbagai film auteur dari berbagai belahan dunia. Beberapa film yang sebelumnya ditangani oleh Goodfellas di antaranya adalah Pemenang Piala Oscar Pan’s Labyrinth (2006) karya Guillermo del Toro dan The Artist (2011) karya Michel Hazanavicius, dan film peraih Palme d’Or di Cannes Film Festival seperti Shoplifter (2018) karya Koreeda Hirokazu, Titane karya Julia Ducournau (2021) dan Fjord karya Cristian Mungiu (2026).Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026
VIDEO
Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City
MOVIE
3.5

Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City

Motor City bukan film aksi yang meminta penonton untuk duduk nyaman, mendengarkan dialog panjang, lalu menunggu karakter menjelaskan siapa dirinya dan apa yang sedang terjadi. Film garapan Potsy Ponciroli ini justru melakukan hal sebaliknya. Ia memaksa penonton membaca wajah, gerakan tubuh, suara mesin, dentuman musik, tatapan, darah, dan kekerasan sebagai bagian dari bahasa cerita.Berlatar Detroit tahun 1977, film ini mengikuti John Miller, seorang mantan narapidana dan veteran Vietnam yang berusaha memulai kembali kehidupannya setelah keluar dari penjara. Ia ingin hidup sederhana bersama Sophia, perempuan yang dicintainya. Namun harapan tersebut runtuh ketika John kembali berhadapan dengan dunia kriminal yang pernah menjebaknya.Dari titik itulah Motor City berubah menjadi perjalanan balas dendam yang sangat personal.Alan Ritchson menjadi pusat dari semuanya. Setelah dikenal luas sebagai sosok aksi lewat Reacher, Ritchson kembali memanfaatkan fisiknya yang besar, tetapi kali ini dengan pendekatan yang berbeda. John bukan karakter yang banyak bicara. Bahkan, salah satu eksperimen terbesar film ini adalah hampir menghilangkan dialog dari keseluruhan narasi. Beberapa sumber menyebut film ini hanya memiliki sedikit sekali percakapan verbal.Dan keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi besar.John Miller: Pria yang Kehilangan Kesempatan untuk Menjadi Orang BiasaMenariknya, John sebenarnya bukan sekadar mesin pembunuh.Pada awal cerita, ia diperlihatkan sebagai seseorang yang ingin keluar dari kehidupan lamanya.Ia sudah menjalani hukuman. Ia mencoba kembali bekerja. Ia memiliki hubungan romantis. Bahkan ada gambaran bahwa John ingin membangun kehidupan normal bersama Sophia.Inilah bagian yang membuat karakter John menjadi lebih menarik dibanding sekadar tokoh protagonis dalam film balas dendam.John sebenarnya sudah memiliki kesempatan untuk menjadi orang biasa.Tetapi masa lalu tidak membiarkannya.Ketika kehidupan yang baru dibangun tersebut dihancurkan. Bukan Film Tanpa Suara, Melainkan Film yang Mengganti Dialog dengan Bahasa VisualKesalahan terbesar jika masuk ke Motor City dengan ekspektasi sebagai film bisu adalah menganggap film ini hanya menghilangkan dialog.Tidak.Film ini tetap sangat “berisik”.Suara pukulan, deru kendaraan, suara senjata, langkah kaki, napas karakter, suara kota dan terutama musik menjadi pengganti percakapan. Musik bahkan memiliki fungsi seperti narator yang tidak terlihat.Ini membuat Motor City terasa lebih dekat dengan sebuah pertunjukan audiovisual daripada film kriminal konvensional.Ben Foster dan Ancaman yang Tidak Selalu Membutuhkan Banyak PenjelasanBen Foster memainkan Reynolds, sosok kriminal yang menjadi pusat konflik John.Foster sebenarnya memiliki kualitas akting yang sangat cocok untuk karakter seperti ini: ekspresif, tidak stabil, dan mampu membuat karakter terasa berbahaya bahkan ketika tidak melakukan apa-apa.Namun film juga memperlihatkan salah satu masalah dari konsep minim dialog.Karakter antagonis membutuhkan ruang untuk menjelaskan motivasi, hubungan kekuasaan, dan psikologinya.Di Motor City, informasi tersebut sebagian besar harus disampaikan melalui tindakan.Hasilnya memang membuat film bergerak cepat, tetapi kedalaman karakter tertentu menjadi terbatas.Ini menjadi salah satu paradoks film: semakin sedikit karakter berbicara, semakin banyak penonton harus menafsirkan.Shailene Woodley dan Karakter SophiaSophia seharusnya menjadi salah satu elemen emosional terpenting dalam perjalanan John.Ia bukan sekadar pasangan protagonisIa adalah representasi dari kehidupan normal yang sebenarnya diinginkan John.Karena itu, hubungan John dan Sophia memiliki fungsi penting dalam struktur cerita: Sophia memperlihatkan bahwa John sebenarnya masih memiliki sisi manusia yang ingin diselamatkan. Namun karakter ini juga menjadi salah satu bagian yang terasa kurang berkembang.Minimnya dialog membuat hubungan mereka lebih banyak dibangun melalui visual daripada percakapan.Secara konsep memang menarik.Tetapi secara emosional, film terkadang membuat penonton harus menerima begitu saja bahwa hubungan mereka sangat dalam tanpa memberikan cukup ruang untuk benar-benar merasakan proses kedekatan tersebut.Detroit 1977 Bukan Sekadar LatarSalah satu kekuatan Motor City adalah bagaimana Detroit tahun 1977 digunakan sebagai atmosfer.Film tidak mencoba membuat Detroit hanya sebagai lokasi tempat karakter bergerak.Kota tersebut terasa seperti bagian dari identitas film.Lingkungan yang kasar, warna visual yang terasa kusam, kendaraan klasik, pakaian, interior, serta musik periode 1970-an menciptakan atmosfer retro yang kuat.Penonton harus “membaca” dunia yang ditampilkan.Detroit dalam film terasa seperti kota yang sedang mengalami luka, dan John seolah menjadi representasi dari luka tersebut.Itulah sebabnya judul Motor City terasa lebih tepat daripada sekadar nama lokasi.Motor, jalan raya, bengkel, mobil, dan kekerasan semuanya menjadi bagian dari identitas visual film.Kekerasan yang Tidak Sekadar Dipakai untuk GayaMotor City tidak malu memperlihatkan kekerasan ,Pukulan terasa berat, Benturan terasa menyakitkan, Darah bukan sekadar aksesoris.Beberapa adegan aksinya bahkan terasa seperti sengaja dirancang untuk membuat penonton meringis.Namun yang menarik adalah kekerasan tersebut sering kali digunakan sebagai bentuk komunikasi.Karena John tidak bisa mengatakan “aku marah”, film membuatnya memukul.Karena ia tidak bisa menjelaskan bahwa dirinya telah kehilangan kendali, tubuhnya menunjukkan hal tersebut, Karena ia tidak memiliki banyak ruang untuk bernegosiasi, konflik diselesaikan melalui fisik.Dengan demikian, aksi bukan hanya bagian hiburan. Aksi menjadi bahasa John.Kesimpulan Motor City (2026) menawarkan film aksi balas dendam dengan gaya yang berbeda, mengandalkan visual, musik, dan ekspresi karakter dibanding dialog. Meski ceritanya sederhana dan beberapa karakter kurang tergali, Alan Ritchson mampu membawa intensitas film dengan kuat. Bukan film yang sempurna, tetapi punya identitas dan atmosfer yang membuatnya tetap menarik untuk disaksikan.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026