Logo KTF KupasTuntasFilm

Dewan Kesenian Jakarta Hadirkan Pameran Asrul Sani, Membuka Kembali Arsip, Karya, dan Pemikirannya untuk Generasi Hari Ini

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Umum

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Asrul Sani: Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini” berlangsung 21–30 Agustus 2026, menghadirkan pameran arsip, pemutaran film, diskusi, dan dramatic reading

Jakarta, 26 Agustus 2026 – Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menghadirkan pameran “Asrul Sani: Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini”, sebuah pameran yang mengajak publik menelusuri kembali perjalanan kreatif, pemikiran, dan jejak kebudayaan salah satu tokoh penting dalam sejarah sastra, teater, dan film Indonesia. Berlangsung pada 21–30 Agustus 2026 di bertempat di Ruang Museum Koleksi, Teater Asrul Sani, dan Teater Sjuman Djaya, Gedung Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran ini tidak hanya menghadirkan arsip dan dokumentasi perjalanan Asrul Sani, tetapi juga mempertemukannya dengan publik hari ini melalui pemutaran film, diskusi lintas generasi, dan dramatic reading.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Dewi Umaya Rachman, dalam sambutannya pada pembukaan acara, 21 Agustus 2026, mengatakan bahwa menghadirkan kembali Asrul Sani melalui pameran bukan sekadar kegiatan mengenang seorang tokoh, tetapi merupakan usaha untuk mempertemukan sejarah kebudayaan dengan generasi hari ini. “Asrul Sani adalah sosok yang memperlihatkan bahwa kehidupan kesenian tidak pernah berdiri dalam sekat-sekat disiplin. Ia menulis puisi, menerjemahkan karya-karya dunia, membangun pendidikan teater, menulis skenario, menyutradarai film, dan terlibat dalam berbagai institusi kebudayaan. Kami ingin mengajak publik melihat Asrul bukan hanya sebagai nama besar dari masa lalu, tetapi sebagai seorang seniman yang cara berpikir dan keberanian berkaryanya masih penting untuk dibicarakan hari ini. Pameran ini adalah salah satu cara DKJ membuka kembali arsip tersebut agar ia tidak berhenti sebagai ingatan, melainkan menjadi percakapan baru,” katanya.

Asrul Sani dikenal sebagai penyair, penulis, penerjemah, teaterawan, pendidik, penulis skenario, sutradara, sekaligus penggerak institusi kebudayaan. Karena itu, pameran ini tidak hanya menempatkannya sebagai maestro film, tetapi sebagai seorang polimatik yang bekerja lintas-medium. Melalui arsip dari Komisi Koleksi dan Arsip DKJ, Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Sinematek Indonesia, dan arsip keluarga, publik diajak melihat kembali perjalanan gagasan Asrul sekaligus menemukan relevansinya dengan kebudayaan hari ini.

Selama sepuluh hari, pameran dilengkapi rangkaian program yang memperluas pembacaan terhadap Asrul Sani. Pada 22 Agustus, diskusi “Perempuan dalam Karya Asrul Sani” membicarakan bagaimana perempuan hadir dan direpresentasikan dalam karya-karyanya. Sehari kemudian, “Asrul Sani di Mata Generasi Muda” mengajak generasi hari ini membaca kembali karya dan pemikiran Asrul dalam konteks yang berbeda. Pembahasan kemudian bergerak pada persoalan kepengarangan melalui “Asrul Sani sebagai Auteur: Membaca Ulang Visi Penyutradaraan & Skenario”, yang menghadirkan sineas Riri Riza dan Gina S. Noer, serta pada 30 Agustus ditutup dengan diskusi “Asrul Sani dan Inovasi Arsip” yang membicarakan bagaimana warisan kebudayaan dapat dirawat dan dihidupkan kembali.

Rangkaian diskusi menghadirkan sejumlah tokoh dari lintas generasi dan bidang, di antaranya Mutiara Sani, Ratih Kumala, Rebecca Kezia, Riri Riza, Gina S. Noer, serta pegiat arsip dan perfilman. Kehadiran mereka mempertemukan perspektif dari keluarga dan generasi penerus, penulis, sineas, hingga pengelola arsip untuk membaca Asrul Sani tidak sebagai sosok yang telah selesai, melainkan sebagai bagian dari percakapan kebudayaan yang masih berlangsung. Rangkaian diskusi dikuratori dalam kerangka pameran oleh S. Metron Masdison.

Kurator pameran, S. Metron Masdison, mengatakan bahwa pameran ini melihat Asrul Sani sebagai pengarang yang bergerak lintas-medium. “Kami ingin melihat Asrul Sani bukan hanya sebagai sutradara, tetapi sebagai seorang pengarang yang bergerak lintas-medium. Ia seorang polimatik. Karena itu, kepengarangannya dalam film tidak hanya berada pada film-film yang ia sutradarai, tetapi juga pada cerita dan skenario yang ia tulis"

Selain diskusi, publik juga dapat menyaksikan pemutaran film yang memperlihatkan luasnya keterlibatan Asrul dalam sinema Indonesia. Program screening menghadirkan, Terimalah Laguku (1953), Pagar Kawat Berduri (1961), Apa Jang Kau Tjari, Palupi? (1969), Jembatan Merah (1973), Ibu Sejati (1973), Kemelut Hidup (1977), Sorta (Tumbuh Bunga Di Sela Batu) (1982), Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), Nagabonar (1987), Omong Besar (1988), dan Nada dan Dakwah (1991). Pemutaran ini menjadi kesempatan bagi publik untuk kembali berhadapan langsung dengan karya-karya yang memperlihatkan perhatian Asrul terhadap manusia, moralitas, perubahan sosial, dan persoalan zamannya.

Perjalanan Asrul dari sastra, teater, hingga sinema juga dihadirkan melalui program dramatic reading oleh Teater Gravitasi dan Pembacaan Esai oleh aktor, Teuku Rifnu Wikana. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kembali karya dan pengalaman Asrul dengan medium pertunjukan. Program ini sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan kreatif Asrul tidak dapat dipisahkan dari dunia teater yang turut ia bangun melalui Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI).

Melalui pameran ini, DKJ mengajak publik tidak sekadar mengenang Asrul Sani, tetapi bertemu kembali dengan karya dan pertanyaan yang ia tinggalkan. Dari arsip, film, diskusi, hingga dramatic reading, publik dapat melihat bagaimana seorang seniman yang hidup dan berkarya dalam masa perubahan besar Indonesia terus meninggalkan pengaruh yang dapat dibaca oleh generasi hari ini.

Seluruh rangkaian “Asrul Sani: Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini”, terbuka untuk publik dan gratis. Pameran berlangsung 21–30 Agustus 2026 di Ruang Museum Koleksi, Teater Asrul Sani, dan Teater Sjuman Djaya, Gedung Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Informasi lengkap mengenai jadwal kegiatan dan cara pendaftaran dapat diakses melalui Instagram @jakartacounci

More Recommendations

Sentilan Budi Doremi Lewat “Cinta Diri Sendiri”
NEWS

Sentilan Budi Doremi Lewat “Cinta Diri Sendiri”

Ini Statement, Aku Yang Paling SelfLove.Jakarta, Agustus 2026 – Budi Doremi kembali. Masih ngomongin cinta, tapi plot twist: kali ini bukan tentang dia. Kali ini tentang lo, tentang kapan lo harus berhenti mengejar dan mulai memilih diri sendiri.Lewat single terbarunya, “Cinta Diri Sendiri”, Budi kayak lagi menyentil pelan tapi nusuk: mungkin selama ini lo terlalu sibuk jadi “orang baik”, sibuk ngerti orang lain, sibuk memperjuangkan sesuatu yang nggak pernah benar-benar memilih lo atau menjadikan lo prioritas, sampai lupa satu hal kecil yang ternyata penting juga: lo juga harus baik ke diri sendiri.Kalau biasanya Budi identik sama lagu yang bikin dada sesek, kali ini auranya beda. Lebih ringan, lebih hangat, lebih “hidup”. Ada ukulele, ada biola, ada vibe santai yang bikin lo tanpa sadar ikut ngangguk, lalu beberapa detik kemudian mikir, “Iya juga ya… gue ngapain segininya banget sih?!”.Karena kadang hidup bukan soal seberapa lama lo bisa bertahan atau seberapa keras lo berusaha sampai sesuatu akhirnya berpihak sama lo. Ada hal-hal yang cukup lo sayangin, lo perjuangin semampunya, lalu memang harus lo lepas. Tahu kapan harus terus jalan dan kapan harus berhenti mungkin justru salah satu bentuk cinta ke diri sendiri yang paling sederhana.Di video musiknya, Budi ngajak Ardit Erwandha, Zoul Pandjoul, dan Shanika Ancita—tiga energi beda yang kalau digabung malah jadi chaos yang seru. Shooting-nya hidup, hasilnya juga dapet: visual yang ringan, fresh, tapi diam-diam nyentil.Lagu ini juga bukan berdiri sendiri. “Cinta Diri Sendiri” adalah lanjutan dari “Ada Untukmu”, dan jadi bagian dari mini album/ EP yang akan datang. Di sini, lagu ini terasa seperti tombol reset. Momen ketika lo berhenti ngejar validasi, terus mulai mikir, “Eh, gue bukan figuran, ya!” Dari situ semuanya mulai geser—cara lo ngelihat cinta, cara lo ngelihat diri sendiri, sampai akhirnya lo ngerti bahwa diri lo sendiri itu penting.“Cinta Diri Sendiri” sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Video musiknya juga bisa disaksikan di YouTube: Budi Doremi. Siapa tahu, abis dengerin dan nonton, lo nggak cuma merasa relate, tapi juga akhirnya sadar satu hal: nggak semua hal perlu dikejar.Official Music Video :https://openyoutu.be/M-Kap_WNKbM?si=8YJG7HInunxFuj5RStreaming On All Platforms :Spotify :https://open.spotify.com/track/69G3PsqyDpxfs0RwCRPu1JYoutube Music :https://music.youtube.com/watch?v=3XYbSjirko4&si=5LjU2d6f2N3TUMJRiTunes :https://music.apple.com/id/song/cinta-diri-sendiri/6795851580Meta :https://www.instagram.com/reels/audio/4722470927986672TikTok :https://www.tiktok.com/music/Cinta-Diri-Sendiri-7663100250153338896

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!
NEWS

WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!

Film komedi horor terlucu dari Rapi Films akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026 !Jakarta, 31 Agustus 2026 - Film terbaru dari Rapi Films, dengan kolaborasi bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures, sebuah komedi horor berjudul Warga Rusun 609 hari ini resmi merilis poster dan trailer yang memperlihatkan kekacauan para warga penghuni rusun ketika harus berhadapan dengan arwah Bunga sekaligus ancaman relokasi dari Pak Bahlil. Disutradarai oleh Herwin Novianto dengan penulisan skenario oleh Upi, film ini mempertemukan komedi dan horor dalam dinamika bertetangga di sebuah rusun ke dalam sebuah suguhan yang penuh kejutan dan kelucuan.Warga Rusun 609 akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.Melalui trailernya, penonton diajak mengenal lebih dekat dengan film Warga Rusun 609 yang bercerita tentang ARKA (Morgan Oey), mahasiswa populer dan kaya raya yang menghancurkan hubungannya dengan BUNGA (Ranty Maria) karena sebuah taruhan bodoh. Ketika Bunga ditemukan tewas dan arwahnya menghantui kamar 609, warga rusun yang penuh tingkah pun dibuat kalang kabut. Di saat yang sama, mereka harus menghadapi PAK BAHLIL (David Nurbianto) yang mengancam akan merelokasi mereka. Hantu yang tidak mau pergi bertemu dengan warga yang tidak mau digusur. Kekacauan pun tak terhindarkan.Sebagai adaptasi dari film horor komedi Thailand, Buppah Rahtree, Warga Rusun 609 tidak hanya memindahkan ceritanya ke Indonesia. Dunia rusun menjadi ruang yang membuat ceritanya terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat kita. Ketika teror muncul, para warga bereaksi dengan caranya masing-masing, ada yang panik, bergosip, berdebat, mencari orang pintar, saling menyalahkan, sampai akhirnya terpaksa menghadapi masalah itu bersama-sama. Dari situlah komedi Warga Rusun 609 tumbuh.“Yang membuat kami tertarik bukan hanya hantunya. Kami membayangkan, kalau kejadian seperti ini benar-benar terjadi di sebuah rusun di Indonesia, bagaimana warga kita akan bereaksi? Pasti ada yang takut, ada yang sok berani, ada yang cari orang pintar, ada yang bergosip, dan semuanya ikut campur.Dari situ kami merasa cerita Buppah Rahtree bisa punya kehidupan yang sangat berbeda ketika dibawa ke Indonesia,” ujar produser Sunil Samtani.Kekuatan tersebut semakin terasa melalui deretan pemeran yang menghidupkan karakter-karakterWarga Rusun 609 yang mempertemukan aktor, komedian, stand-up comedian, sampai figur internet dalam satu lingkungan rusun. Selain Morgan Oey dan Ranty Maria, film ini juga menghadirkan Gita Bhebhita, Sarah Sechan, Aming, hingga Dustin Tiffani. Film Warga Rusun 609 mengandalkan kekacauan ensemble cast yang akan membuat penonton tertawa dan terhibur.Melalui Warga Rusun 609, Herwin Novianto kembali mengeksplorasi pertemuan horor dan komedi, kali ini dalam dunia sebuah rusun yang dihuni oleh warga dengan segala tingkah dan persoalannya.Sementara itu, bagi Morgan Oey, kesempatan bermain dalam komedi horor garapan Rapi Films dan disutradarai Herwin Novianto memberikan pengalaman yang berbeda, terutama karena ia harus berada di tengah dinamika pemain yang begitu beragam.“Warga Rusun 609 punya kombinasi yang menarik. Horornya ada banget, tapi cara para karakter menghadapi situasi yang mereka alami membuat semuanya menjadi sangat kocak dan menghibur.Pengalaman bekerja bersama Mas Herwin juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan karena Mas Herwin punya teknik pendekatan yang kuat dalam mempertemukan horor dan komedi. Saya menikmati prosesnya, terutama ketika harus membangun karakter Arka di tengah warga-warga rusun lainnya yang punya energi dan warna masing-masing,” ungkap Morgan Oey.Warga Rusun 609 merupakan film persembahan Rapi Films berkolaborasi dengan Sky Media Films, Vortera Studios dan Legacy Pictures, karya sutradara Herwin Novianto dan penulis skenario Upi. WargaRusun 609 dibintangi oleh Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Sarah Sechan, Riyuka Bunga, Aming, Keanu, Papham Ashari, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dustin Tiffani, Dian Sidik, David Nurbianto, dan Adzana Ashel. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Ikuti perkembangan Warga Rusun 609 melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
Petualangan Magis yang Hangat dengan Balutan Mitologi Filipina
MOVIE
4.2

Petualangan Magis yang Hangat dengan Balutan Mitologi Filipina

DreamWorks Animation kembali menghadirkan film animasi original melalui Forgotten Island sebuah film petualangan fantasi yang terasa berbeda karena membawa penonton masuk ke dunia mitologi dan cerita rakyat Filipina.Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo yang sebelumnya bekerja sama dalam Puss in Boots: The Last Wish. Kali ini, keduanya membawa sebuah kisah tentang persahabatan, keluarga, perpisahan, dan kenangan dengan latar dunia mistis bernama Nakali..Yang membuat Forgotten Island terasa fresh adalah keberaniannya menjadikan budaya dan mitologi Filipina sebagai bagian penting dari dunia cerita. Bukan sekadar tempelan visual atau nama karakter, berbagai makhluk dari folklore Filipina menjadi bagian dari petualangan Jo dan Raissa.Mengangkat Mitologi Filipina dengan Cara yang FreshCerita Forgotten Island berpusat pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang sudah berteman sejak kecil. Keduanya sedang berada di titik perubahan dalam hidup karena setelah lulus sekolah mereka akan menjalani jalan masing-masing.Ketika sedang merayakan malam terakhir mereka bersama, sebuah portal misterius membawa keduanya menuju Nakali, sebuah pulau fantastis yang dipenuhi berbagai makhluk mitologi dan legenda yang selama ini mereka dengar dari keluarga mereka.Di sinilah Forgotten Island mulai menunjukkan identitasnya. Film ini menghadirkan berbagai elemen dari folklore Filipina, termasuk Manananggal, makhluk yang dalam legenda dikenal mampu memisahkan bagian atas tubuhnya dan terbang. Dalam film, sosok tersebut diwujudkan melalui karakter Manang, yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi Jo dan Raissa.Selain Manananggal, dunia Nakali juga diisi dengan berbagai makhluk fantastis lainnya, termasuk Bungi yang merupakan Tiyanak, Raww yang merupakan weredog, serta Batiba yang memiliki hubungan dengan kenangan. Penggunaan mitologi seperti ini membuat Forgotten Island terasa berbeda dari formula film animasi fantasi pada umumnya. DreamWorks tidak hanya menggunakan dunia fantasi sebagai tempat petualangan, tetapi menjadikannya sebagai cara untuk memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Filipina kepada penonton yang lebih luas.Film ini juga terasa personal karena Crawford dan Mercado mengambil inspirasi dari hubungan mereka dengan orang-orang terdekat, termasuk keluarga dan persahabatan yang mereka miliki. Mercado bahkan mengambil inspirasi dari saudara perempuannya, sementara Crawford menyebut istrinya dan hubungan anak-anak mereka dengan sahabat sebagai bagian dari inspirasi cerita.Jo dan Raissa: Persahabatan yang Menjadi Jantung CeritaWalaupun Forgotten Island memiliki banyak monster, dunia magis dan petualangan besar, inti sebenarnya dari film ini adalah hubungan Jo dan Raissa.Jo merupakan sosok yang imajinatif, suka bercerita, penuh energi, tetapi juga cukup impulsif. Sementara Raissa lebih pintar, berhati-hati dan penuh perhitungan.Perbedaan karakter tersebut justru membuat hubungan mereka terasa hidup.Keduanya seperti dua pribadi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Hubungan tersebut menjadi semakin menarik karena mereka sedang menghadapi kenyataan bahwa setelah lulus sekolah, hidup mereka mungkin akan membawa mereka ke arah yang berbeda.Hal ini membuat konflik dalam film terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang mungkin pernah mengalami situasi ketika sahabat yang sudah bersama sejak kecil harus berpisah karena sekolah, pekerjaan, keluarga, atau pilihan hidup.DreamWorks kemudian membawa persoalan sederhana tersebut ke dalam sebuah konsep fantasi yang jauh lebih besar: bagaimana jika untuk pulang kita harus mengorbankan semua kenangan bersama orang yang paling kita sayangi?Di titik inilah konsep Forgotten Island menjadi cukup emosional.Voice Acting yang Menghidupkan KarakterSalah satu kekuatan Forgotten Island adalah jajaran voice actor yang mampu memberikan karakter dan kepribadian yang berbeda pada setiap tokohnya.H.E.R. sebagai Jo terasa cocok dengan karakter Jo yang penuh imajinasi, spontan, dan terkadang impulsif. Energi vokalnya membuat Jo terasa seperti remaja yang benar-benar memiliki rasa ingin tahu besar terhadap dunia di sekitarnya.Sementara Liza Soberano sebagai Raissa memberikan karakter yang lebih tenang dan terukur. Raissa bukan hanya menjadi teman Jo, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menyeimbangkan sifat Jo yang terkadang bertindak tanpa berpikir panjang.Chemistry H.E.R. dan Liza menjadi salah satu elemen penting karena hubungan Jo dan Raissa adalah pusat emosional film.Kemudian ada Dave Franco sebagai Raww, karakter weredog yang menjadi salah satu sumber komedi. Raww memiliki kepribadian yang lucu, agak ceroboh, dan mudah terpancing emosi. Konsep weredog ini juga memberikan jenis humor fisik yang berbeda dibanding karakter monster pada umumnya. Jenny Slate sebagai Batiba juga memberikan warna tersendiri. Batiba merupakan makhluk yang memiliki hubungan dengan kenangan dan menjadi karakter yang secara konsep cukup menarik karena berkaitan langsung dengan tema utama film: kehilangan dan rasa takut ditinggalkan.Sementara Manny Jacinto sebagai Bungi menjadi salah satu karakter yang paling mudah mencuri perhatian. Bungi merupakan Tiyanak berukuran besar dengan sifat seperti bayi yang lucu, menggemaskan, sekaligus bisa membawa kekacauan ke dalam kelompok.. Namun, salah satu penampilan yang paling menonjol adalah Lea Salonga sebagai Manang.Manang merupakan sosok Manananggal yang kuat, misterius, dan menakutkan. Menariknya, peran Lea tidak hanya mengandalkan dialog. Suara,napas, dan elemen vokalnya ikut digunakan untuk membangun identitas Manang dalam film. Komposer Nathan Matthew David bahkan menjelaskan bahwa vokal Lea digunakan untuk menciptakan dunia suara khusus bagi karakter tersebut.Hasilnya adalah Manang terasa seperti karakter yang kehadirannya bisa dirasakan bahkan ketika ia tidak banyak berbicara.Visual Animasi yang Magis dan Memanjakan MataSecara visual, Forgotten Island juga menjadi salah satu daya tarik terbesarnya.DreamWorks mampu menciptakan Nakali sebagai sebuah dunia yang terasa sangat berbeda dari dunia manusia. Pulau tersebut dipenuhi warna, bentuk, karakter, makhluk fantastis, hingga lingkungan yang membuat setiap bagian terasa seperti dunia dongeng yang hidup.Menariknya, film ini juga mampu menggabungkan berbagai pendekatan visual dalam satu film. Desain karakter manusia dibuat ekspresif dan mudah dikenali, sementara makhluk-makhluk mitologi mendapatkan bentuk yang jauh lebih bebas dan imajinatif.Hal tersebut membuat setiap kemunculan karakter baru terasa seperti menemukan sesuatu yang berbeda.Gaya visualnya juga memiliki sentuhan yang mengingatkan pada pendekatan Puss in Boots: The Last Wish, terutama dalam keberanian bermain dengan bentuk, gerakan, ekspresi, serta bahasa visual yang tidak selalu mengikuti realisme animasi 3D tradisional.Hasil akhirnya adalah sebuah film yang terasa magis, colorful, dinamis, sekaligus kaya detail.Bagi penonton yang menyukai film animasi dengan world-building kuat, Nakali menjadi salah satu bagian paling menyenangkan untuk dieksplorasi.Drama Keluarga, Persahabatan, Komedi dan PetualanganWalaupun dikemas sebagai film keluarga, Forgotten Island tidak hanya mengandalkan humor dan petualangan.Ada drama mengenai keluarga, perubahan hidup, persahabatan, serta ketakutan menghadapi masa depan.Jo dan Raissa sedang berada di fase ketika masa sekolah mereka berakhir. Apa yang sebelumnya terasa permanen seperti persahabatan mereka mulai menghadapi kemungkinan perubahan.Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konflik fantasi yang cukup sederhana tetapi efektif.Di Nakali, kenangan bukan sekadar sesuatu yang tersimpan di kepala. Kenangan menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan bisa hilang.Karena itu, petualangan Jo dan Raissa bukan hanya tentang menemukan jalan pulang. Mereka juga harus berusaha mempertahankan sesuatu yang jauh lebih penting: hubungan mereka sebagai sahabat.Di sisi lain, kehadiran Raww, Batiba, Bungi dan karakter lainnya memberikan keseimbangan agar film tidak menjadi terlalu serius.Humornya membantu menjaga Forgotten Island tetap terasa sebagai film keluarga, sementara sisi emosionalnya membuat cerita memiliki bobot lebih.Pesan tentang Perpisahan dan KenanganPesan terbesar yang terasa dari Forgotten Island adalah tentang perpisahan.Dalam kehidupan, tidak semua hubungan bisa berlangsung dalam bentuk yang sama selamanya.Ada sahabat yang akhirnya harus pergi. Ada keluarga yang berpindah tempat. Ada orang yang kita sayangi yang akhirnya memiliki jalan hidup sendiri.Dan terkadang, kita tidak bisa menghentikan perubahan tersebut.Forgotten Island kemudian mengajak penonton untuk melihat perpisahan bukan semata-mata sebagai kehilangan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup.Yang membuat sebuah hubungan berarti bukan hanya berapa lama kita bisa bersama seseorang, tetapi kenangan dan pengalaman yang kita ciptakan ketika masih bersama.Itulah yang membuat konflik Jo dan Raissa terasa cukup relate.Mereka bukan hanya takut kehilangan jalan pulang. Mereka takut suatu hari nanti tidak lagi mengingat mengapa persahabatan mereka begitu berarti.KesimpulanForgotten Island menjadi salah satu film animasi DreamWorks yang terasa fresh karena berani membawa mitologi dan folklore Filipina ke dalam sebuah petualangan fantasi keluarga. Joel Crawford dan Januel P. Mercado berhasil menggabungkan cerita tentang persahabatan dan perpisahan dengan dunia Nakali yang penuh makhluk mitologi, humor, petualangan, serta visual yang memanjakan mata. Kekuatan lainnya datang dari jajaran voice actor yang mampu memerankan karakter mereka dengan bagus dan total.Pada akhirnya, Forgotten Island bukan hanya berbicara tentang monster, pulau mistis, atau bagaimana cara kembali ke rumah.Film ini berbicara tentang persahabatan, keluarga, kenangan dan keberanian menerima bahwa dalam hidup pasti akan ada perpisahan, bahkan dengan sahabat atau seseorang yang sangat kita sayangi.Dan mungkin, justru karena perpisahan itulah setiap momen bersama menjadi begitu berharga. Film keluarga ini cocok dan recommended untuk SOBAT KTF yang suka dengan film animasi dengan cerita yang baru, unsur persahabatan yang hangat, serta petualangan yang seru.

Rahmadandi Desky Prayuda 28 Sep 2026
Dimas Anggara Debut Sutradarai Film Horor Berjudul Aplikasi Iblis, Dibintangi Junior Roberts, Saat Aplikasi Bisa Menghubungkan dengan Arwah Orang yang Sudah Meninggal
NEWS

Dimas Anggara Debut Sutradarai Film Horor Berjudul Aplikasi Iblis, Dibintangi Junior Roberts, Saat Aplikasi Bisa Menghubungkan dengan Arwah Orang yang Sudah Meninggal

Film Aplikasi Iblis tayang mulai 15 Oktober 2026 di bioskopJakarta, 31 Agustus 2026 — Dimas Anggara menandai penyutradaraan debut horornya lewat film terbaru persembahan NIH Pictures berjudul Aplikasi Iblis. Film ini dibintangi oleh Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta penampilan spesial Della Dartyan.Film Aplikasi Iblis membawa genre urban supernatural horror yang akan mengisahkan tentang seorang pria yang mencoba kembali terhubung dengan kekasihnya yang telah meninggal melalui sebuah aplikasi misterius. Namun, justru membuka pintu bagi sesuatu yang ingin memanfaatkannya.Dalam teaser trailer yang dirilis, Arya (diperankan Junior Roberts) ingin melamar kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Namun, keduanya justru harus terpisah dan berbeda dunia untuk selamanya. Arya masih ditemani arwah Laras, tapi, apakah itu benar-benar Laras?Sementara itu, di teaser poster yang dirilis juga secara jelas menampilkan sosok menyeramkan di layar ponsel. Menandakan sebuah teror yang akan datang, saat kita mencoba menggunakan aplikasi yang disebut bisa menghubungkan dengan arwah orang mati tersebut.“Film Aplikasi Iblis akan mengikuti kisah Arya. Dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan masih sangat rindu dan percaya orang yang telah pergi bisa kembali. Di film ini, saya menggabungkan unsur drama romance tapi juga teror horor yang mungkin sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Ketika kita semua pakai sebuah aplikasi untuk bisa terkoneksi dengan orang yang kita sayangi, apapun jenis aplikasinya. Tapi bedanya, aplikasi di film ini bisa menghubungkan dengan arwah orang yang sudah meninggal,” ujar sutradara Dimas Anggara.“Buat aku cerita Arya dan Laras itu seperti sepasang kekasih yang sudah merencanakan sesuatu yang indah tapi malah berakhir menjadi tragedi,” ujar pemeran Arya, Junior Roberts. Sebelumnya, Dimas Anggara telah menyutradarai film #OOTD yang diproduksi oleh NIH Pictures. Kali ini, Dimas kembali mengeksplorasi gagasan kreatifnya sebagai sutradara horor lewat Aplikasi Iblis. Sebuah horor dengan cerita tentang teknologi, kehilangan, dan teror supernatural.Ikuti terus perkembangan film Aplikasi Iblis melalui media sosial Instagram @aplikasiiblisfilm dan @nihpictues. Film Aplikasi Iblis tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
Ketika Persahabatan, Kriminalitas, dan Pesta Musik Bertemu!
MOVIE
3.0

Ketika Persahabatan, Kriminalitas, dan Pesta Musik Bertemu!

Film Indonesia kembali menghadirkan cerita kriminal dengan pendekatan yang cukup berbeda lewat Operasi Pesta Copet. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Edy Khemod, dengan bantuan Rino Sarjono dalam skenario, film ini tidak hanya menjadikan aksi pencopetan sebagai sumber konflik, tetapi juga mengemasnya menjadi cerita tentang persahabatan, kondisi sosial, ekonomi, dan kehidupan anak muda.Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal, Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, Kawai Labiba sebagai Melodi, dan Fauzan Lubis sebagai Silet, film ini terasa seperti sebuah perjalanan bersama sekelompok karakter yang memiliki persoalan dan latar belakang masing-masing.Edy Khemod Berhasil Membuat Cerita yang MenarikSalah satu kekuatan terbesar Operasi Pesta Copet terletak pada bagaimana Edy Khemod membangun cerita. Sebagai penulis sekaligus sutradara, Edy mampu menjaga agar film tidak hanya berfokus pada aksi kriminalnya saja.Cerita berkembang dengan cukup dinamis. Penonton diajak mengikuti karakter-karakternya secara perlahan, memahami hubungan mereka, melihat masalah yang mereka hadapi, sekaligus mengikuti bagaimana sebuah rencana pencopetan di tengah konser kemudian berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar.Menariknya, film ini tidak mencoba menjadikan aksi kriminal sebagai sesuatu yang terlihat keren semata. Ada alasan, tekanan, dan kondisi tertentu yang membuat para karakter mengambil keputusan tersebut. Pendekatan seperti ini membuat cerita terasa lebih manusiawi sekaligus memberikan ruang bagi film untuk menyampaikan kritik sosial.Punya Isu yang Sangat Relate dengan Kehidupan Sehari-hariPremis mengenai pencopetan di sebuah konser musik menjadi salah satu hal yang membuat Operasi Pesta Copet terasa dekat dengan realitas.Konser merupakan tempat yang identik dengan kerumunan, musik, kesenangan, dan euforia. Namun di tengah ribuan orang yang sedang menikmati pertunjukan, selalu ada kemungkinan munculnya tindakan kriminal seperti pencopetan.Film ini kemudian memanfaatkan situasi tersebut sebagai dasar cerita heist yang cukup menarik. Keramaian konser bukan hanya menjadi latar, tetapi juga menjadi bagian penting dari bagaimana aksi dan konflik dalam film berjalan.Hal ini membuat Operasi Pesta Copet memiliki premis yang sederhana tetapi mudah diterima penonton karena mengambil sesuatu yang memang bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Kritik Sosial tentang Ekonomi & KriminalitasDi balik unsur komedi dan keseruannya, film ini juga menyelipkan kritik sosial yang cukup terasa.Operasi Pesta Copet memperlihatkan bagaimana persoalan ekonomi dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal. Film tidak serta-merta membenarkan tindakan tersebut, tetapi mencoba memperlihatkan bahwa kriminalitas terkadang lahir dari permasalahan sosial yang lebih kompleks.Inilah yang membuat konflik dalam film terasa lebih relevan dengan kondisi sosial di Indonesia. Ada sindiran-sindiran kecil mengenai kehidupan masyarakat, kesenjangan, kebutuhan ekonomi, serta bagaimana seseorang bisa berada dalam kondisi yang membuat pilihan hidupnya menjadi semakin sulit.Kritiknya memang tidak disampaikan secara terlalu berat. Justru film memilih menyampaikannya secara halus melalui dialog, situasi, dan perjalanan karakter sehingga pesan sosial tersebut tetap bisa diterima tanpa menghilangkan sisi hiburannya.Chemistry Pemain yang Natural & SolidDari sisi akting, Operasi Pesta Copet mendapatkan dukungan kuat dari jajaran pemainnya.Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal mampu menjadi salah satu pusat perhatian dengan pembawaan karakter yang terasa natural. Iqbaal berhasil membawa sisi serius sekaligus emosional dari karakternya tanpa membuatnya terasa berlebihan.Kemudian ada Kristo Immanuel sebagai Adut yang memberikan warna tersendiri. Interaksinya dengan Ijal menjadi salah satu elemen yang membuat dinamika persahabatan dalam film terasa hidup.Zulfa Maharani sebagai Tia juga tampil solid dan mampu memberikan keseimbangan dalam kelompok karakter utama. Sementara Kawai Labiba sebagai Melodi memberikan energi yang membuat dinamika kelompok semakin berwarna.Yang paling menarik adalah bagaimana kelima pemain tersebut memiliki chemistry yang terasa natural. Hubungan Ijal, Adut, Tia, Melodi, dan Silet tidak terasa seperti sekadar sekumpulan karakter yang dipertemukan oleh kebutuhan cerita, tetapi benar-benar seperti sebuah kelompok yang sudah memiliki hubungan dan dinamika satu sama lain.Fauzan Lubis Tampil Menjanjikan dalam Debut FilmSalah satu nama yang patut mendapatkan perhatian adalah Fauzan Lubis sebagai Silet.Operasi Pesta Copet menjadi debut Fauzan Lubis dalam sebuah film. Meski merupakan pengalaman pertamanya bermain dalam film, penampilannya tidak terasa kaku.Fauzan mampu mengikuti ritme permainan pemain lainnya dan memiliki kehadiran yang cukup kuat ketika berada dalam satu frame bersama Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, maupun Kawai Labiba.Untuk ukuran debut film, penampilan Fauzan bisa dibilang cukup bagus dan menjanjikan. Ia mampu memberikan identitas pada karakter Silet sekaligus menjadi bagian penting dari chemistry kelompok utama.Komedi Yang Berhasil Sampai ke PenontonSelain crime dan heist, Operasi Pesta Copet juga mengandalkan komedi sebagai salah satu daya tariknya.Komedi dalam film ini banyak lahir dari dialog dan interaksi antarkarakter. Candaan yang muncul tidak selalu terasa dipaksakan karena sebagian besar humor berasal dari kepribadian dan hubungan masing-masing karakter.Hal ini membuat komedinya terasa lebih natural. Beberapa dialog bahkan berhasil memberikan jeda di tengah situasi yang sedang menegangkan sehingga film tidak terasa terlalu berat.Keseimbangan antara drama, kriminalitas, persahabatan, dan komedi menjadi salah satu aspek yang membuat film ini tetap menghibur.Persahabatan Menjadi Jantung CeritaMeskipun membawa elemen heist dan crime, pada akhirnya Operasi Pesta Copet merupakan film yang sangat kuat berbicara mengenai persahabatan.Hubungan antara Ijal, Adut, Tia, Melodi, dan Silet menjadi bagian yang membuat perjalanan mereka terasa emosional. Penonton tidak hanya dibuat penasaran dengan bagaimana aksi mereka akan berakhir, tetapi juga dibuat peduli terhadap hubungan yang terbentuk di antara mereka.Ada rasa saling percaya, konflik, perbedaan pendapat, dan momen ketika mereka harus menentukan apakah akan tetap bersama atau memilih jalan masing-masing.Karena itu, aspek persahabatan dalam film terasa sebagai fondasi utama yang mengikat seluruh cerita.Punya Sinematografi & Transisi yang MatangSecara visual, Operasi Pesta Copet juga memberikan perhatian besar terhadap bagaimana sebuah konser musik ditampilkan.Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan hampir 500 extras untuk menciptakan atmosfer konser yang besar dan meyakinkan. Jumlah extras tersebut membantu membangun suasana kerumunan sehingga adegan konser terasa lebih hidup dan tidak seperti sekadar latar buatan.Atmosfer yang ingin dihadirkan juga dibuat menyerupai pengalaman berada di konser PESTA PORA, sehingga penonton dapat merasakan bagaimana hiruk-pikuk, kepadatan, dan energi sebuah festival musik menjadi bagian dari cerita.Sinematografinya pun dibuat dengan cukup matang. Kamera tidak hanya digunakan untuk merekam aksi karakter, tetapi juga menangkap skala kerumunan dan energi konser..Yang juga patut diapresiasi adalah transisi antar-scene. Perpindahan dari satu adegan ke adegan berikutnya dibuat dengan cukup detail dan memiliki gaya visual yang estetik. Beberapa transisi terasa seperti dirancang secara khusus agar perpindahan adegan tetap memiliki ritme dan tidak terasa monoton.Pendekatan visual tersebut membuat Operasi Pesta Copet memiliki identitas tersendiri sebagai film yang memadukan cerita kriminal dengan atmosfer konser musik.Perpaduan Heist, Crime, Komedi, dan Musikal. Salah satu keberhasilan film ini adalah kemampuannya memadukan beberapa genre tanpa membuat salah satunya terasa terlalu dominan.Unsur heist memberikan rasa penasaran terhadap bagaimana aksi pencopetan tersebut dilakukan. Unsur crime memberikan konflik dan konsekuensi. Sementara komedi membuat perjalanan karakter terasa lebih ringan.Di sisi lain, unsur musikal dan latar konser memberikan pengalaman visual serta atmosfer yang berbeda dari film kriminal Indonesia pada umumnya.Semua elemen tersebut kemudian dipersatukan melalui tema persahabatan yang menjadi inti emosional film..KesimpulanOperasi Pesta Copet merupakan film yang berhasil memanfaatkan premis sederhana tentang pencopetan di konser menjadi sebuah cerita yang lebih luas mengenai persahabatan, kriminalitas, kondisi ekonomi, dan kehidupan sosial.Edy Khemod sebagai penulis sekaligus sutradara berhasil membuat cerita yang menarik dengan konflik yang cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Kritik sosial mengenai kriminalitas dan faktor ekonomi juga disampaikan secara halus tanpa membuat film kehilangan sisi hiburannya.Dari sisi pemain, mereka memiliki chemistry yang natural dan solid.Sementara dari sisi teknis, sinematografi yang matang, serta transisi antarscene yang detail dan estetik membuat film ini terasa dikerjakan dengan serius.Operasi Pesta Copet bukan hanya tentang mencopet di sebuah konser. Film ini berbicara tentang pilihan hidup, persahabatan, kondisi sosial, dan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam situasi yang memaksanya mengambil keputusan sulit.Untuk SOBAT KTF yang menyukai film bergenre persahabatan, heist, crime, komedi dan musikal , film ini wajib banget buat kalian tonton.

Rahmadandi Desky Prayuda 31 Aug 2026
VIDEO
CALON GUBERNUR INI NGGAK BISA BOHONG LAGI! Kira Kira Kenapa Ya Temukan Jawabannya Di Film Bapak Paling JUJUR!
NEWS

CALON GUBERNUR INI NGGAK BISA BOHONG LAGI! Kira Kira Kenapa Ya Temukan Jawabannya Di Film Bapak Paling JUJUR!

Andovi da Lopez jadi Jonas Prakoso, calon gubernur yang kehilangan filter dan harus menghadapi kekacauan setelah semua isi kepalanya keluar begitu sajaJakarta, 17 September 2026 — Apa jadinya bila seorang calon gubernur yang biasanya jago pencitraan tiba-tiba nggak bisa bohong sama sekali?Kekacauan itulah yang diperlihatkan dalam main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR, film komedi karya sutradara Fajar Nugros yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.Dalam film ini, Andovi da Lopez berperan sebagai Jonas Prakoso, calon gubernur yang tahu betul cara memenangkan hati rakyat. Penampilan rapi, senyum di depan kamera, janji manis, hingga pencitraan telah dipersiapkan. Namun, sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.Sejak saat itu, apa pun yang ada di kepalanya langsung keluar dari mulutnya. Tidak ada filter, tidak ada jawaban yang dibuat-buat. Rahasia yang seharusnya disimpan, pikiran yang seharusnya cukup ada di kepala, sampai berbagai hal yang bisa membuat situasi semakin runyam ikut terbongkar. Dari urusan kampanye sampai kehidupan pribadinya, Jonas pun harus menghadapi konsekuensi dari kejujuran yang datang tanpa rem.“Saya tertarik dengan premis BAPAK PALING JUJUR karena pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya bisa ke mana-mana: apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?” ujar Fajar Nugros, sutradara BAPAK PALING JUJUR.“Cerita ini sudah berhasil di Brasil dan Korea, dan sekarang kami mencoba membawanya ke Indonesia dengan karakter dan situasi yang dekat dengan penonton di sini. Buat saya, justru dari situ komedinya muncul,”sambungnyaBAPAK PALING JUJUR merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate (2020) yang kemudian dibuat sekuelnya pada 2022. Film Korea tersebut sendiri merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto (2014). Setelah hadir dalam dua versi tersebut, cerita tentang seseorang yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong kini dibawa ke Indonesia dengan karakter, humor, dan situasi yang dekat dengan keseharian penontonIndonesia Indonesia.“Jujur, proses membuat trailer ini sendiri bikin kami cukup pusing,” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR.“Kami harus memilih dari begitu banyak kekacauan yang dialami Jonas. Kalau semuanyadimasukkan, bisa-bisa trailernya lebih panjang dari filmnya, hahaha. Tapi justru itu yang seru.Karena ketika seseorang sudah nggak bisa menyaring apa yang ingin dikatakannya, semuanya jadi kacau. Hal sederhana pun bisa berubah jadi masalah besar,” katanya lagi.Selain Andovi da Lopez, BAPAK PALING JUJUR juga dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Kemingg. Main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR sudah dapat disaksikan melalui akun media sosial Bapak Paling Jujur, Cahaya Pictures, dan Studio Antelope.Sudah siap melihat apa yang terjadi kalau filter pencitraan benar-benar hilang?BAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
Banyak Rahasia di “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius  Sinathrya, Series Baru iQIYI, ‘Dalam Suka dan Dusta’ Segera Tayang!
NEWS

Banyak Rahasia di “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya, Series Baru iQIYI, ‘Dalam Suka dan Dusta’ Segera Tayang!

iQIYI merilis trailer perdana series iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, yang mengangkat realitas di balik manisnya hubungan couple goals.Jakarta, 10 September 2026 — iQIYI resmi merilis trailer perdana iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, original series Indonesia terbaru yang memadukan drama percintaan, perselingkuhan dan kompleksnya hubungan keluarga. Bekerjasama dengan rumah produksi RRK Pictures & Unlimited Production, series ini mengangkat kisah pasangan selebritis yang selama ini dipandang sebagai couple goals dengan kehidupan rumah tangga yang tampak ideal. Namun, di balik sorotan dan citra sempurna yang mereka tampilkan, tersimpan rahasia, kebohongan, serta persoalan lain yang perlahan menguji hubungan dan keluarga mereka.Melalui trailer iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, penonton diajak menyingkap kilasan keretakan kehidupan rumah tangga Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Demi mempertahankan keutuhan keluarga sekaligus reputasi mereka di mata publik, keduanya mempertimbangkan sebuah jalan pintas yang tak biasa: open marriage. Keputusan tersebut pun menyisakan tanda tanya bagi penonton: mampukah open marriage menyelamatkan rumah tangga Duta dan Citra atau justru memicu konflik yang jauh lebih besar?“Dibandingkan kisah perselingkuhan pada umumnya, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta terasa berbeda karena hadir dengan cerita yang lebih kompleks, menggabungkan sorotan dunia selebriti, drama rumah tangga, hingga elemen misteri yang cukup kental.” ujar Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia iQIYI.Keretakan Hubungan yang Sempurna dan Unsur MisteriAda dua sisi cerita yang menjadi kekuatan utama series ini. Pertama, gambaran citra sempurna pasangan selebriti, seperti bagaimana sorotan publik, dan ekspektasi sosial memaksa Duta dan Citra terus mempertahankan topeng kebahagiaan meski hubungan mereka retak dari dalam. Kedua, sisi hubungan yang penuh skandal, kesepakatan open marriage dan perselingkuhan yang perlahan berkembang menjadi bom waktu, membawa cerita ke arah yang lebih gelap dan tak terduga.Konflik dalam hubungan Duta dan Citra dimulai ketika keduanya menghadapi pilihan-pilihan yang dapat mengubah dinamika pernikahan mereka. Duta diam-diam menjalin hubungan dengan Vania (Shania Gracia), sementara Citra perlahan mulai dekat Konflik dalam hubungan Duta dan Citra dimulai ketika keduanya menghadapi pilihan-pilihan yang dengan Denis (Ciccio Manassero), sosok pria menawan yang hadir di tengah kerumitan hidupnya. Untuk menyelamatkan masalah rumah tangganya, Citra mengajukan sebuah solusi yang mengaburkan batas kesetiaan dan kebebasan dalam pernikahan kepada Duta.Kehadiran Shania Gracia dan Ciccio Manassero turut menambah warna baru pada dinamika series ini. Chemistry keduanya dengan para pemain utama membuat hubungan semakin kompleks, sekaligus membuka berbagai kemungkinan konflik baru. Seiring konflik perselingkuhan yang memanas, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta perlahan mengungkap elemen misteri yang berpotensi semakin mengguncang keluarga serta reputasi Duta dan Citra.Nantikan 10 episode dari iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta yang akan resmi tayang mulai 25 September 2026, hanya di iQIYI. Trailer perdana dan poster series ini dapat disaksikan melalui kanal media sosial resmi iQIYI Indonesia.

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026