Logo KTF KupasTuntasFilm

Bertabur Bintang MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Series Bunga di Tepi Jurang, Kisah Yang Dekat Dengan Kehidupan Masyarakat

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Series

By Admin Kupas Tuntas Film | | 51 views

Original series ini menghadirkan kisah perjuangan untuk bangkit dan memperkaya pilihan konten lokal berkualitas


Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tontonan lokal yang berkualitas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, MAXStream TV bersama iQIYI resmi memperkenalkan original series terbaru, Bunga di Tepi Jurang. Mengangkat kisah tentang perjuangan, harapan, dan ketangguhan seorang perempuan, series ini menjadi langkah terbaru bagi kedua platform dalam menghadirkan tontonan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia. 

Menggandeng Leo Pictures selaku rumah produksi, series Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud komitmen ketiga pihak untuk terus menghadirkan original series Indonesia berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, masyarakat dapat menikmati karya lokal yang semakin mudah dijangkau kapan saja dan di mana saja.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, mengatakan, "Kami percaya kolaborasi bersama iQIYI menjadi bagian penting dalam menyuguhkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam bagi masyarakat. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan, termasuk akses ke konten berkualitas yang dapat dinikmati dengan mudah melalui ekosistem digital Telkomsel.”

Bunga di Tepi Jurang mengisahkan Andini yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya demi membangun kehidupan yang ia pilih. Cerita ini mengangkat tema perjuangan, harapan, dan keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan hidup.

Andini adalah karakter yang sangat manusiawi dan penuh perjuangan. Saya berharap perjalanan hidupnya dapat memberikan inspirasi sekaligus membuat penonton bisa ikut merasakan setiap emosi yang ia lalui," ucap Claresta Taufan

Dengan konflik yang kompleks dan karakter yang terus berkembang, Bunga di Tepi Jurang menghadirkan pengalaman menonton yang emosional sekaligus penuh ketegangan. Melalui perjalanan Andini menghadapi berbagai tekanan dalam hidup, mulai dari keluarga dan relasi yang rumit hingga pencarian jati diri, penonton diajak menyaksikan kisah tentang keberanian untuk bangkit, melangkah maju, dan menentukan arah hidupnya sendiri.

Bunga di Tepi Jurang didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia, termasuk Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, hingga aktor legendaris Anjasmara dan aktor muda yang sedang naik daun, Raden Rakha. Kolaborasi lintas generasi ini menyuguhkan dinamika antar karakter yang memperkaya emosi dan konflik dalam cerita.

Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, menambahkan "Melalui Bunga di Tepi Jurang, kami ingin menghadirkan kisah tentang perjuangan, pilihan hidup, dan ketangguhan seorang perempuan. Series ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan original Indonesian storytelling yang berkualitas serta mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton.

Bunga di Tepi Jurang dapat disaksikan mulai 31 Juli 2026 melalui MAXStream TV dan iQIYI lewat aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Didukung jaringan Telkomsel yang andal, pelanggan dapat menikmati tayangan secara lancar dan nyaman, sehingga pengalaman menikmati hiburan digital berkualitas menjadi semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja.

More Recommendations

Totalitas Jadi Riska, Caitlin Halderman Bawa The Hidden Hand Jadi Drama Nomor 1 di Viu Indonesia dan Malaysia
NEWS

Totalitas Jadi Riska, Caitlin Halderman Bawa The Hidden Hand Jadi Drama Nomor 1 di Viu Indonesia dan Malaysia

kerasukan itu pertama kali saya lakukan, jadi bagi saya itu yang paling sulit,” kata Caitlin, dalam acara jumpa pers dengan media Malaysia, dua pekan lalu di Kuala Lumpur.JAKARTA 2 Oktober 2026 – Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) mencatat pencapaian kuat sejak penayangannya.Serial yang dibintangi Caitlin Halderman, Meerqeen, dan Hannah Delisha itu menjadi tayangan paling banyak ditonton atau menduduki peringkat pertama di platform Viu Indonesia dan Malaysia.Pencapaian tersebut berjalan beriringan dengan respons penonton di media sosial. Konten terkait The Hidden Hand telah memperoleh lebih dari 75 juta tayangan di media sosial pada minggu pertama. Kemunculan Riska yang diperankan Caitlin menjadi salah satu bagian yang banyak mengundang perhatian. Di balik wajahnya yang terlihat polos, Riska menyimpan rahasia dan rencana besar yang perlahan mengubah kehidupan sebuah keluarga.Caitlin Halderman hadapi adegan kerasukanThe Hidden Hand mengisahkan Riska, perempuan Indonesia yang datang ke Malaysia dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga terpandang.Kehadirannya bukan sebuah kebetulan. Riska merupakan anak Bulan, pekerja rumah tangga yang diperlakukan kejam dan meninggal setelah ditabrak Puan Sri Asyikin.Riska kemudian masuk ke rumah tersebut untuk membalas dendam atas kehancuran hidup ibunya. Namun, rencananya menjadi semakin rumit ketika perasaan iba, rahasia keluarga, dan kekuatan mistis mulai mengambil alih keadaan.Karakter itu menuntut Caitlin menampilkan emosi yang berlapis. Ia tidak hanya harus terlihat tenang dan patuh, tetapi juga menyimpan kemarahan, kesedihan, serta niat yang tidak diketahui orang-orang di sekitarnya.Salah satu tantangan terberat bagi Caitlin adalah ketika harus memainkan adegan kerasukan. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang baru sepanjang perjalanan kariernya sebagai aktris.. Adegan kerasukan itu pertama kali saya lakukan, jadi bagi saya itu yang paling sulit,” kata Caitlin, dalam acara jumpa pers dengan media Malaysia, dua pekan lalu di Kuala Lumpur. Menurut Caitlin, serial horor menuntut energi fisik dan emosi lebih besar karena pemain harus menjalani adegan aksi, ketakutan, hingga kerasukan.Pengalaman sebagai mantan atlet polo air turut membantunya menghadapi tuntutan tersebut. Latar belakang olahraga telah melatih kedisiplinan, kesabaran, dan staminanya selama menjalani proses produksi.Mendapat pujian dari MeerqeenTotalitas Caitlin selama produksi juga mendapat perhatian dari Meerqeen, pemeran Syawal dalam The Hidden Hand.Meerqeen menilai Caitlin sebagai lawan main yang rendah hati dan mudah diajak bekerja sama meskipun telah memiliki nama besar di Indonesia.Bekerja dengan Caitlin sangat menyenangkan. Ia tidak sombong meskipun namanya sudah terkenal di Indonesia,” ujar Meerqeen.Meerqeen juga mengapresiasi kesediaan Caitlin mengikuti kebutuhan karakter dan arahan selama pengambilan gambar. Baginya, Caitlin bukan pemain yang banyak menuntut dan tetap bersedia menjalani berbagai kondisi produksi.The Hidden Hand menjadi proyek pertama Caitlin bersama produksi Malaysia. Ia menjalani pengambilan gambar selama lebih dari satu bulan dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, bahasa, serta budaya produksi yang berbeda.Naskah awal serial tersebut ditulis dalam bahasa Malaysia. Sementara itu, Riska diceritakan sebagai perempuan Indonesia. Caitlin pun berdiskusi dengan tim hampir setiap hari untuk menyesuaikan dialog tanpa menghilangkan identitas Riska.. Proses tersebut membuat The Hidden Hand tidak hanya menjadi pertemuan aktor dari dua negara, tetapi juga kolaborasi kreatif yang memadukan cara bertutur Indonesia dan Malaysia.Selain Caitlin, Meerqeen, dan Hannah Delisha, serial 12 episode ini turut dibintangi Datin Sri Umie Aida, Farah Ahmad, Amerul Affendi, Nadia Aqilah, Nadya Syahera, Shaharuddin Thamby, dan Ismail Yaacob. The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) menghadirkan perpaduan drama keluarga, dendam, pengkhianatan, dan teror supernatural. Episode terbarunya dapat disaksikan setiap Selasa dan Rabu melalui Viu.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
VIDEO
Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!
MOVIE
4.0

Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!

Ada film yang sejak awal memang ingin membuat penontonnya menangis. Namun, ada juga film yang tidak perlu melakukan itu karena ceritanya sendiri sudah cukup kuat untuk membuat kita tersentuh. Dear You (2026) termasuk salah satunya.Disutradarai sekaligus ditulis oleh Hongchun Lan, Leng Yang, Xuanxuan Zheng, dan Liyun Zhu, film ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa hangat dan manusiawi.Dibintangi oleh Sitong Li sebagai Xie Nanzhi, Yantong Wang sebagai Zheng Musheng, Shaoqing Wu sebagai Old Ye Shurou, Runqi Zheng sebagai Xiaowei, Xiaohui Wang sebagai Young Ye Shurou, Shuguang Zhao sebagai Xie Zehua, Deru Li sebagai Auntie Ru, Shuhao Li sebagai Father of Chuyuan, serta Usha Seamkhum sebagai Old Xie Nanzhi, film ini perlahan mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup para karakternya.Film ini tidak menawarkan cerita yang spektakuler atau penuh kejutan, tetapi karena film ini berhasil memberikan banyak rasa dalam satu cerita.Filmnya Terasa Hangat Hal pertama yang paling terasa dari Dear You adalah kehangatannya.Film ini punya kemampuan untuk membuat penonton tersenyum, tertawa, terharu, bahkan merasa sedikit sesak di beberapa momen. Menariknya, semua emosi tersebut muncul dengan cukup natural.Film ini tidak terasa seperti sedang memaksa kita untuk menangis. Tidak ada adegan yang terasa sengaja dibuat terlalu melodramatis hanya demi mendapatkan air mata penonton. Sebaliknya, emosi dibangun perlahan melalui hubungan antarkarakter, pengalaman hidup, pilihan yang mereka ambil, serta berbagai hal sederhana yang mereka lalui.Justru karena tidak terlalu memaksa, ketika sebuah adegan emosional datang, dampaknya terasa lebih kuat.Ada sesuatu yang sederhana tetapi relatable dari perjalanan para karakternya. Kita bisa melihat bagaimana waktu, keadaan, hubungan, dan berbagai keputusan dalam hidup perlahan membentuk seseorang.Dan ketika melihat perjalanan tersebut sampai ke titik tertentu, kita sebagai penonton seolah ikut merasakan perjalanan hidup mereka.Jalan Ceritanya Mudah Untuk DiikutiSalah satu kekuatan Dear You adalah cara film ini bercerita.Alurnya memang cenderung pelan. Jadi, buat penonton yang terbiasa dengan film dengan tempo cepat atau cerita yang dipenuhi konflik besar, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.Namun, menurut minpas justru tempo yang pelan ini menjadi salah satu kekuatan film.Dear You tidak terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Film memberikan cukup banyak ruang bagi para karakter untuk berkembang dan bagi penonton untuk mengenal mereka.Ceritanya juga tidak dipenuhi twist yang aneh-aneh atau kejutan yang sengaja dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut.Sebaliknya, film memilih untuk membangun cerita dari hal-hal sederhana.Setiap adegan terasa memiliki fungsi. Perlahan-lahan kita mulai memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.Karena itulah ketika cerita akhirnya sampai pada bagian-bagian emosionalnya, kita sudah cukup peduli terhadap karakter-karakternya.Jadi, meskipun secara premis cerita Dear You mungkin terdengar sederhana, eksekusinya membuat perjalanan tersebut tetap menarik untuk diikuti.Akting Para Pemain yang MeyakinkanDari sisi akting, para pemain Dear You juga memberikan performa yang cukup solid.Sitong Li sebagai Xie Nanzhi mampu membawa karakter tersebut dengan cukup natural. Begitu juga dengan Yantong Wang sebagai Zheng Musheng yang mampu memberikan dinamika menarik dalam hubungan antarkarakter.Namun, salah satu hal yang menurut MINPAS patut diapresiasi adalah pemilihan pemeran untuk karakter dalam versi muda dan tua.Kemiripan fisik antara pemeran karakter ketika masih muda dengan versi mereka ketika sudah tua terasa cukup meyakinkan. Hal ini memang terlihat seperti detail kecil, tetapi sangat membantu menjaga kontinuitas cerita.Ketika sebuah karakter diperlihatkan dalam dua fase kehidupan yang berbeda, kita tidak merasa sedang melihat dua orang yang benar-benar berbeda. Ada kemiripan dari wajah maupun aura yang membuat perjalanan waktu dalam cerita terasa lebih masuk akal.Selain itu, performa para pemain juga terasa pas dengan karakter masing-masing. Tidak ada yang terasa terlalu berlebihan atau berusaha mencuri perhatian.Semuanya bermain dalam porsinya masing-masing dan saling melengkapi.Punya Visual yang CantikSelain ceritanya yang hangat, Dear You juga menawarkan visual yang cantik.Film ini membawa penonton kembali ke atmosfer China pada era 1950-an hingga 1970-an, dan detail periodenya terasa cukup hidup.Mulai dari kostum, lingkungan, suasana kota, interior tempat tinggal, hingga berbagai detail kecil yang ada di dalam frame, semuanya membantu membangun atmosfer zamannya.Film tidak hanya sekadar mengganti pakaian karakter dengan kostum klasik, tetapi juga berusaha membuat dunianya terasa seperti sebuah tempat yang benar-benar ditinggali oleh para karakter.Sinematografinya pun terasa nyaman untuk dinikmati, penggunaan warna dan pencahayaan mendukung nuansa hangat yang menjadi salah satu identitas film ini. Ada banyak shot yang terasa sederhana, tetapi tetap indah karena mampu menangkap atmosfer dan emosi dari sebuah adegan.Visualnya tidak terasa terlalu berlebihan atau dibuat hanya untuk terlihat cantik. Justru kesederhanaannya yang membuat Dear You terasa semakin dekat dengan cerita yang ingin disampaikan.Film Yang Punya Banyak RasaHal menarik lainnya adalah bagaimana Dear You mampu mencampurkan berbagai macam emosi tanpa membuatnya terasa berantakan.Ada komedi yang bisa membuat kita tersenyum, ada juga momen-momen romantis yang terasa manis.Ada pula drama keluarga dan kehidupan yang perlahan membawa cerita ke arah yang lebih emosional.Perpindahan dari satu emosi ke emosi lainnya juga terasa cukup natural. Film tidak terus-terusan berada dalam suasana sedih, sehingga ketika sebuah momen emosional datang, efeknya justru terasa lebih kuat.Inilah salah satu alasan mengapa Dear You bisa terasa begitu hangat.Film ini seperti mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah hanya berisi satu jenis emosi.Ada bahagia, ada sedih, ada kehilangan, ada tawa, ada penyesalan, dan ada kenangan yang tetap tinggal meskipun waktu terus berjalanEnding yang PasBagian ending juga menjadi salah satu hal yang membuat film ini berhasil.Dear You tidak memilih untuk menutup ceritanya dengan cara yang terlalu berlebihan, film ini memberikan sebuah penyelesaian yang terasa sesuai dengan perjalanan yang sudah dibangun sejak awal, tidak perlu terlalu banyak drama tambahan atau memaksakan twist besar, tapi setelah film selesai, ada perasaan seperti masih ingin memikirkan perjalanan mereka.KesimpulanDear You adalah salah satu film Asia yang paling berkesan tahun ini. Film ini memang sederhana, alurnya juga cenderung pelan dan tidak menawarkan banyak kejutan besar , justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatannya.Dear You adalah film yang hangat, lucu, sedih, romantis, dan menyentuh tanpa terasa menggurui.Film ini tidak memaksa kita untuk mencintai karakternya tapi film ini hanya memberikan waktu kepada kita untuk mengenal mereka, mengikuti perjalanan mereka, dan akhirnya membiarkan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan genre film keluarga yang hangat, Dear You layak banget masuk daftar tontonan kalian.

Abdul Haris 08 Aug 2026
VIDEO
Raihaanun Wakili Perempuan dengan Trauma yang Memilih Bangkit dari Pengkhianatan dan Fitnah Di Film Beautiful Pain
NEWS

Raihaanun Wakili Perempuan dengan Trauma yang Memilih Bangkit dari Pengkhianatan dan Fitnah Di Film Beautiful Pain

Jakarta, 18 September 2026 — Menjelang penayangan perdananya di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 22 Oktober 2026, rumah produksi Dapur Film bersama jajaran produser Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo, secara resmi merilis Official Poster dan Official Trailer film drama emosional "Beautiful Pain. Peluncuran ini sekaligus mengungkap tabir yang lebih jelas lagi tentang kisah di filmnya yang mengangkat realitas sosial tentang kekerasan domestik, kepedihan perselingkuhan, hingga perjuangan seorang perempuan yang merebut kembali kehormatannya dan perjuangan seorangbaik ibu demi kehidupan masa depan anak-anak dan dirinya yang lebih baik.Official Poster yang diluncurkan mempertegas narasi besar film ini: keteguhan sosok Niken (Raihaanun) di tengah puing-puing perkawinan yang hancur. Visual tersebut menonjolkan kekuatan seorang ibu yang mendekap kedua anaknya di hadapan realitas hidup yang tak lagi utuh.Melengkapi visual tersebut, Official Trailer berdurasi penuh menyajikan gambaran konflik yang lebih mendalam dan intens. Penonton dibawa menyaksikan bagaimana rumah tangga Niken dan Dirga (Baim Wong) runtuh akibat kehadiran wanita lain (Nikita Mirzani). Lebih dari sekadar patah hati, Niken dihadapkan pada ancaman fitnah dan pelecehan yang menjadi titik balik baginya, memaksanya untuk bersuara lantang demi menjadi dirinya yang baru mempertahankan hak asuh kedua buah hatinya. Sutradara Dmaz Brodjonegoro menjelaskan bahwa perilisan official poster dan trailer ini bertujuan untuk mempertemukan empati penonton dengan realitas cerita di layar lebar."Official trailer ini merangkum esensi dari pesan 'Fight the Trauma'. Kami tidak ingin mengeksploitasi penderitaan, melainkan memperlihatkan proses manusiawi seorang penyintas.Ketika Niken dikhianati dan dihantam fitnah, bisakah ia memilih untuk tidak menjadi korban selamanya? Lewat film ini, kami ingin audiens merasa terhubung dan melihat bahwa luka paling perih pun bisa membentuk karakter manusia yang jauh lebih tangguh," ungkap Dmaz Brodjonegoro.Meski berhalangan hadir secara langsung dalam beberapa rangkaian promosi, Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, sekaligus sosok kuat di balik layar yang menegaskan komitmennya terhadap pesan film ini. "Bagi saya pribadi, Beautiful Pain adalah pembuktian. Ini bukan proyek numpang nama. Cerita film ini sangat dekat dengan banyak realitas perempuan di luar sana, mereka yang dihantam fitnah, diselingkuhi, tidak mendapat dukungan dari orang tua, tapi menolak menyerah demi anak-anaknya. Saya selalu percaya: she turns pain into power, her struggles into success. Melalui trailer ini, kami ingin mengajak semua perempuan untuk berani bersuara dan bangkit dari titik nol," tegas Nikita Mirzani.Sementara itu Hanung Bramantyo selaku produser juga menyampaikan harapannya serta doa yang tulus untuk kesuksesan film ini. “Harapan saya nanti filmnya itu mendapatkan tempat di hadapan penonton dan menjadi sebuah tempat buat Nikita Mirzani menceritakan siapa sebenarnya dirinya. Buat perempuan yang sangat kuat, yang sangat saya kagumi atas kegigihannya, sahabat saya yang penuh drama, Nikita Mirzani: terima kasih, sudah kasih saya dan Dmaz Brodjonegoro kesempatan untuk speak up soal ‘siapa diri kita sebenarnya’. Semoga Allah menyertai kamu dan begitu juga kita, amin,“ ungkap Hanung Bramantyo.Aktor Baim Wong yang memerankan Dirga menambahkan bahwa dinamika cerita dalam film ini menjadi refleksi nyata relasi modern. "Karakter Dirga dan konflik rumah tangga yang terjadi di film ini sangat berlapis dan relevan dengan fenomena sosial hari ini. Official trailer ini baru memperlihatkan permukaannya saja. Ada pergulatan moral, ego, dan penyesalan yang akan memicu perbincangan mendalam saat filmnya tayang penuh di bioskop nanti," ujar Baim Wong.Melanjutkan komentar Baim, Raihaanun yang memerankan Niken juga mengungkapkan bahwa film ini membawanya pada sebuah proses memahami luka yang mendalam. “Memerankan Niken adalah proses menyelami luka batin yang sangat sunyi dan perih. Di posisi Niken, rasa sakitnya berlipat ganda: dikhianati suami, lalu saat berikhtiar menata hidup dari nol justru kembali dihantam pelecehan dan fitnah. Namun, kekuatan terbesar Niken lahir saat ia menatap kedua anaknya. Karakter ini mewakili suara banyak ibu di luar sana yang memilih bangkit dan menolak diintimidasi oleh rasa takut," ungkap Raihaanun.Diangkat dari inspirasi kisah nyata dan diperkuat jajaran pemain ternama; Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Sha Ine Febriyanti, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, dan Evano Zyan, Beautiful Pain dirancang bukan hanya sebagai tontonan drama, melainkan wadah dialog sosial bagi masyarakat luas.Saksikan Official Trailer resmi film Beautiful Pain di kanal YouTube resmi Dapur Film serta akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm. Film drama keluarga ini siap tayang serentak di bioskop XXI mulai 22 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 18 Sep 2026
Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026!
NEWS

Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026!

Laut Bercerita tayang mulai 29 Oktober 2026 di bioskop IndonesiaJakarta, 3 September 2026 — Film debut Pal8 Pictures, Laut Bercerita arahan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih untuk berkompetisi dalam program utama di Busan International Film Festival (BIFF) 2026). Dengan demikian, artinya film ini akan berkompetisi melawan berbagai film internasional lainnya untuk meraih penghargaan Film Terbaik (Best Film) di festival yang akan berlangsung pada 6–15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan.Penayangan film Laut Bercerita di BIFF 2026 ini sekaligus menjadi momen penayangan perdana (World Premiere), sebelum film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.“Busan International Film Festival adalah platform yang tepat untuk penonton pertama yang menyaksikan film ini. Sebuah film membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional. Kami berharap penayangan di Busan juga bisa memantik percakapan yang lebih meluas di kawasan Asia mengapa cerita ini penting untuk digarap,” ujar produser Gita Fara. “Busan adalah festival yang besar dan penting untuk perfilman Asia dan dunia. Berada dalam kompetisi utama, Laut Bercerita mengusung kisah yang penting disuarakan ke dunia. 19 tahun lalu, di awal karier film, saya ikut workshop film pemula di Busan dan sekarang saya sangat senang kembali ke Busan membawa film ini,” ujar sutradara Yosep Anggi Noen.“Film-film Indonesia saat ini tersebar di seluruh dunia, bukti bahwa kisah-kisah dari Indonesia relevan secara global. Di sisi lain, kualitasnya semakin baik karena mampu disandingkan dengan film-film kelas dunia,” tambah Anggi.Tahun 2026 adalah BIFF edisi ke-31 dan merupakan satu-satunya festival film di Asia yang diakui sejajar dengan Cannes, Venesia, Berlin, Sundance, dan Toronto untuk memenuhi persyaratan masuk ke ajang Academy Awards.The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah mengumumkan perubahan peraturan untuk ajang Academy Awards ke-99 dengan memperluas jalur kelayakan untuk kategori Best International Feature Film. Dengan demikian, pemenang Best Film di BIFF dapat diajukan untuk dipertimbangkan di kategori Best International Feature Film, terpisah dari proses perwakilan resmi negara.Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila Chudori ini. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.Produser film ini adalah Gita Fara, Leila S.Chudori dan Budi Setyarso. Film ini diproduksi oleh Pal8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.Instagram : @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8picturesFacebook : Film Laut BerceritaThreads : @filmlautberceritaHashtag : #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Ketika Persahabatan, Kriminalitas, dan Pesta Musik Bertemu!
MOVIE
3.0

Ketika Persahabatan, Kriminalitas, dan Pesta Musik Bertemu!

Film Indonesia kembali menghadirkan cerita kriminal dengan pendekatan yang cukup berbeda lewat Operasi Pesta Copet. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Edy Khemod, dengan bantuan Rino Sarjono dalam skenario, film ini tidak hanya menjadikan aksi pencopetan sebagai sumber konflik, tetapi juga mengemasnya menjadi cerita tentang persahabatan, kondisi sosial, ekonomi, dan kehidupan anak muda.Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal, Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, Kawai Labiba sebagai Melodi, dan Fauzan Lubis sebagai Silet, film ini terasa seperti sebuah perjalanan bersama sekelompok karakter yang memiliki persoalan dan latar belakang masing-masing.Edy Khemod Berhasil Membuat Cerita yang MenarikSalah satu kekuatan terbesar Operasi Pesta Copet terletak pada bagaimana Edy Khemod membangun cerita. Sebagai penulis sekaligus sutradara, Edy mampu menjaga agar film tidak hanya berfokus pada aksi kriminalnya saja.Cerita berkembang dengan cukup dinamis. Penonton diajak mengikuti karakter-karakternya secara perlahan, memahami hubungan mereka, melihat masalah yang mereka hadapi, sekaligus mengikuti bagaimana sebuah rencana pencopetan di tengah konser kemudian berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar.Menariknya, film ini tidak mencoba menjadikan aksi kriminal sebagai sesuatu yang terlihat keren semata. Ada alasan, tekanan, dan kondisi tertentu yang membuat para karakter mengambil keputusan tersebut. Pendekatan seperti ini membuat cerita terasa lebih manusiawi sekaligus memberikan ruang bagi film untuk menyampaikan kritik sosial.Punya Isu yang Sangat Relate dengan Kehidupan Sehari-hariPremis mengenai pencopetan di sebuah konser musik menjadi salah satu hal yang membuat Operasi Pesta Copet terasa dekat dengan realitas.Konser merupakan tempat yang identik dengan kerumunan, musik, kesenangan, dan euforia. Namun di tengah ribuan orang yang sedang menikmati pertunjukan, selalu ada kemungkinan munculnya tindakan kriminal seperti pencopetan.Film ini kemudian memanfaatkan situasi tersebut sebagai dasar cerita heist yang cukup menarik. Keramaian konser bukan hanya menjadi latar, tetapi juga menjadi bagian penting dari bagaimana aksi dan konflik dalam film berjalan.Hal ini membuat Operasi Pesta Copet memiliki premis yang sederhana tetapi mudah diterima penonton karena mengambil sesuatu yang memang bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Kritik Sosial tentang Ekonomi & KriminalitasDi balik unsur komedi dan keseruannya, film ini juga menyelipkan kritik sosial yang cukup terasa.Operasi Pesta Copet memperlihatkan bagaimana persoalan ekonomi dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal. Film tidak serta-merta membenarkan tindakan tersebut, tetapi mencoba memperlihatkan bahwa kriminalitas terkadang lahir dari permasalahan sosial yang lebih kompleks.Inilah yang membuat konflik dalam film terasa lebih relevan dengan kondisi sosial di Indonesia. Ada sindiran-sindiran kecil mengenai kehidupan masyarakat, kesenjangan, kebutuhan ekonomi, serta bagaimana seseorang bisa berada dalam kondisi yang membuat pilihan hidupnya menjadi semakin sulit.Kritiknya memang tidak disampaikan secara terlalu berat. Justru film memilih menyampaikannya secara halus melalui dialog, situasi, dan perjalanan karakter sehingga pesan sosial tersebut tetap bisa diterima tanpa menghilangkan sisi hiburannya.Chemistry Pemain yang Natural & SolidDari sisi akting, Operasi Pesta Copet mendapatkan dukungan kuat dari jajaran pemainnya.Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal mampu menjadi salah satu pusat perhatian dengan pembawaan karakter yang terasa natural. Iqbaal berhasil membawa sisi serius sekaligus emosional dari karakternya tanpa membuatnya terasa berlebihan.Kemudian ada Kristo Immanuel sebagai Adut yang memberikan warna tersendiri. Interaksinya dengan Ijal menjadi salah satu elemen yang membuat dinamika persahabatan dalam film terasa hidup.Zulfa Maharani sebagai Tia juga tampil solid dan mampu memberikan keseimbangan dalam kelompok karakter utama. Sementara Kawai Labiba sebagai Melodi memberikan energi yang membuat dinamika kelompok semakin berwarna.Yang paling menarik adalah bagaimana kelima pemain tersebut memiliki chemistry yang terasa natural. Hubungan Ijal, Adut, Tia, Melodi, dan Silet tidak terasa seperti sekadar sekumpulan karakter yang dipertemukan oleh kebutuhan cerita, tetapi benar-benar seperti sebuah kelompok yang sudah memiliki hubungan dan dinamika satu sama lain.Fauzan Lubis Tampil Menjanjikan dalam Debut FilmSalah satu nama yang patut mendapatkan perhatian adalah Fauzan Lubis sebagai Silet.Operasi Pesta Copet menjadi debut Fauzan Lubis dalam sebuah film. Meski merupakan pengalaman pertamanya bermain dalam film, penampilannya tidak terasa kaku.Fauzan mampu mengikuti ritme permainan pemain lainnya dan memiliki kehadiran yang cukup kuat ketika berada dalam satu frame bersama Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, maupun Kawai Labiba.Untuk ukuran debut film, penampilan Fauzan bisa dibilang cukup bagus dan menjanjikan. Ia mampu memberikan identitas pada karakter Silet sekaligus menjadi bagian penting dari chemistry kelompok utama.Komedi Yang Berhasil Sampai ke PenontonSelain crime dan heist, Operasi Pesta Copet juga mengandalkan komedi sebagai salah satu daya tariknya.Komedi dalam film ini banyak lahir dari dialog dan interaksi antarkarakter. Candaan yang muncul tidak selalu terasa dipaksakan karena sebagian besar humor berasal dari kepribadian dan hubungan masing-masing karakter.Hal ini membuat komedinya terasa lebih natural. Beberapa dialog bahkan berhasil memberikan jeda di tengah situasi yang sedang menegangkan sehingga film tidak terasa terlalu berat.Keseimbangan antara drama, kriminalitas, persahabatan, dan komedi menjadi salah satu aspek yang membuat film ini tetap menghibur.Persahabatan Menjadi Jantung CeritaMeskipun membawa elemen heist dan crime, pada akhirnya Operasi Pesta Copet merupakan film yang sangat kuat berbicara mengenai persahabatan.Hubungan antara Ijal, Adut, Tia, Melodi, dan Silet menjadi bagian yang membuat perjalanan mereka terasa emosional. Penonton tidak hanya dibuat penasaran dengan bagaimana aksi mereka akan berakhir, tetapi juga dibuat peduli terhadap hubungan yang terbentuk di antara mereka.Ada rasa saling percaya, konflik, perbedaan pendapat, dan momen ketika mereka harus menentukan apakah akan tetap bersama atau memilih jalan masing-masing.Karena itu, aspek persahabatan dalam film terasa sebagai fondasi utama yang mengikat seluruh cerita.Punya Sinematografi & Transisi yang MatangSecara visual, Operasi Pesta Copet juga memberikan perhatian besar terhadap bagaimana sebuah konser musik ditampilkan.Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan hampir 500 extras untuk menciptakan atmosfer konser yang besar dan meyakinkan. Jumlah extras tersebut membantu membangun suasana kerumunan sehingga adegan konser terasa lebih hidup dan tidak seperti sekadar latar buatan.Atmosfer yang ingin dihadirkan juga dibuat menyerupai pengalaman berada di konser PESTA PORA, sehingga penonton dapat merasakan bagaimana hiruk-pikuk, kepadatan, dan energi sebuah festival musik menjadi bagian dari cerita.Sinematografinya pun dibuat dengan cukup matang. Kamera tidak hanya digunakan untuk merekam aksi karakter, tetapi juga menangkap skala kerumunan dan energi konser..Yang juga patut diapresiasi adalah transisi antar-scene. Perpindahan dari satu adegan ke adegan berikutnya dibuat dengan cukup detail dan memiliki gaya visual yang estetik. Beberapa transisi terasa seperti dirancang secara khusus agar perpindahan adegan tetap memiliki ritme dan tidak terasa monoton.Pendekatan visual tersebut membuat Operasi Pesta Copet memiliki identitas tersendiri sebagai film yang memadukan cerita kriminal dengan atmosfer konser musik.Perpaduan Heist, Crime, Komedi, dan Musikal. Salah satu keberhasilan film ini adalah kemampuannya memadukan beberapa genre tanpa membuat salah satunya terasa terlalu dominan.Unsur heist memberikan rasa penasaran terhadap bagaimana aksi pencopetan tersebut dilakukan. Unsur crime memberikan konflik dan konsekuensi. Sementara komedi membuat perjalanan karakter terasa lebih ringan.Di sisi lain, unsur musikal dan latar konser memberikan pengalaman visual serta atmosfer yang berbeda dari film kriminal Indonesia pada umumnya.Semua elemen tersebut kemudian dipersatukan melalui tema persahabatan yang menjadi inti emosional film..KesimpulanOperasi Pesta Copet merupakan film yang berhasil memanfaatkan premis sederhana tentang pencopetan di konser menjadi sebuah cerita yang lebih luas mengenai persahabatan, kriminalitas, kondisi ekonomi, dan kehidupan sosial.Edy Khemod sebagai penulis sekaligus sutradara berhasil membuat cerita yang menarik dengan konflik yang cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Kritik sosial mengenai kriminalitas dan faktor ekonomi juga disampaikan secara halus tanpa membuat film kehilangan sisi hiburannya.Dari sisi pemain, mereka memiliki chemistry yang natural dan solid.Sementara dari sisi teknis, sinematografi yang matang, serta transisi antarscene yang detail dan estetik membuat film ini terasa dikerjakan dengan serius.Operasi Pesta Copet bukan hanya tentang mencopet di sebuah konser. Film ini berbicara tentang pilihan hidup, persahabatan, kondisi sosial, dan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam situasi yang memaksanya mengambil keputusan sulit.Untuk SOBAT KTF yang menyukai film bergenre persahabatan, heist, crime, komedi dan musikal , film ini wajib banget buat kalian tonton.

Rahmadandi Desky Prayuda 31 Aug 2026
VIDEO
Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober Mendatang!
NEWS

Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober Mendatang!

Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, "Lobang Buaya", resmi merilis official trailer dan final poster.Diproduksi oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia tahun 1964. Karya ini menjadi wadah eksplorasi kreatif Hanung Bramantyo dalam menangkap perasaan “horror” kolektif yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan September, serta kritik pedas untuk kondisi masyarakat yang relevan sampai saat ini.Visual pada final poster langsung menampilkan kengerian yang menjadi benang merah cerita : sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang wanita. Poster penuh teka-teki ini merefleksikan teror sentral yang akan dihadapi para penonton di dalam film.Sementara itu, official trailer mengajak penonton mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang ditugaskan membongkar motif di balik pembunuhan berantai setiap tanggal 30 di Desa Lobang Buaya.Baskara Mahendra, pemeran karakter Soegeng, menuturkan bahwa penonton akan diajak menyusun potongan petunjuk bersama karakternya“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ dibalik misteri pembunuhan berantai ini. Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang ga cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara MahendraHanung Bramantyo menegaskan bahwa pendekatan horor dipilih secara sadar untuk membedah rasa takut yang dirasakan publik terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada masa tersebut, yang masih berlanjut sampai saat ini.“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ‘65? Jawabannya adalah horor. Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas.” tutur Hanung.Film Ini Menceritakan :Setahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai terhadap para tokoh desa. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.Saat rumor mengenai "Hantu Bolong" merebak dan tensi sosial kian memanas, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus mencari tahu dalang pembantaian tersebut.Namun, teror tidak berhenti di situ. Istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan. Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng membuka tabir bahwa kekacauan di desa maupun di rumahnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.Jadwal Tayang Film Lobang BuayaFilm "Lobang Buaya" dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor kawakan Mathias Muchus.Film "Lobang Buaya" dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai penjualan tiket dan materi promosi dapat diakses via media sosial resmi @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
GJLS: Berapi-Api Rilis Teaser Trailer, Tiba-tiba Hadirkan Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho!
NEWS

GJLS: Berapi-Api Rilis Teaser Trailer, Tiba-tiba Hadirkan Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho!

Jakarta, 3 September 2026 — Rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment resmi merilis Teaser Trailer film layar lebar kedua mereka, GJLS: Berapi-Api, yang dijadwalkan meluncur serentak di bioskop mulai 5 November 2026.Kini siap melawan si jago merah sebagai pemadam kebakaran (damkar), trio GJLS; Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, tampil gagah berseragam khas petugas damkar dalam film komedi terbaru mereka ini. Plot Twist Skala Nasional: Kejutan Munculnya Nama 3 Aktor Papan AtasNamun, ilusi kekerenan tersebut runtuh tanpa ampun saat teaser trailer mulai diputar.Bukannya aksi penyelamatan yang dramatis, penonton langsung disuguhi kemunculan mendadak nama-nama para bintang besar perfilman tanah air; Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho. Ingat ya, hanya kemunculan namanya saja. Di bawah arahan sutradara Monty Tiwa, film ini membuktikan ambisinya meramu formula multi-genre: dinamika persahabatan, intrik misteri misi penyelamatan, ketegangan kobaran api, hingga letupan romansa yang dibalut humor spontan tanpa rem.Untuk film kami kali ini, saya dan teman-teman GJLS harus melewati persiapan yang lebih serius, bahkan sampai harus menjalani pelatihan sebagai pemadam kebakaran. Melalui film ini, kami tidak hanya ingin membawakan komedi khas GJLS saja, tapi juga cerita tentang persahabatan yang bisa dekat dengan semua orang," seloroh Rigen Rakelna, pemeran utama sekaligus salah satu pendiri GJLS Entertainment.Monty Tiwa: Mengharmoniskan Drama, Aksi, dan Kekalapan AlamiSineas kawakan Monty Tiwa kembali dipercaya menjinakkan liarnya dinamika trio ini dari bangku sutradara."Di film kedua ini, menjadikan trio GJLS sebagai petugas damkar itu ibarat menyalakan korek api di samping tabung gas bocor: langsung meledak secara organik. 'GJLS: Berapi-Api' bukan cuma soal komedi slapstick, tapi ada benang merah pertaruhan persahabatan, misteri, serta aksi yang menghibur yang kami kemas rapi," tutur Monty Tiwa. Peringatan Bahaya: Segera Amankan KursimuGJLS: Berapi-Api resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.Teaser trailer resmi GJLS: Berapi-Api kini sudah mengudara di kanal YouTube Amadeus Sinemagna. Ikuti perkembangan informasi terkini tanpa perlu panik melalui akun Instagram @sinemagna, @gjlsberapiapi, @gjlsentertainment..

Admin Kupas Tuntas Film 04 Sep 2026