Logo KTF KupasTuntasFilm

VIDIO SPORTS FESTIVAL KEMBALI SEBAGAI AJANG OLAHRAGA TERBESAR DI INDONESIA, SATUKAN BERAGAM IP SKALA GLOBAL DAN NASIONAL!

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Umum

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Datangkan Atlet Legendaris Bola Dunia Christian Vieri dan Hadirkan Tiga Piala BergengsiDunia (Premier League, Serie A, Ligue 1) dan Indonesia (BRI Super League) dalam Satu Festival !

Jakarta, 10 September 2026 – Setelah sukses menghadirkan festival olahraga pada tahun lalu, Vidio Sports Festival 2026 kembali pada 26–27 September 2026 di Plaza Parkir Timur Senayan, Jakarta, gratis tanpa dikenakan biaya masuk. Mengusung konsep sportainment, festival ini mempertemukan 10 IP olahraga global dan lokal, atlet legendaris dan atlet, komunitas, selebriti, serta para fans dalam satu ruang yang dirancang untuk menambah cara penggemar menikmati olahraga, lebih dari sekedar menonton, tetapi bisa bermain, berinteraksi, dan merasakan langsung atmosfer olahraga yang selama ini hadir melalui layar.

Sebagai Home of Sports, Vidio menghadirkan beragam dunia olahraga dalam satu festival, mulai dari sepak bola, motorsport, badminton, voli, hingga padel. Deretan IP dan mitra olahraga seperti Premier League, Serie A, Paris Saint-Germain (PSG), Formula 1 (beIN Sports, MotoGP, BRI Super League, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Badminton World Federation (BWF), Triumph Fight, dan LaLiga (beIN Sports) akan membawa pengalaman khas masing-masing lebih dekat kepada fans. Mulai dari berfoto bersama trofi kompetisi sepak bola bergengsi Eropa, bertemu atlet legendaris dunia Christian Vieri, menjajal simulator Formula 1, hingga berpartisipasi langsung dalam pertandingan bersama para atlet legendaris Indonesia Bambang Pamungkas dan Greysia Polii, serta atlet sepakbola Mauro Zijlstra; Atlet voli Wilda, Doni Haryono, Maya Indri; dan deretan selebriti.

Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan Trophy Showcase, yang menghadirkan trofi dari berbagai kompetisi bergengsi. Pengunjung dapat melihat dari dekat dan mengabadikan momen bersama Trofi Premier League, Serie A, Ligue 1, dan Super League, membawa ikon yang selama ini hanya terlihat melalui layar ke ruang interaksi langsung dengan fans.

Dikemas dalam dua hari penuh dengan experience menarik, Vidio Sports Festival 2026 membagi area festival ke dalam 8 zona aktivitas utama:

1. Trophy Showcase & Fanmeet AreaArea

Sesi jumpa fans bersama atlet internasional Christian Vieri, atlet nasional, serta selebriti seperti Maria Theodore dan Brandon Salim.

2. Sports Program

Rangkaian program kesehatan dan kompetisi cabang olahraga interaktif.

3. Game Corner

Zona permainan untuk umum, termasuk simulator F1.

4. Liga Akamsi

Turnamen sepak bola usia dini untuk mendukung pembinaan bakat-bakat muda Indonesia

5. F1 Watch Party

Area nonton bareng (nobar) Formula 1 dengan atmosfer balap yang meriah.

6. Sports Bazaar

Area belanja serba ada yang menghadirkan apparel olahraga, makanan/minuman, serta merchandise olahraga.

7. Zumba Session

Sesi senam Zumba masal di pagi hari yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung secara gratis.

8. Music Performance Stage

Panggung utama musik yang menghadirkan hiburan lintas genre.

Format kompetisi program utama di Vidio Sports Festival 2026 dirancang untuk menyoroti nilai

kebersamaan, semangat olahraga, serta inklusivitas. Adapun 4 pilar pertandingan utama mencakup:

1. 5v5 Fun Football (1 Atlet + 1 Selebriti + 6 Warga dalam 1 tim) :

Pertandingan sepak bola mini yang mempertemukan kombinasi atlet legendaris tanah air Bambang Pamungkas, talenta muda Mauro Zijlstra, content creator Wancoy, serta aktor Antonio Blanco, akan bermain bersama bersama 6 warga terpilih di setiap timnya.

2. 2v2 Padel (1 Selebriti + 2 Warga dalam 1 tim) :

Mewadahi tren olahraga padel yang tengah digandrungi, Vidio Sports Festival 2026 menggelar turnamen ganda padel. Figur publik seperti Daffa Ariq dan Pasming Based siap berpasangan langsung dengan warga untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan padel.

3. 6v6 Volleyball (1 Atlet + 1 Selebriti + 8 Warga dalam 1 tim) :

Cabor voli yang menarik perhatian besar masyarakat Indonesia akan menampilkan deretan atlet voli nasional seperti Wilda Nurfadhilah, Doni Haryono, dan Maya Indri bermain bersama 8 warga terpilih dalam format laga voli lapangan yang sengit dan seru.

4. 2v2 Badminton (1 Atlet + 2 Warga dalam 1 tim) :

Arena bulu tangkis Vidio Sports Festival 2026 akan menghadirkan peraih medali emas Olimpiade Greysia Polii, pemain bertalenta Agrippina, serta selebriti ternama Brandon Salim dan Maria Theodore. Dua Warga terpilih akan merasakan pengalaman berpasangan langsung dengan para juara di atas lapangan.


Untuk menandai pembukaan rangkaian acara ini, Vidio menyelenggarakan acara Press Conference Vidio Sports Festival 2026 pada Rabu, 9 September 2026 bersama dengan perwakilan Vidio, I.League sebagai salah satu mitra IP olahraga Indonesia, dan atlet legendaris Bambang Pamungkas dan Greysia Polii.

Teguh Wicaksono, Chief Marketing Officer Vidio, mengatakan dengan pilihan IP olahraga global dan lokal yang luas, Vidio konsisten membawa olahraga lebih dekat kepada masyarakat Indonesia, “Melalui Vidio Sports Festival (VSF) 2026, kami ingin mewujudkan misi tersebut tidak hanya melalui streaming, tetapi juga dengan memberikan kesempatan bagi fans dan masyarakat luas untuk berpartisipasi, lebih dekat dengan olahraga yang mereka cintai.

Melanjutkan kesuksesan tahun lalu dengan lebih banyak mitra IP global dan lokal, kami membawa trofi ikonik, atlet legendaris, dan berbagai hiburan kepada fans yang menjadikan Vidio Sports Festival sebagai bagian dari budaya olahraga.

Bambang Pamungkas, atlet legendaris sepakbola Indonesia, mengatakan bahwa Vidio Sports Festival merupakan wadah nyata untuk mempererat komunitas olahraga Indonesia.

“Olahraga adalah bahasa universal yang punya kekuatan untuk menyatukan kita. Vidio Sports Festival menghadirkan ruang bagi fans, atlet, dan legenda untuk bertemu dan bermain bersama, sekaligus merayakan semangat olahraga sebagai sebuah komunitas.”

Magdalene Ng, Executive Vice President, Marketing, Growth & Consumer, APAC beIN Sports, antusias menyambut kembalinya beIN SPORTS ke Vidio Sports Festival serta kesempatan untuk menghubungkan olahraga global dengan basis penggemar Indonesia yang beragam dan penuh antusiasme. “Indonesia memiliki salah satu komunitas penggemar olahraga yang paling antusias dan aktif di kawasan Asia Tenggara, dengan semakin banyak penggemar yang ingin merasakan pengalaman olahraga lebih dari sekadar menyaksikannya di layar. Melalui Vidio Sports Festival, beIN SPORTS dan Vidio membawa penggemar lebih dekat dengan olahraga yang mereka cintai, menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, imersif, dan relevan dengan cara mereka menikmati serta terlibat dalam olahraga saat ini.”

Sadikin Aksa, Direktur Komersial I.League, mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa semangat sepak bola lokal lebih dekat kepada komunitas penggemarnya,

“Sepak bola adalah soal rasa memiliki. Melalui Vidio Sports Festival, I.League dapat membawa semangat sepak bola nasional lebih dekat kepada fans dan menciptakan ruang bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem sepak bola yang mereka dukung"

Selama dua hari, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang hadiah dengan total nilai Rp50 juta melalui pengumpulan stamp di berbagai zona festival. Keseruan semakin lengkap dengan penampilan JKT48, Five Minutes, The Changcuters, Reality Club, Bernadya, dan Morfem yang akan mengisi panggung hiburan Vidio Sports Festival 2026.

Saatnya membawa passion terhadap olahraga keluar dari layar. Hadir, bermain, bertemu para idola, dan rasakan langsung bagaimana olahraga, entertainment, dan komunitas bertemu di Vidio Sports Festival 2026 pada 26–27 September di Plaza Parkir Timur Senayan.

More Recommendations

PENGABDI	SETAN	3:	ORIGIN	Memasuki	Tahap	Produksi, Siap	Tayang	di	Bioskop	2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar
NEWS

PENGABDI SETAN 3: ORIGIN Memasuki Tahap Produksi, Siap Tayang di Bioskop 2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar

Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales AgentJakarta, 1 September 2026 – Rapi Films dan Come and See Pictures, bekerja sama dengan Sky Media dan Legacy Pictures, mengumumkan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin, film terbaru dari semesta Pengabdi Setan yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, resmi memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027. Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales agent untuk film ini.Pengabdi Setan 3: Origin akan membawa penonton kembali memasuki semesta yang dimulai melalui Pengabdi Setan (2017) dan berlanjut dalam Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Setelah berbagai misteri, petunjuk, dan pertanyaan yang tersisa dari dua film sebelumnya, babak baru ini akan membawa penonton semakin dekat dengan asal dari semua yang telah terjadi. Semua jawaban bermula di sini.“Sejak Pengabdi Setan pertama, cerita ini memang tidak pernah dirancang untuk selesai dalam satu film. Ada banyak hal yang sengaja belum diceritakan dan banyak pertanyaan yang ditinggalkan untuk penonton. Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula,” ujar Joko Anwar, penulis dan sutradara Pengabdi Setan 3: Origin.Pengabdi Setan meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia pada 2017. Lima tahun kemudian, Pengabdi Setan 2: Communion memperluas dunia dan misteri yang diperkenalkan dalam film pertama, sekaligus meninggalkan lebih banyak pertanyaan mengenai sekte serta sosok-sosok yang selama ini berada di balik berbagai peristiwa dalam semesta Pengabdi Setan terutama Darminah dan Batara. Kini, Pengabdi Setan 3: Origin akan membuka bagian dari dunia tersebut yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Film ketiga ini akan membawa semesta Pengabdi Setan ke ruang, waktu, dan skala cerita yang lebih luas, sekaligus membawa penonton semakin dekat pada asal-usul misteri yang menghubungkan ketiga film.“Pengabdi Setan telah tumbuh jauh melampaui apa yang kami bayangkan. Penonton tidak hanya mengikuti ceritanya, tetapi juga terus membicarakan, mencari petunjuk, dan membangun berbagai teori tentang dunia di dalamnya. Pengabdi Setan 3: Origin menjadi babak yang sangat penting dari perjalanan tersebut,” ujar Sunil Samtani, produser Rapi Films.Melanjutkan perjalanan Pengabdi Setan di panggung internasional, Barunson E&A akan menangani international sales untuk Pengabdi Setan 3: Origin. Kemitraan ini melanjutkan kerja sama Barunson E&A dengan Come and See Pictures dalam membawa karya-karya mereka ke pasar dan penonton global.Informasi mengenai cerita, jajaran pemain, serta proses produksi Pengabdi Setan 3: Origin akan diumumkan secara bertahap.Ikuti perkembangan Pengabdi Setan 3: Origin melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 01 Sep 2026
VIDEO
Evolusi Baru Waralaba Evil Dead yang Lebih Kelam & Brutal
MOVIE
4.5

Evolusi Baru Waralaba Evil Dead yang Lebih Kelam & Brutal

Selama lebih dari empat dekade, waralaba Evil Dead selalu identik dengan Necronomicon, Deadites yang sadis, darah berlimpah, serta perpaduan horor dan gore yang tak kenal ampun. Namun melalui Evil Dead Burn (2026), sutradara Sébastien Vanicek bersama penulis Florent Bernard menghadirkan sesuatu yang terasa berbeda tanpa menghilangkan identitas utama franchise ini.Alih-alih sekadar menghadirkan pertarungan manusia melawan iblis, film ini justru menjadikan hubungan keluarga yang retak sebagai sumber teror utama. Hasilnya adalah sebuah film Evil Dead yang jauh lebih emosional, psikologis, sekaligus tetap mempertahankan kebrutalan yang menjadi ciri khas waralaba.Cerita yang Lebih Personal dan Penuh Luka LamaHal paling menonjol dari Evil Dead Burn adalah pendekatan ceritanya yang lebih intim. Film ini tidak hanya mengisahkan tentang teror iblis yang memburu korbannya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana luka masa lalu, rasa bersalah, dendam, dan kebencian antar anggota keluarga menjadi “bahan bakar” bagi kekuatan jahat.Saat satu per satu karakter mulai dirasuki Deadites, ancaman yang muncul bukan hanya berupa kekerasan fisik. Iblis memanfaatkan rahasia tergelap setiap anggota keluarga sebagai senjata psikologis. Trauma masa kecil, konflik keluarga yang belum selesai, hingga isu sensitif seperti kekerasan dalam rumah tangga diungkap secara kejam untuk menghancurkan mental para korban sebelum menghancurkan tubuh mereka.Pendekatan ini membuat horor dalam film terasa jauh lebih mengganggu dibanding sekadar jumpscare atau adegan gore. Penonton dibuat ikut merasakan tekanan emosional yang dialami setiap karakter, sehingga setiap pertikaian memiliki bobot dramatis yang kuat.Senjata Kuno Melawan Ilmu HitamPerubahan menarik lainnya adalah bagaimana film ini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mitologi Necronomicon sebagai pusat konflik.Kali ini cerita berfokus pada penelitian sang kakek mengenai keberadaan Kandarian Dagger, sebuah belati kuno yang dipercaya mampu memusnahkan iblis untuk selamanya. Premis ini memberikan nuansa petualangan sekaligus misteri yang menyegarkan bagi franchise.Konsep pertarungan antara senjata kuno melawan ilmu hitam membuat konflik terasa lebih luas dan menghadirkan lapisan mitologi baru dalam semesta Evil Dead. Penonton tidak hanya disuguhi upaya bertahan hidup, tetapi juga pencarian artefak yang menjadi harapan terakhir untuk menghentikan teror Deadites.Perubahan arah cerita ini berhasil memperluas dunia Evil Dead tanpa menghilangkan akar horornya.Akting Totalitas dan Sangat Meyakinkan Dari Para PemainDeretan pemain tampil luar biasa dalam membangun intensitas cerita. Souheila Yacoub sebagai Alice menjadi pusat emosional film. Ia mampu menampilkan karakter yang rapuh namun perlahan berubah menjadi sosok yang berani menghadapi mimpi buruk keluarganya. Perjalanan emosinya terasa alami dan berhasil mengikat perhatian penonton sejak awal.Hunter Doohan sebagai Joseph, Luciane Buchanan sebagai Thya, Tandi Wright sebagai Susan, Erroll Shand sebagai Edgar, Maude Davey sebagai Polly, hingga George Pullar sebagai Will sama-sama memberikan penampilan yang sangat total. Ketika karakter mereka mulai dirasuki iblis, perubahan ekspresi, bahasa tubuh, hingga cara berbicara benar-benar terasa mengerikan tanpa kehilangan sisi manusia yang membuat konflik semakin menyakitkan.Interaksi antar pemain menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini. Karena fondasi hubungan keluarga dibangun dengan baik, setiap pengkhianatan, pertengkaran, hingga kematian memiliki dampak emosional yang jauh lebih besar dibanding film-film Evil Dead sebelumnya.Horor Psikologis Berpadu Gore Khas Evil DeadMeski membawa pendekatan yang lebih dramatis, Evil Dead Burn sama sekali tidak melupakan identitas franchiseAdegan gore tetap brutal, penuh darah, dan sangat kreatif. Namun kali ini kekerasan fisik dipadukan dengan penyiksaan psikologis yang membuat setiap adegan terasa lebih menyiksa untuk ditonton.Ketegangan dibangun perlahan melalui percakapan yang dipenuhi kecurigaan sebelum akhirnya meledak menjadi kekacauan berdarah yang sangat intens. Perpaduan horor psikologis dan gore ekstrem inilah yang membuat film terasa segar sekaligus tetap memuaskan bagi penggemar lama.Visual Kelam yang Sangat AtmosferikSébastien Vanicek menunjukkan kepiawaiannya dalam membangun atmosfer lewat pendekatan visual yang suram.Dominasi warna abu-abu, hitam, dan rona kekuningan menciptakan kesan dunia yang perlahan membusuk. Hampir setiap lokasi terasa lembap, dingin, dan tidak memberikan rasa aman bagi para karakternya.Sinematografi dipenuhi framing sempit yang membuat penonton merasa ikut terjebak bersama para korban, sementara penggunaan bayangan dan pencahayaan redup membuat ancaman terasa selalu mengintai dari setiap sudut.Editing dengan teknik smash cut digunakan secara agresif namun efektif untuk mempertahankan ritme ketegangan. Transisi yang mendadak membuat penonton sulit merasa nyaman, sehingga rasa cemas terus terjaga bahkan sebelum adegan horor benar-benar dimulai.Seluruh elemen visual tersebut berpadu dengan desain suara yang menghantui, menghasilkan pengalaman menonton yang intens sejak menit pertama hingga penutup.Dua After-Credit yang Wajib DitungguSOBAT KTF jangan terburu-buru meninggalkan kursi setelah kredit utama mulai bergulir yaa, Evil Dead Burn menghadirkan dua adegan after-credit yang sama-sama layak ditunggu.Keduanya bukan sekadar pemanis, melainkan memberikan petunjuk penting yang memperluas mitologi film sekaligus membuka kemungkinan arah baru bagi waralaba Evil Dead.KesimpulanEvil Dead Burn (2026) berhasil membuktikan bahwa sebuah waralaba Keduanya bukan sekadar pemanis, melainkan memberikan petunjuk penting yang memperluas mitologi film sekaligus membuka kemungkinan arah baru bagi waralaba Evil Dead. legendaris masih bisa berevolusi tanpa kehilangan identitasnya.Dengan menjadikan trauma keluarga sebagai inti cerita, memperkenalkan mitologi baru melalui Kandarian Dagger, serta menghadirkan konflik yang lebih emosional dan psikologis, film ini terasa berbeda dari pendahulunya namun tetap mempertahankan ciri khas Evil Dead berupa gore brutal, Deadites yang mengerikan, dan teror tanpa ampun!

Rahmadandi Desky Prayuda 24 Jul 2026
VIDEO
LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA
MOVIE
3.5

LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA

Horor Bernuansa Legenda yang Menghadirkan Dendam, Luka, dan Teror dari Masa LaluSinopsis : Ketika Masa Lalu Menolak untuk DilupakanLastri: Arwah Kembang Desa membawa penonton ke sebuah desa yang tampak tenang, tetapi menyimpan sejarah kelam yang tak pernah benar-benar terkubur. Berawal dari serangkaian kejadian ganjil yang mengusik kehidupan warga, perlahan terungkap sebuah tragedi puluhan tahun silam yang melibatkan seorang perempuan bernama Lastri.Lastri dikenal sebagai perempuan baik hati dan cantik yang menjadi kebanggaan desanya. Namun, kehidupan yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk ketika fitnah, kecemburuan, dan kepentingan orang-orang di sekitarnya menghancurkan masa depannya. Sejak saat itu, nama Lastri berubah menjadi legenda yang terus menghantui desa dan menjadi simbol dendam yang belum menemukan akhir.Alur Cerita: Misteri yang Dibangun PerlahanFilm ini tidak terburu-buru memperlihatkan seluruh misterinya. Penonton diajak mengikuti potongan demi potongan peristiwa yang perlahan menyusun gambaran utuh tentang tragedi Lastri.Pendekatan seperti ini membuat rasa penasaran terus terjaga. Setiap babak menghadirkan informasi baru yang mengubah sudut pandang penonton terhadap karakter maupun konflik. Ketika fakta-fakta mulai terungkap, film memperlihatkan bahwa akar teror bukan sekadar kehadiran makhluk gaib, melainkan kesalahan manusia yang terus menghantui generasi berikutnya.Tempo yang perlahan memang membutuhkan kesabaran, tetapi justru memberi ruang bagi penonton untuk memahami hubungan emosional antar karakter sebelum memasuki puncak konflik.Naskah: Horor yang Dibangun Lewat Drama ManusiaSalah satu kekuatan utama film ini ada pada naskahnya. Cerita tidak hanya berbicara mengenai arwah penasaran, tetapi juga mengenai bagaimana fitnah dapat menghancurkan hidup seseorang.Konflik yang muncul terasa relevan karena berasal dari sifat-sifat manusia seperti iri hati, ambisi, dendam, dan ketamakan. Film ini memperlihatkan bahwa keputusan-keputusan kecil yang didorong oleh ego mampu melahirkan tragedi besar yang dampaknya bertahan selama puluhan tahun.Pendekatan tersebut membuat unsur horor terasa lebih bermakna. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga diajak merenungkan akibat dari kebencian dan ketidakadilan.Pendalaman Karakter: Setiap Tokoh Memiliki PerannyaLastri menjadi pusat dari seluruh cerita. Karakternya berkembang dari sosok perempuan yang penuh harapan menjadi simbol penderitaan dan dendam. Perjalanan emosionalnya menjadi inti yang menggerakkan seluruh konflik dalam film.Karakter-karakter pendukung juga memiliki fungsi yang jelas. Mereka bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi menjadi penyebab sekaligus korban dari keputusan-keputusan yang mereka ambil sendiri. Hubungan antar tokoh terasa saling berkaitan sehingga konflik berkembang secara alami.Inilah yang membuat cerita memiliki dimensi emosional yang cukup kuat dibandingkan film horor yang hanya berfokus pada teror.Akting: Emosi Menjadi Senjata TerbesarPara pemain berhasil membangun emosi yang dibutuhkan cerita. Adegan-adegan dramatis terasa lebih menonjol karena dimainkan dengan intensitas yang tepat.Sosok Lastri tampil sebagai karakter yang mampu mengundang simpati sekaligus menghadirkan rasa takut ketika terornya mulai muncul. Sementara para karakter lain berhasil memperlihatkan konflik batin, rasa bersalah, hingga kepanikan yang semakin memperkuat atmosfer cerita.Chemistry antarpemain juga menjadi salah satu nilai tambah karena hubungan mereka terasa meyakinkan sejak awal hingga akhir film.Atmosfer Horor: Teror yang Tidak Bergantung pada JumpscareFilm ini lebih memilih membangun rasa tidak nyaman daripada mengejutkan penonton setiap beberapa menit.Suasana desa yang sunyi, rumah-rumah tua, area pemakaman, hingga lokasi tambang menjadi elemen visual yang memperkuat nuansa mistis. Tata suara juga berperan besar dalam menciptakan ketegangan. Bahkan ketika tidak ada penampakan, penonton tetap dibuat merasa waswas karena atmosfer yang berhasil dibangun.Pendekatan seperti ini membuat horor terasa lebih matang dan tidak cepat terlupakan.Visual dan Sinematografi: Keindahan yang Menyimpan KengerianDari sisi visual, film ini menampilkan sinematografi yang mampu memanfaatkan lanskap pedesaan sebagai bagian dari cerita.Komposisi gambar, pencahayaan yang redup, serta penggunaan kabut dan ruang kosong berhasil menghadirkan kesan mencekam tanpa harus berlebihan. Tata artistik juga cukup meyakinkan dalam menggambarkan latar waktu sehingga dunia yang dibangun terasa hidup.Visual tidak hanya menjadi pemanis, tetapi benar-benar membantu memperkuat narasi.Pesan Moral: Luka yang Berasal dari ManusiaDi balik seluruh terornya, Lastri: Arwah Kembang Desa menyampaikan pesan bahwa kebencian, fitnah, dan ketidakadilan sering kali menjadi awal dari sebuah tragedi.Film ini menunjukkan bahwa tindakan manusia dapat meninggalkan luka yang begitu dalam hingga seolah terus hidup dari generasi ke generasi. Horor di sini bukan hanya tentang arwah, melainkan tentang rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar selesai.Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa lebih emosional dibandingkan kebanyakan film horor lokal.Kelebihan FilmFilm berhasil membangun atmosfer yang konsisten sejak awal hingga akhir. Ceritanya memiliki fondasi drama yang kuat sehingga konflik terasa lebih bermakna. Penampilan para pemain mendukung perkembangan karakter, sementara sinematografi dan tata suara mampu memperkuat nuansa horor tanpa bergantung pada efek kejut semata.Kekurangan FilmBeberapa bagian memiliki ritme yang cenderung lambat, terutama pada babak awal ketika film masih memperkenalkan karakter dan konflik. Selain itu, sebagian alur masih mengikuti formula horor yang cukup familiar sehingga beberapa kejutan dapat diprediksi oleh penonton yang sudah sering menikmati film horor Indonesia.KesimpulanLastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar film tentang arwah penasaran, tetapi juga kisah tragis mengenai fitnah, pengkhianatan, dan konsekuensi dari dosa masa lalu. Dengan perpaduan drama yang kuat, atmosfer mencekam, visual yang menarik, serta karakter yang memiliki kedalaman emosi, film ini menawarkan pengalaman horor yang lebih dari sekadar menakutkan.Bagi pencinta horor dengan cerita yang memiliki makna dan konflik emosional, Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi salah satu tontonan yang layak masuk dalam daftar film horor Indonesia tahun 2026 ini.

Admin 11 Jul 2026
IT’S MY TIME : Usia Bukan Batas untuk Meraih Mimpi
MOVIE
3.0

IT’S MY TIME : Usia Bukan Batas untuk Meraih Mimpi

IT’S MY TIME hadir sebagai film drama-komedi keluarga yang membawa kisah sederhana, tetapi dikembangkan menjadi sebuah cerita yang hangat, inspiratif, sekaligus cukup emosional. Film ini digarap oleh Xue Bai, yang juga menjadi salah satu penulis naskah bersama Yan Sun dan Yizhou Xu.Mengangkat dunia kompetisi Rubik’s Cube, film ini tidak hanya berbicara tentang kejuaraan dan kemampuan memecahkan kubus warna-warni tersebut. Di balik kompetisinya, IT’S MY TIME justru menawarkan cerita tentang keluarga, persahabatan, kesempatan kedua, serta keberanian untuk membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.Terinspirasi dari Kisah Nyata yang InspiratifSalah satu daya tarik utama IT’S MY TIME adalah bagaimana film ini terinspirasi dari kisah nyata Zhao Wenying, seorang guru pensiunan asal Zhejiang, Tiongkok, yang berhasil menjadi orang tercepat menyelesaikan Magic Cube/Rubik’s Cube dengan mata tertutup pada usia 70 tahun.Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita fiksi yang lebih dramatis melalui karakter Zhao Yanhong. Film tidak sekadar menjadikan kemampuan bermain Rubik sebagai gimmick, tetapi menggunakannya sebagai simbol bahwa seseorang masih bisa mengejar sesuatu yang baru, bahkan ketika banyak orang menganggap usia seharusnya menjadi batas.Hal tersebut membuat perjalanan Zhao Yanhong terasa lebih bermakna. Ia bukan sekadar ingin memenangkan sebuah kompetisi, tetapi juga ingin membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahwa kesempatan untuk berkembang tidak pernah benar-benar berhenti.Cerita Sederhana dengan Konflik yang Cukup KompleksPada dasarnya, cerita IT’S MY TIME cukup mudah untuk diikuti. Penonton diajak melihat perjalanan Zhao Yanhong, seorang perempuan yang kemudian menemukan tantangan baru melalui dunia Rubik’s Cube.Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Film memasukkan berbagai konflik personal dan keluarga yang membuat ceritanya menjadi lebih kompleks.Di satu sisi terdapat ambisi Zhao Yanhong untuk membuktikan kemampuannya. Di sisi lain, ia harus berhadapan dengan berbagai persoalan yang muncul dari hubungan keluarga, persahabatan, masa lalu, hingga orang-orang yang berada di sekitarnya.Menariknya, film mampu menjaga keseimbangan antara konflik tersebut dengan unsur komedi. Ketika dramanya mulai terasa berat, humor dari karakter-karakternya mampu memberikan ruang bernapas sehingga film tidak terasa terlalu melodramatis.Hasilnya adalah sebuah cerita yang terasa hangat, lucu, tetapi tetap memiliki konflik yang cukup kuat.Michelle Yeoh Tampil Memikat sebagai Zhao YanhongMichelle Yeoh menjadi salah satu kekuatan utama film melalui perannya sebagai Zhao Yanhong.Penampilannya mampu membawa karakter yang terlihat sederhana menjadi sosok yang memiliki motivasi dan perjalanan emosional yang kuat. Zhao Yanhong bukan karakter yang dibuat sempurna. Ia memiliki keraguan, masalah, serta berbagai tantangan yang membuat perjalanan karakternya terasa lebih manusiawi.Michelle Yeoh juga berhasil menghadirkan sisi komedi dan emosional dari karakternya secara seimbang. Chemistry yang dibangunnya dengan para pemain lain menjadi salah satu aspek yang membuat hubungan antarkarakter terasa natural.Chemistry Para Pemain Menjadi Kekuatan FilmSelain Michelle Yeoh, Li Haoran juga memberikan penampilan yang menarik sebagai Wu Youwei, mantan juara Rubik terkenal yang kini terlilit hutang.Karakter Wu Youwei menjadi pasangan yang menarik bagi perjalanan Zhao Yanhong. Ia membawa pengalaman dari dunia kompetisi, tetapi kehidupannya sendiri sedang berada dalam kondisi yang tidak ideal. Perbedaan karakter dan latar belakang keduanya membuat interaksi mereka terasa menarik untuk diikuti.Sementara itu, SaRina tampil sebagai Shuzhen, sahabat Zhao Yanhong sejak kecil. Shuzhen merupakan karakter yang gemar membuat keributan dan menghadirkan banyak momen komedi, tetapi di balik sifat tersebut ia merupakan sosok yang sangat setia kepada sahabatnya.Kehadiran Shuzhen memberikan warna tersendiri terhadap film. Hubungannya dengan Zhao Yanhong juga memperlihatkan bahwa persahabatan yang telah dibangun sejak lama bisa menjadi salah satu sumber dukungan terbesar ketika seseorang menghadapi masa sulit.Kemudian ada Tongshen Han sebagai Lao Wan, anak Zhao Yanhong, dan Xi Qi sebagai Manting, istri Lao Wan.Kehadiran keduanya memperkuat sisi drama keluarga dalam film. Hubungan antara Zhao Yanhong dengan anaknya menjadi salah satu elemen yang membuat cerita tidak hanya berfokus pada kompetisi Rubik, tetapi juga tentang bagaimana keputusan seseorang dapat memengaruhi keluarganya.Secara keseluruhan, chemistry antarpemain terasa sangat baik. Interaksi mereka tidak terasa kaku dan justru menjadi salah satu alasan mengapa sisi komedi maupun drama keluarga dalam film dapat bekerja dengan efektif.Perpaduan Komedi, Drama Keluarga, dan Kisah InspiratifSalah satu hal yang membuat IT’S MY TIME menarik adalah keberhasilannya menggabungkan beberapa genre sekaligus.Film ini memiliki komedi yang cukup menghibur, terutama melalui karakter-karakter pendukung dan interaksi antartokohnya.Kemudian terdapat drama keluarga yang memberikan bobot emosional. Konflik yang terjadi bukan hanya mengenai kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga mengenai hubungan antara orang tua dan anak, persahabatan, serta bagaimana seseorang menghadapi perubahan dalam hidupnya.Di atas semuanya, terdapat unsur inspiratif yang menjadi jantung cerita.Film ingin menunjukkan bahwa seseorang tidak harus berhenti mengejar impian hanya karena usia terus bertambah. Justru ketika seseorang memiliki kemauan, keberanian, dan ketekunan, selalu ada kemungkinan untuk memulai sesuatu yang baru.Transisi dan Sinematografi yang Menunjang CeritaDari sisi teknis, IT’S MY TIME juga memiliki kualitas visual yang cukup menarik.Transisi antarscenenya terasa rapi dan membantu menjaga ritme cerita. Film tidak hanya berpindah dari satu konflik ke konflik lain secara konvensional, tetapi menggunakan visual dan editing untuk membuat perjalanan karakter terasa lebih dinamis.Sinematografinya juga menjadi salah satu aspek yang patut diapresiasi.Hal tersebut paling terasa ketika film memasuki adegan-adegan kejuaraan Rubik. Momen kompetisi dibuat dengan cukup intens sehingga aktivitas memutar Rubik yang secara sederhana mungkin terlihat biasa dapat berubah menjadi adegan yang menegangkan.Close-up pada Rubik, ekspresi para peserta, pergerakan tangan, serta tempo editing membuat penonton ikut merasakan tekanan ketika waktu terus berjalan.Walaupun penonton mungkin tidak terlalu memahami teknik menyelesaikan Rubik, penyajian visual tersebut tetap mampu membuat kompetisinya terasa menegangkan..Punya Pesan Mendalam Bahwa Usia Bukanlah BatasanPada akhirnya, pesan terbesar yang ingin disampaikan IT’S MY TIME adalah bahwa usia tidak seharusnya menjadi batas bagi seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan.Film ini memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang tidak otomatis hilang hanya karena usia bertambah.Selama masih memiliki kemauan untuk belajar, berusaha, dan mencoba, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk mencapai sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan.Pesan tersebut terasa semakin kuat karena cerita film berangkat dari inspirasi kisah nyata. Keberhasilan seseorang di usia lanjut dalam menguasai sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi menjadi pengingat bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai.IT’S MY TIME juga secara tidak langsung mengajak penonton untuk tidak terlalu cepat menilai kemampuan seseorang berdasarkan umur.Karena terkadang, yang membedakan seseorang yang berhasil dengan mereka yang menyerah bukanlah usia, melainkan kemauan untuk terus mencoba.KesimpulanSecara keseluruhan, IT’S MY TIME merupakan film drama-komedi keluarga yang berhasil menghadirkan kisah kompetisi Rubik dengan pendekatan yang hangat dan inspiratif.Cerita yang terinspirasi dari kisah nyata Zhao Wenying menjadi fondasi yang menarik untuk mengembangkan perjalanan Zhao Yanhong. Konfliknya memang cukup kompleks karena tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menyentuh persoalan keluarga, persahabatan, kehidupan, dan kesempatan kedua.Penampilan Michelle Yeoh ,Li Haoran, SaRina, Tongshen Han, dan Xi Qi dengan chemistry para pemain terasa kuat sehingga unsur komedi maupun drama keluarga dapat berjalan dengan baik..IT’S MY TIME pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang memenangkan kompetisi Rubik, tetapi tentang bagaimana seseorang berani membuktikan bahwa dirinya masih mampu bermimpi, mencoba, dan mencapai sesuatu yang luar biasa.Film ini cukup bagus dan recommended untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bertema kejuaraan, film keluarga yang hangat, serta drama-komedi yang dibalut dengan kisah inspiratif.

Rahmadandi Desky Prayuda 13 Sep 2026
VIDEO
CALON GUBERNUR INI NGGAK BISA BOHONG LAGI! Kira Kira Kenapa Ya Temukan Jawabannya Di Film Bapak Paling JUJUR!
NEWS

CALON GUBERNUR INI NGGAK BISA BOHONG LAGI! Kira Kira Kenapa Ya Temukan Jawabannya Di Film Bapak Paling JUJUR!

Andovi da Lopez jadi Jonas Prakoso, calon gubernur yang kehilangan filter dan harus menghadapi kekacauan setelah semua isi kepalanya keluar begitu sajaJakarta, 17 September 2026 — Apa jadinya bila seorang calon gubernur yang biasanya jago pencitraan tiba-tiba nggak bisa bohong sama sekali?Kekacauan itulah yang diperlihatkan dalam main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR, film komedi karya sutradara Fajar Nugros yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.Dalam film ini, Andovi da Lopez berperan sebagai Jonas Prakoso, calon gubernur yang tahu betul cara memenangkan hati rakyat. Penampilan rapi, senyum di depan kamera, janji manis, hingga pencitraan telah dipersiapkan. Namun, sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.Sejak saat itu, apa pun yang ada di kepalanya langsung keluar dari mulutnya. Tidak ada filter, tidak ada jawaban yang dibuat-buat. Rahasia yang seharusnya disimpan, pikiran yang seharusnya cukup ada di kepala, sampai berbagai hal yang bisa membuat situasi semakin runyam ikut terbongkar. Dari urusan kampanye sampai kehidupan pribadinya, Jonas pun harus menghadapi konsekuensi dari kejujuran yang datang tanpa rem.“Saya tertarik dengan premis BAPAK PALING JUJUR karena pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya bisa ke mana-mana: apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?” ujar Fajar Nugros, sutradara BAPAK PALING JUJUR.“Cerita ini sudah berhasil di Brasil dan Korea, dan sekarang kami mencoba membawanya ke Indonesia dengan karakter dan situasi yang dekat dengan penonton di sini. Buat saya, justru dari situ komedinya muncul,”sambungnyaBAPAK PALING JUJUR merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate (2020) yang kemudian dibuat sekuelnya pada 2022. Film Korea tersebut sendiri merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto (2014). Setelah hadir dalam dua versi tersebut, cerita tentang seseorang yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong kini dibawa ke Indonesia dengan karakter, humor, dan situasi yang dekat dengan keseharian penontonIndonesia Indonesia.“Jujur, proses membuat trailer ini sendiri bikin kami cukup pusing,” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR.“Kami harus memilih dari begitu banyak kekacauan yang dialami Jonas. Kalau semuanyadimasukkan, bisa-bisa trailernya lebih panjang dari filmnya, hahaha. Tapi justru itu yang seru.Karena ketika seseorang sudah nggak bisa menyaring apa yang ingin dikatakannya, semuanya jadi kacau. Hal sederhana pun bisa berubah jadi masalah besar,” katanya lagi.Selain Andovi da Lopez, BAPAK PALING JUJUR juga dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Kemingg. Main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR sudah dapat disaksikan melalui akun media sosial Bapak Paling Jujur, Cahaya Pictures, dan Studio Antelope.Sudah siap melihat apa yang terjadi kalau filter pencitraan benar-benar hilang?BAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
VIDEO
Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!
MOVIE
4.0

Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!

Ada film yang sejak awal memang ingin membuat penontonnya menangis. Namun, ada juga film yang tidak perlu melakukan itu karena ceritanya sendiri sudah cukup kuat untuk membuat kita tersentuh. Dear You (2026) termasuk salah satunya.Disutradarai sekaligus ditulis oleh Hongchun Lan, Leng Yang, Xuanxuan Zheng, dan Liyun Zhu, film ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa hangat dan manusiawi.Dibintangi oleh Sitong Li sebagai Xie Nanzhi, Yantong Wang sebagai Zheng Musheng, Shaoqing Wu sebagai Old Ye Shurou, Runqi Zheng sebagai Xiaowei, Xiaohui Wang sebagai Young Ye Shurou, Shuguang Zhao sebagai Xie Zehua, Deru Li sebagai Auntie Ru, Shuhao Li sebagai Father of Chuyuan, serta Usha Seamkhum sebagai Old Xie Nanzhi, film ini perlahan mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup para karakternya.Film ini tidak menawarkan cerita yang spektakuler atau penuh kejutan, tetapi karena film ini berhasil memberikan banyak rasa dalam satu cerita.Filmnya Terasa Hangat Hal pertama yang paling terasa dari Dear You adalah kehangatannya.Film ini punya kemampuan untuk membuat penonton tersenyum, tertawa, terharu, bahkan merasa sedikit sesak di beberapa momen. Menariknya, semua emosi tersebut muncul dengan cukup natural.Film ini tidak terasa seperti sedang memaksa kita untuk menangis. Tidak ada adegan yang terasa sengaja dibuat terlalu melodramatis hanya demi mendapatkan air mata penonton. Sebaliknya, emosi dibangun perlahan melalui hubungan antarkarakter, pengalaman hidup, pilihan yang mereka ambil, serta berbagai hal sederhana yang mereka lalui.Justru karena tidak terlalu memaksa, ketika sebuah adegan emosional datang, dampaknya terasa lebih kuat.Ada sesuatu yang sederhana tetapi relatable dari perjalanan para karakternya. Kita bisa melihat bagaimana waktu, keadaan, hubungan, dan berbagai keputusan dalam hidup perlahan membentuk seseorang.Dan ketika melihat perjalanan tersebut sampai ke titik tertentu, kita sebagai penonton seolah ikut merasakan perjalanan hidup mereka.Jalan Ceritanya Mudah Untuk DiikutiSalah satu kekuatan Dear You adalah cara film ini bercerita.Alurnya memang cenderung pelan. Jadi, buat penonton yang terbiasa dengan film dengan tempo cepat atau cerita yang dipenuhi konflik besar, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.Namun, menurut minpas justru tempo yang pelan ini menjadi salah satu kekuatan film.Dear You tidak terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Film memberikan cukup banyak ruang bagi para karakter untuk berkembang dan bagi penonton untuk mengenal mereka.Ceritanya juga tidak dipenuhi twist yang aneh-aneh atau kejutan yang sengaja dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut.Sebaliknya, film memilih untuk membangun cerita dari hal-hal sederhana.Setiap adegan terasa memiliki fungsi. Perlahan-lahan kita mulai memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.Karena itulah ketika cerita akhirnya sampai pada bagian-bagian emosionalnya, kita sudah cukup peduli terhadap karakter-karakternya.Jadi, meskipun secara premis cerita Dear You mungkin terdengar sederhana, eksekusinya membuat perjalanan tersebut tetap menarik untuk diikuti.Akting Para Pemain yang MeyakinkanDari sisi akting, para pemain Dear You juga memberikan performa yang cukup solid.Sitong Li sebagai Xie Nanzhi mampu membawa karakter tersebut dengan cukup natural. Begitu juga dengan Yantong Wang sebagai Zheng Musheng yang mampu memberikan dinamika menarik dalam hubungan antarkarakter.Namun, salah satu hal yang menurut MINPAS patut diapresiasi adalah pemilihan pemeran untuk karakter dalam versi muda dan tua.Kemiripan fisik antara pemeran karakter ketika masih muda dengan versi mereka ketika sudah tua terasa cukup meyakinkan. Hal ini memang terlihat seperti detail kecil, tetapi sangat membantu menjaga kontinuitas cerita.Ketika sebuah karakter diperlihatkan dalam dua fase kehidupan yang berbeda, kita tidak merasa sedang melihat dua orang yang benar-benar berbeda. Ada kemiripan dari wajah maupun aura yang membuat perjalanan waktu dalam cerita terasa lebih masuk akal.Selain itu, performa para pemain juga terasa pas dengan karakter masing-masing. Tidak ada yang terasa terlalu berlebihan atau berusaha mencuri perhatian.Semuanya bermain dalam porsinya masing-masing dan saling melengkapi.Punya Visual yang CantikSelain ceritanya yang hangat, Dear You juga menawarkan visual yang cantik.Film ini membawa penonton kembali ke atmosfer China pada era 1950-an hingga 1970-an, dan detail periodenya terasa cukup hidup.Mulai dari kostum, lingkungan, suasana kota, interior tempat tinggal, hingga berbagai detail kecil yang ada di dalam frame, semuanya membantu membangun atmosfer zamannya.Film tidak hanya sekadar mengganti pakaian karakter dengan kostum klasik, tetapi juga berusaha membuat dunianya terasa seperti sebuah tempat yang benar-benar ditinggali oleh para karakter.Sinematografinya pun terasa nyaman untuk dinikmati, penggunaan warna dan pencahayaan mendukung nuansa hangat yang menjadi salah satu identitas film ini. Ada banyak shot yang terasa sederhana, tetapi tetap indah karena mampu menangkap atmosfer dan emosi dari sebuah adegan.Visualnya tidak terasa terlalu berlebihan atau dibuat hanya untuk terlihat cantik. Justru kesederhanaannya yang membuat Dear You terasa semakin dekat dengan cerita yang ingin disampaikan.Film Yang Punya Banyak RasaHal menarik lainnya adalah bagaimana Dear You mampu mencampurkan berbagai macam emosi tanpa membuatnya terasa berantakan.Ada komedi yang bisa membuat kita tersenyum, ada juga momen-momen romantis yang terasa manis.Ada pula drama keluarga dan kehidupan yang perlahan membawa cerita ke arah yang lebih emosional.Perpindahan dari satu emosi ke emosi lainnya juga terasa cukup natural. Film tidak terus-terusan berada dalam suasana sedih, sehingga ketika sebuah momen emosional datang, efeknya justru terasa lebih kuat.Inilah salah satu alasan mengapa Dear You bisa terasa begitu hangat.Film ini seperti mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah hanya berisi satu jenis emosi.Ada bahagia, ada sedih, ada kehilangan, ada tawa, ada penyesalan, dan ada kenangan yang tetap tinggal meskipun waktu terus berjalanEnding yang PasBagian ending juga menjadi salah satu hal yang membuat film ini berhasil.Dear You tidak memilih untuk menutup ceritanya dengan cara yang terlalu berlebihan, film ini memberikan sebuah penyelesaian yang terasa sesuai dengan perjalanan yang sudah dibangun sejak awal, tidak perlu terlalu banyak drama tambahan atau memaksakan twist besar, tapi setelah film selesai, ada perasaan seperti masih ingin memikirkan perjalanan mereka.KesimpulanDear You adalah salah satu film Asia yang paling berkesan tahun ini. Film ini memang sederhana, alurnya juga cenderung pelan dan tidak menawarkan banyak kejutan besar , justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatannya.Dear You adalah film yang hangat, lucu, sedih, romantis, dan menyentuh tanpa terasa menggurui.Film ini tidak memaksa kita untuk mencintai karakternya tapi film ini hanya memberikan waktu kepada kita untuk mengenal mereka, mengikuti perjalanan mereka, dan akhirnya membiarkan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan genre film keluarga yang hangat, Dear You layak banget masuk daftar tontonan kalian.

Abdul Haris 08 Aug 2026
VIDEO
Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!
NEWS

Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!

Nama Amy Search lekat dengan perjalanan musik rock Malaysia yang pernah memiliki banyak penggemar di Indonesia. Lagu “Isabella” yang dibawakannya bersama grup Search menjadi salah satu lagu Malaysia yang populer di Indonesia pada awal 1990-an. Kini, perhatian datang melalui putri sulungnya, Nabila Huda, yang membintangi drama Cela.Drama thriller psikologis yang juga sudah tayang di Viu Indonesia tersebut menempati posisi pertama di Viu Malaysia dalam waktu kurang dari satu minggu setelah mulai tayang pada 20 Agustus 2026. Cela sekaligus berada di atas sejumlah tayangan Korea di platform tersebut.Dikutip dari Malay Mail, Cela mengungguli Running Man 2026, Dream to You, dan The Affair Was Just the Beginning. Perhatian terhadap Cela tidak berhenti pada platform streaming. Konten mengenai drama tersebut mencatatkan hampir 50 juta tayangan di media sosial dalam waktu kurang dari satu minggu. Angka itu merupakan akumulasi tayangan konten terkait Cela, seperti trailer, cuplikan adegan, dan materi promosi, bukan jumlah penayangan episode lengkapnya.Keberhasilan Cela juga membuat produksi lokal menempati dua posisi teratas di Viu Malaysia. Posisi kedua diduduki Cinta Dalam Sekam, drama Malaysia lain yang diproduksi Global Film Station. Pencapaian ini memperlihatkan kemampuan cerita lokal bersaing dengan tayangan Korea di pasar streaming Malaysia.Nabila Huda membawa karakter yang berbedaBagi penonton Indonesia, Nabila Huda mungkin belum sepopuler ayahnya. Namun, ia telah membangun karier aktingnya sendiri selama lebih dari dua dekade. Nabila merupakan putri sulung Amy Search. Dalam Cela, Nabila memerankan Dato’ Anees, perempuan kaya, berpengaruh, dan sulit ditebak. Penampilannya jauh dari figur pelindung yang terlihat pada awal cerita. Di balik perhatian yang diberikannya kepada Kaer, Anees menyimpan kepentingan dan rahasia yang berkaitan dengan tragedi keluarga pemuda tersebut.Lawan mainnya adalah Hun Haqeem, yang memerankan Kaer, siswa sekolah menengah yang hidupnya berubah setelah kematian sang ayah. Kaer dan ibunya yang sedang mengalami depresi kemudian ditampung oleh pasangan kaya Dato’ Arshad dan Dato’ Anees.Dalam masa duka, Kaer melihat Anees sebagai seseorang yang memahami dan memberinya tempat untuk bersandar. Perhatian tersebut perlahan berkembang menjadi keterikatan emosional yang sulit ia pahami. Kaer tidak segera menyadari bahwa hubungan mereka dibentuk oleh ketimpangan kekuasaan dan permainan psikologis. Situasinya berubah ketika Kaer menemukan bahwa Anees memiliki hubungan dengan tragedi yang menghancurkan keluarganya. Pemuda itu kemudian terjebak di antara perasaannya, pengkhianatan yang baru diketahui, dan keinginan mengungkap kebenaran.Bukan sekadar romansa beda usiaPerbedaan usia antara kedua pemeran dan sejumlah adegan dalam trailernya memang menarik perhatian. Namun, Cela tidak hanya menawarkan romansa terlarang antara perempuan dewasa dan laki-laki muda. Hubungan Anees dan Kaer menjadi pintu masuk untuk memperlihatkan bagaimana seseorang yang sedang berduka dapat menjadi rentan terhadap perhatian dari orang yang lebih berkuasa. Anees tidak hanya memiliki usia dan pengalaman lebih banyak. Ia juga mempunyai uang, status, serta kendali atas tempat tinggal Kaer dan ibunya. Perpaduan duka keluarga, manipulasi, obsesi, cinta terlarang, dan pembalasan membuat Cela bergerak lebih gelap daripada drama romantis biasa. Penonton bukan hanya diajak mempertanyakan perasaan Kaer terhadap Anees, tetapi juga mencari tahu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian ayahnya.Selain Nabila Huda dan Hun Haqeem, Cela dibintangi Zarif Ghazzi, Datuk Seri Eizlan Yusof, Lisdawati, Zain Saidin, dan Ellyza Azizi. Serial sepanjang 12 episode ini disutradarai Feroz Kader dan ditulis Liza Nur. Cela dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia. Episode baru hadir setiap Kamis dan Jumat.

Admin Kupas Tuntas Film 05 Sep 2026