Logo KTF KupasTuntasFilm

Trio GJLS Resmi Jadi Petugas Damkar di Film GJLS: Berapi-Api, Tayang Serentak di Bioskop 5 November 2026 !

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Jakarta, 31 Agustus 2026 — Kabar penting sekaligus peringatan bagi siapa pun yang rahangnya mudah pegal karena tertawa tanpa henti. Rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment secara resmi mengumumkan tanggal rilis film layar lebar terbaru mereka, GJLS: Berapi-Api. Film komedi aksi yang paling dinanti ini dipastikan meluncur serentak di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 5 November 2026.

Setelah sukses memporak-porandakan penonton lewat film debut GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada 2025 lalu, trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kini kembali dengan beban tanggung jawab yang jauh lebih berbahaya, serta jauh lebih butuh perjuangan.

Ketika Trio GJLS Diberi Tanggung Jawab Nyawa dan Selang Air

Dalam GJLS: Berapi-Api, trio abang-abang ini mewujudkan cita-cita masa kecil mereka yang mulia namun riskan: menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar). Sayangnya, niat tulus menyelamatkan warga justru berbenturan dengan kepanikan struktural, adu argumen nirfaedah di tengah kobaran api, hingga konflik persahabatan yang meledak-ledak.

"Di film pertama, kita dibikin pusing dengan urusan bapak–anak. Sekarang di 'GJLS: Berapi-Api', kita dikasih seragam damkar, helm baja, sama selang bertekanan tinggi. Bukannya tenang, malah kebakaran ego masing-masing yang lebih bahaya. Penonton jangan harap dapat aksi heroik yang tenang; ini isinya murni teriakan, panik, dan persahabatan yang diuji pas api udah di depan muka," ujar Rigen Rakelna, aktor dan salah satu pendiri GJLS Entertainment.

Monty Tiwa Kembali Pasang Badan Mengawal Kekacauan

Kursi nahkoda penyutradaraan kembali dipercayakan kepada sineas kawakan Monty Tiwa.

Memasuki 25 tahun jam terbangnya di sinema nasional, Monty kembali membuktikan kesabarannya dalam meracik energi improvisasi organik anak-anak GJLS ke dalam bingkai visual sinematik yang megah.

"Menyutradarai trio GJLS di film aksi damkar itu rasanya seperti mengendalikan truk blangwir yang remnya blong tapi sopirnya malah sibuk debat. Tapi di situlah magisnya. 5 November 2026 adalah tanggal di mana masyarakat Indonesia boleh melepaskan semua beban pikiran, masuk bioskop, dan menertawakan kekonyolan hidup bersama-sama," tutur Monty Tiwa, sutradara.

Catat Tanggalnya!

GJLS: Berapi-Api resmi tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Informasi mengenai tiket pra-pesan (presale) dan agenda penayangan khusus (special screening) akan diumumkan dalam waktu dekat. Pantau terus saluran resmi tanpa perlu panik melalui akun media sosial @gjlsberapiapi, @gjlsentertainment, dan @sinemagna.

More Recommendations

VIDEO
Spider-Man: Brand New Day  Kembalinya Peter Parker yang Lebih Dewasa, Emosional, dan Penuh Misteri
MOVIE
4.5

Spider-Man: Brand New Day Kembalinya Peter Parker yang Lebih Dewasa, Emosional, dan Penuh Misteri

Setelah sukses besar trilogi Spider-Man sebelumnya yang disutradarai oleh Jon Watts, kini tongkat estafet diberikan kepada sutradara baru, Destin Daniel Cretton, yang sebelumnya dikenal lewat film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021). Bersama naskah yang ditulis oleh Chris McKenna, Erik Sommers, dan Stan Lee, Spider-Man: Brand New Day (2026) hadir sebagai babak baru dalam perjalanan Peter Parker versi Tom Holland.Setelah penantian selama lima tahun sejak Spider-Man: No Way Home (2021), film keempat ini berhasil menjawab rasa rindu para penggemar dengan menghadirkan kisah yang lebih dewasa, emosional, sekaligus penuh kejutan. Film ini masih dibintangi oleh Tom Holland sebagai Peter Parker/Spider-Man, Zendaya sebagai MJ, dan Jacob Batalon sebagai Ned Leeds.Konflik Peter Parker yang Sangat Relate dengan PenontonSalah satu kekuatan terbesar Spider-Man: Brand New Day terletak pada bagaimana Destin Daniel Cretton dan para penulis mampu membangun cerita yang terasa sangat dekat dengan kehidupan penonton. Film ini tidak hanya berbicara tentang seorang pahlawan super yang menyelamatkan kota, tetapi juga tentang pergulatan batin seorang pemuda yang berusaha menemukan jati dirinya.Konflik internal Peter Parker menjadi inti utama cerita. Beban sebagai Spider-Man, rasa kehilangan, serta perjuangannya untuk menjalani kehidupan normal membuat karakter Peter terasa semakin manusiawi. Hubungannya dengan MJ juga digambarkan dengan sangat emosional, memperlihatkan bagaimana cinta bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus luka yang mendalam.Di sisi lain, persahabatan Peter dengan Ned kembali menjadi elemen penting yang memberikan sentuhan hangat di tengah berbagai konflik besar yang terjadi. Dinamika ketiganya terasa begitu natural hingga penonton benar-benar dapat merasakan apa yang sedang dirasakan Peter Parker sepanjang film.Penampilan Para Pemain yang Semakin MatangTom Holland kembali membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang tepat untuk memerankan Peter Parker. Penampilannya dalam film ini terasa jauh lebih dewasa dibandingkan trilogi sebelumnya. Ia mampu menampilkan sisi rapuh, kebingungan, hingga keberanian Peter dengan sangat meyakinkan.Zendaya juga tampil luar biasa sebagai MJ. Karakternya kini memiliki kedalaman emosi yang lebih kuat, sementara chemistry antara dirinya dan Tom Holland kembali menjadi salah satu aspek terbaik dalam film ini.Tak kalah menarik, Jacob Batalon sebagai Ned Leeds berhasil memberikan keseimbangan antara humor dan drama. Interaksi antara Tom Holland, Zendaya, dan Jacob Batalon menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa begitu hidup. Chemistry mereka benar-benar membuat penonton seolah ikut terlibat dalam perjalanan emosional Peter Parker.Sementara itu, kehadiran Jon Bernthal sebagai Frank Castle/Punisher dan Florence Pugh sebagai Yelena Belova memberikan warna baru yang menarik. Kedua karakter tersebut membawa nuansa yang lebih gelap sekaligus memperluas dunia Spider-Man ke arah yang lebih besar.Visual Spektakuler & Nuansa Komik yang KentalDari segi sinematografi dan efek visual, Spider-Man: Brand New Day berhasil menghadirkan pengalaman yang memanjakan mata. Adegan-adegan swing melintasi gedung-gedung New York dibuat dengan sangat dinamis dan imersif, membuat penonton seolah ikut terbang bersama Spider-Man.Destin Daniel Cretton juga berhasil memasukkan banyak elemen yang terinspirasi dari komik klasik Spider-Man, baik dari segi visual, desain adegan, maupun detail-detail kecil yang akan disukai oleh para penggemar lama.Penggunaan warna, pencahayaan, serta pengambilan gambar dalam berbagai adegan aksi membuat film ini memiliki identitas visual yang kuat dan berbeda dari film-film Spider-Man sebelumnya.Pertarungan Akhir yang Sangat EpikSeperti film MCU pada umumnya, Spider-Man: Brand New Day menghadirkan banyak adegan aksi spektakuler sepanjang durasinya. Memang, beberapa adegan pertarungan terasa familiar dengan formula khas Marvel Studios.Namun, Destin Daniel Cretton berhasil membayar semuanya melalui pertarungan terakhir yang benar-benar epik dan berkesan. Koreografi pertarungan, tensi emosional, serta taruhan besar yang dipertaruhkan dalam adegan tersebut menjadikannya sebagai salah satu klimaks terbaik dalam sejarah film Spider-Man versi Tom Holland.Adegan final ini bukan hanya sekadar pertarungan fisik, tetapi juga menjadi puncak dari perjalanan emosional Peter Parker yang telah dibangun sejak awal film.Debut Sadie Sink sebagai Jean Grey yang MenjanjikanSalah satu kejutan terbesar dalam film ini adalah kemunculan Sadie Sink sebagai Jean Grey. Karakter tersebut diperkenalkan dengan sangat baik dan tidak terasa dipaksakan masuk ke dalam cerita.Meski porsinya belum terlalu besar, kehadiran Jean Grey membuka banyak kemungkinan baru bagi masa depan Marvel Cinematic Universe. Penyebutan nama Jean Grey dalam film ini seolah menjadi sinyal bahwa semesta Spider-Man perlahan mulai terhubung dengan dunia X-Men.Jika benar arah tersebut yang ingin diambil Marvel Studios, maka Spider-Man: Brand New Day bisa menjadi titik awal dari pertemuan besar antara Spider-Man dan para mutan di masa depan.Adegan Post-Credits yang Wajib DitungguUntuk para penggemar Marvel, bertahan hingga lampu bioskop menyala adalah sebuah kewajiban, dan Spider-Man: Brand New Day membuktikan hal tersebut.Film ini menghadirkan adegan post-credits yang memang singkat, tetapi dipenuhi teka-teki yang memancing banyak teori. Tanpa memberikan terlalu banyak jawaban, adegan tersebut justru meninggalkan rasa penasaran yang besar mengenai masa depan Marvel Cinematic Universe.Banyak petunjuk yang mengarah pada kemungkinan keterkaitan film ini dengan Avengers: Doomsday (2026), membuat para penggemar semakin tidak sabar menantikan kelanjutan kisahnya.KesimpulanSpider-Man: Brand New Day bukan hanya menjadi film superhero biasa, tetapi juga sebuah kisah tentang kehilangan, persahabatan, cinta, dan pencarian jati diri. Setelah menunggu selama lima tahun, film ini berhasil menghadirkan cerita yang relatable, penampilan para pemain yang semakin matang, visual yang memukau, pertarungan klimaks yang spektakuler, serta pengalaman yang emosional sekaligus menghibur.Spider-Man: Brand New Day berhasil membuktikan bahwa perjalanan Peter Parker masih jauh dari kata selesai, dan masa depan Spider-Man di Marvel Cinematic Universe tampak semakin menarik untuk diikuti.Untuk SOBAT KTF penggemar MCU, film ini layak menjadi salah satu film superhero terbaik tahun 2026.

Rahmadandi Desky Prayuda 06 Aug 2026
VIDEO
Perluas Semesta Tayangan Action, Ikatan Darah Hadir Eksklusif di Vidio!!
NEWS

Perluas Semesta Tayangan Action, Ikatan Darah Hadir Eksklusif di Vidio!!

Sebelumnya Tayang di Bioskop, Sebuah Film Action Karya Sidharta Tata Sekarang Dapat Ditonton di Aplikasi Vidio Mulai Dari 28 Agustus 2026Jakarta, 24 Agustus 2026 — Vidio kembali memperkuat semesta action dengan menghadirkan Ikatan Darah, film laga yang menawarkan aksi brutal, pertarungan intens, dan ketegangan tiada henti. Disutradarai oleh Sidharta Tata, sosok di balik Pertaruhan The Series, film ini membawa penonton ke dalam serangkaian pertarungan sengit yang menjadi salah satu kekuatan utama ceritanya. Setelah sebelumnya tayang di festival internasional dan layar lebar Indonesia, Ikatan Darah kini hadir secara eksklusif di Vidio untuk penonton di wilayah Asia Tenggara mulai 28 Agustus 2026.Bukan sekadar menghadirkan aksi sebagai pelengkap cerita, Ikatan Darah menjadikan pertarungan sebagai bagian penting dalam perjalanan para karakternya. Setiap adu fisik dikemas dengan koreografi laga yang intens, kontak fisik yang terasa nyata, serta adegan-adegan penuh ketegangan yang memperlihatkan kerasnya dunia yang dihadapi Mega dan Bilal sebagai karakter utama dalam film ini.Ikatan Darah menceritakan perjuangan Mega (Livi Ciananta), mantan atlet pencak silat yang terpaksa kembali bertarung setelah sang kakak, Bilal (Derby Romero), terjerat utang ratusan juta rupiah. Dalam upaya melunasi utangnya, Bilal terlibat dalam sebuah kejadian yang berujung pada pembunuhan tak disengaja terhadap salah satu petinggi kelompok kriminal. Sejak saat itu, Mega dan Bilal menjadi buronan dan terus diburu oleh kelompok tersebut yang ingin membalas dendam atas kematian orang mereka. Terjebak dalam kejaran tanpa henti, keduanya harus mempertaruhkan nyawa untuk bertahan hidup sekaligus saling melindungi.Film ini juga turut dibintangi oleh Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Lydia Kandou, Ismi Melinda, Abdurrahman Arif, Rama Ramadhan, Agra Piliang, dan Rahmet Ababil.Simak 3 fakta menarik tentang Ikatan Darah!1. Bukan Sekadar Baku Hantam, Setiap Karakter Punya Gaya Bertarung Sendiri. Sumber : Vidio Berbeda dari film action yang menjadikan adegan pertarungan sekedar pelengkap cerita, Ikatan Darah menempatkan laga sebagai bagian penting yang menggerakkan perjalanan para karakternya. Di bawah arahan Sidharta Tata, setiap pertarungan dirancang bukan hanya untuk menghadirkan aksi yang intens, tetapi juga memperlihatkan karakter, kemampuan, dan konsekuensi yang harus mereka hadapi. Ketika situasi semakin terdesak, penonton tidak hanya melihat bagaimana mereka bertarung, tetapi juga bagaimana mereka bertahan. Yang membuatnya semakin menarik, tidak ada satu gaya bertarung yang sama untuk seluruh karakter. Koreografi pencak silat dikembangkan secara khusus dengan mempertimbangkan karakter, kemampuan fisik, serta gestur masing-masing pemain. Hasilnya, setiap pertarungan memiliki identitas tersendiri, dari cara menyerang, bertahan, hingga merespon lawan. Pendekatan ini membuat aksi dalam Ikatan Darah terasa lebih personal, sekaligus menjadikan pertarungan sebagai cara untuk mengenal karakter lebih jauh, bukan sekadar rangkaian adegan baku hantam.2. Livi Ciananta Perankan Mega Nyaris Tanpa Stuntman, Tiga Bulan Persiapan Demi Aksi yang Lebih RealistisSumber : VidioDi balik aksi brutal Ikatan Darah, terdapat persiapan intens selama kurang lebih tiga bulan bersama Uwais Team. Para pemain menjalani latihan hampir setiap hari, mulai dari cardio, conditioning, reading, hingga koreografi fighting untuk membangun fisik, chemistry, serta ritme gerakan yang dibutuhkan dalam setiap adegan. Bagi Livi Ciananta, persiapan ini juga mencakup pembentukan massa otot dan latihan pencak silat dari dasar untuk mendalami karakter Mega. Bahkan, sebagian besar adegan fighting Livi dilakukan sendiri tanpa stuntman.3. Dari Festival Internasional hingga Layar Lebar, Kini Hadir Eksklusif di Vidio. Sebelum tayang di bioskop dan hadir secara eksklusif di Vidio, Ikatan Darah telah lebih dahulu menyapa penonton internasional melalui Fantastic Fest 2025 di Austin, Texas, dilanjutkan dengan kehadirannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Setelah memulai perjalanannya di bioskop Indonesia pada April 2026, Ikatan Darah kini melabuhkan perjalanannya di Vidio. Dengan aksi laga yang intens, pertarungan brutal, dan kisah tentang ikatan keluarga yang dipertaruhkan karena lilitan hutang, Ikatan Darah siap membawa pengalaman action yang penuh adrenalin bagi penonton.Sumber : VidioSaksikan Ikatan Darah mulai 28 Agustus 2026, eksklusif hanya di Vidio dan tersedia khusus untuk penonton di wilayah Asia Tenggara.SAKSIKAN IKATAN DARAH DISINI!

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026 !
NEWS

HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026 !

Jakarta, 3 September 206 - Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia (ESI) menghadirkan Film Bapakmu Kiper yang tidak sekadar menghadirkan pertandingan sepak bola sebagai latar cerita. Lewat dunia sepak bola antar kampung alias tarkam, film arahan sutradara Ody Harahap itu, mengangkat sisi yang selama ini jarang tersentuh layar lebar, sisi yang penuh warna, gengsi, dan drama tersendiri di luar hasil akhir pertandingan yang siap tayang di bioskop pada 3 September 2026. Tarkam dikenal luas sebagai denyut nadi sepak bola akar rumput Indonesia. Di balik kesederhanaan lapangan sederhana, ada rivalitas antar kampung yang kerap membawa gengsi dan kebanggaan lokal, hingga tradisi saweran, di mana penonton menyawer pemain yang tampil apik langsung di lapangan sebagai bentuk apresiasi. Tak jarang pula, pertandingan tarkam turut diramaikan pemain dari liga profesional yang sengaja turun kelas demi honor tambahan sekaligus menjaga performa di luar musim kompetisi resminya.Segala bumbu dan intrik khas tarkam inilah yang menurut sutradara Ody Harahap menjadi daya tarik utama untuk diangkat ke layar lebar"Di balik pertandingan, ada persaingan, ada hiburan, bahkan fenomena unik seperti saweran," ujar Ody.Ia menambahkan bahwa hal-hal semacam itulah yang membuat setiap laga tarkam terasa lebih hidup dibanding sekadar hasil skor akhir, lengkap dengan tekanan, harapan, dan relasi sosial yang tumbuh di lingkungan kampung.Kekayaan cerita di balik dunia tarkam ini pula yang menjadi salah satu alasan ESI mantap menjadikannya proyek produksi mandiri pertama mereka. Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama ESI sekaligus produser Bapakmu Kiper, melihat sisi otentik tarkam sebagai kekuatan cerita yang jarang dimiliki film bertema olahraga lainnya."Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan. Ada gengsi kampung, ada drama di pinggir lapangan, bahkan ada saweran yang bikin suasana makin seru. Semua bumbu itu yangGarnet justru bikin kami yakin ceritanya akan dekat di hati penonton Indonesia," ujar Garnet.Perpaduan antara drama keluarga dan warna-warni dunia tarkam inilah yang diharapkan menjadikan Bapakmu Kiper sebagai tontonan yang menghibur sekaligus merepresentasikan sisi lain sepak bola Indonesia yang selama ini jarang terekspos ke publik luas.Semua bumbu dan intrik itu terangkum dalam perjalanan Dino (Ali Fikry), remaja 18 tahun yang menyimpan kemarahan mendalam pada ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan jago tarkam yang juga dikenal sebagai penjudi. Dino menganggap ayahnya sebagai penyebab kematian sang ibu, luka yang membuatnya menjaga jarak selama bertahun-tahun. Titik balik muncul ketika Dino mendapat kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup, ajang yang bisa membuka jalannya menuju sepak bola profesional sekaligus mengubah hidupnya. Namun jelang babak final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan mereka. Bapakmu Kiper juga ingin menghadirkan bentuk apresiasi yang terasa nyata. Sosok seperti Warto merepresentasikan banyak kepala keluarga di kehidupan sehari-hari, mereka yang tidak selalu tampil menonjol seperti mencetak gol, namun perannya bertahan menjaga keluarga di tengah kerasnya hidup justru menjadi fondasi yang paling krusial.“Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak kelihatan tapi sebenarnya paling krusial. Nggak harus selalu mencetak gol, yang penting selalu ada buat bertahan dan melindungi keluarganya,” ujar Fedi.Sudut pandang berbeda datang dari Ali Fikry yang memerankan Dino. Baginya, proses syuting justru menjadi pengingat bahwa kemarahan yang Dino simpan bertahun-tahun bukan satu-satunya jalan, dan setiap orang, termasuk karakter yang ia perankan, selalu punya kesempatan kedua untuk berdamai dengan masa lalunya."Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan," kata Ali.Perjalanan menuju Tarkam Super Cup ini pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjelma perjalanan menghadapi masa lalu, memperjuangkan masa depan, dan memperbaiki hubungan yang lama retak antara seorang ayah dan anak.Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Selain Fedi Nuril, dan Ali fikry, Bapakmu Kiper menghadirkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Totalitas Jadi Riska, Caitlin Halderman Bawa The Hidden Hand Jadi Drama Nomor 1 di Viu Indonesia dan Malaysia
NEWS

Totalitas Jadi Riska, Caitlin Halderman Bawa The Hidden Hand Jadi Drama Nomor 1 di Viu Indonesia dan Malaysia

kerasukan itu pertama kali saya lakukan, jadi bagi saya itu yang paling sulit,” kata Caitlin, dalam acara jumpa pers dengan media Malaysia, dua pekan lalu di Kuala Lumpur.JAKARTA 2 Oktober 2026 – Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) mencatat pencapaian kuat sejak penayangannya.Serial yang dibintangi Caitlin Halderman, Meerqeen, dan Hannah Delisha itu menjadi tayangan paling banyak ditonton atau menduduki peringkat pertama di platform Viu Indonesia dan Malaysia.Pencapaian tersebut berjalan beriringan dengan respons penonton di media sosial. Konten terkait The Hidden Hand telah memperoleh lebih dari 75 juta tayangan di media sosial pada minggu pertama. Kemunculan Riska yang diperankan Caitlin menjadi salah satu bagian yang banyak mengundang perhatian. Di balik wajahnya yang terlihat polos, Riska menyimpan rahasia dan rencana besar yang perlahan mengubah kehidupan sebuah keluarga.Caitlin Halderman hadapi adegan kerasukanThe Hidden Hand mengisahkan Riska, perempuan Indonesia yang datang ke Malaysia dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga terpandang.Kehadirannya bukan sebuah kebetulan. Riska merupakan anak Bulan, pekerja rumah tangga yang diperlakukan kejam dan meninggal setelah ditabrak Puan Sri Asyikin.Riska kemudian masuk ke rumah tersebut untuk membalas dendam atas kehancuran hidup ibunya. Namun, rencananya menjadi semakin rumit ketika perasaan iba, rahasia keluarga, dan kekuatan mistis mulai mengambil alih keadaan.Karakter itu menuntut Caitlin menampilkan emosi yang berlapis. Ia tidak hanya harus terlihat tenang dan patuh, tetapi juga menyimpan kemarahan, kesedihan, serta niat yang tidak diketahui orang-orang di sekitarnya.Salah satu tantangan terberat bagi Caitlin adalah ketika harus memainkan adegan kerasukan. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang baru sepanjang perjalanan kariernya sebagai aktris.. Adegan kerasukan itu pertama kali saya lakukan, jadi bagi saya itu yang paling sulit,” kata Caitlin, dalam acara jumpa pers dengan media Malaysia, dua pekan lalu di Kuala Lumpur. Menurut Caitlin, serial horor menuntut energi fisik dan emosi lebih besar karena pemain harus menjalani adegan aksi, ketakutan, hingga kerasukan.Pengalaman sebagai mantan atlet polo air turut membantunya menghadapi tuntutan tersebut. Latar belakang olahraga telah melatih kedisiplinan, kesabaran, dan staminanya selama menjalani proses produksi.Mendapat pujian dari MeerqeenTotalitas Caitlin selama produksi juga mendapat perhatian dari Meerqeen, pemeran Syawal dalam The Hidden Hand.Meerqeen menilai Caitlin sebagai lawan main yang rendah hati dan mudah diajak bekerja sama meskipun telah memiliki nama besar di Indonesia.Bekerja dengan Caitlin sangat menyenangkan. Ia tidak sombong meskipun namanya sudah terkenal di Indonesia,” ujar Meerqeen.Meerqeen juga mengapresiasi kesediaan Caitlin mengikuti kebutuhan karakter dan arahan selama pengambilan gambar. Baginya, Caitlin bukan pemain yang banyak menuntut dan tetap bersedia menjalani berbagai kondisi produksi.The Hidden Hand menjadi proyek pertama Caitlin bersama produksi Malaysia. Ia menjalani pengambilan gambar selama lebih dari satu bulan dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, bahasa, serta budaya produksi yang berbeda.Naskah awal serial tersebut ditulis dalam bahasa Malaysia. Sementara itu, Riska diceritakan sebagai perempuan Indonesia. Caitlin pun berdiskusi dengan tim hampir setiap hari untuk menyesuaikan dialog tanpa menghilangkan identitas Riska.. Proses tersebut membuat The Hidden Hand tidak hanya menjadi pertemuan aktor dari dua negara, tetapi juga kolaborasi kreatif yang memadukan cara bertutur Indonesia dan Malaysia.Selain Caitlin, Meerqeen, dan Hannah Delisha, serial 12 episode ini turut dibintangi Datin Sri Umie Aida, Farah Ahmad, Amerul Affendi, Nadia Aqilah, Nadya Syahera, Shaharuddin Thamby, dan Ismail Yaacob. The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) menghadirkan perpaduan drama keluarga, dendam, pengkhianatan, dan teror supernatural. Episode terbarunya dapat disaksikan setiap Selasa dan Rabu melalui Viu.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Ketika Persahabatan, Kriminalitas, dan Pesta Musik Bertemu!
MOVIE
3.0

Ketika Persahabatan, Kriminalitas, dan Pesta Musik Bertemu!

Film Indonesia kembali menghadirkan cerita kriminal dengan pendekatan yang cukup berbeda lewat Operasi Pesta Copet. Disutradarai sekaligus ditulis oleh Edy Khemod, dengan bantuan Rino Sarjono dalam skenario, film ini tidak hanya menjadikan aksi pencopetan sebagai sumber konflik, tetapi juga mengemasnya menjadi cerita tentang persahabatan, kondisi sosial, ekonomi, dan kehidupan anak muda.Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal, Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, Kawai Labiba sebagai Melodi, dan Fauzan Lubis sebagai Silet, film ini terasa seperti sebuah perjalanan bersama sekelompok karakter yang memiliki persoalan dan latar belakang masing-masing.Edy Khemod Berhasil Membuat Cerita yang MenarikSalah satu kekuatan terbesar Operasi Pesta Copet terletak pada bagaimana Edy Khemod membangun cerita. Sebagai penulis sekaligus sutradara, Edy mampu menjaga agar film tidak hanya berfokus pada aksi kriminalnya saja.Cerita berkembang dengan cukup dinamis. Penonton diajak mengikuti karakter-karakternya secara perlahan, memahami hubungan mereka, melihat masalah yang mereka hadapi, sekaligus mengikuti bagaimana sebuah rencana pencopetan di tengah konser kemudian berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar.Menariknya, film ini tidak mencoba menjadikan aksi kriminal sebagai sesuatu yang terlihat keren semata. Ada alasan, tekanan, dan kondisi tertentu yang membuat para karakter mengambil keputusan tersebut. Pendekatan seperti ini membuat cerita terasa lebih manusiawi sekaligus memberikan ruang bagi film untuk menyampaikan kritik sosial.Punya Isu yang Sangat Relate dengan Kehidupan Sehari-hariPremis mengenai pencopetan di sebuah konser musik menjadi salah satu hal yang membuat Operasi Pesta Copet terasa dekat dengan realitas.Konser merupakan tempat yang identik dengan kerumunan, musik, kesenangan, dan euforia. Namun di tengah ribuan orang yang sedang menikmati pertunjukan, selalu ada kemungkinan munculnya tindakan kriminal seperti pencopetan.Film ini kemudian memanfaatkan situasi tersebut sebagai dasar cerita heist yang cukup menarik. Keramaian konser bukan hanya menjadi latar, tetapi juga menjadi bagian penting dari bagaimana aksi dan konflik dalam film berjalan.Hal ini membuat Operasi Pesta Copet memiliki premis yang sederhana tetapi mudah diterima penonton karena mengambil sesuatu yang memang bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Kritik Sosial tentang Ekonomi & KriminalitasDi balik unsur komedi dan keseruannya, film ini juga menyelipkan kritik sosial yang cukup terasa.Operasi Pesta Copet memperlihatkan bagaimana persoalan ekonomi dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal. Film tidak serta-merta membenarkan tindakan tersebut, tetapi mencoba memperlihatkan bahwa kriminalitas terkadang lahir dari permasalahan sosial yang lebih kompleks.Inilah yang membuat konflik dalam film terasa lebih relevan dengan kondisi sosial di Indonesia. Ada sindiran-sindiran kecil mengenai kehidupan masyarakat, kesenjangan, kebutuhan ekonomi, serta bagaimana seseorang bisa berada dalam kondisi yang membuat pilihan hidupnya menjadi semakin sulit.Kritiknya memang tidak disampaikan secara terlalu berat. Justru film memilih menyampaikannya secara halus melalui dialog, situasi, dan perjalanan karakter sehingga pesan sosial tersebut tetap bisa diterima tanpa menghilangkan sisi hiburannya.Chemistry Pemain yang Natural & SolidDari sisi akting, Operasi Pesta Copet mendapatkan dukungan kuat dari jajaran pemainnya.Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal mampu menjadi salah satu pusat perhatian dengan pembawaan karakter yang terasa natural. Iqbaal berhasil membawa sisi serius sekaligus emosional dari karakternya tanpa membuatnya terasa berlebihan.Kemudian ada Kristo Immanuel sebagai Adut yang memberikan warna tersendiri. Interaksinya dengan Ijal menjadi salah satu elemen yang membuat dinamika persahabatan dalam film terasa hidup.Zulfa Maharani sebagai Tia juga tampil solid dan mampu memberikan keseimbangan dalam kelompok karakter utama. Sementara Kawai Labiba sebagai Melodi memberikan energi yang membuat dinamika kelompok semakin berwarna.Yang paling menarik adalah bagaimana kelima pemain tersebut memiliki chemistry yang terasa natural. Hubungan Ijal, Adut, Tia, Melodi, dan Silet tidak terasa seperti sekadar sekumpulan karakter yang dipertemukan oleh kebutuhan cerita, tetapi benar-benar seperti sebuah kelompok yang sudah memiliki hubungan dan dinamika satu sama lain.Fauzan Lubis Tampil Menjanjikan dalam Debut FilmSalah satu nama yang patut mendapatkan perhatian adalah Fauzan Lubis sebagai Silet.Operasi Pesta Copet menjadi debut Fauzan Lubis dalam sebuah film. Meski merupakan pengalaman pertamanya bermain dalam film, penampilannya tidak terasa kaku.Fauzan mampu mengikuti ritme permainan pemain lainnya dan memiliki kehadiran yang cukup kuat ketika berada dalam satu frame bersama Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, maupun Kawai Labiba.Untuk ukuran debut film, penampilan Fauzan bisa dibilang cukup bagus dan menjanjikan. Ia mampu memberikan identitas pada karakter Silet sekaligus menjadi bagian penting dari chemistry kelompok utama.Komedi Yang Berhasil Sampai ke PenontonSelain crime dan heist, Operasi Pesta Copet juga mengandalkan komedi sebagai salah satu daya tariknya.Komedi dalam film ini banyak lahir dari dialog dan interaksi antarkarakter. Candaan yang muncul tidak selalu terasa dipaksakan karena sebagian besar humor berasal dari kepribadian dan hubungan masing-masing karakter.Hal ini membuat komedinya terasa lebih natural. Beberapa dialog bahkan berhasil memberikan jeda di tengah situasi yang sedang menegangkan sehingga film tidak terasa terlalu berat.Keseimbangan antara drama, kriminalitas, persahabatan, dan komedi menjadi salah satu aspek yang membuat film ini tetap menghibur.Persahabatan Menjadi Jantung CeritaMeskipun membawa elemen heist dan crime, pada akhirnya Operasi Pesta Copet merupakan film yang sangat kuat berbicara mengenai persahabatan.Hubungan antara Ijal, Adut, Tia, Melodi, dan Silet menjadi bagian yang membuat perjalanan mereka terasa emosional. Penonton tidak hanya dibuat penasaran dengan bagaimana aksi mereka akan berakhir, tetapi juga dibuat peduli terhadap hubungan yang terbentuk di antara mereka.Ada rasa saling percaya, konflik, perbedaan pendapat, dan momen ketika mereka harus menentukan apakah akan tetap bersama atau memilih jalan masing-masing.Karena itu, aspek persahabatan dalam film terasa sebagai fondasi utama yang mengikat seluruh cerita.Punya Sinematografi & Transisi yang MatangSecara visual, Operasi Pesta Copet juga memberikan perhatian besar terhadap bagaimana sebuah konser musik ditampilkan.Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan hampir 500 extras untuk menciptakan atmosfer konser yang besar dan meyakinkan. Jumlah extras tersebut membantu membangun suasana kerumunan sehingga adegan konser terasa lebih hidup dan tidak seperti sekadar latar buatan.Atmosfer yang ingin dihadirkan juga dibuat menyerupai pengalaman berada di konser PESTA PORA, sehingga penonton dapat merasakan bagaimana hiruk-pikuk, kepadatan, dan energi sebuah festival musik menjadi bagian dari cerita.Sinematografinya pun dibuat dengan cukup matang. Kamera tidak hanya digunakan untuk merekam aksi karakter, tetapi juga menangkap skala kerumunan dan energi konser..Yang juga patut diapresiasi adalah transisi antar-scene. Perpindahan dari satu adegan ke adegan berikutnya dibuat dengan cukup detail dan memiliki gaya visual yang estetik. Beberapa transisi terasa seperti dirancang secara khusus agar perpindahan adegan tetap memiliki ritme dan tidak terasa monoton.Pendekatan visual tersebut membuat Operasi Pesta Copet memiliki identitas tersendiri sebagai film yang memadukan cerita kriminal dengan atmosfer konser musik.Perpaduan Heist, Crime, Komedi, dan Musikal. Salah satu keberhasilan film ini adalah kemampuannya memadukan beberapa genre tanpa membuat salah satunya terasa terlalu dominan.Unsur heist memberikan rasa penasaran terhadap bagaimana aksi pencopetan tersebut dilakukan. Unsur crime memberikan konflik dan konsekuensi. Sementara komedi membuat perjalanan karakter terasa lebih ringan.Di sisi lain, unsur musikal dan latar konser memberikan pengalaman visual serta atmosfer yang berbeda dari film kriminal Indonesia pada umumnya.Semua elemen tersebut kemudian dipersatukan melalui tema persahabatan yang menjadi inti emosional film..KesimpulanOperasi Pesta Copet merupakan film yang berhasil memanfaatkan premis sederhana tentang pencopetan di konser menjadi sebuah cerita yang lebih luas mengenai persahabatan, kriminalitas, kondisi ekonomi, dan kehidupan sosial.Edy Khemod sebagai penulis sekaligus sutradara berhasil membuat cerita yang menarik dengan konflik yang cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Kritik sosial mengenai kriminalitas dan faktor ekonomi juga disampaikan secara halus tanpa membuat film kehilangan sisi hiburannya.Dari sisi pemain, mereka memiliki chemistry yang natural dan solid.Sementara dari sisi teknis, sinematografi yang matang, serta transisi antarscene yang detail dan estetik membuat film ini terasa dikerjakan dengan serius.Operasi Pesta Copet bukan hanya tentang mencopet di sebuah konser. Film ini berbicara tentang pilihan hidup, persahabatan, kondisi sosial, dan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam situasi yang memaksanya mengambil keputusan sulit.Untuk SOBAT KTF yang menyukai film bergenre persahabatan, heist, crime, komedi dan musikal , film ini wajib banget buat kalian tonton.

Rahmadandi Desky Prayuda 31 Aug 2026
VIDEO
Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!
NEWS

Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!

Dari percakapan yang tertunda di rumah hingga panggung internasional, filmterbaru Palari Films membawa kisah empat perempuan dari tiga generasi ke Tokyo sebelum tayang di bioskop Indonesia 10 Desember 2026.Jakarta, Jumat , 2 Oktober 2026 - Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, 26 Oktober hingga 4 November 2026. Film panjang pertama sutradara Ariani Darmawan ini akan hadir dalam program kompetisi Asian Future, sebelum tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026. Film Desember Jani akan diputar di Tokyo International Film Festival pada 27 Oktober 2206 pukul 17.10 dan pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30 waktu setempat.Film ini bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), 13 tahun, yang menunggu kakaknya, Julia (Hyori Mika), pulang setelah Julia pergi dari rumah tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil menyimpan rasa bersalah. Tempat Jani merasa paling nyaman adalah Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia. Namun Jani menyimpan rahasia: ia tahu Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengannya. Dalam empat hari di bulan Desember, pilihan Jani untuk tetap diam atau berterus terang mengantarkan empat perempuan dalam keluarga tersebut pada percakapan yang selama ini mereka hindari."Buat saya, yang menarik dari keluarga justru hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Ada rasa sayang, marah, kecewa, gengsi, tetapi kadang kita tidak tahu bagaimana cara mengatakan atau bahkan menghadapinya. Saya berharap penonton, di Tokyo maupun di Indonesia, bisa mengenali dan merasakan sebagian dari keluarga mereka sendiri di dalam keluarga Jani," ujar Ariani Darmawan.Ariani mengembangkan cerita ini selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi, setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha, Manifesto Flora. Film ini menjadi skenario film panjang pertama Cyntha."Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tetapi tetap tidak saling memahami. Kami ingin mereka tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah," kata Cyntha Hariadi."Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu," ungkap Sigi Wimala.Sebelum Tokyo, proyek ini mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026."Sejak awal kami membuat Desember Jani untuk berbicara kepada penonton di sini, kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan. Perjalanan ke Tokyo justru menunjukkan bahwa cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat yang berbeda," ujar produser Meiske Taurisia.Setelah Tokyo, perjalanan Desember Jani kembali ke rumah: bioskop Indonesia, mulai 10 Desember 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova Terhasut oleh Bisikan Suara-Suara di Hutan! Film Horor-Misteri Hasut Karya Sutradara Ilya Sigma Rilis Teaser Trailer & Poster!
NEWS

Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova Terhasut oleh Bisikan Suara-Suara di Hutan! Film Horor-Misteri Hasut Karya Sutradara Ilya Sigma Rilis Teaser Trailer & Poster!

Film Hasut akan tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop ! Jakarta, 31 Agustus 2026 — Tuta Films merilis official teaser trailer & poster film horor misteri Hasut, yang menjadi debut penyutradaraan penulis-sutradara Ilya Sigma. Dalam teaser trailer yang dirilis, menampilkan empat sahabat berpasangan, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova berada di sebuah hutan. Mereka melakukan sesi meditasi. Ketika keinginan untuk menyembuhkan berubah menjadi kontrol, semuanya pun berubah.Situasi tak terkendali, saat suara-suara mulai terdengar, kecurigaan perlahan mulai tumbuh sehingga batas antara kenyataan dan prasangka pun perlahan menghilang..Tak ada yang benar-benar tahu apa yang nyata, dan setiap orang hanya menuruti apa yang sebenarnya mereka ingin percaya.Namun, dalam official teaser posternya menampilkan ketiga pemeran, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova terkulai. Sementara hanya Karina Salim yang masih sadar. Apa yang terjadi pada mereka? Dan mengapa hanya Karina yang masih terjaga?“Film Hasut terasa personal bagi saya karena berbicara tentang luka, rasa percaya, dan keinginan untuk menyembuhkan orang yang kita sayangi. Film ini mempertanyakan kapan perhatian berubah menjadi kontrol, dan mengapa kita mudah mempercayai sebuah suara ketika suara itu mengatakan sesuatu yang memang ingin kita percaya. Hampir seluruh proses syuting film Hasut berada di outdoor, di tengah hutan. Kami menjelajahi beberapa hutan tanpa kendala berarti.Syutingnya berjalan lancar, dan semua sehat, karena alam ikut menjaga kami,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma. “Yang menarik dari Hasut adalah bagaimana film ini membangun rasa takut tanpa menghadirkan hantu. Suara dari HT saja sudah bikin seram. Apalagi cerita tentang healing di hutan ini dekat dengan dunia wellness yang juga saya kenal,” ujar Karina Salim.Diproduksi oleh Tuta Films, Hasut diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja. Film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Ikuti informasi terbaru tentang film Hasut melalui akun Instagram resmi @filmhasut dan @tutafilms.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026